Indonesia
NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 6

Malam itu, akhirnya kedua wanita cantik membungkus semua tubuhnya dengan kain berwarna hitam, membawa mobilnya menuju ke suatu tempat dengan membawa alat.

Alensky dan Sera, sengaja mengambil jalur belakang universitas Manggala, keluar dari mobilnya dan melihat sekeliling yang sudah sepi seperti prediksi mereka.

"Tembok yang lumayan tinggi" ucap Sera.

"Hem, dan bukan masalah buat kita" sahut Alensky lalu melakukan lompatan ringan hingga tubuhnya bisa melayang tinggi melewati pagar raksasa.

"Tunggu aku" Sera segera menyusul dengan melakukan hal yang sama.

Tiba di dalam sana, Alensky memasang camera canggih itu di beberapa tempat yang diinginkan, sementara Sera memastikan jika semua camera yang terpasang bisa di gunakan dengan baik lewat sebuah ponsel yang terkoneksi.

"Selesai" ucap Sera lalu memberikan dua jempol ke Alensky.

Ada anggukan, dan keduanya segera pergi dalam keadaan aman sentosa.

"Aku berharap apa yang kita lakukan malam ini sangat berguna" Sera me mulai perbincangan.

"Hem, tentu saja, setidaknya menyelamatkan ku dua minggu ke depan tanpa drama ya g berarti" Alensky tersenyum lega.

*

*

Pagi hari yang begitu cerah, kebetulan sekali ada materi kuliah di jam delapan, Alensky segera bersiap dengan penuh semangat, setidaknya hari ini sudah menemukan solusi dari masalahnya.

Memeriksa kembali ponselnya, tampilan layar yang menunjukkan beberapa area di kampusnya.

"Okey, dimana kalian para wanita sialan?" Gumam Alensky dan akhirnya menemukan wanita yang saat ini harus di hindarinya.

Berjalan sedikit cepat, Alensky melihat seorang wanita yang seperti bisanya berjalan terburu-buru.

"Hei tunggu!" Teriak Alensky dan segera mengejar wanita itu.

"Kau Murni?!" Teriakan Alensky segera menghentikan langkahnya, gadis itu diam di tempatnya namun masih membelakangi orang yang memanggil.

Ada anggukan pelan diberikan, Alensky lalu mendekati Murni.

"Jangan dekat-dekat dengan ku" Murni mundur dua langkah, seolah Alensky tidak di perbolehkan berada di dekatnya.

"Okey, kau ingin ke kelas mu?" Tanya Alensky.

Ada anggukan, dan hal itu lebih dari cukup untuk membuat Alensky yakin jika wanita di depannya ini juga pantas untuk di selamatkan.

Rute yang tak biasa, Murni sampai bingung setelah beberapa kali di ajak untuk mengikuti Alensky yang berbelok berkali-kali.

"Apa kamu bisa memastikan tidak ada Meriya dan teman-temannya?" Tanya Murni dengan wajah yang masih menunjukkan kekhawatiran.

"Tentu saja" jawab Alensky dengan senyuman puas di bibirnya, rupanya alat yang dipasangnya sangat berguna, setidaknya membuatnya aman dari huru hara sampai waktu teraman tiba.

Terjadi perbincangan, tentu saja Alensky yang memulai.

"Jadi, apa masalahmu dengan wanita itu?"

Murni menunduk sebelum akhirnya menjawab nya, "Aku mahasiswi miskin yang bisa masuk ke Universitas ini, dan mungkin membuat mereka kesal"

"Farmasi?' tanya Alensky selanjutnya.

"Iya, aku hanya berharap bisa lulus dengan baik dari sini, karena ini satu-satunya kesempatanku untuk memperbaiki ekonomi keluarga"

Alensky mengangguk pelan, paham akan situasi yang di ceritakan oleh Murni yang masih berjalan di sampingnya.

"Lalu apa yang Meriya dan teman-temannya itu lakukan padamu?"

Murni menarik nafasnya pelan sebelum memberikan jawaban, "Mengerjakan tugas mereka"

"Dan kau mau?"

Hanya anggukan yang diberikan, lalu tatapan sendu dan bibir pucat bisa menjelaskan segalanya, Alensky tak mau bertanya lagi, karena untuk saat ini pun dia tak bisa melakukan apa-apa.

Hingga akhirnya sampai di kelas yang di cari, Murni mengucapkan terimakasih dan langsung masuk ke kelasnya, kebetulan sekali di sana juga sudah mulai ramai mahasiswa yang baru saja datang.

Lega, Alensky setidaknya sudah membuat pagi hari seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya, sedikit berdendang saat mulai mencari jalur aman untuk dirinya sendiri.

