Indonesia
NovelToon NovelToon
Angsa Cantikku

Angsa Cantikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Myz Pena

​"Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai,
ragu memilihmu demi seseorang yang paling kau benci.
​Dan di antara amarah yang membakar serta air mata yang bengkak,
dua jiwa yang terluka dipaksa melangkah di jalan yang sama...
tanpa sadar, bahaya sebenarnya justru sedang mengintai dari jarak paling dekat"

​Bagi Lulu, menjadi sosok culun dan tak kasat mata di kantor adalah hal biasa. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, senyum hangat dan ketulusannya justru menjadi "racun" paling mematikan bagi dua pria kelas atas.

​Angga, manajer berdingin hati yang membenci kesalahan, mendadak kehilangan fokus tiap kali Lulu berada di dekatnya.

Sementara Riko, CEO angkuh yang awalnya
memandang Lulu sebelah mata, malah terjatuh paling dalam akibat sebuah insiden tak terduga. Ketika dua pria berkuasa ini saling berhadapan demi merebut satu perhatian...

siapakah yang akhirnya memenangkan hati Lulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myz Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 : DESAS - DESUS BAYANGAN LALU

Pagi itu, ketukan keras di pintu kamar membuat mimpi Lulu buyar.

​"Lu! Kamu di dalam, kan? Cari sarapan, yuk! Lapar nih!" suara Lastri terdengar melengking dari luar. Karena tak kunjung mendapat jawaban, Lastri mulai cemas.

"Apa dia enggak pulang semalam? Tapi biasanya selalu kasih kabar..."

​"Heii, Lastri!"

​Suara lengkingan lain menyambar dari balik jendela. Ibu Ina, sang ibu kos yang terkenal cerewet dan berjiwa gosip membara, muncul dengan wajah berseri-seri.

​"Astagfirullah, Ibu..." desah Lastri, terkejut.

​"Kamu tahu enggak?" Bu Ina mendekat, berbisik heboh. "Tadi subuh, si Lulu diantar cowok cakep piiisaan! Pakai mobil bagus banget depan kos!" Ucap Ibu Ina membuat Lastri terbelalak.

"Ah, masa sih Bu? Palingan driver taksi online."

​"Eleh! Kamu pikir saya enggak bisa bedain supir taksi sama cowok kaya?" Bu Ina bersungut sewot.

"Tanya aja sama temenmu itu kalau enggak percaya!" Bu Ina pun berlalu dengan muka bersungut-sungut karena merasa infonya diragukan.

​Lastri mematung di depan pintu. Lulu? Diantar cowok tampan? Lulu yang dikenal sangat tertutup, berpenampilan polos dan kerap disisihkan pria-pria di sekitarnya?

Sebagai jurnalis sekaligus sahabat sejak SMA, insting Lastri langsung menyala. Namun, rentetan panggilannya ke ponsel Lulu tak juga diangkat.

​"Pasti masih ngorok" gumam Lastri sambil memegang perutnya yang mendadak keroncongan.

"Daripada pingsan, aku cari sarapan dulu deh" Ucap Lastri lalu berlalu pergi ke warung terdekat di dekat area kos - kosan.

​Di tempat lain, suara getaran ponsel yang terus-menerus memaksa Angga membuka mata. Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB. Pria itu mengusap wajahnya yang sembab akibat begadang menunggui Lulu semalam.

​Saat memeriksa tas ranselnya, Angga baru tersadar. Ponsel yang sedari tadi bergetar dan menampilkan nama kontak 'Lastri' di layarnya bukanlah miliknya, melainkan milik Lulu yang tak sengaja terbawa.

​Angga sempat mematung.

"Kalau aku angkat, bisa-bisa makin banyak gosip tak penting" batinnya dingin. Ia memutuskan memasukkan kembali ponsel murahan itu ke dalam tas. Rencananya, ia akan menyerahkannya langsung di kantor.

​Usai mandi dan mengenakan kemeja putih yang mencetak tegas lekuk tubuh atletisnya, Angga bergegas menuju garasi. Menjaga kebugaran bukan sekadar gaya hidup baginya, melainkan sebuah pertahanan diri atas "alasan masa lalu" yang terus mengejarnya.

