Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Di Tangan Sahabat

Jodoh Di Tangan Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik kesederhanaan hidupnya, Reyna tak pernah menyangka takdirnya berubah hanya karena seikat bunga pengantin. Di pernikahan sahabatnya, Reyna yang merasa minder justru menjadi pusat perhatian saat bunga yang dilempar Agnia mendarat di tangannya, dan kejadian konyol itu berlanjut dengan aksi perjodohan mendadak di atas pelaminan dengan seorang pria yang tidak Reyna kenal.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Reyna? Siapa pria yang dijodohkan dengan Reyna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Terlalu Berlebihan

Reyna dan Mbak Maya seketika mematung di tempat. Mata Mbak Maya bahkan membelalak lebar, sementara mulutnya sedikit terbuka karena tak percaya dengan apa yang baru saja disaksikannya.

​"A-astaga... Reyna! Kamu lihat itu?" bisik Mbak Maya heboh sambil menepuk-nepuk lengan Reyna agak kencang.

​Reyna yang tak kalah terkejut hanya bisa berkedip beberapa kali, mencoba mencerna pemandangan yang baru saja berlalu. "I-iya, Mbak... Clarissa naik mobil mewah...,"

​"Gila! Itu mobil harganya pasti mahal, Rey! Anak magang bawa mobil mewah kelas atas gitu?" seru Mbak Maya pelan.

Lalu, Mbak Maya menepuk jidatnya sendiri. "Pantesan pakaian dan perhiasannya kelihatan beda banget, ternyata dia anak orang kaya raya yang cuma butuh pengalaman magang! Aduh, Bu Sandra tahu nggak ya kalau anak magang yang dia bentak-bentak tadi itu ternyata anak sultan?" lanjut Mbak Maya.

​Reyna tertawa kecil melihat kepanikan dan kekagetkan Mbak Maya yang kocak. Namun di dalam hatinya, Reyna menyimpan sebuah kepasrahan yang teramat dalam. Dunia terasa begitu timpang, ada orang yang bekerja keras setengah mati hanya demi membayar sewa kontrakan murah dan makan biskuit sisa, sementara ada orang lain yang hidup dalam kelimpahan tanpa perlu pusing memikirkan uang receh.

​"Sudah lah, Mbak Maya. Mau kaya atau sederhana, yang penting Clarissa mau belajar dengan baik," ujar Reyna pelan seraya tersenyum tenang.

​"Aduh, Reyna... Kamu itu memang ya. Ya sudah, ayo kita pulang," ucap Mbak Maya mengusap bahu Reyna.

​Reyna dan Mbak Maya pun berjalan menuju deretan sepeda motor yang terpapar terik matahari seharian, Reyna menghampiri motor matic tua miliknya yang catnya sudah memudar.

Dengan sabar, Reyna menunggangi motor itu, menyalakan mesinnya yang berbunyi kasar dan mulai membelah kemacetan sore kota Bandung menuju kontrakan petaknya yang sempit.

.

Keesokan harinya, sinar matahari pagi membiaskan cahaya hangat di atas aspal kota Bandung yang mulai dipadati oleh lalu lintas kendaraan. Reyna terbangun tepat waktu, merapikan kontrakan sempitnya dengan cekatan, lalu bersiap untuk pergi ke kantor.

​Mengendarai motor matic tuanya yang mengeluarkan suara mesin berisik, Reyna membelah kemacetan kota hingga tiba di pelataran parkir kantor tepat pukul 07.45 pagi. Ia memarkirkan motornya di bawah pohon rindang, merapikan kemejanya, lalu berjalan menuju ruang administrasi di lantai satu.

​Suasana ruangan masih sangat sepi, hanya ada Mbak Maya yang sedang menyeduh teh hangat di pantry dan Mas Doni yang fokus menatap layar monitornya. Reyna meletakkan tas ransel lusuhnya di atas kursi kerja, lalu menyalakan komputer tua yang berbunyi nyaring sebelum siap digunakan.

​Baru saja Reyna hendak membuka map arsip verifikasi data gudang, suara pintu kaca ruangan terdorong pelan. Clarissa melangkah masuk dengan senyuman terkembang manis di wajahnya.

Pagi ini, gadis itu tampil sangat anggun menggenakan blouse warna krem lembut dan celana kulot hitam yang tampak mahal. Di tangan kanannya, ia memegang sebuah tas kertas berukuran sedang bertuliskan logo sebuah toko roti bertaraf internasional yang terkenal di pusat perbelanjaan mewah Bandung.

​"Selamat pagi, Mbak Reyna! Pagi Mbak Maya, Mas Doni!" sapa Clarissa riang dengan nada suara yang sangat sopan dan hangat.

​"Pagi, Clarissa. Awal sekali datangnya hari ini," jawab Reyna membalas senyuman gadis itu dengan tulus.

​Clarissa berjalan mendekati meja kerja Reyna. Tanpa canggung sedikit pun, ia meletakkan tas kertas besar itu tepat di samping monitor Reyna, lalu mengeluarkannya satu per satu.

Di atas meja Reyna kini terhampar dua buah kotak transparan berisi aneka croissant keju beraroma mentega yang sangat wangi, beberapa kue susu lembut, serta dua cangkir kopi latte hangat di dalam kemasan take away berbahan tebal.

​Reyna tertegun menatap sajian makanan mewah di atas mejanya, dahinya berkerut cemas. "Loh, Clarissa... ini makanan apa? Banyak sekali?"

