Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hilang ingatan

aji mencari keberadaan ponselnya. banyak pesan dan juga panggilan tak terjawab, termasuk dadi teguh dan bu lina, dan wulan yang mengirim beberapa pesan dan panggilan

aji tak membalas pesan wulan, dan hal itu membuat wulan gelisah.

"ji..." celetuk pak izam mengagetkan aji yang tengah asik menikmati sebatang rokok di tangannya

"iya pa... " aji membenarkan posisi duduknya

"kamu sudah besar, sudah lulus kuliah. apa rencanamu berikutnya?"

"ndak tau pa, bingung"

"jangan terlalu lama nganggur, ndak baik. kalau kamu belum dapat kerja, bantu papa ya"

"kan sudah ada mas pa... "

"papa berencana buka cabang di malang ji... disana nilai konsumtif orang-orang bagus di banding kota lain"

"trus aku handle malang? gitu pa?"

"ya kalau kamu mau... kalau ndak mau ya terpaksa papa nyuruh Amir"

"Amir anak pak de salam?"

"ya... siapa lagi"

"pa... papa tau kan kalau Amir seperti itu"

"ji... ndak selamanya manusia akan melakukan kesalahan, mencoba memberikan kesempatan ndak ada salahnya kan?"

"tapi pa... " ucap aji ragu dengan keputusan pak izam

"makanya kamu pikir dulu, kalau kamu belum dapat pekerjaan yang kamu inginkan, bantu papa ya" ucap pak izam sambil bangkit dari tempat duduknya, dan menepuk pundak aji pelan.

aji melanjutkan lamunannya dan menghidupkan lagi sebatang rokok, menyesap dalam gulungan tembakau itu, tiba ponselnya berdering, panggilan masuk dari wulan

"ya lan... ada apa" Jawab aji datar

"kamu ndak tau aku khawatirkan ji... balas pesanku" cerocos wulan

"kepala ku pusing lan"

"kamu baik2 saja kan ji"

"pusing... menyesal aku ikut dengan Adrian semalam"

"semua sudah terjadi ji"

aji diam cukup lama

"haloo... ji"

"hmmm... " tampalnya sambil menyesap lagi sebatang rokok di jarinya

"kamu baik-baik saja kan ji... semalam itu" wulan tak melanjutkan ucapannya

"cukup lan... sampai sekarang aku mencoba mengingat kejadian semalam, tapi aku tak ingat. mungkin kita tak melakukan hal buruk itu lan"

"apa maksud kamu ji? aku sudah kamu nodai, kamu rudal paksa... sekarang kamu bilang kita tidak melakukannya ji?"

"tapi lan... "

belum juga aji selesai dengan kata-katanya, wulan mematikan sambungan telepon mereka. aji semakin gusar, apa dia benar-benar melakukan dosa besar itu dengan orang yang tidak dia cintai

"aarrrgggggggg..... " teriak aji. dan mendapat pukulan keras dari arah belakang

"kamu kenapa ji? kesurupan ya?" teguh memukul bahu aji, dan membuat aji diam seketika

"dari tadi kamu aneh, ndak seperti biasanya. kenapa? ada masalah?" ucap teguh duduk di samping aji sambil menaikan satu kakinya

"ndak mas... kepala ku pusing"

"aku pernah mabok juga ji, ya memang pusing gitu rasanya. kamu masih bagus bisa pulang dengan selamat... nah aku dulu mau masuk pagar malah masuk selokan" kelakar teguh

Tawa aji pecah mendengar cerita teguh "kamu tau yang bantu aku bangun siapa?"

"siapa mas?"

"pak djarot... waktu pak djarot bantu aku bangun, ndak kuat ngangkat aku, orangnya ikut jatuh juga"

hahahahaha...

Percakapan dengan teguh sedikit melupakan masalah yang ada di otaknya saat itu

"mas, waktu mas mabok, ingat apa ndak apa yang mas teguh lakukan?"

"ingat tapi sedikit lupa"

"bukan ndak ingat sama sekali gitu mas?"

"ingat lah... aku mabok ji, bukan hilang ingatan" canda teguh.

aji terdiam

"mas"

"hmmm... kamu kenapa? kok bisa mabok seperti itu, siapa yang ngajak?"

"Adrian, teman sekolah"

Aji menceritakan sepulang dia dari pesta ulang tahun meta

"kamu mau aja di ajak minum"

"pikirku ya memang mencoba mas, pingin tau rasanya mabok seperti apa. ya rasanya ndak enak"

"kapok?"

Aji mengangguk

"menyesal?"

"sangat menyesal"

"ya sudah lah, namanya juga mencoba, jangan di pikirkan terus, sudah ya sudah" ucap teguh enteng "jadi kamu semalam tidur di rumah Adrian?"