​Sementara itu, Lulu baru terbangun saat jarum jam menunjuk angka 11 siang. Ia panik luar biasa ketika menyadari ponselnya hilang. Mengingat perintah Angga yang mengizinkannya istirahat, Lulu justru tidak tenang. Pekerjaan menumpuk sudah memanggil-manggil di bayangannya.

​"Ya Tuhan, ponselku ketinggalan di kantor!" serunya panik setelah mengingat-ingat kejadian semalam.

​Tanpa membuang waktu, Lulu mandi kilat, mengenakan kacamata tebalnya dan bersiap pergi. Begitu membuka pintu kamar, ia hampir menabrak Lastri yang baru kembali dari membeli sarapan.

​"Lu! Katanya kamu diantar cowok ganteng tadi subuh?" goda Lastri tanpa basa-basi.

​Wajah Lulu memerah.

"I..itu Pak Angga... manajerku"

​"Si Angry Bird yang suka kamu ceritain itu?!" Lastri melotot, lalu tertawa tebal.

"Eeh,, itu siapa lagi namanya.. Pak Angga, Kan ?"

"Cieee! Kamu suka ya sama dia?"

​"Mana ada! Aku bukan tipenya, lagian dia galak banget" potong Lulu cepat sembari melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB.

"Udah ah, aku buru-buru!" Lulu mencubit gemas pipi sahabatnya lalu berlari kabur.

​"Aduh! Awas ya, aku doain si Angry Bird beneran suka sama kamu!" teriak Lastri tertawa.

​Suasana lantai divisi Real Estate siang itu tampak tegang. Indah keluar dari ruangan Angga dengan wajah ditekuk.

​"Cie, dapat bonus apa lagi dari Pak Angga?" ledek Rama.

​"Bonus dihukum, iya!" serapah Indah kesal.

"Aku dianggurin, disinisin! Padahal aku cuma pengen dianggap!"

​"Ya kamu mikir dong, Ndah..." potong Rama tajam, menuangkan kopi.

"Salahmu itu besar dan berulang. Terima konsekuensinya, jangan malah minta diperhatikan kayak anak kecil. Lulu benar, kamu tuh harusnya belajar dari kesalahan"

​Indah mengepalkan tangan, menatap sinis saat Lulu tiba di ruangan tak lama kemudian. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Indah menyambar tasnya dan pergi begitu saja.

...****************...

​"Tumben terlambat, Lu? Katanya sakit?" tanya rekan yang lain dengan heran.

​"Ponselku tertinggal semalam" jawab Lulu lugas, lalu bergegas menuju ruangan manajernya setelah bertanya pada Rama.

​Tok... tok... tok...

​"Masuk" sahut suara dingin dari dalam.

​Lulu melangkah canggung ke dalam ruangan bernuansa gelap itu. Vika yang baru selesai menyerahkan berkas tersenyum pamit, meninggalkan Lulu berdua saja dengan Angga. Suasana seketika berubah menjadi canggung dan sarat tekanan.

​"Sudah sehat?" tanya Angga tanpa mengalihkan pandangan dari dokumennya.

​"S-sudah, Pak"

​"Bagus. Saya tidak butuh karyawan manja. Hari ini pekerjaan kamu berlipat ganda," ceplos Angga ketus, menggeser ponsel tua Lulu di atas meja.

"Ini ponselmu. Lain kali jangan ceroboh"

​"Terima kasih banyak, Pak..." Lulu bernapas lega, lalu bersiap pamit.

​"Mau ke mana? Tugas semalam belum selesai. Bawa ini semua!" Angga menyodorkan setumpuk dokumen tebal yang hampir setinggi dada Lulu.

​Lulu menelan ludah. Rasa simpati pada Angga semalam seketika menguap. Manajernya ini memang iblis tanpa perasaan! Dengan susah payah, Lulu mendekap tumpukan kertas itu hingga wajah dan pandangannya tertutup rapat.

​"Berhenti!" panggil Angga tiba-tiba saat melihat satu lembar dokumen penting terjatuh di dekat kakinya.

​Terkejut, Lulu memutar badannya dengan cepat. Malang, keseimbangannya hilang.

​"Aah!"

​Dokumen berhamburan ke udara. Sebelum tubuh Lulu menghantam lantai hard-wood yang keras, Angga bergerak kilat menahannya. Namun dorongan beban membuat mereka berdua roboh bersamaan!

