Indonesia
NovelToon NovelToon
TIRAKAT 6

TIRAKAT 6

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata.

(SERI KE 6 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)

Perjalanan hidup seorang lelaki bernama Zaki tak semulus dan semudah kelihatannya. Semenjak kematian kedua orang tua kandungnya, Zaki menjalani kehidupan yang cukup berat. Dirinya haru melanjutkan hidup sebagai seorang lelaki yang normal. Namun di sisi lain, dirinya juga hidup dalam TIRAKAT yang tak biasa. Sampai akhirnya takdir membawanya berjumpa dengan tambatan sejati hatinya.

Bagaimana kisah hidup Zaki?
Dan siapakah tambatan hati Zaki yang sejati itu?

SELAMAT MEMBACA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
.
.
.
DISCLAIMER‼️

Apabila ada kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, ritual, budaya, dan laku tirakat tertentu dengan para pembaca sekalian, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 HASRAT LIAR SANG PEREWANGAN

Mendengar jawaban telak dari tuannya, Sekar Mayang nyatanya tak mau menyerah begitu saja.

Meski sebagian besar energi gaibnya baru saja terhisap habis oleh dominasi aura sang tuan, perewangan itu justru melancarkan serangan godaan yang jauh lebih gila.

Namun... bukan melalui gerakan erotis tubuh gaibnya.

Bukan pula dengan melucuti helaian kain yang membalut tubuhnya.

Melainkan lewat untaian kata yang membius.

Masih dalam posisi terperangkap, di mana kedua lengan Zaki mengunci erat pinggangnya, tubuh Sekar Mayang memutar perlahan.

Kini, punggung wanita gaib itu bersandar di dada tuannya. Jemari lentiknya merayap, mengusap lembut punggung tangan Zaki yang masih melingkar di perutnya.

Lalu... bibir merahnya membisikkan sesuatu. Suaranya mengalun sangat lembut, merdu, namun penuh bisa.

"JIKA KAU INGIN HIDUP BERSAMA NISA KELAK, MAKA KAU HARUS MELEPAS IKATANMU DENGANKU..."

"BUKANKAH SELAMA INI AKU YANG SELALU MENEMANIMU DALAM SEPI?"

"BUKANKAH WUJUDKU INI YANG DITITIPKAN OLEH KEDUA ORANG TUAMU UNTUK MENJAGAMU?"

"BUKANKAH... SELAMA INI KAU MERASA BAHAGIA BERSAMAKU, ZAKI?"

Zaki hanya diam. Bibirnya terkatup rapat.

Wajahnya kini bertumpu tepat di atas pundak kiri Sekar Mayang.

Dari jarak sedekat ini, panca inderanya disuguhi pemandangan kulit pundak dan leher sang perewangan yang putih mulus tak bernoda, membayang di balik helaian rambut hitam panjangnya yang tergerai.

Hawa di sekitar mereka kian memabukkan, disesaki semerbak aroma bunga kantil merah yang menguar pekat dari tubuh Sekar Mayang.

Dan tentu saja... sudut mata Zaki bisa menangkap dengan sangat jelas siluet lekuk tubuh serta belahan dada milik Sekar Mayang dari posisinya saat ini.

Sungguh, andai laki-laki biasa dengan iman yang ala kadarnya saja berada di posisi ini, disuguhkan sosok lelembut semenggoda Sekar Mayang... bisa dipastikan ia akan langsung terjerembab ke dalam kubangan hawa nafsu gaib yang mematikan.

Namun... sekali lagi, Zaki membuktikan mutlaknya kodrat semesta.

Ia memamerkan dengan angkuh bahwa kedudukan bangsa manusia, sang khalifah bumi, berada jauh di atas derajat bangsa lelembut—bahkan dari entitas sekelas perewangan sekalipun.

Zaki akhirnya bersuara.

Nadanya begitu tenang dan pelan, namun efeknya terasa bagaikan tetesan bongkahan es yang menusuk kulit pundak Sekar Mayang, merayap dingin hingga ke ulu hatinya.

"Iya... Memang kaulah yang selama ini menemaniku...."

"Memang kaulah yang dititipkan padaku oleh Bapak dan Ibu...."

"Dan aku... memang bahagia bersamamu selama ini...."

"Tapi...."

Zaki menggantung kalimatnya. Ia menahan senjata pamungkasnya, sengaja memutarbalikkan permainan psikologis untuk menyerang balik ego Sekar Mayang. Ia memancing perewangan itu agar terbakar rasa penasaran.

