Indonesia
NovelToon NovelToon
Biar Aku Yang Pergi

Biar Aku Yang Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.

Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.

Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.

Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.

Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga tahun Menjadi Rumah Singgah

Setelah kepergian Rayhan, Arini menghentikan makannya yang tinggal sedikit, dia menghela nafas karena tahu jika semua ini terus berlanjut mereka hanya akan terus saling menyakiti.

Dia memandang kosong kedepan tanpa memikirkan apapun, dia hanya fokus pada pemikirannya saat ini

POV Arini

Aku pertama kali kenal Rayhan di kantor tempat dulu aku bekerja tapi setelah menikah aku berhenti karena aku ingin mendedikasikan hidupku untuk suamiku kelak walau aku tahu pernikahan itu tidak dinginkan

Dia anak baru di divisi marketing. Ramah, tapi matanya selalu kosong kalau sore.

Tiga tahun lalu.

Hari itu hujan juga sama seperti sore kemarin di kafe dia kehujanan, jasnya basah, dan laptopnya hampir rusak.

Aku yang nawarin tisu, lalu payung, lalu tempat berteduh.

"Kamu baik banget, Rin," katanya waktu itu.

Aku ketawa. "Biasa aja, temen kantor harus saling bantu".

Ternyata bukan cuma itu.

Seminggu kemudian dia ngajak makan siang. Sebulan kemudian dia cerita tentang Sahira.

Perempuan yang ninggalin dia tanpa alasan 2 tahun sebelumnya.

"Dia bilang butuh waktu. Sampai sekarang aku masih nunggu," ucapnya sambil menatap kopi.

Aku bodoh.

Aku kira dengan mendengarkan, aku bisa jadi cukup.

Dengan mengingat kopi pahitnya, ukuran bajunya, tanggal ulang tahun ibunya, aku pikir aku bisa menggeser nama Sahira dari hatinya.

Tiga tahun kami jalan bareng.

Aku yang nemenin dia pas lembur.

Aku yang hapalin obat kalau dia sakit.

Aku yang jadi tempat dia pulang tiap gagal menghubungi Sahira.

Teman-teman bilang, "Rin, kamu itu pacarnya atau perawatnya?"

Aku cuma ketawa. "Gapapa. Nanti juga dia sadar."

Tapi manusia memang aneh ya.

Kita rela jadi pilihan kedua, asal jangan jadi tidak dipilih sama sekali.

Malam ini aku buka galeri.

Foto kami bertiga... eh, berdua. Banyak.

Foto pas dia ulang tahun, aku yang masak.

Foto pas dia demam, aku yang jaga.

Foto pas tahun baru, kami berdua di rooftop, dan dia bilang "makasih ya udah selalu ada."

Tidak ada satupun foto kami berpelukan.

Tidak ada satupun foto dia menatapku seperti aku rumah.

Karena aku memang bukan rumah.

Aku cuma rumah singgah.

Tempat dia mampir, istirahat, lalu pergi lagi mengejar bayangan yang belum tentu kembali.

Dan sekarang bayangan itu kembali.

Dengan gadis bernama Sahira.

Hubungan kami akhirnya renggang karena pernikahan yang diatur keluarga kami, aku tahu dia menjadikanku tempat pulang kala dia tidak bisa menghubungi Sahira

Hari itu, seminggu sebelum pernikahan yang dirancang itu Sahira datang membawa badai hebat dalam hubungan kami, Rayhan memutuskan jalinan kasih selama tiga tahun kami secara sepihak.

Dia mengatakan jika dia tidak pernah mencintaiku dan ingin memulai hidupnya dengan Sahira karena dia telah kembali dan dari semua itu, aku tahu itu tapi aku memaksakan untuk tetap menikah dengannya agar aku tetap bisa bersama orang yang ku cintai.

Pernikahan paksaan itu berjalan seperti neraka, sikap Rayhan yang dulu hangat perlahan mendingin dan juga tak tersentuh

Hidup bersamanya selama 3 tahun, dia tidak pernah menoleh kearah aku lagi seakan waktu 3 tahun jalinan kasih sebelumnya hanya sekedar angin lalu.

Sahira mendominasi dan mengontrol hidup Rayhan hanya berpusat padanya dan aku menjadi pajangan rumah yang tak ada nilainya sama sekali.

Dia pulang jika ingin, dia berbicara jika perlu dan paling menyakitkan dia tidak pernah menyentuh apapun yang aku siapkan untuknya.

"Jangan mengurusku Arini, urus saja urusanmu sendiri, kamu sendiri yang menginginkan pernikahan ini, jadi nikmati saya keinginanmu itu".

Perkataan menyakitkan itu selalu aku terima setiap kali aku peduli dan mengurusnya tapi aku selalu mengabaikannya dan berharap dia kembali memiliki walau 3 tahun telah berlalu.

Selama 6 tahun kami mengenal, aku hanya jadi bayangan yang tak pernah terlihat apalagi jika itu berhubungan dengan Sahira.

Ayah mertuaku tahu segalanya, dia mencari ku untuk memberikan semua bukti yang dia punya, dia menyesal karena tidak tegas kepada putranya sampai dia menyakiti aku seperti itu.

Aku melarangnya mengungkapkan segalanya karena aku ingin pergi dengan harga diri bukan karena dibuang, aku sudah lelah berkorban.

