Indonesia
NovelToon NovelToon
Rumah Di Tengah Sawah

Rumah Di Tengah Sawah

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: bung Kus

Selama 19 tahun, aku dan keluargaku mendiami rumah ini. Rumah di tengah sawah. Rumah nyaman khas pedesaan, jauh dari hingar bingar kota. Udara sejuk, malam yang tenang membuat aku betah berlama-lama di rumah.
Hingga akhirnya, kejadian-kejadian aneh menimpaku. Semakin lama kehidupanku semakin terusik. Ditambah lagi kisah asmaraku yang tidak semulus pipi Erni, gadis pujaanku. Ah, apa yang sebenarnya terjadi? Semua masih misteri.
Semua akan terbuka dan kalian akan menemukan satu persatu jawaban dari misteri yang ada, jika kalian mengikuti kisahku dari awal sampai akhir . . .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

Pukul empat sore, Erni, Nita dan Febi memutuskan untuk pulang. Meskipun tugas belum kelar, namun karena takut terlalu malam di perjalanan mereka berpamitan pada ibuk. Sementara Hasan dan Irul memaksa untuk menginap. Padahal aku nggak meng iya kan juga ide ini. Hasan dan Irul bersikeras pengen "nginep", katanya penasaran dengan hawa pedesaan.

"Yakin ini, lek malem pasti syahdu, duingin ", begitu kata Hasan.

"Ya kalau aku yang dari orok udah di sini ya biasa aja, yang jelas nanti yang terasa beda dengan di tempat kalian, kalau petang nanti di sini banyak suara tonggeret", jawabku.

"Koyok opo sih iku hewan e?", Irul bertanya sambil memegang dagu, seolah terlihat benar benar penasaran.

"Kayak laler, tapi segedhe jempol mu", jawabku asal.

Ini pertama kali nya ada teman menginap di rumah. Aku mulai menyiapkan tempat untuk mereka tidur nanti. Karena rumah ini tidak terlalu luas, tidak ada kamar untuk tamu. Jadi ya kami bertiga nanti tidur di satu kamar, kamar paling depan, kamarku.

Jam 5 sore langit sudah mulai terlihat muram. Hujan bisa saja sewaktu waktu turun. Ibuk meminta kami bertiga untuk segera mandi secara bergantian.

Azan maghrib sayup sayup terdengar di kejauhan. Jarak rumah ini dengan mushola terdekat sih memang lumayan, ada sekitar 2 kilometer ke arah utara. Hasan mengajak ke mushola.

"Yok, maghrib an yok", ajaknya sedikit memaksa.

"Gas lah ", jawabku, namun Irul terlihat enggan.

"Aku tak di rumah wae ya sholatku, capek aku, kalian aja deh cepet berangkat sana", jawab Irul sambil menggerakkan kedua tangannya seolah sedang mengusir kerumunan ayam.

"Angel wes cah satu ini, hmmm ", gumam Hasan.

Aku lumayan kaget dengan Hasan, ternyata temenku satu ini rajin banget soal ibadah. Jujur saja aku sendiri jarang ke mushola. Biasanya kalau ibuk yang ngajak, banyak sekali alasan yang keluar dari mulutku. Capek lah, tugas belum kelar lah, dan lain sebagainya.

Akhirnya dengan berboncengan, aku dan Hasan meluncur ke mushola, sementara ibuk sudah berangkat terlebih dulu bersama adik naik sepeda onthel. Irul kami tinggal di rumah sendirian. Dia terlihat menguap beberapa kali, mungkin memang bener bener capek. Selesai sholat maghrib aku dan Hasan menyempatkan diri duduk duduk di depan mushola. Banyak bapak bapak bersama kami. Ada yang bercerita, membahas politik, ada juga yang bergantian pijat pijatan.

"Kalau di desa kayak gini, seru, warganya rukun ramah ramah ", Hasan berkata pelan sambil memandang dua orang bapak yang sedang bergantian memijat badan.

"Iyo sih San, kalau di sini semuanya saling mengenal, kalau di kota kadang sama tetangga sendiri aja gak tau namanya siapa", aku meng iya kan.

"Eh, ayok pulang, kasihan si Irul tadi ", ajak Hasan tiba tiba.

Aku menyetujui. Kulihat ibuk dan adikku masih bermain main dengan Mbok dirah. Sodara ibuk yang rumahnya sekitaran mushola.

Kami naik motor menerobos dinginnya petang menjelang malam. Entah kenapa kali ini hawa dingin lebih terasa menusuk tulang. Dan entah sejak kapan bulu kudukku meremang. Sampai di depan rumah aku cukup kaget mendengar Irul cengengesan di dalam rumah. Aku dan Hasan bertukar pandang, bertanya dalam diam, sedang bersama siapa si Irul di dalam? Apa anak anak cewek tadi ada yang kembali?

Bergegas kami masuk ke dalam rumah.

"Assalamualaikum. . .", Hasan mengucap salam setengah berteriak.

- - -

 

1
Alwa fikriah
ceritannya sangat bagus sekali,
Alexander
good job author.
Alexander
lalu bagaimana dengan nasib anak kembar wira yang perempuan ?
Alexander
ngasih sesajen itu juga wujud ketundukan kita pada kaum lelembut itu.
Alexander
kenapa malah jadi lagunya judika ??
Alexander
kalau mbah kadir adalah anak dari wira, bukankah seharusnya usianya masih di kisaran 58 tahun ?
Alexander
ternyata rumah tembok. dalam banyanganku rumah lek diran adalah rumah kayu.
Alexander
menuntut orang lain bersikap terbuka, dianya sendiri suka main kucing2an.
Alexander
tapi perjanjian seperti itu tidak bisa putus begitu saja. anak keturunannya punya dua pilihan. meneruskan persekutuannya dengan bangsa jin atau memutus mata rantai dengan rukyah dan taubat sungguh2.
Alexander
seperti perempuan saja, merajuk tanpa kejelasan alasan 😅
Alexander
perhatian seorang ayah itu dititipkan melalui istrinya. ibu dari anak2 nya.
Alexander
dan dani sempat melihat pak ndori melayani pelanggan dengan mobil merah kan ?
Alexander
titik terendah itu ada karena kamu sendiri yang menciptakannya. kok menyalahkan roda takdir.
Alexander
kaburnya pakai motor yang dibeli dengan uang bapaknya. hadeehh 😅
Alexander
pemeran utamanya berpikiran sempit. menyimpulkan segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri.
Alexander
tapi bukan dengan cara seperti itu kamu meminta penjelasannya. tidak punya tata krama.
Alexander
kalau yang sakit bukan erni, apakah dani tetap berpikir demikian ?
Alexander
paracetamol sirup ?
Alexander
kalau di sini hari keramatnya hari kamis wage malam jumat kliwon tolu. di novel sebelah hari rabu wage manahil seingatku.
Alexander
seharusnya masjid bisa jadi pilihan untuk beristirahat atau tidur, tapi banyak masjid yang sudah digembok selepas sholat Isya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!