Indonesia
NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Misi bersama

Gala benar-benar menunduk malu, mimpi apa dia semalam. Hari ini ketiban apes membersamai dua manusia random member sirkus Rusia ini.

Yang satu gendong-gendong anak gadis orang, persis atraksi ice skating berpasangan, yang satu komat kamit mengeluarkan sumpah serapahnya.

Gue sumpahin anu lo loyo!

Gue sumpahin mata lo picek!

Ya Allah, semoga orang ini mendadak kesamber petir!

Semoga badan Lo borokan sebadan-badan.

Lama-lama Gala tertawa juga mendengarnya, ia hanya tak menyangka sosok seorang Pravita Ayudisa serandom ini aslinya. Dimana wajahnya yang ayu jelita dambaan mahasiswa UNJANA, ia selalu nampak kalem karena memang ia adalah salah satu calon guru diantara puluhan mahasiswa FKIP.

Pernah ia melihat wajahnya terpampang di spanduk kampus, di beberapa linimasa kampus dan ah tentu saja...terlibat program non akademik kampus bersama HIMA dan BEM. Bukan sosok yang leadership tapi sosoknya cukup umum dan sering ditemui karena ia yang memang humble dan royalitas terhadap kegiatan sosial.

Rambutnya yang panjang sepunggung menjuntai bergerak bersamaan dengan dirinya yang terhuyung-huyung di gendongan Panji. Si alan dirinya diangkut macam karung gabah.

Panji akhirnya menurunkan Ivy yang kali ini tidak melawan, hanya saja gadis dengan wajah memerah itu tak mau menatap Hanoman di depannya, yang tengah memakai helm.

"Bawa motor, La?" tanya nya pada istri adik sepupunya itu.

Gala mengangguk, menunjuk ke arah salah satu motor matic.

"Langsung balik ke rumah dinas?"

Lagi, Gala mengangguk, "iya." Lantas Gala menatap Ivy, "are you oke, Vy?" ringisnya. "Ngga apa-apa, ngga usah takut nih orang baik kok.."

Tentu saja Ivy menolak mentah-mentah ucapan Gala itu, "baik apanya?! Yang bener aja!" sembur Ivy tak ada ampun.

Dan Panji, ia justru membuat gerakan menggeram memajukan wajahnya tengil pada Ivy dengan sengaja seperti serigala, "Rawwrrr!"

Ivy refleks menampar pipinya meski itu tak berarti apapun, plak! "apaan sih?" desisnya, dan Gala masih meledakan tawanya, melihat kerandoman Pravita juga Panji, interaksi mereka ini lucu saja....baru mengenal 5 menit yang lalu tapi sudah bisa menciptakan hiburan yang hakiki.

"Saya baik kalau kamu kooperatif. Tapi kalo kamu ngeyelan----" Panji membuat pistol yang langsung menyasar pelipis Ivy, "dor!"

Ivy menghindar dan menepis tangan Panji, "ssshhh, ngga usah pegang-pegang Lo! Bang--ke banget deh ah! Gue aduin sama Koramil terdekat, angkatan apa Lo," Ivy bahkan menarik lengan baju Panji demi mencari identitas pribadi Panji.

"Ini namanya arogansi aparat. Jangan mentang-mentang Lo aparat bisa seenaknya. Gue rakyat gue yang gaji Lo. Jadi jangan kurang ajar ya, bisa gue laporin loh!"

Ctak!

Ivy melotot, dan awww!

"Berisik." Panji menjitak kening Ivy yang mengoceh seperti bebek, wekk--wekk-wekk... Gala benar-benar sudah tak bisa menahan tawanya, "dah lah, aku balik bang Nji. Hati-hati."

"Yoo! Ati-ati La, salam buat Ucel. Sorry ngga anter masih ada urusan."

Gala berlalu sembari mengangkat tangannya dan membenarkan tas kain yang tersampir di pundak ke arah motor.

Panji menyerahkan helm pada Ivy, untuk gadis itu pakai ..awalnya helm itu untuk Mayra...tapi----ck. Urat-urat kencang terlihat di sekitar pelipis dan rahang Panji yang kembali mengeras, bayangan Mayra yang memeluk pinggang lelaki tadi itu. Mendadak ia kembali mendidih, rasanya ingin menghantam sesuatu.

Ivy menerima tapi yang dilakukannya pertama kali adalah menciumi bau helm Panji terlebih dahulu.

"Ini helm udah dicuci kan?"cebiknya sinis, "kok bau sih?"

"Pakai." Titahnya tak mau didebat. Ia hanya sedang merasa jika Ivy tengah mengulur waktunya.

"Baru saya bubuhi racun ikan buntal disitu."

Ivy melotot mendaratkan sejenak helm ke arah badan Panji, "cowok stress!"

