Indonesia
NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:60.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Lagu bergenre jazz mengalun pelan memenuhi kabin Lamborghini Urus milik Bima.

Pemuda itu mengetuk-ngetukkan jarinya ke kemudi mengikuti irama lagu.

Jalanan kota di sore hari mulai dipadati oleh para pekerja yang baru saja pulang.

Ting.

Layar ponsel Bima kembali menyala menampilkan pesanan baru yang masuk ke aplikasinya.

"Lokasi penjemputan di Mal Grand Center."

"Tujuannya ke Apartemen Nirvana."

Bima membaca detail pesanan itu sambil memutar balik arah kendaraannya dengan mulus.

Jarak mall tersebut tidak terlalu jauh dari posisinya saat ini.

Hanya butuh waktu sepuluh menit bagi SUV hitam itu untuk merayap masuk ke area penjemputan VIP di lobi mal.

Kehadiran mobil seharga miliaran rupiah itu langsung menarik perhatian banyak orang di lobi.

Beberapa pengunjung bahkan terang-terangan mengeluarkan ponsel mereka untuk merekam.

Bima hanya tersenyum tipis melihat kelakuan orang-orang di luar sana.

"Apakah pesanan atas nama Dimas?" teriak seorang pria muda dari luar jendela mobil.

Pria itu mengenakan pakaian bermerek dari atas sampai bawah, menggandeng seorang wanita cantik bergaun merah.

Bima menurunkan kaca jendelanya sedikit.

"Benar, silakan masuk ke dalam."

Cklik.

Pria bernama Dimas itu membuka pintu belakang dan masuk bersama kekasihnya.

Aroma parfum menyengat yang bercampur dengan bau asap rokok langsung memenuhi kabin mobil Bima yang sebelumnya sangat wangi.

Bima sedikit mengernyitkan dahinya, tapi dia tidak mengatakan apa-apa.

"Gila, perusahaannya niat banget promosi sampai pakai mobil sewaan semahal ini."

Dimas meraba-raba jok kulit asli di dalam mobil dengan gaya sok tahu.

"Kamu lihat kan sayang, aku selalu pesankan layanan VIP yang paling mahal buat kamu."

Wanita di sebelahnya hanya tersenyum manja sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Dimas.

"Kamu memang yang terbaik, Sayang."

"Tapi sopirnya kok penampilannya gembel begitu ya?" bisik wanita itu sengaja agar Bima mendengarnya.

Dimas tertawa keras menanggapi ucapan kekasihnya.

"Namanya juga sopir sewaan, wajar kalau kemejanya lusuh."

"Hei sopir, cepat jalan, kita buru-buru mau istirahat."

Bima menatap kedua penumpang itu dari kaca spion tengah dengan tatapan datar.

"Baik, silakan pasang sabuk pengaman Anda."

Vrooom.

Mobil mulai bergerak meninggalkan area mal menuju jalan raya utama kota.

Suasana di kursi belakang terasa sangat berisik karena Dimas terus membual tentang kekayaannya.

"Bulan depan aku mau beli mobil sport keluaran terbaru."

"Mobil sebesar ini terlalu kaku, cuma cocok dipakai narik taksi buat orang miskin yang mau pamer."

Dimas berbicara dengan suara keras, sengaja mencoba merendahkan pekerjaan Bima.

Bima sama sekali tidak terpancing emosinya.

"Berdebat dengan orang bodoh hanya akan menurunkan standar kecerdasanku," batin Bima santai.

Trrrk.

Suara pemantik api tiba-tiba terdengar dari kursi belakang.

Bima melirik spion dan melihat Dimas baru saja menyalakan sebatang rokok.

Asap tebal langsung mengepul di dalam kabin mobil yang ber-AC rapat itu.

"Maaf, Anda tidak boleh merokok di dalam mobil ini."

Bima menegur dengan nada suara yang masih sopan namun tegas.

Dimas mendecakkan lidahnya dengan kesal.

"Suka-suka gue dong, gue kan udah bayar mahal pakai layanan VIP."

"Lu cuma sopir, tugas lu diam dan nyetir aja sampai tujuan."

"Saya tegaskan sekali lagi, matikan rokoknya atau pesanan ini saya batalkan."

Bima mulai mengurangi laju kendaraannya dan menepi ke jalur lambat.

Dimas justru semakin tertantang mendengar ancaman Bima.

Dia menghisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskan asapnya tepat ke arah depan.

"Lu mau batalin? Silakan."

"Gue bakal kasih lu bintang satu dan laporin lu ke perusahaan biar dipecat."

Plak.

Dimas melemparkan tiga lembar uang seratus ribuan ke konsol tengah di dekat Bima.

"Nih uang tambahan buat lu beli kemeja baru, sekarang diam dan lanjut jalan."

Bima menatap tiga lembar uang merah itu dengan tatapan geli.

"Tiga ratus ribu?"

"Hanya uang segini tapi sombongnya sudah menembus langit," ucap Bima di dalam hati.

Cittt.

Bima menginjak rem dengan tiba-tiba dan membuat mobil berhenti total di pinggir jalan raya yang ramai.

Tubuh Dimas dan kekasihnya terdorong ke depan dengan keras karena mereka tidak memakai sabuk pengaman.

"Woi, lu bisa nyetir gak sih!" bentak Dimas sambil memegangi dahinya yang terbentur jok depan.

Bima menekan tombol di pintu kemudi.

Ctek.

Kunci otomatis seluruh pintu mobil terbuka.

"Pesanan Anda saya batalkan."

"Silakan keluar dari mobil saya sekarang juga."

