Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:113.2k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resah!

Malam merayap pelan menyelimuti kediaman dua lantai yang sepi itu. Udara dingin berhembus pelan dari luar, beradu dengan ketenangan kamar utama yang terasa semakin hampa. Alexa benar-benar sendirian. Di atas tempat tidur, ponselnya tergeletak tanpa layar yang menyala, tidak ada satu pun panggilan atau pesan masuk, baik dari orang tua, kerabat, apalagi teman.

​Alexa tidak lagi merasa terpukul. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya duduk di meja kerja, menggoreskan pulpen di atas kertas, menyusun rencana detail untuk masa depannya bersama sang buah hati di Swiss nanti.

​Tok, tok, tok.

​Ketukan pelan di pintu memecah konsentrasi Alexa.

​"Masuk," sahut Alexa tenang seraya menutup buku catatannya.

​Pintu terbuka mendadak, memperlihatkan seorang pelayan muda bernama Lola yang melangkah masuk sambil membawa nampan berisi semangkuk sup hangat, nasi, dan segelas air. Lola menundukkan kepalanya dalam-dalam, bersikap sangat sopan. Namun, dari raut wajahnya yang kaku dan gerak-gerik tubuhnya yang tegang, Alexa dapat membaca dengan jelas rasa tidak suka yang tersimpan di sana.

​Alexa paham betul alasan dibalik sikap itu. Dulu, ia sering membentak Lola, menuntut hal-hal yang tidak masuk akal, bahkan tak segan melempar barang jika pelayan itu melakukan kesalahan kecil.

​Lola meletakkan nampan di atas meja dengan hati-hati. "Makan malam Anda sudah siap, Nyonya. Saya membawakannya ke kamar karena Bi Maya bilang Anda kelelahan untuk turun ke ruang makan."

​"Terima kasih banyak, Lola," balas Alexa pelan.

​Lola membungkuk pendek, hendak berbalik cepat untuk keluar. "Kalau begitu, saya permisi dulu, Nyo—"

​"Lola, tunggu sebentar," potong Alexa.

​Tubuh pelayan muda itu seketika membeku. Rasa panik memancar di wajahnya. Apakah ada yang salah dengan makanan ini? Apakah ia baru saja melakukan kesalahan?.

​Sebelum Lola sempat panik lebih jauh, Alexa bangkit berdiri secara perlahan, menopang pinggangnya yang besar, lalu mendekati pelayan itu. Tanpa diduga, Alexa mengulurkan tangannya dan menggenggam jemari Lola yang dingin.

​"N-Nyonya?!" Lola terperanjat, matanya membelalak kaget. Ia nyaris berteriak dan menarik tangannya refleks, namun genggaman Alexa terasa hangat dan tidak mengintimidasi.

​"Maafkan aku, Lola," ucap Alexa tulus. Iris mata birunya menatap lurus ke dalam mata pelayan muda itu tanpa ada keangkuhan.

​Lola membisu, tenggorokannya mendadak kaku. "Nyonya... bicara apa?"

​"Aku minta maaf atas semua perbuatanku di masa lalu," lanjut Alexa dengan suara serak namun teratur.

"Aku tahu aku sering bersikap jahat pada kalian di rumah ini. Aku sombong, kasar, dan bertindak seenaknya."

​Alexa menghela napas pendek, mengulas senyum tipis penuh penyesalan. "Apa yang kalian bisikkan tentangku dulu... itu tidak salah. Aku memang seorang perebut laki-orang. Aku merebut Lucas dari Bibi Catherine dengan cara yang licik. Aku pantas dibenci."

​Ruangan itu mendadak menjadi sangat hening. Lola menatap majikannya dengan tatapan tak percaya. Kata-kata jujur yang keluar dari mulut Alexa menghantam naluri kemanusiaannya. Tidak ada nada sarkastik, tidak ada jebakan. Hanya ada kerendahan hati dari seorang wanita hamil yang tampak sangat lelah dengan dosanya sendiri.

​Perlahan, mata Lola berkaca-kaca. Pelayan muda itu menundukkan kepalanya, kali ini bukan karena takut, melainkan rasa bersalah yang mendadak menyeruak.

​"Nyonya... jangan bicara seperti itu," bisik Lola, air matanya menetes membasahi pipi.

"Saya... saya juga minta maaf, Nyonya."

