Indonesia
NovelToon NovelToon
LANGIT Dan BUMI

LANGIT Dan BUMI

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Apa yang akan terjadi jika Dua dunia di pertemukan dalam sebuah keputusan penting?, dan ini terjadi pada Dua manusia yang di pertemukan secara tidak sengaja, LANGIT Wanita dengan semua kendali penuh dan kekuasaannya, sedangkan BUMI laki-laki sederhana dengan semua kelebihannya.

Yuk ikuti ceritanya, di jamin seru, menggemaskan dan juga menegangkan.

Salam Author Sinho, jangan lupa Bahagia ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Pecahan kaca di lantai marmer itu memantulkan cahaya temaram dari lampu gantung ruangan. Di sebuah suite hotel mewah yang terisolasi dari bisingnya ibu kota, dua orang manusia duduk saling berhadapan dengan secangkir kopi yang mulai mendingin.

Galang dan Sarah, dua nama yang bagi keluarga Dewanta adalah lambang pengkhianatan terburuk.

Sebagai mantan sekretaris Langit Dewanta yang dipecat secara tidak hormat karena skandal perselingkuhannya dengan Galang, Sarah menyimpan dendam yang membara.

Sementara bagi Galang, setiap detik yang berlalu adalah siksaan rasa perih akibat penolakan mentah-mentah dari sang mantan kekasih yang kini sudah menikah. Di ruangan ini, dendam mereka melebur menjadi satu ambisi yang mengerikan.

Galang menyandarkan punggungnya pada sofa kulit, menatap kepulan asap rokok yang membubung ke langit-langit.

Pikirannya melayang pada wajah angkuh Langit Dewanta dan senyum dingin mantan kekasihnya yang dulu membuangnya seperti sampah.

Penolakan itu bukan sekadar patah hati bagi Galang, itu adalah penghinaan terhadap harga dirinya sebagai seorang pria.

"Mereka pikir mereka sudah menang," gumam Galang, suaranya berat dan penuh intonasi sinis. "Mereka pikir setelah menendangmu dari perusahaan dan mempermalukanku, mereka bisa hidup tenang di atas takhta Dewanta Group?"

Galang mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Rasa sakit hati akibat penolakan masa lalu itu kini telah bermutasi menjadi bahan bakar yang mengendalikan setiap embusan napasnya.

Dia tidak hanya ingin merebut apa yang dimiliki Langit, dia ingin melihat kehancuran total di mata wanita yang pernah menolaknya itu.

Dia ingin wanita itu berlutut dan memohon ampun, menyadari bahwa memilih Langit adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Ia menatap Sarah yang duduk di depannya. Sarah adalah pion sekaligus sekutu yang sempurna.

Wanita itu memiliki otak yang cerdas, kelicikan yang setara dengannya, dan yang terpenting rasa benci yang sama besarnya terhadap keluarga Dewanta.

Sarah memutar-mutar cangkir kopinya, senyum miring terukir di bibirnya yang dipulas lipstik merah menyala.

Sebagai mantan sekretaris ring satu di Dewanta Group, dia tahu persis bagaimana sistem internal perusahaan itu bekerja. Dia tahu kelemahan, rahasia, dan jalur-jalur tikus yang tidak diketahui oleh publik.

"Kau terlalu emosional, Galang. Balas dendam terbaik adalah yang dilakukan dengan kepala dingin," ujar Sarah dengan nada merayu namun tajam.

Sarah mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Galang dengan tatapan intens. "Kau harus tahu satu hal. Setelah pemecatanku, Langit langsung bergerak cepat. Sistem keamanan di Proyek Starlight telah diganti total. Seluruh enkripsi data, akses digital, hingga pengawasan fisik di area proyek utama sudah diperketat. Jika kita mencoba meretasnya dari luar atau menggunakan orang dalam tingkat bawah, kita akan langsung tertangkap dalam hitungan detik."

Galang mengernyitkan alisnya, riak cemas sempat melintas di matanya. "Lalu? Jika keamanannya diganti, bagaimana kita bisa menembusnya? Proyek Starlight adalah jantung pertahanan ekonomi Dewanta saat ini. Kalau kita gagal menyabotase itu, kita tidak akan pernah bisa menjatuhkan mereka."

