Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.
Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.
Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.
Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alen 5
Pada akhirnya _
Semua mata akhirnya tertuju padanya, Alensky sampai heran akan apa yang tengah terjadi.
"Oh, jadi wanita ini?" Wanita itu maju perlahan mendekati Alensky sambil tangan yang di lipat ke depan, menunjukkan tatapan sinis penuh kesombongan.
"Maaf, ada apa ya?" Alensky berusaha untuk mengerti situasi.
"Kau, berani sekali menyuruh Naka maju ke depan?" Kini tangan wanita itu sudah menunjuk tepat di depan matanya.
"Oh, hanya masalah itu?" Alensky menyingkirkan jari telunjuk itu, dan berjalan meninggalkan menuju ke kursinya, tak peduli mata wanita tadi melotot seperti mau keluar dari tempatnya.
"Berani sekali Kau!!" Terdengar teriakan yang membuat semua orang lansung terdiam.
Draja mengirim pesan, mengatakan jika wanita yang sekarang sedang berurusan dengan Alensky adalah anggota Elite mahasiswa kampus ini bernama MERIYA MAWARDI , jadi tolong di hindari, itulah pesan yang di bacanya kini.
"Bodoh amat" gumam Alensky lalu memasukkan ponselnya, duduk tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
BRAK
"Kau harus di beri pelajaran!" Teriaknya, berjalan cepat dan akan menyambar rambut Alensky.
Tak dibiarkan begitu saja, Alensky berusaha menghindari, menangkap tangannya dengan tepat.
"Sebentar lagi kita akan menerima pelajaran, jadi kau tidak perlu repot-repot melakukannya"
"Kurang ajar!" Teriak Meriya dan akan melayangkan pukulannya di wajah Alensky.
Alensky bersiap, bingung harus berbuat bagaimana, satu sisi dia harus membela diri dan disisi lain dia juga harus berperilaku baik sampai beberapa hari kedepan, setidaknya itu aturan dasar agar aman belajar di kampus ini.
Tangan itu sengaja di layangkan, Alensky sudah memejamkan mata, kali ini dia akan sekuat tenaga menahan dirinya untuk tidak bertindak.
Dan_
Grep
Tangan itu tak sampai di wajah Alensky, ada seseorang yang menangkapnya dengan cepat rupanya.
"Mata kuliah akan segera di mulai, jangan membuat onar di kelasku" rupanya Galen yang melakukan hal itu.
"Galen kau membelanya?" Meriya terkejut tak percaya.
"Tidak, hanya saja _"
"Selamat siang semua!" Sapa seorang dosen yang sudah memasuki ruang perkuliahan.
Galen lalu memberikan isyarat lewat matanya, dan Meriya mengerti, menatap Alensky dengan kesal lalu terpaksa pergi meninggalkan kelasnya.
Bersama dengan itu juga, datang Tranaka dan Viko yang berjalan masuk menuju ke tempat duduk disebelah Galen.
Sementara Alensky hanya terdiam, karena posisinya yang kini diantara mereka bertiga, sepertinya memang disengaja, atau hanya pikiran Alensky saja, ya sudah terserah!, batin Alensky tak peduli lagi dengan hal itu.
Mendengar serius materi pelajaran beberapa menit lamanya, tiba-tiba saja ada keadaan yang membuat Alensky akhirnya menoleh ke samping kiri.
"Tidak ada ucapan terimakasih?" Galen berucap lirih, setelah kakinya sengaja menendang kaki kursi Alensky.
Tidak ada ucapan apapun juga, Alensky hanya tersenyum tipis dan menaikkan alisnya, sebelum akhirnya fokus kembali dengan mata pelajaran.
Sampai di jam dua siang, akhirnya semua bisa keluar dengan lega dari kelas, berhamburan untuk segera pulang melepas kepenatan.
Pesan diterima, seperti biasa pak Darmo sudah menjalankan titah kanjeng Oma untuk menjemputnya, menyebalkan.
Entah kenapa, Draja kali ini berlari lebih dulu, tapi memang Alensky sudah memperingatkan untuk menjauh, alhasil Alensky kini berjalan sendirian untuk segera pulang.
Sampai di sebuah tempat di mana banyak mahasiswa yang biasanya duduk dan berkumpul disana, seseorang memanggilnya.
"Hei! Kau_!" Teriaknya.
Alensky pura-pura tidak mendengar dan tidak ingin peduli, namun kemudian hal itu justru membuat wanita yang memanggilnya semakin kesal saja.
Langkahnya terhadang, Alensky terpaksa berhenti, sebenarnya bisa saja dia mendorong atau bahkan menendangnya agar menyingkir dari hadapannya, tapi jelas tidak mungkin saat ini di lakukan, terlalu berbahaya untuk kesehatan jantung Oma jika sampai mendengar cucu kesayangannya melakukan huru hara.
