Setelah resmi menjadi janda, Glenca Kailee memilih untuk kembali ke rumah lamanya. Rumah mewah peninggalan orangtuanya. Kedua orangtua Glenca sudah meninggal saat Glenca berusia 17 tahun. Tidak ada yang menyangka jika wanita secantik Glenca akan dibuang begitu saja oleh pria yang menjadi suaminya selama 8 tahun ini. Selama 8 tahun Glenca menjadi istri, Glenca selalu di tuntut untuk segera hamil. Tidak hanya tuntutan, bahkan hampir semua keluarga besar mantan suaminya menyalahkan Glenca yang tidak bisa memberikan keturunan untuk mereka. Masalah sering terjadi di tahun ke 5 pernikahan, mantan suami Glenca sering pulang malam, bahkan setiap akhir pekan ia sering berada di luar kota. Dan setiap Glenca bertanya keberadaannya, bukan jawaban yang Glenca dapatkan melainkan hanya cacian. Hingga pernikahan tersebut masuk di usia ke 8 tahun, dan saat hari jadi pernikahan mereka, mantan suami Glenca justru mengenalkan wanita yang akan menjadi istri keduanya. Dan lagi-lagi 'anak' lah yang menjadi alasan Arya ingin memiliki istri lagi. Tentu saja keinginan Arya di tolak oleh Glenca, namun alih-alih dibela keluarganya. Mereka justru mendukung Arya untuk menceraikan Glenca. Dan Arya dengan kesadaran penuh, menceraikan Glenca dan memilih Larossa untuk menjadi istrinya. Dan hari ini, Glenca kembali kerumah yang pernah ia tinggalkan. Meskipun rumah tersebut kosong, namun selama Glenca tinggalkan ia tetap merawat dan membersihkan rumah tersebut supaya tetap layak huni, karena hanya itu satu-satunya peninggalan orangtuanya. Dan selama menjadi istri, Glenca juga memiliki bisnisnya sendiri. Ia memiliki beberapa produk yang menjadi sumber penghasilannya, jadi meskipun Glenca di buang begitu saja oleh Arya, Glenca masih tetap bisa berdiri diatas kakinya sendiri. Bahkan belum genap 3 bulan perceraian Glenca dan Arya, Arya sudah menikahi Larossa dan membawa Larossa ke rumah yang pernah Glenca tempati saat menjadi istri Arya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
Dan benar saja, Glenca mendapatkan surat panggilan dari kepolisian atas laporan yang telah dibuat oleh mantan suaminya, yaitu Arya. Laporan tersebut berisi tentang penganiayaan yang di lakukan oleh asisten Glenca.
Setelah melihat isi surat tersebut, Glenca menghubungi pengacaranya untuk mendampinginya dan juga Maria dalam pemeriksaan kasus tersebut.
Glenca juga mengirim pesan kepada Maria, untuk tetap tenang. Karena mereka telah memiliki bukti untuk menyangkal laporan yang sudah dibuat oleh Arya dan pengacaranya.
Glenca bersiap untuk menuju ke kantor polisi, ia menggunakan celana hitam panjang dan kemeja putih. Tidak lupa tas dan sepatu yang juga senada dengan pakaiannya hari ini.
Sampai di kantor polisi, Glenca dan Maria di periksa bergantian. Namun yang membuat pengacara Arya terkejut adalah, Maria di periksa tidak lama, bahkan tidak sampai satu jam.
Karena merasa ada yang janggal, pengacara Arya menghubungi Arya secepatnya untuk segera datang ke kantor polisi.
Sementara Glenca di periksa tidak sampai dua puluh menit. Dan saat Glenca keluar dari ruang pemeriksaan, ia melihat Arya dan juga pengacaranya sedang berbicara dari kejauhan.
Emosi dari dalam diri Glenca seketika berapi-api, ia langsung melangkah dengan mantap untuk menemui Arya.
“Arya, lain kali kalau mau melaporkan orang lain, pastikan kamu memiliki bukti yang kuat, bukan hanya uang. Uang yang kamu miliki, tetap akan kalah dengan bukti yang aku punya” ucap Glenca.
“Apa maksud kamu?”
“Kamu bodoh apa emang bodoh? Dan anda sebagai pengacara, di bayar berapa untuk handle kasus ini. Anda melaporkan seseorang bahkan tanpa bukti”
“Jaga bicara anda Bu Glenca!” Ucap pengacara Arya
“Anda yang seharusnya menjaga cara bicara anda!” Sahut pengacara Glenca.
Keduanya seketika bersitegang, namun keduanya dipisahkan oleh polisi yang tidak sengaja melihat mereka sedang adu mulut.
Tidak lama kemudian, Arya di panggil oleh kepolisian. Dan tidak lupa ia juga di dampingi oleh pengacaranya.
Diruangan tersebut, polisi menjelaskan dan memperlihatkan bukti yang dimiliki oleh Maria dan juga Glenca.
Rahang Arya seketika mengeras melihat bukti tersebut, itu artinya ia telah di bohongi oleh Larossa, istrinya.
Pengacara Arya hanya menunduk malu, karena melihat bukti yang sudah diserahkan oleh lawannya.
Dan mulai hari ini, kasus yang di laporkan oleh Arya seketika di batalkan, karena tidak sesuai dengan laporan yang mereka buat.
Arya meninggalkan kantor polisi dengan amarah yang menggebu-gebu, menuju rumah sakit dimana Larossa sedang di rawat.
.
.