Sarah terkekeh geli, sebuah kekehan yang terdengar renyah namun sarat akan racun. "Itulah gunanya kau memilikiku, Sayang. Langit mungkin pintar, tapi dia melupakan satu celah besar. Akses termudah dan paling aman untuk menembus Proyek Starlight adalah posisi Hendra Dewanta saat ini."

Sarah menjelaskan dengan sangat rinci. Meskipun Hendra Dewanta kerap berkonflik secara internal, kedudukannya sebagai salah satu petinggi tua di lingkaran keluarga membuat dia tetap memiliki otoritas yang sah.

Hendra masih memiliki master key digital dan akses penuh untuk meninjau cetak biru serta anggaran operasional Proyek Starlight tanpa memicu alarm kecurigaan dari tim keamanan baru.

"Hendra adalah jalan keluar kita," lanjut Sarah dengan mata berbinar licik. "Dia masih memiliki pengaruh, dia masih bisa mendekati perusahaan Dewanta, dan yang paling penting, dia sangat membenci kepemimpinan anak muda itu."

Mendengar penjelasan Sarah yang begitu taktis, mata Galang berbinar penuh gairah kemenangan.

Tanpa membuang waktu lagi, Galang mengambil ponselnya di atas meja. Di bawah pandangan tajam Sarah, Galang menekan deretan nomor yang sudah sangat ia kenal dan menyalakan fitur pengeras suara.

Telepon berdering tiga kali sebelum akhirnya diangkat. Suara berat, serak, dan penuh keangkuhan khas pria tua terdengar dari seberang lini.

"Halo, Galang. Ada angin apa kau menghubungiku?" tanya Hendra Dewanta di seberang sana.

"Selamat sore, Tuan Hendra," Galang membuka percakapan dengan nada penuh hormat yang dibuat-buat. "Saya di sini bersama Sarah. Kami memiliki sebuah informasi dan rencana yang sangat menarik mengenai Proyek Starlight. Sesuatu yang bisa mengembalikan kejayaan Anda di dalam perusahaan."

Hening sejenak di seberang telepon, sebelum terdengar suara tawa terbahak-bahak dari Hendra. Sambutan itu terdengar sangat renyah dan penuh kepuasan.

Hendra tidak terdengar takut atau ragu sedikit pun, sebaliknya, dia terdengar sangat senang dan bersemangat.

"Bagus! Sangat bagus!" seru Hendra dengan nada bicara yang keras dan penuh percaya diri. "Kali ini aku pasti akan menang! Anak bau kencur itu tidak akan bisa menjatuhkanku. Kau tahu kenapa?" Hendra terkekeh sombong. "Bukti-bukti kejahatanku yang sudah-sudah sama sekali tidak menimbulkan dampak apapun padaku! Hukum tidak bisa menyentuhku, dan Langit tidak punya cukup keberanian untuk mendepak pamannya sendiri dari silsilah kekayaan ini. Posisi ku aman, dan aku akan menggunakan otoritas itu untuk menghancurkan proyek kebanggaannya!"

Hendra setuju untuk bertemu dan memberikan akses yang dibutuhkan Sarah. Komplotan rahasia ini resmi terbentuk, mengikat tiga manusia yang dipenuhi oleh keserakahan dan dendam.

Setelah panggilan terputus, keheningan suite hotel itu kembali pecah oleh tawa kepuasan Galang.

Ia melempar ponselnya ke sofa dan menatap Sarah dengan pandangan yang dipenuhi rasa kagum dan gairah yang membuncah.

Galang berdiri dari duduknya, melangkah perlahan mendekati Sarah. Ia meraih dagu wanita itu, mengangkatnya agar mata mereka saling mengunci.

Galang tersenyum sangat senang, sebuah senyuman kemenangan yang sudah lama tidak terukir di wajahnya.

Rasa dendam akibat penolakan dari sang mantan kini terasa sudah terbayarkan tuntas di depan mata. Bayangan kehancuran Dewanta Group membuat dadanya bergemuruh hebat oleh rasa puas.