Dan benar saja... Sekar Mayang seketika terpancing.

"Tapi? Tapi apa, Tuanku sayaaang?" desaknya manja.

Tangan kanan wanita gaib itu menahan lengan Zaki agar tetap merengkuh tubuhnya dari belakang, sementara tangan kirinya terulur ke belakang, membelai mesra rahang dan pipi pemuda itu.

"TAPI... JIKA AKU HARUS MEMILIH... AKU AKAN TETAP MEMILIH NISA DARIPADA DIRIMU, SEKAR MAYANG...."

Gerakan jemari lentik Sekar Mayang mendadak kaku.

Belaian lembutnya terhenti seketika, membeku tepat di pipi kiri Zaki.

Zaki tersenyum penuh kemenangan di dalam hati, merasa ucapan telaknya telah meruntuhkan ego sang perewangan.

Akan tetapi... manuver yang jauh lebih gila dan di luar nalar kembali dilancarkan oleh Sekar Mayang.

Secara tiba-tiba, Sekar Mayang memutar paksa tubuhnya, melepaskan diri dari rengkuhan lengan Zaki. Kini ia sepenuhnya menghadap pemuda itu, memamerkan raut wajah gaibnya yang berkali-lipat lebih menggoda, nyaris bersentuhan dengan wajah Zaki.

Sekar Mayang menatap tajam langsung ke dasar kornea mata Zaki.

Sepasang bola matanya yang berwarna merah cerah kini menyala terang, seakan siap menelan kewarasan siapa pun.

Tatapan wanita gaib itu lalu turun, mengunci bibir Zaki yang terkatup rapat.

Perlahan, jemari lentiknya terulur, mengusap belahan bibir pemuda itu dengan belaian yang luar biasa erotis...

Bersamaan dengan itu... ia sengaja mencondongkan tubuh, menempelkan puncak buah dadanya tepat ke dada Zaki.

Sekar Mayang berbisik, memancarkan resonansi gaib yang sangat merdu, lembut, dan mematikan.

"BENARKAH KAU AKAN LEBIH MEMILIH NISA DARIPADA AKU?"

"BENARKAH KAU RELA MELEPASKU SEBAGAI PEREWANGANMU?"

"PADAHAL... AKU BISA BERKALI-KALI LIPAT MEMBERIKAN KEPUASAN UNTUKMU, TUANKU SAYANG...."

Sekar Mayang sangat yakin, permainan gila gaib tingkat tinggi ini pasti akan merontokkan sisa-sisa keteguhan batin tuannya.

Akan tetapi... perkiraannya meleset total.

Alih-alih memalingkan wajah atau tergoda, Zaki justru membalikkan keadaan. Ia menantang balik godaan maut itu tanpa ampun.

Tangan kanannya mencengkeram lembut pinggul sang perewangan, sementara tangannya yang lain merayap turun menyusuri punggung wanita gaib itu, dan perlahan merosot membelai lekuk pahanya.

Tepat saat Sekar Mayang terkesiap oleh sentuhan tak terduga itu, Zaki menyeringai tipis dan mendesis tajam.

"AKU TIDAK AKAN PERNAH TERGODA OLEHMU, SEKAR MAYANGKU.... AKU MANUSIA, DAN KAMU BANGSA LELEMBUT. AKU ADALAH TUANMU, DAN KAMU HANYALAH PELINDUNGKU... PAHAM?!"

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
yang sekelas Nisa punya 2 perewangan 3 sama punya haruma saja perjuangan melawan santet kiriman yuli apalagi yg orang biasa ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Ada pepatah yang terkenal dari dulu, Kak:

"Semakin tinggi pohon kelapa, semakin kencang angin yang menerpa."

Mungkin itu pepatah yang sesuai sama kondisi kebatinan dan kemampuan Nisa yang sekarang. Kalau di awal-awal seri, Nisa kan cuma menghadapi bangsa lelembut kelas rendah (sosok Gilang misalnya). Nah, sekarang yang dihadapi adalah rasa dendam dari manusia yang bersekutu dengan iblis.
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Ohh seperti itu ya serem juga ya dua santet kutukan tsb
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: klo nggak baca karya ini aku mana tau yg namanya santet
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
6 tahun di waktu yg sama

Zaky ke jakarta bwt menghapus trauma masa lalu.
Dan Yuli ke kota udang bwt memupuk dendam.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Berburuk sangka pada manusia saja tidak dianjurkan, apalagi berburuk sangka pada Tuhan, yulll.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
astaga yullll barbar skali, udah kek preman cewek
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
wkwkwk asyuuu wong cerbon


aku yg tau kota itu, msh suka kaget klo ngomong sama orang sana, intonasi nya tinggi trs klo ngomong
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 🤭🤭🤭

Makanya saya juga nulis dialognya natural aja, Kak... Wkwkwk... Biar terasa semirip mungkin sama kondisi nyatanya...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Cirebon kota yang biasa disebut sebagai kota udang, kota nya sunan gunung jati.