Suara Bima terdengar sangat dingin, menghilangkan semua nada sopan yang dia gunakan sebelumnya.

Dimas membelalakkan matanya tidak percaya.

"Lu berani ngusir gue?"

"Gue ini anak direktur perusahaan tambang, lu mau cari mati ya?"

Bima menoleh ke belakang, menatap langsung ke mata Dimas.

"Saya tidak peduli bapak kamu direktur tambang atau presiden sekalipun."

"Keluar dari mobil saya sebelum saya yang melempar kalian berdua keluar."

Tatapan mata Bima begitu tajam dan mengintimidasi, membuat nyali Dimas mendadak ciut.

Ada aura tekanan yang luar biasa berat keluar dari diri pemuda berkemeja flanel itu.

Wanita di sebelah Dimas mulai ketakutan dan menarik lengan kekasihnya.

"Sayang, ayo kita turun saja, sopir ini sepertinya orang gila."

Dimas menelan ludah, tapi harga dirinya tidak membiarkan dia kalah begitu saja.

"Oke, gue turun."

"Tapi ingat, gue bakal bikin lu kehilangan pekerjaan ini hari ini juga!"

Dimas menendang pintu mobil hingga terbuka dan keluar dengan wajah merah padam.

Kekasihnya menyusul dengan tergesa-gesa.

Brak.

Dimas membanting pintu Lamborghini itu dengan sangat keras.

Bima mengambil tiga lembar uang seratus ribuan milik Dimas tadi dari konsol tengah.

Dia menurunkan kaca jendelanya sedikit.

Syut.

Bima melempar uang itu keluar hingga berserakan di aspal tepat di depan kaki Dimas.

"Ambil uang jajanmu, anak direktur."

"Dan satu lagi, mobil ini bukan milik perusahaan."

"Ini Lamborghini milikku sendiri, jadi laporanmu tidak akan berguna."

Vrooom.

Bima langsung menginjak pedal gas dalam-dalam.

Urus hitam itu melesat membelah jalanan, meninggalkan Dimas dan kekasihnya yang mematung di pinggir jalan dengan mulut menganga.

"Mobilnya sendiri?" gumam Dimas dengan suara bergetar, menyadari kebodohannya barusan.

Di dalam mobil, Bima kembali menaikkan kaca jendela dan menyalakan penyaring udara.

Bau asap rokok itu perlahan menghilang dari kabin mewahnya.

Ting.

[Sistem Pekerjaan Impian: Pemberitahuan Khusus]

[Host telah mempertahankan harga diri pekerjaan di depan penumpang yang tidak sopan]

[Pembatalan pesanan ini tidak akan mempengaruhi tingkat penyelesaian tugas]

[Hadiah Hiburan Acak: Keterampilan Bela Diri Tingkat Master telah ditambahkan]

Bima merasakan aliran hangat tiba-tiba menjalar ke seluruh otot di tubuhnya.

Pengetahuannya tentang titik-titik vital manusia dan teknik pertarungan jarak dekat tiba-tiba terpatri di otaknya.

"Keterampilan bela diri?"

"Sistem ini sepertinya tahu kalau pekerjaanku ke depannya akan sering bertemu dengan orang bermasalah."

Bima tertawa pelan dan kembali menyandarkan punggungnya dengan nyaman.

Dia sama sekali tidak merasa rugi kehilangan satu penumpang sombong.

Dunia ini masih luas, dan sepuluh pesanan bintang lima pasti bisa dia selesaikan dengan mudah.

1
Sang M
bosan..!! gak ada pembantaian.
Sang M
tahi host. bantaiii itu orang natanu banyak onong
Sang M
bantaii bikin cacat
Sang M
orang2 arogan hancurkan
Sang M
bantaiiii jadilah kejam
Sang M
sundel anjing
Sang M
jadilah kejam.. bantai aja..
Sang M
harusnya kau bunuh , goblokkk
Yuliana Tunru
ya sdh end tp ma kasih ceeita x thorr q sampe marqton baca x happy ending di tunggu karya2 selanjyt x 👍👍💪💪
Yui: udah ada kak yang baru, bisa dilihat diprofil author yaa😊
total 1 replies
irena
ceritanya bagus thor.. saya suka sistem modern
Luna
bintang 5 buat Bima
Luna
perasaan anaknya Bu Marni itu namanya Kiki yh masih sekolah🤔
Riyanganz
bagus novelnya,bagi gw yg di dunia nyata udah banyak pikiran pas baca novel ini kya plong aja gitu💪💪
Riyanganz
yg gw suka dari nih novel konfliknya ga bertele-tele 👍
Adelina Lin
siapa thor, musuh Nadira yang akan menghancurkan perusahaannya
Luna
GK ada niat beli mobil lagi Bim,,,, Ferrari purosangue harganya diatas Lamborghini urus mu,atau sedan sport Ferrari, karena tidak semua orang kaya bisa beli Ferrari baru ( kecuali bekas)🤭
Luna: 🤭🤭🤭nah itu bagus juga,
total 2 replies
variable of ancient
atmadja atau maheswara
Yuliana Tunru
time is drama yantoo 🤣🤣
DIFAN2: novel 'SULUNG' maha karya bintang lima telah hadir, yuk mampir kak
total 1 replies
Aphelios
Izin manifesting dapet sistem di kolom komentar, Thor 🙏
Aphelios
Alasan suka cerita sistem karena ini seolah jadi coping mechanism (for me) to escape reality. Bayangin aja, habis kena musibah langsung dapet "cheat" buat jalanin hidup. Kurang nikmat apa coba.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!