"Kau benar-benar wanita yang luar biasa, Sarah," bisik Galang, suaranya rendah dan sarat akan pujian yang tulus. "Otakmu, kelicikanmu, kau jauh lebih berguna dan memikat daripada siapapun yang pernah kukenal, rencanamu benar-benar cerdas."

Dipuji seperti itu oleh Galang, Sarah merasakan getaran kebahagiaan yang luar biasa menjalar di sekujur tubuhnya.

Baginya, Galang bukan hanya sekadar rekan konspirasi, tetapi juga pria yang berhasil merebut hatinya sepenuhnya. Pujian itu memvalidasi egonya yang sempat hancur saat dipecat oleh Langit.

"Aku melakukan ini semua untuk kita, Galang," balas Sarah dengan suara manja, tangannya merayap naik ke dada bidang Galang, meremas kemeja pria itu dengan lembut. "Untuk kemenangan kita."

Gairah yang tersulut oleh rencana busuk yang sempurna itu kini membakar atmosfer di dalam kamar.

Tidak ada lagi ruang untuk kata-kata. Pesta atas rencana cerdas Sarah tidak membutuhkan sampanye atau kemewahan luar, pesta mereka malam itu dirayakan dengan cara yang lebih intim dan membara.

Galang menyergap bibir Sarah dengan ciuman yang menuntut, yang langsung dibalas dengan intensitas yang sama oleh wanita itu.

Dengan gerakan cepat yang didorong oleh adrenalin kemenangan, Galang mengangkat tubuh Sarah dan membawanya menuju ranjang berukuran king size yang terletak di sudut ruangan.

Di atas ranjang yang empuk itu, di bawah temaram lampu yang menyaksikan konspirasi gelap mereka, kedua musuh dalam selimut itu melakukan hal indah yang penuh gairah.

Mereka menyatu dalam kein-timan yang liar, melampiaskan seluruh ketegangan, dendam, dan rasa bahagia yang meluap-luap.

Setiap sentuhan dan desa-han malam itu adalah bentuk perayaan atas kehancuran Dewanta Group yang sudah mereka rancang dengan sangat rapi. Mereka bercin-ta dengan keyakinan penuh bahwa esok hari, dunia akan bertekuk lutut di bawah kaki mereka.

Komen jangan lupa ya gaes, bab besok akan semakin seru, kita lihat kehancuran mereka.

1
Bundanya Robby
kapan jatuh cinta beneran nya
Nurhartiningsih
fix bumi ketua mafia yg sedang menyamar
Nurhartiningsih
jadi penasaran siapakah bumi?
Akhila Davina
semangat kak💪❤️
Akhila Davina
mudah" tidak ada lagi hambatan
Nurhartiningsih
jangan2 bumi adl CEO yg sedang menyamar
Nurhartiningsih
seperti biasa...pengkhianatnya adl orang dekat
Nurhartiningsih
apakah ini juga ada kaitannya dg keluarga Nugraha????
Akhila Davina
good job Rian❤️
Akhila Davina
semangat 💪❤️
Siti Aisah
oh"sebenernya masih kurang karena penasaran menunggu besok.. tapi apalah daya jadi" terimakasih thor 🤣
Siti Aisah
bang bumi dan rian the best lah.. walaupun bergadang sampai pagi demi langit yg bisa tidur nyenyak😜
Siti Aisah
syukur lah bumi sudah memberikan ide untuk menyelesaikan masalah langit.. walaupun dgn ide yg nyeleneh😁
Kaa
sungguh tak sabar ingin tahu besok gimana Hendra ngadapin itu semua
Kaa
seru Thor aku suka gaya bicara bumi👍
Siti Aisah
thor kukira cuman satu bab 🤭penasaran akan kah langit dan bumi bisa mengatasi masalah yg terjadi??tpi yg penting mah langit bisa tidur sambil di peyuk bumi🤗
Kaa
bumi sungguh menghanyutkan
Akhila Davina
ditunggu
Susy Ariyani
semangat dalam berkarya
Susy Ariyani
semangat dalam berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!