Indonesia
NovelToon NovelToon
Separuh Jiwa Yang Pergi

Separuh Jiwa Yang Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Cintapertama
Popularitas:318
Nilai: 5
Nama Author: Zian Bachri

Danu, jatuh cinta pada seorang gadis cantik yang modis bernama Qiara. Ia menikahinya hanya karena rupa. Ia tak tau bahwa gadis tersebut berasal dari keluarga sederhana, Ia pun tak tau bahwa Qiara mau menikah dengannya hanya karena tergiur dengan harta kekayaan kedua orang tua Danu.
Danu tak mengindahkan nasehat kedua orang tuanya, hingga mereka memiliki dua orang anak, Danu dilanda kesulitan finansial akibat perusahaan tempatnya bekerja sedang pailit. Saat Danu sedang kesulitan ekonomi, Qiara justru bertemu dengan mantan kekasihnya. Disana lah terjadi pengkhiatan, Namun justru Qiara menuduh Danu yang mengkhianati pernikahan mereka, hingga membuat Qiara tega mengabaikan anak hasil pernikahannya dengan Danu, sebagai bentuk cara membalas pengkhiatan Danu padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian Bachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam

Danu segera berlalu dari hadapan Mamanya. Ia masuk ke dalam kamarnya dan di dapati sang istri sedang duduk diatas ranjang mereka.

"Kamu kena...?" belum selesai kalimat Danu sudah dipotong oleh istrinya

"Kamu tuh suami macam apa, hahhhh???baru beberapa minggu jadi suami udah nggak peduli sama istri, aku telpon kamu ribuan kali, aku kirim pesan, nggak ada respon dari kamu" suara lantang Qiara menggema di dalam kamar mereka, mungkin saja terdengar hingga keluar.

"Jadi kamu nelpon aku?? maap aku sedang bermain sama anak-anaknya kak Mahesa dan HP aku di kamar jadi aku nggak dengar, yank" Danu berusaha memelankan suaranya agar konflik tidak semakin tajam.

"Maap..maap!!! Lagian ngapain sih mereka kesini? gara-gara anak-anak sialan itu kamu nggak peduliin aku, sampe kering tauk aku nelfonin kamu, aku cuma minta jemput kamu, masak nggak boleh pulang kerja minta jemput suami sendiri? hiks...hiksss..." Wanita itu menangis terduduk di tepi ranjang.

"Maapin aku yank, tadi pulang kerja aku mandi dan langsung maen sama Fatih, Arsya dan Cilla" Danu mendekat dan memeluk istrinya itu "Aku janji nggak akan ngulangi kesalahan lagi, maaf ya sayang, cup.." Danu mencium mesra kening wanita yang baru satu bulan menjadi istrinya itu.

Danu mengusap air mata di pipi mulus istrinya. "Udah jangan nangis lagi ya? aku minta maaf, jangan ngambek ya?"

"Hiksss..hiksss..." Qiara masih menangis sesenggukan dan berusaha melepas pelukan Danu.

"Maafin aku yank? jangan marah ya?kamu tadi pulang naik goc4r kan? please aku minta maaf?" Danu mencium lembut pipi istrinya. Wanita itu luluh juga, ia segera memeluk erat suaminya. "Janji nggak ngambek lagi, tapi dengan syarat ajari aku nyetir mobil ya? nanti biar aku bisa nyetir sendiri kalau berangkat dan pulang kerja, jadi nggak perlu minta anter jemput lagi, gimana??" Qiara mengedip-ngedipkan mata indahnya di depan wajah sang suami.

"Oke, jadi wanita memang harus mandiri, bisa kemana-kemana sendiri nggak harus nunggu aku yang antar jemput, baiklah aku siap jadi mentor" Danu meletakkan tangan kanannya dijidat tanda memberi hormat layaknya pasukan yang tengah upacara.

Qiara tersenyum manis, ia segera bergelayut manja dipelukan suaminya dan memberikan ciuman hangat di bibir suaminya.

"Hmmpppttt..hmpttttt...jangan yank, udah mau magrib, ntar aja habis solat isya" Danu berusaha menepis bibir istrinya, namun Qiara sepertinya tak bisa menahan gejolaknya hingga mereka terguling di kasur.

Di luar langit telah meredup, sinar matahari kini berganti warna jingga diufuk barat sana. Tak lama terdengar adzan magrib berkumandang. Danu beranjak dari tempat tidurnya usai melakukan kegiatan suami istri bersama pasangan halalnya. Mau nggak mau ia harus mandi kembali untuk menunaikan sholat magrib.

Usai mandi, ia melihat istrinya masih tak beranjak dari tempat tidur.

"Yank, mandi dulu, terus kita shalat magrib berjamaah" Danu mencoba menarik kaki istrinya itu, namun wanita itu tak bergeming.

"Ughhh..capek yank, kamu sholat sendirian aja ya?" Qiara justru mengeratkan selimutnya.