Jangan jangan Yuli turun mobil nya di terminal harjamukti.

Selamat Datang di Cirebon Yuli.
Irman
kesedihan yang datang berturut-turut untuk Yuli...😢
semangat yul💪💪
Irman: rasanya sakit hati ini, ka othor sukses buat pembaca serasa masuk dalam cerita... 👍👍👍
total 2 replies
Irman
aku juga pasti sedih jika d posisi keluarga Wiwi,,,😢
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak Irman...

Saya juga pas menulis naskah BAB ini, benar-benar meresapi bagaimana rasanya kalau saya yang jadi Yuli... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh sadissss

seperti itu ya orang klo udah ketutup dendam. sumpah serapah nya ngerii
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak...

Sebenarnya, dari semua seri TIRAKAT yang aku tulis, TIRAKAT 6 ini yang akan paling banyak pesan moralnya buat para pembaca, buat saya juga...

Pesan moral tentang rasa cinta, pengorbanan, dendam, amarah, kasih sayang, dan keluarga... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nggak cinta Zaky ke Wiwi tulus... itu knpa dia mengabaikan omongan mbah joyoo

yuli juga jngn terlalu menjudge zaky biar gimana pun zaky juga yg paling sangat terluka dan trauma, Zaky udah kna Karma nya. jangan ditambah lgi dgn saksi kmu yull
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Siap, Kaaak... 🥰🥰🥰

Semoga nggak bosen-bosen ya Kak bacanya... hehehe...

Insya Allah, rencana saya buat TIRAKAT ini, The Last Chapternya ada di TIRAKAT 9.
total 3 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh Zakk ada yg nangis darah kna keegoisan kmu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Ohh si mbok juga jadi korban ya? pantes Yuli dendam.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak... Karena Si Mbok pas hari dimana tragedi itu terjadi, beliau juga ada di dapur yang sama dengan Dek Wiwi... Hanya saja tidak banyak diekspos keberadaan Si Mbok, fokusnya memang ke Zaki dan Dek Wiwi saja...

Bahkan Yuli, Kakaknya Dek Wiwi pun, dari awal kisah pertemuan Zaki-Dek Wiwi, dirinya sama sekali nggak muncul satu dialogpun.

Sengaja baru dimunculkan sekarang... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh dendam kna mungkin mikir gara-gara zaky ngeyel dek wiwi jadi korban kali ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: TEPAT!!! 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Setiap orang ada ujian nya masing-masing Zak... ada nya ujian itu kna kita mampu melewati nya. Ujian kamu, ujian Nisa berbeda kna kekuatan N kemampuan kalian juga berbeda, yg terpenting jngn lupa tetap bersyukur N bersabar ya Zakk

( duhh aku komen apa sihh) next aja ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 🥰🥰🥰

Komen Kakak bisa jadi Quote of The Night, nih... Mwehehehe...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Aku lupa Sekar Arum masa lalu nya. klo Dayang putri sama sekarang mayang aku inget masa lalu mereka. perewangan Haruma ini ada pernah di bhs di Tirakat sblom nya kah
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: ohh itu iya iya aku inget terimakasih udah diingatkan kak
total 7 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Seperti Tirakat nya, Cinta Nisa ke Zaky juga nggak kaleng kaleng. 6 tahun menunggu, bukan mencari tapi menunggu tanpa berburuk sangka. klo jaman sekarang ada kah Seperti Nisa?
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Mungkin ada... Tapi... Sejuta banding satu kayaknya, Kak... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Tirakat nya Nisa nggak kaleng kaleng Zakk... bukan waktu yg sebentar tapi waktu yang lama, wajar klo nisa bisa seperti itu.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Nggak kebayang gimana kalau seandainya saya beneran jadi Zaki, terus lihat istri sendiri kayak begitu...

Wah... 🤨🤨🤨
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Semangat sembuh Zakk, tenang obat yang sesungguhnya udah kamu miliki
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Nisa ketempelan sekarang mayang kek nya wkwkwk jadi nggak pasif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!