Saat kakinya tinggal melewati satu belokan lagi, tiba-tiba saja dia di kejutkan dengan sesuatu yang membuatnya kesal, Mobil mewah yang terparkir sembarangan, malang melintang di tengah jalan tepat Alensky sebentar lagi akan melewati jalur amannya.

"Sialan!, siapa sih yang parkir mobil sembarangan disini?!" Kesal sekali dan akhirnya Alensky mengomel.

Tak hanya itu saja, saking kesalnya kakinya bereaksi dengan menendang dan memberikan goresan, beruntung sih sebenarnya, soalnya sesaat tadi ada niat membakarnya, kalau saja dia tak ingat masih ada waktu dan sikap yang harus di jaga.

Tak memperdulikan lagi keadaannya, mau mobil mewah itu lecet ataupun rusak, peduli setan!, Alensky melanjutkan langkahnya.

Akhirnya, ruang kelasnya terlihat juga, Alensky tersenyum lega dan segera berlari kecil untuk masuk kesana.

*

*

Sementara itu, telah terjadi kehebohan di luar sana, rupanya Galen dan Viko yang sengaja ingin mengambil sesuatu dari dalam mobil Naka di kejutkan dengan sesuatu yang membuat mereka berteriak.

"Shit!"

Galen tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"What the hell!"

Viko berteriak tak kalah kencang begitu terkejut melihat goresan panjang dan nyata di mobil Tranaka.

Keduanya sampai geleng-geleng kepala tak percaya, lalu secepat kilat mengirimkan hasil jepretan singkat ke pemiliknya.

"Brengsek!, siapa yang berani melakukan hal itu ha!" Tranaka mengumpat dengan suara cukup keras di dalam sambungan ponsel.

"Aku tidak tau Naka, semua sudah seperti ini saat kita datang" balas Viko yang masih terus mengamati seberapa parah goresan di mobil kesayangan sahabatnya.

Seketika panggilan itu ditutup tanpa permisi lagi, bisa dipastikan yang punya mobil pasti tengah bergegas untuk menghampiri.

Dan benar sekali, beberapa menit kemudian, Tranaka sudah ada disana, geram dan kesal dengan apa yang dilihatnya.

"Siapa orang ini, berani sekali" gumamnya pelan dengan wajah penuh dendam.

"Aku benar-benar tidak tau, memangnya ada masalah apa dengan mu sampai berani melakukan hal ini?" Galen juga masih tidak habis pikir.

"Cctv, aku rasa kita bisa melihatnya dari sana" sahut Viko menemukan sebuah cara.

"Hem" Tranaka segera berbalik pergi, diikuti oleh kedua sahabatnya menuju ke ruang keamanan kampus yang ada di sebrang sana.

Mengetahui siapa yang datang, beberapa security yang berjaga segera menyapa dengan hormat, menanyakan kepentingan Tranaka dan akhirnya membantunya.

Perlahan-lahan, kamera yang ada di sekitaran sana di periksa, mundur beberapa waktu untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya, dan_

"What?!" Galen yang pertama kali terkejut melihat sosok wanita yang tentu saja mereka kenali.

"Dia_, Alensky anak baru itu?" Viko pun berulang kali memutar kembali rekaman itu.

Sedangkan Tranaka masih terdiam dan lebih fokus untuk meng zoom hasil tangkapan layar cctv.

Begitu jelas, begitu terlihat, bahkan kaki itu menendang beberapa kali dan bagaimana goresan lumayan parah itu bisa tercetak di mobil mewah nya.

"Ada masalah apa dia?" Gumam Tranaka yang makin geram saat melihat rekaman saat Alensky sengaja merusak mobilnya.

Menghentikan semuanya, Tranaka lalu keluar tanpa mengucapkan kata-kata, tatapan tajam lurus kedepan.

"Di mana wanita itu sekarang?" Tranaka mulai ber suara dalam langkahnya.

"Di kelas, sebentar lagi mata kuliah pertama hari ini akan di mulai" jawab Galen sambil melihat jam tangan mahalnya yang melingkar di tangan kiri.

Kasih komen dong, buat semangat Author nulis ya, jangan lupa like dan Vote untuk dukungan nya.

1
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
Siti Aisah
sabar-sabar.. tahan nnti ledakan...
Siti Aisah
wah naka kamu pelecehan, mengambil kesempatan dgn alasan satu milier🤣
Siti Aisah
jeng..jeng Siapakah dia ??
Siti Aisah
ternyata alensky sudah tak perawan lgi bibir mu, bayangkan 2x ayo hajar itu pejantan🤭
Siti Aisah
aku mah ga kasian sma alensky.. pasti di hatinya sudah ingin menghancurkan.. kasian mah ci murni menderita nya kamu selalu di siksa😢
Siti Aisah
lanjut... dasar soplak ci alensky😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!