"Ada apa?" Ucap Alensky.
Byur
Satu gelas jus buah yang di bawa wanita itu kini sudah membasahi bajunya, dan mereka bertiga tertawa.
"Sudah?" Tanya Alensky dengan tetap tenang dan mengeluarkan tissue dari tasnya untuk membersihkan walau jelas tidak sampai tuntas.
Mereka kembali tertawa, dan kali ini Alensky segera pergi dari sana, tangannya mengepal hebat, mulutnya komat-kamit untuk tetap menahan dirinya, dan akhirnya
BRAK
Alensky menutup pintu mobil itu dengan cukup keras, memastikan semua jendela mobil tertutup rapat dan _
"AKH!, KALIAN SIALAN!"
Pak Darmo terkejut sampai mengelus dadanya,
"Nona Alen tidak apa-apa?" Tanya pak Darmo.
"Seandainya bisa aku ingin menghancurkan tubuh seseorang!" Teriaknya dan melihat pak Darmo menelan ludah pelan, sebaiknya tidak usah tanya apa-apa lagi pada Nona mudanya.
Tanpa perintah pak Darmo segera melajukan mobilnya, sementara di belakang sana Alensky masih terdiam dengan wajah kesalnya, bahkan terlihat buruk sekali dengan baju yang sudah tak karuan warnanya.
Sampai di Apartemen, membuang baju yang di pakaian ke tempat sampah, baginya jika mencuci dan melihatnya lagi akan mengingatkan pada kejadian hari ini, menyebalkan sekali.
Maksud hati ingin segera beristirahat, tapi Alensky tidak bisa memejamkan matanya, masih teringat dengan semua kejadian yang tidak mengenakkan akhir-akhir ini.
"Saat ini tidak bisa membalas perbuatan mereka, terutama secara langsung, aku harus bagaimana?" Alensky mulai bicara sendiri.
Dan sesat kemudian, dia tertawa kencang karena sudah menemukan ide brilian.
Ponsel segera di gunakan untuk menghubungi seseorang.
"Camera pengintai, yang sangat kecil tapi bisa digunakan untuk apapun" ucap Alensky.
Dan di dalam panggilannya sesekali disana merasa senang karena alat canggih miliknya akhirnya di butuhkan oleh salah satu keluarga Nugraha.
Sambil menunggu barang yang telah di pesan, Alensky mulai berselancar mencari sesuatu tentang wanita yang sudah mulai mencari gara-gara dengannya.
"Meriya Mawardi, keluarga Mawardi group, salah satu donatur terbesar di Universitas Manggala, pantas saja" ucap Alensky sambil terus menjelajahi lebih dalam.
Kekayaan keluarga Mawardi, kini Alensky sudah menemukan datanya, namun juga ada sesuatu yang membuatnya tersenyum senang.
"Salah satu perusahaan yang menggandeng Keluarga Nugraha untuk menguatkan kakinya, menarik" ucapnya lirih lalu segera mematikan laptopnya saat terdengar bel Apartemen berbunyi.
Ceklek
Dan Alensky terkejut saat melihat Sera sudah ada di sana dengan sesuatu yang ada di tangannya.
"Kak Sera?"
Bug
Tangan Sera melempar kardus kecil yang di bawanya ke arah Alensky, lalu masuk begitu saja dan duduk di sofa.
"Kenapa kamu pesan alat seperti itu?" Tanya Sera yang mulai curiga ada sesuatu yang tak beres dengan adiknya.
Alensky tak menjawab, segera membuka kardus kecil itu dan tersenyum senang, batang seperti yang di inginkan.
"Alen?!" Seru Sera yang sudah tak tahan.
"Iya kak, sabar, ini aku lagi nge cek barangnya"
"Jawab dulu pertanyaan ku?!" Teriak Sera lagi.
"Ada hal mendesak, aku tidak ingin berkelahi dan hanya menghindari saja, jadi sangat membutuhkan alat ini" jawab Alensky sambil mengaktifkan alatnya.
"Berkelahi?, menghindari?, apa maksud mu?"
"Universitas itu sepertinya lama tidak ada yang menempatkan sesuatu dengan benar, disana hanya anak dari orang-orang berkuasa yang bisa berbuat seenaknya"
"Apa?!" Sera terkejut dan kini mendekat ke adik sepupunya.
"Parah?" Tanya Sera.
"Mungkin"
"Kamu salah satu target mereka?"
"Mungkin"
Plak
"Aduh sakit kak"
"Jawab yang benar mangkanya, kenapa hanya mungkin mungkin saja, pastinya gimana?" Sera kesal juga.
Akan update tiap hari ya, pagi dan sore
jangan lupa Komen, like dan Vote di tunggu.