​Alexa menatap Lola bingung. "Kenapa kamu yang minta maaf?"

​Lola mengusap air matanya dengan lengan baju. "Bagaimana pun juga, saya hanya seorang pelayan di rumah ini. Tidak sepantasnya saya dan yang lainnya membicarakan Nyonya di belakang, apalagi mengatai Nyonya dengan sebutan seperti itu. Kami sangat tidak sopan dan tidak profesional."

​"Kalian hanya menyampaikan kebenaran, Lola. Aku yang salah dari awal," bisik Alexa lembut, mengelus punggung tangan Lola untuk menangkannya.

​Lola menggelengkan kepala kencang. "Tidak, Nyonya. Kami yang salah karena bertindak lancang. Maafkan kami... Tolong jangan menyalahkan diri Anda sendiri seperti ini, apalagi dalam kondisi hamil tua."

​Alexa tersenyum hangat, merasa satu beban mengganjal di hatinya perlahan terangkat. "Terima kasih, Lola. Berarti kita sudah saling memaafkan, ya?"

​Lola mengangguk cepat seraya menyapu sisa air matanya, lalu mengulas senyum canggung.

"Iya, Nyonya. Terima kasih banyak. Kalau begitu... saya permisi ke bawah dulu. Jangan lupa dimakan sup nya selagi hangat."

​"Baik. Terima kasih lagi, Lola."

​Setelah pintu kamar kembali tertutup rapat, Alexa berjalan pelan menuju meja makan. Tangannya menarik kursi dan ia duduk di sana.

​Ia memandangi mangkuk sup dan nasi di hadapannya. Berbagai kejadian hari ini mulai dari percakapannya dengan Lucas di rumah sakit, pertemuannya dengan Ben, hingga permintaan maafnya pada Lola membuat selera makannya hilang sepenuhnya. Tenggorokannya terasa sempit, dan perutnya mual hanya dengan melihat bau makanan.

​Namun, di saat yang sama, sebuah tendangan pelan terasa di perut bagian bawahnya.

​Duk.

​Alexa menunduk, mengusap perutnya yang besar dengan tatapan sendu.

​"Kamu lapar ya, Sayang?" gumam Alexa lirih pada bayinya.

​Ia mengambil sendok dengan tangan yang sedikit gemetar. Rasa tidak nafsu makan itu begitu kuat, tetapi rasa bersalah pada bayinya jauh lebih dominan. Di kehidupan lalu, ia terlalu egois hingga mengabaikan nutrisi dan kesehatan janinnya sendiri hanya demi mengejar pria yang tidak menginginkannya. Kali ini, ia tidak boleh gagal lagi.

​"Mama harus kuat," bisik Alexa pada dirinya sendiri.

"Demi kamu."

​Dengan memaksakan diri, Alexa menyuapkan satu sendok nasi dan sup hangat ke dalam mulutnya. Ia mengunyahnya secara perlahan, menelan setiap suapan dengan susah payah meski rasanya hampa. Satu suap, dua suap, hingga setengah porsi makanan itu berhasil masuk ke dalam perutnya.

​Setelah meneguk segelas air hangat sampai habis, Alexa menyandarkan tubuhnya pada kursi, menghela napas panjang penuh kelelahan namun disertai rasa lega yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

​Di tempat lain, di dalam sebuah kamar hotel mewah di kota Sydney, Lucas Damarion Clinton berdiri mengamati pemandangan malam kota dari balik jendela kaca yang menjulang tinggi.

​Pria itu memegang ponsel di tangannya. Layar ponsel itu menampilkan nama kontak Ben. Lucas baru saja menyelesaikan panggilan singkat untuk memastikan Alexa sudah tiba di rumah dengan selamat.

​"Nyonya Alexa sudah berada di kamar, Tuan. Beliau terlihat sangat tenang dan... berbeda dari biasanya," ujar Ben di telepon tadi.

​Lucas menyilangkan tangannya di dada, mata abu-abu gelapnya menatap kosong ke arah deretan gedung bertingkat. Jawaban Ben bukannya membuat hatinya tenang, melainkan semakin memicu rasa gelisah yang aneh.