Ngapain juga gue mesti punya urusan sama Lo... apes, sial!

"Saya tau kamu sedang bohong, menyembunyikan dan melindungi seseorang yang sedang melakukan kesalahan. Jadi, anggap ini cara kamu untuk mengurangi hukuman atau setidaknya menebus kesalahan kamu yang sudah berani-beraninya terlibat urusan dengan saya..."

Ivy mengernyit, "Lo nuduh?!" sengit Ivy mendongak menantang. Panji, wajahnya malas sekali menghadapi ke-ngeyelan Ivy sekarang, jujur saja ia sedang kesal, jengkel, emosi dan ingin sekali melampiaskan itu sekarang, tapi ia cukup sadar diri untuk tidak melampiaskannya pada Ivy, "jangan memancing-mancing di air keruh kalo kamu ngga mau dapat ikan piranha."

Panji merebut helm yang masih ada di tangan Ivy, memasukan itu ke dalam kepalanya pluk! Membuat helm tanpa kaca itu langsung menutupi kepala Ivy hampir sepenuhnya dalam sekejap mata, heuk! Panji langsung menahan ledakan tawa dalam sekali waktu.

Emosi yang berkobar seolah langsung reda dan padam saat melihat wajah Ivy mendadak seperti tokoh kartun aneh dan lucu dalam sesaat sebab jenis dan modelan---helm perusak ketampanan-- helm yang ukurannya lebih besar, cembung ke depan atau batok, dan garis batasnya langsung berbatas alis Ivy.

Panji mengetuk batoknya sekali membuat gadis ini mengaduh.

"Naik."

Ivy mele nguh berkali-kali berada di boncengan Panji. Ia benar-benar memberi jarak, tak ingin berdekatan dan mepet. Ada tas sebagai penghalangnya. Tak ada pembicaraan berarti sepanjang jalan selain dari Ivy yang menunjukan arah jalanan ke kost-an Mayra.

"Lo aneh banget. Pacar tapi ngga tau kost-an May." Ivy cemberut, sisa waktunya hari ini terbuang sia-sia demi mengantar si Hanoman ini bertemu Mayra. Selain dari itu, mungkin Mayra akan mengamuk juga padanya karena telah mengadukannya, bodo amat...ia sudah tak peduli, lagipula, Mayra juga cukup tega padanya. Katanya teman tapi justru mengumpankannya pada lelaki ini.

Ivy menatap punggung Panji dengan bibir julid, punggung bidang terbalut jaket yang sepertinya cukup enak untuk dipakai bersandar. Punggung model-model pelabuhan.

"Saya pacaran dengan Mayra baru 3 bulan, waktu saya juga banyak dihabiskan untuk bertugas, bertemu di luar sekedarnya, itu pun bisa dihitung jari, belum sampai ke tahap sering mengantar ke kost-an. Wajar...." Suara Panji beradu dengan angin, tapi cukup jelas di telinga Ivy.

"Wajar, ya wajarlah May ngga betah...hari gini siapa juga yang mau ditinggal-tinggal, pasti bakalan nyari kenyamanan, nyari yang sering ketemu..." cebik Ivy sebal, mengedarkan pandangan ke sekeliling dengan kernyitan. Beberapa kali ia temukan pengguna jalan lain memperhatikannya lalu tertawa sendiri, Ivy mendesis...*apa sih*?!

Sebuah kost-kostan perempuan yang rapi, diantara pemukiman sepi tapi teratur.

"Itu kost-kostan putri?"

Ivy mengangguk melepas helm, "kalau begitu kamu yang ketuk."

Ivy mencebik, lagi-lagi menatap Panji sebal, "nyusahin ya...Lo berdua yang pacaran gue yang susah. Hah! Ganti rugi, hari ini harusnya gue ke salon buat cat kuku!" sengitnya galak mendorong helm itu hingga membentur dada Panji kasar, tapi tentu saja, sekali lagi Panji tak keberatan dengan itu, ia justru terkekeh melihat wajah lucu Ivy.

Ia menunggu di luar bangunan rumah bertingkat dengan cat tembok berwarna lemon itu, cukup terang untuk hari yang terang. Sejenak ia berpikir setelah mematikan mesin motor...apa yang dilakukan Mayra, apa yang dikatakan Ivy barusan....resiko pekerjaan. Apa ia harus mulai memikirkan usul umi? Yang akan mengenalkannya dengan anak teman? Minimalnya jika begitu pasangannya nanti sudah tau bagaimana seluk beluk profesi dan resiko.

Bersama risau yang terbawa angin, langkah seseorang menghampiri, "ngga ada. Mayra ngga ada di kost-an."

Panji mengernyit, "lah, tadi kamu bilang?!"

