Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Bodoh Ternyata Dokter Genius

Suami Bodoh Ternyata Dokter Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter Genius / Time Travel / Menantu Pria/matrilokal
Popularitas:226.1k
Nilai: 5
Nama Author: DF_14

Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.

Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.

Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Di dasar jurang itu, Helena mulai tersadar, dia perlahan-lahan membuka matanya. Dia sangat terkejut saat menyadari dirinya sama sekali tidak terluka sedikit pun pada tubuhnya.

"Apa yang terjadi padaku?"

Jika berpikir secara logika, dia terjatuh dari ketinggian 20 meter, apalagi mengenai batu seharusnya dia telah mati. Tapi tubuhnya tidak terluka sama sekali.

"Akhirnya kamu sadar juga," ucap Arjuna sambil bernafas lega.

Helena langsung terkejut saat menyadari kehadiran Arjuna, seorang pria yang dia anggap gila itu.

"Kenapa kamu ada disini?"

Arjuna menjawab dengan tenang, "Tentu saja untuk menyelamatkan kamu."

Helena yang sikapnya sangat angkuh. Dia hanya bisa menghela nafas dalam-dalam, lalu segera berdiri. "Aku tidak perlu diselamatkan olehmu. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Sudah aku bilang kita harus mencari jalan keluar masing-masing, oke."

Tentu saja Arjuna tidak bisa membiarkan Helena pergi begitu saja, karena kalungnya dipakai oleh Helena. Dia tidak akan bisa kembali ke zamannya tanpa kalung itu, karena kalung itu adalah perantaranya.

"Ternyata orang dizaman sekarang sangat tidak punya sopan santun. Sudah aku tolong, tapi malah pergi begitu saja. Aku tidak akan membiarkan kamu pergi, karena kalungku ada padamu."

Helena refleks melirik ke dadanya. Dia baru menyadari bahwa dirinya telah memakai kalung milik pria itu. "Untuk apa juga kamu memakaikan kalung ini padaku?"

Arjuna menghela nafas dalam-dalam. "Saat itu kamu sedang sekarat, nyawamu tidak akan tertolong. Karena itu aku memakaikan kalung itu padamu."

Helena malah tertawa kecil, tidak ada gunanya dia berbicara dengan orang gila seperti Arjuna. "Kamu pikir aku percaya dengan omong kosongmu itu?"

Helena segera melepaskan kalung yang dia pakai, lalu mengembalikannya pada Arjuna. "Kalung ini aku kembalikan padamu, oke."

Setelah berkata begitu, Helena segera berjalan untuk meninggalkan Arjuna, namun tiba-tiba dadanya langsung terasa sesak, bahkan tubuhnya sangat merasakan lemah, sehingga dia kehilangan keseimbangan tubuhnya.

Dia terjatuh berlutut di tanah. Sangat merasa kesakitan sekali.

"Ada apa denganku?" gumam hatinya.

Meskipun Arjuna sangat kesal dengan sikap Helena yang sangat arogan, dia terpaksa harus memakaikan kalung itu lagi. Jika terlambat sedikit saja, Helena akan mati.

"Karena aku masih berbaik hati, aku akan meminjamkan kalungku ini padamu," ucapnya sambil memakaikan kalung tersebut pada leher Helena.

Seketika itu juga rasa sakit yang dirasakan oleh Helena langsung menghilang, dia tidak merasakan sesak lagi, bahkan tubuhnya kembali fit.

Helena nampak tercekat saat dia mengingat kejadian tadi, ketika dia terjatuh ke dasar jurang, dia merasakan semua tubuhnya telah remuk karena menghantam bebatuan besar. Bahkan banyak darah yang mengalir ditubuhnya. Tapi kini, dia terlihat baik-baik saja.

"Seharusnya aku sudah mati saat itu," gumam hatinya lagi.

Arjuna bertanya, "Bagaimana sekarang? Apa kamu percaya padaku?"