​Bayangan raut wajah Alexa yang tenang, suara lembutnya saat meminta perceraian, dan tatapan mata birunya yang tidak lagi memancarkan obsesi terus berputar di kepala Lucas. Pria yang biasanya irit bicara dan berhati dingin itu kini merasakan kecemasan yang mendalam, sebuah rasa takut kehilangan yang mendadak hadir tanpa diundang.

Bersambung...

Selamat membaca.🥰

1
mery harwati
Ini kopi online bwt author, gak usah terlalu dipikirkan dikomenin drama ikan terbang, ikan buntal, ikan listrik, tetep semangat untuk semua karya novelmu Thor 💪❤️
mery harwati
Televisi drama ikan terbang? Ngapain ditonton klo udah tau bertele tele alur ceritanya, ada² saja pola pikir penonton drama ikan terbang dibawa bawa ke novel yang tiap readers punya imanjinasi berbeda beda
Simple aja cara berpikirnya, klo beranggapan alur novel bertele tele, jangan dibaca lagi, beres urusan kan
Pun sama klo nonton drama ikan terbang, udah bertele tele tetep aja ditonton
🤣🤣 aneh tapi nyata
Mita Paramita
novel ini bagus ceritanya seru dan cerita ny jelas sat set🔥🔥🔥 semangat Thor 😍
mery harwati
Ini kopi online masih ngebul panas bwt author yang udah meluluskan permintaan readers Chaterine bundir, Jordan dibunuh, giliran Seina belum dikasih karma apa yang paling pas bwt Seina setelah menyiksa fisik & mental Alexa bertahun tahun, ditunggu karma bwt Seina ya thor 😍
mery harwati
Lha gimana ceritanya author nyuruh readers takziah, malaikat aja males nanya sama Catherine kok 🤣
Kecuali malaikat pencabut nyawa, semangat ketemu Catherine 😛
mery harwati: Kasihan? Kasih apa ya? Kasih kematian udah pas itu bwt Catherine 😀
total 2 replies
Dessy Rinda
mau dong kak kisah ttng papi orlando n mami esmeralda,judulnya apa?
It's me Ri🥕: Tunggu novel ini tamat ya kak biar pembaca juga ga bingung mau naca yang mana🙏
total 1 replies
Wulan
kayak ny gak deh kak ,, malahan kek ny crita Catherine yg knak azab terlalu singkat ,, trlalu cpt kak Author buat Dy makniknat ( meninggoy ) mau ny buat lbh panjang lg penderitaan ny 🤭🤭
happy mom's
Bagus koq thor yang penting jgn telat update j
Dewi Anggraeni
Nggak kok Thor 👍, bagus jalan ceritanya 👍
Elina thea
gimana rasanya Catherine...rasanya sakit kan,makanya kalo mau hidup tenang jangan ganggu hidup orang lain...jadi, sekarang rasakan sendiri kehancuranmu.
Dwi Agustina
Udah bagus gini koq,dah abaikan saja komen kyk gt,selera org beda2 tp karya org jg kan beda2 tgt idaya imajinasi masing2,kl kritik membangun y gpp tp ttp jd diri sdr💪💪💪
It's me Ri🥕: Thanks yaa🙂
total 1 replies
Dewi Anggraeni
kau menuai hasil dari perbuatanmu selama ini
mery harwati
Awal keluarga Ebera yang semrawut, hasilnya amburadul 🤣
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Lucas anak keras kepala 🫡🫡🫡 kasian Alexa jadi bingung yg gak tau apa apa 🤣🤣🤣
Dessy Rinda: mdh2an alexa gak sepupuan sm lucas ya
total 2 replies
Adi Sudiro
enak gak Siena.... enak dong... manis lah ya rasanya!.... 🤭🤭🤭
It's me Ri🥕: Kayaknya seneng bener ya Siena dapat karma 🤭😭
total 1 replies
Adi Sudiro
bahkan binatang lebih bermoral dari pada mereka cih menjijikkan
falea sezi
sinetron ikan terbang amat🤣🤣 bertele tele
It's me Ri🥕: Perasaan baru kakak yang ngomong begini, soalnya banyak yang bilang to the point, tidak ada bertele-tele kak. Tetapi tidak apa-apa, lain kali author akan lebih baik buat nulis novel yang tidak bertele-tele lagi, terimakasih atas dukungannya 🙏
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 bodoh gk ada buku nikah ngapain cerai ya pergi aja tolol
falea sezi
nah tegas gk menye menye👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!