"Mana gue tau!" kini sentak Ivy, "urusan gue cuma sampe di nyampein pesan dari Mayra yang bilang alasan sakit. Done! Gue balik..." kini amarah Ivy tak lagi tertolong dan Panji, kini menahan lengan Ivy, "please, kali ini aja bantu saya, hanya itu. Minimalnya saya menuntaskan urusan saya dengan Mayra, jika memang hanya sampai disini saja."

Ivy memandang wajah masak Panji, sinar mentari benar-benar membuatnya overcook memang..."hah! Nyusahin, bikin repot."

"Kost-an Zein. Abis ini gue balik...eh anter ke salon. Sebagai tanda terimakasih!" cecar Ivy diangguki Panji, "saya bayar layanan cat kuku kamu."

Ivy tertawa tergelak tapi kemudian menunjuk wajah Panji, "bener? Ini cat kuku gue mahal loh...ngga bisa dikasih cat pelitur buat tank baja."

Panji tertawa, "berapa?"

"Ngabisin sepertiga gaji lo sebulan deh kayanya."

Panji terlihat berpikir, tapi ia mengangguk, "sebagai rasa terimakasih."

"Oke. Gue pegang kata-kata seorang prajurit. Sekali-kali kan, ya...pajak gue sama negara cashback..." Ucapnya tengil naik kembali ke boncengan motor, "Jalan Adipura."

.

.

.

.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Owh abi Zaky sudah meninggal toh, jadi nnga bisa lihat cucu² yang lain nikah.😢
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Berat juga ya Vy, ga nyaman banget hidup selalu di atur² meskipun menurut mereka itu emang baik tapi kalau terus kayak gitu artinya mereka ga percaya sama kamu.... kalau kayak gitu terus yang ada kamu ga bisa berkembang dengan bebas dan ga bisa².🫣
Kadang yang menurut keluarga terbaik belum tentu buat yang menjalani, dukungan dan kepercayaan itu penting selagi dalam hal yang positif.. buktikan Vy kalau kamu bisa berubah sedikit² buat mandiri dan ga manja dan cengeng lagi.👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Super doble karna bukan hanya berpisah dengan warga Tanjung Komodo tapi harus LDR, berpisah juga dengan kekasih .🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Makanya hilangin sifat ngambekannya, kalau emang Panji sesuai kriteria mu tar kalau keseringan kayak gitu lama² juga dia jenuh karna harus ngalah mulu karna pengennya di mengerti mulu tapi ga ngertiin.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kebiasaan buruk Ivy yang gampang banget ambekannya itu yang ga bisa hilang²... Vy-Vy...hadeeuuhh.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tenang Vy, tar waktunya di percepat sama Author jadi ga bakal lama.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bocil Saingan mu,babang Nji 🤣🤣🤣
Semangat anak² hebat, kalian pasti bisa dan menang.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Aduuhh Josh masih kecil sudah ngegombalnya sampe ke langit.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ada² saja bahasannya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Bener² keluarga kocak.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hmmm bakalan ada kejutan lamaran dadakan ga ya.🤭🤭🤭
Apalagi para Orang Tua dan keluarga pada ngumpul.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Jadi mewek kan dengan pengorbanan Ivy sama bu Santi meskipun mereka sudah mengalami hal yang ga mengenakan tapi harus tetap tegar dan masih berpikir tentang warga serta anak² pulau komodo.😢😢😢
Tetap semanga ya bu Santi, Ivy dan anggota grup Kkn buat nyelesein tugas kalian meski setelah kejadian ga ngenakin terjadi.💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hah... sampe tahan nafas saking tegangnya pas penyelamatan Ivy sama bu Santi, untungnya belum terlambat meski bu Santi jadi korb4n n4f5u para b3d2bah anak buah si Raimond tapi seengganya sudah di tangkap.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ya Allah berasa banget di dunia nyat4 dan keny4t44an yang terjad1, ga bisa berkata².😢
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Aduh malah ketemu si Raymond lagi, semoga bang Panji ga terlambat nemuin 9vy dan bu Santi
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
babang Panjiii.... buruan selamatin Ivy....jangan sampe terlambat.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hmm ada pengkhianat di dekat mu Nji, jangan lengah kek buat awasin Ivy.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Aduuhh Nji maen sosor saja, kelau ketauan Umi Eyi pasti kena ceramah 7 hari 7 malam.🤭🤭🤭

Jangan lengah jagain Ivy, Nji karna dia dalam intaian seseorang.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤭🤭Panji sat sit set.👍🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mirisnya dan sedih liat mereka harus tertinggal dan berjuang dengan keterbatasan karna di manfaatkan 0r4ng² ga bert4nggun9 j4wab demi memenuhi ambisi mereka sendiri tanpa berpikir gimana nasib dan belas kasih w4rga² dinsana.😔😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!