​Brak!

​Kertas-kertas putih berterbangan bagai salju. Lulu jatuh tepat di atas dada bidang Angga. Kacamata Lulu miring dan jarak wajah mereka kini hanya terpaut beberapa sentimeter. Wajah Angga mengeras, napas hangat mereka beradu dalam keheningan yang mencekam.

​Cklek!

​Pintu ruang kerja mendadak terbuka tanpa ketukan.

​"Pak Angga..Ini..." Kalimat Vika terputus di udara.

​Di belakang Vika, berdiri seorang pria bertubuh jangkung dengan setelan jas mahal. Matanya yang tajam menatap pemandangan di lantai dengan kilatan permusuhan yang tak tersembunyi.

​Angga mendongak, matanya bertabrakan langsung dengan pria itu.

​"Riko...?" desis Angga dingin, menyebut nama pria yang paling tidak ingin ia lihat dalam hidupnya.

1
Rhica_Yubie
yg udah ya udah si ngga..
orang yg udah bukan milik mu kenapa harus di incar lagi.
Tamaa
di dalam keheningan ini aku duduk diam menyaksikannya tertidur lelap, wajahnya terlihat begitu kelelahan, aku tidak tahu perasaan apa ini, wajah tidurnya yang terlihat menawan selalu muncul di pikiranku.
Myz Pena: so sweet banget kayaknya kata2 ini lebih menyentuh ... ohh terimah kasih 😍😍
total 1 replies
Tamaa
ayah kamu juga berhak bahagia riko
Myz Pena: riko nggak ridho 🤧
total 1 replies
Tamaa
moal baleg, isuk isuk ngagosip
Myz Pena: biasalah ibu2.
🤭
total 1 replies
Xlyzy
sampai gagap gitu loh dia sangking ketakutan nya
Myz Pena: ya coba bayangkan gimana rasanya di permalukan depan umum, mana lulu tipe introvert dan punya trauma masa lalu.. apa nggak ke triger dia .. pasti serangan panik luar biasa tuh 🤧
total 1 replies
Xlyzy
Lulu ketakutan plus panik, dia terlalu panik jadi nya fikiran nya tidak bisa berfikir dengan jernih
Myz Pena: bener.. asli banget takutnya 🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
sabar Riko jgn jahat dulu /Scream/
anter Lulu smpe kantor dgn selamat !!
Myz Pena: dia mah orangnya tengil banget 🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
apa sih pake mode ancem2an begini 🥺
tak suka tak suka...
Myz Pena: supaya lulu nurut 🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
hish apa sih riko nih
tolak aja lu, tolak ...
Myz Pena: maunya tapi ancamannya agak ngeri sih 🤧
total 1 replies
Putry Chan
apa lagi ada orang misterius yang mengintai dari kegelapan
Putry Chan
kasian Lulu tiba tiba di seret ke dalam masalah yang bukan salah dia
Putry Chan
waduh kacau balau nih kemeja baru kena kopi panas perih bgt plus noda , wajar si indah marah marah
Putry Chan: bener tuh klo itu aku ! pasti aku juga marah lah
total 2 replies
mama Al
lah emang situ tahu dari mana ada persaingan diantara mereka
Myz Pena: kan auranya.. terlihat kayak nggak bersahabat nyariin sodaranya 🤭
total 1 replies
Kartika Candrabuwana
ya pasti mau lah sarapan dengan cewek
Kartika Candrabuwana
wah telat beneran. pasti dimarahi bosnya
Filan
iya sih. si angganya aja masih menyangkal.
Myz Pena: bener jangan terlalu GEER sih... ntar nangis lagi 🤧
total 1 replies
Filan
ibu kosnya kepo
Myz Pena: maklum ibu2 tuukang gosip 🤣
total 1 replies
Filan
tar kayaknya ketahuan kalau udah ketemu
Myz Pena: bener 🤧
total 1 replies
Filan
ya udah, Bang. gpp. terus aja denial.
Myz Pena: gengsi sih sebenarnya 🤣
total 1 replies
Filan
kalau Riko mulai naksir Lulu, terlambat dong dia karena Lulu dah kesengsem sama Angga.
Myz Pena: ya itulah.. apa ngga adu jotos tu mereka 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!