Di zaman modern seperti ini, rasanya sangat sulit sekali untuk mempercayai hal-hal yang terkesan sangat takhayul, tapi Helena telah merasakannya sendiri bagaimana kekuatan kalung itu.

"Meskipun setelah kamu kembali ke rumah, lalu melakukan pengobatan. Kamu akan tetap mati jika melepaskan kalung itu," jelas Arjuna. "Karena memang seharusnya kamu sudah mati, tapi kalung itu yang memberikan energi padamu."

"Jadi, aku harus selalu memakai kalung kuno ini?" tanya Helena tak percaya.

Arjuna menjawab dengan tenang, "Iya, selama satu bulan kalung itu akan terus menstabilkan energi kamu. Setelah itu, kamu bisa melepasnya."

Helena menghela nafas dalam-dalam. Mau mencoba mengelak pun, dia sangat membutuhkan kalung itu. Dia belum ingin mati, dia masih sangat muda.

"Oke, kalau begitu, aku akan membeli kalung ini. Katakan padaku, berapa harganya?"

Dia berkata lagi. "Katakan saja jangan sungkan. Apa seratus juga sudah cukup?"

"Atau tiga ratus juta?"

Karena tidak respon dari Arjuna, Helena menaikan tawarannya. "Atau... satu miliar?"

Arjuna sama sekali tidak paham dengan jumlah nominal uang di zaman sekarang ini. Dia menjawab dengan tegas, "Aku tidak membutuhkan uang. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menjual kalungku."

Helena menghela nafas dalam-dalam. Dia bertanya dengan nada dingin. "Lalu, apa maumu?"

"Selama satu bulan aku harus tetap bersama kamu."

Helena nampak menganga mendengarnya. "Mana bisa begitu?"

Arjuna berkata dengan tenang, "Hanya satu bulan. Saat gerhana matahari tiba, aku secara otomatis akan kembali ke duniaku. Aku tidak hidup di zaman ini. Aku berasal dari seribu tahun yang lalu."

Helena menjadi pusing mendengarnya. Begini rasanya bicara dengan orang gila.

Tapi... setelah dia merasakan sendiri kekuatan kalung yang dipakainya, membuat dia berpikir, apakah mungkin apa yang dikatakan pria itu benar, bahwa pria itu berasal dari zaman kerajaan kuno?

"Jika seperti ini, aku malah ikutan gila," gumam hatinya. "Tapi setelah aku pikir-pikir. Aku merasa pria bodoh ini berkata dengan jujur."

Helena memperhatikan penampilan Arjuna. Lalu berkata lagi di dalam hatinya. "Dia memang sangat aneh. Tapi jika dia memakai kemeja dan jas, aku rasa cukup oke. Karena sebenarnya dia memang sangat..."

Helena menggelengkan kepalanya. Dia enggan mengakui bahwa Arjuna itu sangat tampan.

"Aturan di keluargaku sangat ketat. Kita tidak bisa tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan," ucap Helena dengan nada dingin.

Arjuna mengerutkan keningnya. "Maksudmu?"

"Bagaimana kalau kita menikah?" tanya Helena dengan tatapan matanya yang tajam.

Helena rasa tidak ada salahnya jika dia memanfaatkan Arjuna. Karena dia tahu pria itu hanya tinggal di dunia ini untuk sebentar. Yang penting dia bisa balas dendam pada Nova.

Saat ibunya mengajukan sebuah syarat, bahwa syarat menjadi direktur di rumah sakit harus sudah menikah. Helena disuruh untuk mengalah, karena dia tahu kakak sangat menginginkan posisi itu.

Tapi, ternyata orang yang menikah dengan kakaknya adalah kekasihnya sendiri. Saat ini hatinya benar-benar hancur.

Kini, dia dia tidak akan mengalah lagi. Dia akan melakukan apapun yang dia inginkan. Termasuk untuk bersaing menempati posisi direktur.