"Ayo yank, sholat dulu, kita sholat bareng Mama Papa di mushola yuk?"

"Capek ah yank, besok aja ya aku mulai sholatnya" wanita itu kini meraih guling dan membenamkan wajahnya dibalik guling itu.

Danu hanya menggeleng pasrah, terpaksa ia sholat sendirian di dalam kamar karena kalau harus sholat di mushola rumah mereka, nanti ketahuan bahwa Qiara tidak melaksanakan sholat. Tentu ia malu bila sang Papa bertanya kenapa Qiara tak sholat bareng.

Tok...tok..

Usai menunaikan shalat magrib, terdengar suara pintu kamar diketuk, Danu segera membuka pintu, tampak mbak Rania nongol dari balik pintu yang terbuka separuh itu

"Nu, udah magrib an? ditunggu makan malam sama Mama Papa, Qiara juga ya?"

"Oh, iya mbak. Kami segera kesana" Danu kembali menutup pintunya dan ia menghampiri sang istri yang masih bermalas-malasan diatas tempat tidur sambil memainkan ponsel cerdasnya.

"Yank, ditunggu makan malam" ucap Danu seraya menarik selimut yang menutupi tubuh sang istri.

"Ayo, ditunggu Mbak Rania juga tuh, buruan" Danu menarik kaki sang istri, namun sang istri masih tak bergeming.

"Yankkkkkk..." Danu sedikit berteriak karena tidak mendapat respon dari istrinya

"Lagian kenapa Mbak Rania nginep disini segala sih? kan aku jadi canggung kalau rame gini" dengan malas Qiara beranjak dari pembaringan.

"Kak Mahesa keluar kota yank, ART yang biasanya membantu di rumah mereka sedang pulang kampung karena ada anggota keluarganya yang sakit. Kasian mbak Rania ngurus 3 anak sendirian, makanya disuruh nginep disini dulu selama kak Mahesa keluar kota"

"Ya udah aku mandi dulu" ujur Qiara sambil bersungut-sungut

Usai mandi, Qiara segera berganti pakaian lalu mereka menuju ruang makan. Tak lupa ia memoles wajah cantiknya dengan skincare, usai mematut diri di cermin, ia bersama sang suami segera menuju ruang makan. Disana sudah menunggu Pak Suryo dan Ibu Suryo, Rania serta ketiga anak-anaknya. Suara gaduh ketiga bocah itu membuat Qiara tidak nyaman, namun ia terpaksa harus makan bersama dalam satu meja.

"Seger sekali. Baru mandi ya, Qi..?" tanya Rania pada iparnya itu begitu melihat rambut Qiara yang masih basah

"Iya, Mbak" jawab Qiara acuh

"Makan dulu ya..ini masakan mbak bareng Bi Imah" ucap Rania sambil menyiapkan piring untuk Qiara dan Danu.

"Masakanmu selalu juara sayang, sering-sering nginep sini ya..kalau ada kamu, Mama kan jadi libur masak" ucap Bu Suryo melempar senyum manis kearah Rania, menantunya yang pandai memasak itu.

"Mama bisa aja, kan udah ada Qiara disini" ucap Rania sambil menoleh kearah Qiara yang sedang menuang nasi ke dalam piringnya.

Qiara hanya tersenyum simpul.

"Mungkin Qiara belum bisa masak ya, nanti belajar pelan-pelan" ucap bu Suryo dengan nada sehalus mungkin pada menantu barunya itu.

Qiara menunjukkan muka tak suka atas perbincangan mereka. Tanpa berkomentar ia mengambil lauk pauk yang tersaji di meja makan. Memang lezat masakan mbak iparnya itu, pantas saja mendapat pujian dari Mama mertua.

"Mama Fatih mau makan ayam goreng sama sosis" ucap anak pertama Rania yang sudah

"Asa mau mam cama ayam cispi Ma.." bergantian adiknya Fatih berbicara

Tak lama baby Cilla yang berusia delapan bulan juga tampak mengoceh. Ia yang tengah duduk di Baby high chair itu tampak mengacak-acak makanan yang ada di depannya.

"Ayo, cucu Oma, dimakan nasi timnya ya" ucap Bu Suryo pada cucunya yang tengah belajar menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri. Namun baby Cilla justru menyemburkan makanan yang sudah dikunyahnya. Semburan nasi tim dari Baby Cilla tepat mengenai piring Qiara.

"Cilla nggak boleh gitu, makan yang bener donk, itu jadi kena piring tante kan? ayo minta maap saya tante Qia, maapin Cilla ya te.." ucap Rania

Qiara jadi tak berselera makan, perutnya jadi mual melihat nasi bubur berantakan di meja. Pun nasi yang tersembuh ke piringnya membuatnya merasa jijik dan ia tak berniat melanjutkan makan malamnya.

Bersambung.

1
Zian Bachri🍁
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!