“Bu Glenca, terimakasih banyak sudah membantu dan membela saya” ucap Maria
“Maria, kamu gak salah. Tentu aja aku harus bela kamu, dan lagi pula ini bukan masalah besar, karena kita punya bukti yang kuat. Dan semuanya selesai hari ini. Jangan takut ya”
“Terimakasih banyak Bu. Kalau bos saya orang lain, mungkin saya akan menghadapi ini sendirian”
Glenca hanya tersenyum dan memeluk Maria yang terlihat sangat tulus berbicara dengannya.
“Maria, saya sudah melaporkan balik Larossa, jangan hawatir”
“Ibu melawan mereka?”
“Iya”
“Ibu sudah yakin? Bukankah Ibu yang bilang Pak Arya sering curang”
“Iya Maria, tapi kali ini saya sangat yakin karena saya punya bukti”
“Semoga Ibu menang di kasus ini”
Ting! Ponsel Glenca berdering
“Glenca, sibuk?” - Kael
“Maria, kamu bisa kemali kerja, nanti kita lanjutkan ngobrolnya” ucap Glenca.
“Baik Bu, saya permisi”
“Tidak Pak, ada yang bisa dibantu?” - Glenca
“Bagaimana kasis kamu?” - Kael
“Maaf Pak, boleh saya telfon? Karena ceritanya cukup panjang” - Glenca
“Boleh” - Kael
Glenca seketika menghubungi Kael, dan menjelaskan kronologi hari ini. Dan juga laporan balasan untuk Larossa karena membuat laporan palsu tanpa bukti.
“Oh, jadi itu semua cuma drama dari istri barunya mantan suami kamu?”
“Iya Pak”
“I see. Hati-hati Glenca karena kalau mereka bisa membuat laporan tanpa bukti, mereka bisa melakukan yang lain. Tolong update terus ke saya, saya akan bantu kamu kalau ada sesuatu”
“Baik Pak, terimakasih”
“Lanjutkan kerjaan kamu. Kalau ada waktu kita bisa ngobrol di chat”
“Baik Pak”
Tut! Telepon di matikan
Glenca tersenyum tipis setelah telepon di matikan, namun seketika Glenca tersadar apa yang sudah ia lakukan sampai ia harus senyum-senyum sendiri. Kemudian ia menepuk pelan pipi kanan dan kirinya.
“Glenca sadar” ucapnya lirih
Sementara di kantornya, Kael mencari informasi tentang laporan Glenda hari ini melalui orang kepercayaannya. Kael sudah tahu seperti apa Arya, jadi ia merasa jika ia harus melindungi Glenda dari Arya.
.
.
Sampai dirumah sakit, Arya datang dengan wajah merah padam antara malu dan marah karena ulah istrinya.
“Sayang, kamu udan sampai” ucap Larossa
“Iya” jawab Arya dingin
Arya tida jadi membicarakan tentang kejadian di kantor polisi, karena beberapa keluarga istrinya berada di ruangan tersebut.
Arya hanya duduk dan menarik dasi yang terasa mencekiknya.
Namun saat Arya merasa ia perlu menenangkan diri, keluarga Larossa justru bertanya tentang laporan yang sudah ia buat.
“Laporan di tolak karena kejadian sebenarnya tidak seperti yang Larossa ceritakan” ucap Arya
“Maksud kamu apa sayang? Aku bohong? Aku gak bohong!” Triak Larissa
“Tapi itu kenyataannya Larissa!”
“Kamu bentak aku? Gara-gara mantan istri kamu itu? Aku kehilangan anakku gara-gara dia”
Keluarga Larosa mendekati Larossa untuk menenangkannya, dan Arya yang mulai terbawa apa yang dibicarakan istrinya ia kembali luluh.
Arya mendekati Larossa kemudian menenangkan istrinya yang sedang histeris, ia merasa bersalah karena sudah membentak Larossa.
Sementara Larossa, ia memang marah namun bukan kepada Arya tapi kepada Glenca. Larossa mulai memikirkan rencana untuk membalas Larossa.
Di kantor Kael, ia sedang bekerja untuk menandatangani kontrak kerja samanya dengan perusahaan lain sebagai investor.
Tidak lama kemudian Dava masuk dan memberikan beberapa informasi yang diinginkan oleh Kael.
“Ini semua A1” ucap Dava
“Thanks”
“Tentang Glenca kan?”
“Hmm”
“Kamu yakin?”
“Kenapa?”
“Dia janda”
“Dia janda, bukan simpanan suami orang, dia punya bisnis”
“Hanya mengingatkan, karena dia belum tentu bias masuk di keluarga kamu”
“Tenang aja”
“Oke bro. Kalau perlu apapun, kabarin lagi”
Dava meninggalkan ruangan Kael, dan kembali ke ruangannya. Di ruangannya, ia membuka ponsel dan mulai membuka media social untuk melihat akun media social milik Glenca.
Dan ternyata, Catherin sekretarisnya juga mengikuti media social milik Glenca.
“Dunia yang sempit” gumam Dava
Jarinya mulai menggulir layer ponsel yang ia pegang, dari produk dan keseharian Glenca, Dava memperhatikan tanpa ada satu pun yang terlewati.
“Cantik begini kenapa di ceraikan” batin Dava
Ia juga mulai melihat media social milik Arya, mantan suami Glenca. Dan yang mengejutkan, ternyata Arya sudah menikah lagi, dan ia juga mengunggah foto pernikahan keduanya.
Melihat akun media social milik Larossa, ia segera menuju akun tersebut dan mulai mencari sesuatu yang mungkin tidak orang tahu.
Beberapa ruangan apartemen, mobil dengan interior yang sama, lalu beberapa teman Dava yang seorang Casanova juga mengikuti akun media social milik Larossa.
“Menarik” gumamnya
kalau bener" teman yg baik dia akan mendengarkan mu cerita dan gak akan mendesak mu untuk cerita,