"ndak"

"lantas tidur dimana? jangan bilang kamu tidur di trotoar? atau teras caffe"

"ndak mas, aku ndak tidur di trotoar atau teras caffe" sambil melihat kedalam rumah aji berbisik takut kalau bu Lina tiba-tiba nonggol dari belakang

"aku tidur di rumah wulan" bisik aji

"owwww... " ucap teguh "apa??? di rumah wulan????"

Sttttt...... "jangan keras-keras mas" aji menghardik teguh

"di rumah wulan? " ucap teguh sekali lagi pelan. aji mengangguk "tapi kalian ndak sampai ngapa-ngapain kan?"

"nah itu masalahnya mas, aku ingat betul mulai dari aku di bopong keluar caffe sampai di ajak wulan tidur dikamarnya"

Teguh mendengarkan dengan serius

"tapi yang aku ndak ingat itu... " aji menoleh lagi kedalam rumahnya "tapi yang aku ndak ingat itu, ketika aku melakukan itu sama wulan... "

"kok bisa? kamu ndak ingat?"

"ndak ingat sama sekali mas, sampai sekarang aku mencoba mengingat tapi ndak ingat juga, ritual apa trus ngapain, trus kuda-kudaan.. aku ndak ingat"

"lha kalau ndak ingat, kok kamu bilang sudah melakukan sama wulan"

"bangun tidur aku sdh mendapati tubuhku sudah telanjang bulat mas, hanya memakai CD aja. begitu juga dengan wulan, kita sudah sama-sama Bugil. wulan bilang kalau semalam kita melakukan itu"

"tapi kamu ndak ingat?"

"sama sekali..."

"aneh.. kamu mabok apa hilang ingatan ji? semabok-maboknya orang pasti sedikit banyak ingat apa yang dia lakukan ji" tegas teguh dan semakin membuat aji tegang

arrgggggg... teriak aji gusar

"ingat pelan-pelan, atau kamu sangat menikmati sampai lupa daratan" goda teguh

"apa sih mas... ndak lucu" ucap aji meninggalkan teguh sendiri

"mau kemana kamu bocah nakal... aku belum selesai bicara" teriak teguh

"ngantuk"

"ngantuk apa kepikiran mau lagi???? " goda teguh, di sambut dengan lemparan sandal dari aji.

*****

malam hari di rumah kediaman pak izam

"guh... bulan depan kamu menikah, apa sudah siap semua apa yang kamu butuhkan" tanya bu lani ketika duduk bersama suami dan kedua anaknya di ruang TV

"sudah ma... tinggal ngambil undangan, selesai semuanya"

"catering?"

"aman ma"

"gedung?"

"aman"

"seserahan?"

"aman ma... sudah di siapkan semuanya" ucap teguh mantap, membuat bu lani tenang

"lantas kamu kapan rencananya menikah ji?" Tiba-tiba bu lani bertanya membuat aji melotot

"apa ma...?"

"kapan kamu mau nikah? sama siapa wulan?"

aji diam tak menjawab

"ajak dia ke rumah, ajak juga ke nikahan kakakmu, jangan lama-lama"

"apa sih ma... aku masih ingin berkarir seperti mas teguh, ndak mau nikah dulu"

"jangan lama-lama, papamu pingin cucu" canda bu lani, yang semula pak izam serius dengan acara televisi kini dilibatkan dalam percakapan mereka

"kok aku sih ma... bukannya mama yang pingin cucu perempuan?"

"iya sih... rumah ini sepi, apa lagi kalau semua sudah keluar. ayolah kasih mama cucu"

"ayo ji... kasih cucu buat mama" canda teguh sambil memainkan alisnya

"apaan sih... " aji melempar bantalan kursi ke arah teguh

"sebentar lagi teguh pulang ke istrinya di semarang, tambah sepi rumah ini"

"mau ndak sepi ma?" tanya aji

"iya, kamu cepat nikah ya, tinggal sama mama di sini"

"mama bikin anak lagi aja... beres kan" ucap aji

"kamu ini ya... mama sudah Monopuse ji..."

tawa keluarga itu pecah

"ji... tolong pertimbangkan permintaan papa tadi ya" ucap pak izam dan di balas anggukan oleh aji

"permintaan apa? mama kok ndak tau"

"mama kepooo... urusan kaum adam... " canda aji sambil meninggalkan kedua orang tuanya dan kakaknya di ruang TV

"mau kemana kamu?" teriak teguh

"tidur... ngantuk"

"ngantuk apa kepikiran?"

aji tak mengindahkan candaan teguh

"kepikiran apa guh? " tanya bu lani

"mama kepoooo.... mau tau aja" ucap teguh juga meninggalkan kedua orang tuanya itu, pak izam hanya tersenyum melihat kelakar kedua anak bujangnya itu

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!