1
faridah ida
Arjuna itu lagi ketiban rezeki Helena , jadi bagi kamu tak mungkin , .. bagi Juna mungkin aja ...😁🤭
Tuti Tyastuti
𝘢𝘭𝘢𝘩𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘰𝘬 𝘫𝘶𝘢𝘭 𝘮𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘩𝘦𝘭 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘨😅😅
Halimah
Jd perempuan kok ga punya harga diri
Halimah
Bangun woooiiiii banguuuuuun mimpi Lo ketinggian jalang
faridah ida
Juna gak bakalan mau Nova , walaupun mau kerja sama palingan buat kerjain papa mertua ...😂😂😂🤭
Halimah
Kuapooooookkk🤣🤣🤣🤣🤣
faridah ida
kepedean kamu Nova ...🤣🤣🤣😜
faridah ida
sombong nya Bima ...
faridah ida
waduuuh Juna juga ketahuan ini sama Bima ..
faridah ida
waduuh ketahuan ini Bravi ...
Tuti Tyastuti
𝘪𝘥𝘪𝘩𝘩 𝘫𝘪𝘫𝘢𝘺 𝘴𝘪 𝘯𝘰𝘷𝘢 𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘣𝘦𝘵𝘪𝘯𝘢 𝘨𝘢𝘵𝘢𝘭𝘭
Dara Rynzee
Thor.....
jumirah slavina
yang ada Kamu d'tendang Reno
jumirah slavina
Kamuuuuuuu siapaaaaaa mesti Helen menemui'muuuuuuuuu....
Esther
Idih Nova kegatelen banget kamu.
Belum tahu saja kamu kalau Mahendra itu Arjuna, gk bakalan juga dia mau sama kamu
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hayolohhhhhh hayolohhh! kamu bakalan di buat shock hel...kira2 rekaman CCTV itu menunjukkan wajah juna enggak yaa? takutnya sih juna sudah Siaga, sebelum Helena menyelidiki CCTV di rumah makan Bambu, juna sudah lebih dulu datang ke sana, supaya Helena percaya kalau dirinya memang dattang ke Rumah makan bambu. yaa siapa tahu juna masih belum bisa jujurr sama Helena, kalau sekarang dirinya Pemimpin Nightmare 🤭 tapi entahlah..andai Rekaman itu menunjukkan kalau juna tidak datang ke Rumah makan Bambu juga lebih baik. jadi Helena yakin, kalau yang di katakan Calvin benar adanya. kalau yang nolongin dirinya adalah Om Juna 😆 suami kamu itu memang multiguna, multitalenta Hel...pokoknya serba bisa , bisa di atas, di bawah, di samping 🤣🤣
Alona Luna: sop bakso aja kak🤭 mau sop ceker. kemarin gak kebagian cekernya 🤭
total 16 replies
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Saatnya bermain juna 😆 saat nya kasih therapy shock sama Nova dan axel. selama ini mereka terlalu meremehkan kamu, jadi kamu harus bisa masuk kedalam permainan mereka dan mengendalikan mereka. kalau mereka mau mengajak NEO Group bekerjasama, maka Nova harus main bersih dalam kompetisi babak ke tiga. jangan smapai Nova main kotor untuk mendapatkan kursi Direktur 🤭 selama ini mereka selalu meremehkan kamu, maka sekarang saatnya membalas perlakuan mereka sama kamu jun.
Eka ELissa
syok nanti Nova pas liht CEO itu...Juna...
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
pretttt! padahal kamu juga menikmati lho hel 😆 iya kan? kalau enggak menikmati, kenapa kamu diam tanpa mengadakan pemberontakan saat juna menerobos masuk 😆 bibirmu bilang jangan, tapi hati dan otakmu mempersilahkan...bener2 betina kang bohongg 😆
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
ihhhhh jangan diam saja hel! balasss cepat balass 🤣 kalau kamu di belitt, belitt balik. Sedotttt balik hel 🤣 kalau perlu dobrak sekalian smapai Juna kagak ada kesempatan untuk nafas 🤣 jangan lemahh hel! tunjukkan pesonahmu 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!