​Clarissa terkekeh pelan seraya membetulkan letak tali jam tangan mewahnya, "Ini cemilan untuk Mbak Reyna. Kemarin Mbak Reyna sudah sabar banget mengajari saya dari awal, padahal pekerjaan Mbak sedang menumpuk karena mau persiapan audit. Aku bingung mau balas kebaikan Mbak Reyna pakai apa, jadi tadi sebelum ke kantor, aku sempatkan mampir ke toko roti langganan untuk belikan ini," jawabnya.

​Mbak Maya yang baru keluar dari pantry langsung menghampiri meja Reyna dengan mata berbinar-binar melihat tumpukan roti mahal tersebut.

"Ya ampun, Clarissa! Ini kan roti dari bakery ternama di Paskal! Satu bijinya saja harganya sama dengan jatah makan siangku dua hari!" seru Mbak Maya terperanjat.

​Clarissa hanya tersenyum rendah hati, lalu menggeser satu kotak kue ke arah Mbak Maya dan Mas Doni. "Mbak Maya dan Mas Doni juga harus makan ya, tadi qku beli banyak kok untuk dimakan bersama," ucap Clarissa.

​"Aduh, Clarissa... terima kasih banyak ya. Tapi, ini terlalu berlebihan. Mengajari kamu itu sudah jadi bagian dari tugas saya di sini, kamu tidak perlu repot-repot membelikan seperti ini," ujar Reyna merasa sungkan, ia tahu betul total harga makanan di depannya mungkin setara dengan seperempat uang makan bulannya.

​"Nggak repot sama sekali, Mbak Reyna. Aku justru senang kalau Mbak suka. Anggap saja ini ucapan terima kasih tulus dari aku karena punya senior sebaik Mbak Reyna," balas Clarissa hangat, tatapan matanya menunjukkan penghargaan yang amat besar pada ketulusan dan kesabaran Reyna.

​Reyna akhirnya tersenyum haru dan mengangguk, "Terima kasih banyak ya, Clarissa. Nanti kita makan sama-sama saat jam istirahat ya," ucapnya.

​"Siap, Mbak Reyna! Nah, sekarang kira-kira apa lagi yang bisa saya bantu atau saya pelajari hari ini?" tanya Clarissa penuh semangat seraya menarik kursi kerjanya dan bersiap membuka catatan.

​Melihat semangat Clarissa, rasa lelah Reyna seketika menguap. Sepanjang pagi hingga menjelang siang, Reyna dengan sabar membimbing Clarissa membedah kode-kode transaksi kain impor, mengajari cara mencocokkan nota fiskal, hingga mengatur penyusunan berkas di dalam lemari arsip. Clarissa pun terbukti merupakan gadis yang sangat cerdas, ia menyerap semua arahan Reyna dengan cepat tanpa sedikit pun keluhan.

Namun, ketenangan pagi itu tidak bertahan lama. Tepat pukul sebelas siang, pintu ruangan kembali terhempas kasar. Bu Sandra masuk dengan langkah lebar, wajahnya tampak menyiratkan kepanikan dan kekesalan yang mendalam, kacamata emasnya agak melorot di hidung dan ia memegang sebuah bundel berkas tebal bermeterai.

​"Reyna!" teriak Bu Sandra nyaring tanpa peduli pandangan kaget dari staf lain.

​Reyna langsung berdiri dari kursinya dengan sigap, "Iya, Bu Sandra?" tanyanya.

​"Kamu ini gimana sih kerjanya!" maki Bu Sandra seraya menghempaskan bundel berkas itu ke atas meja Reyna hingga menimbulkan suara gebrakan keras, makanan dan cangkir kopi pemberian Clarissa bahkan sampai terguncang.

​"Maaf, Bu... ada masalah apa ya?" tanya Reyna tenang meski jantungnya mulai berdebar kencang.

.

.

.

Bersambung.....

1
Felycia Fernandez
gue lagi nggak pengen pacaran katanya...mungkin langsung nikah kali ya 🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Keisengan belaka ya bagusnya
lia juliati
ayo anton pepet terooooosssss,
falea sezi
lagian krja kantoran masak sepatu pesta satu aja kaga punya 🤣🤣 bloon
falea sezi
bodoh resain lah
Rizky Manik
bagus Anton dekatin aja Reyna,aku liat reaksi Dikta kekmana🤭🤭🤭
lanjut thor
Rizky Manik
meleleh adk pak dokter🤭🤭🤭
Sastri Dalila
🤣🤣
Felycia Fernandez
duuuuh Dikta...kamu bisa bisa buat Reyna baper ...katanya nggak mau pacaran
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
😘😘😘
Syifa Fauziah
so sweet dikta😍
Aidil Kenzie Zie
kok jawabnya terserah sich Dikta biar nggak ada yang curiga ya kalo ternyata ente emang udah ada rasa
Felycia Fernandez
pernah denger sih mie ini,katanya enak banget khas wonosobo
Felycia Fernandez: ntar kk Thor aku cobain kalau ada perjalanan ke daerah sana👍
total 2 replies
lia juliati
bonus 1 update tor😍
lia juliati
bumbu anton seru nih tor😄
Rizky Manik
makin seru ni pdkt antara Dikta sama reyna🤭
lanjut thor
lia juliati
biarin anton deketin Reyna tor.... biar ada bumbunya🤭
Rizky Manik
lanjut thor🙏
Rizky Manik
yakin Dikta gkmau pacaran? jangan2 nnti langsung nikah aja yakan🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!