"Pergilah nak jika kamu sudah lelah, ayah tidak akan menahan mu lagi, maafkan ayah karena memaksakan pernikahan ini padamu".

Perkataan mertuaku itu membuatku tahu akan mengambil keputusan apa disaat nanti aku menyerah, dan tidak akan ada yang menghalangi lagi, aku hanya butuh Rayhan bicara pada ayahnya untuk melepaskan aku dengan harga diri penuh.

"Loh memang kamu tidak sarapan dirumah Ray, bukannya Arini selalu membuatkan kamu sarapan?". Tanyanya pelan.

Dia sengaja tidak membawa sarapan karena dirinya juga kesiangan, dia baru saja sarapan dikantin kantor sebelum naik ketempat kerjanya karena dia pikir Rayhan sengaja menelponnya berjam-jam semalaman karena tahu Arini akan membuatkannya sarapan walau dia tidak pernah memakannya

"Aku tidak pernah sarapan dirumah selama ini dan kamu tahu itu, tumben sekali kamu tidak buat sarapan untukku?".

Rayhan menyipitkan matanya menatap kekasih hatinya ini dengan perasaan kesal apalagi sejak tadi Arini seakan membuat dirinya menjadi orang yang terkesan sangat jahat padahal Arini sejak dulu tahu jika dia tidak pernah mencintainya.

Dia sudah pernah berusaha melupakan Sahira dan membuka hatinya untuk Arini tapi tidak bisa, pesona Sahira terlalu melekat pada dirinya.

Sahira menghela nafas mulai kesal pada lelaki ini, andai bukan karena hartanya dia juga ogah bertahan.

"Aku kesiangan, kan kita telponan semalaman jadi aku telat bangunnya, kamu turun aja untuk sarapan baru naik kekantor lagi, kamu kan punya penyakit maag".

Rayhan hanya menghela nafas karena perkataan Sahira ada benarnya, walau perasaanya sangat dongkol karena dia harus kembali menunggu sarapan padahal dia memiliki dua orang yang mencintainya tapi untuk sarapan saja harus seperti ini, dia mengangguk kemudian turun kebawah untuk sarapan sendirian.

Dia duduk termenung sambil memakan sarapannya karena sikap Arini yang tidak biasa saat dirumah.

Selama bertahun-tahun menjalin hubungan dengan gadis itu Arini tidak pernah bersikap seperti itu padanya sekalipun dia bersikap dingin dan acuh.

Bahkan setelah tiga tahun jalinan kasih mereka dan tiga tahun pernikahan Arini selalu ada dan membuatkannya makanan.

Dia selalu menyiapkan segala sesuatunya sendiri bahkan disaat dirinya tidak pernah memberi nafkah lahir bathin kepadanya perempuan itu tetap bersikap manis padanya tapi hari ini tatapan penuh cinta padanya hilang entah kemana dan itu mengusik nuraninya.

"Biarkan saja, nanti dia juga baik sendiri, yang perlu aku pikirkan adalah bagaimana caraku meminta ayah melepaskan Arini setelah ini".

Setelah makan dia bergegas untuk kembali bekerja, dia harus menyelesaikan banyak pekerjaannya setelah ini

1
sunaryati jarum
Benar Rin, nafkah saja sampai bercerai tidak diberi tapi malah royal pada Sahira,cari kebaikan kamu sendiri Rin
sunaryati jarum
Astaga berarti selama enam taun itu Rayhan menumpang pada Arini, sungguh pria tidak tahu malu.Maka benar harta orang tua Rayhan sebagian diberikan Arini.
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 awalnya saling mencintai yang laki pengkhianat pernikahan , perempuannya pelakor ,jadi bermusuhan karena beda tujuan
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 syukurin , kebanyakan pelakor baik di dunia halu atau nyata yg dicari uang dan kemewahan duniawi secara instan.Nikmati penyesalanmu Rayhan
sunaryati jarum
Woww Rayhan masih mengamankan dua apartemen , mobilnya sekalian. Belum satu Minggu Penyesalan sudah datang,serta bisa melihat perangai asli wanita yang kamu agungkan,tak tak tahunya parasit raksasa
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣👋👋 Silahkan lanjutkan pertengkaran kalian di mobil.Rayhan firasat orang tua kok kamu abaikan, bagaimana? Eeenaaak,Ya
Lee Mba Young
lanjuttt
sunaryati jarum
Rayhan Sahira nanti di tempat baru cari mangsa yang lebih kaya darimu, walau jadi simpanan tidak jadi masalah asal bisa hidup mewah.Katma dan Penyedalan penyesalan kamu otw Rayhan.Up lagi Thoor /Pray//Pray/
Lee Mba Young
semoga di Pecat.. krn Kelakuan mereka yg mnjijikan.
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
sunaryati jarum
Karena Viral saat kejadian di pengadilan , mempengaruhi citra perusahaan, seharusnya salah satu mengundurkan diri,jika tidak mau ya dipecat
sunaryati jarum
Sudah terlambat Rayhan ,dia mau kamu itu ya karena harta.Ingat pelakor itu hampir sama tujuannya ingin hidup enak secara instan.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.
Ummu Umar: maaf yah, akan di up setiap hari mulai kedepannya🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Sayang cerita bagus upnya tidak rutin
Ummu Umar: sabar yah, aku sedang menyelesaikan satu cerita dulu, aku akan up setiap hsri🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!