Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 06

Davina menatap Ammar dengan mata berbinar penuh kekaguman. “Ternyata otakmu cemerlang sekali, Mas. Sampai hal sekecil itu pun kamu atur dengan rapi. Aku sama sekali tidak menyangka rencanamu sehebat itu.”

“Hahaha... semuanya harus sempurna, Sayang. Tidak boleh ada celah sedikit pun,” jawab Ammar tersenyum bangga.

Namun, beberapa saat kemudian ekspresinya berubah serius. Ammar bangkit dari duduknya dan menatap Davina.

“Sebaiknya kita segera berkemas. Kita harus pergi pagi-pagi sekali. Sesuai perjanjian, pembeli akan menempati rumah ini besok!” ucapnya tegas.

Davina langsung mengangguk. Tanpa membuang waktu, keduanya mulai mengemasi pakaian dan barang-barang berharga yang akan mereka bawa pada beberapa koper besar, lalu semua dimasukkan ke dalam bagasi mobil. Sementara itu, perabotan rumah telah ikut dijual bersama rumah tersebut.

Bahkan truk yang biasa digunakan Alfa untuk mengirim barang pun sudah mereka jual, dan hanya tinggal menunggu pembeli mengambilnya. Tidak ada yang tersisa. Dalam waktu singkat, kehidupan yang dibangun Alfa bertahun-tahun telah berpindah tangan tanpa sepengetahuannya.

Malam berlalu begitu cepat. Setelah beristirahat hanya beberapa jam, Davina kembali bersiap. Ia masuk ke kamar Naima dan mendapati putrinya masih tertidur pulas, sama sekali tidak menyadari kekacauan yang telah terjadi di rumah mereka.

Dengan hati-hati, Davina mengganti pakaian dan diapers Naima. Setelah itu, ia menggendong tubuh mungil putrinya keluar kamar.

“Sudah selesai?” tanya Ammar yang telah menunggunya di ruang depan.

Davina hanya mengangguk. Mereka kemudian keluar menuju mobil Toyota Fortuner yang mesinnya sudah dipanaskan sebelumnya.

Baru saja mobil bergerak meninggalkan halaman, seorang tetangga seberang rumah yang sedang menyapu halaman menoleh dan menghampiri.

“Wah, pagi-pagi sekali sudah mau pergi ke mana, Mas, Mbak? Ada keperluan penting, ya?” tanyanya penasaran.

Ammar memasang wajah yang dibuat seolah-olah cemas dan sedang terburu-buru.

“Begini, Bu. Alfa kemarin mengalami kecelakaan cukup parah. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit di kota sebelah. Kami mau ke sana untuk menengok sekaligus mengurus beberapa hal,” jawabnya cepat.

Sebelum tetangga itu sempat bertanya lebih jauh, Ammar kembali menaikkan kaca jendela. Mobil pun melaju meninggalkan halaman.

Tetangga tersebut masih berdiri sambil menatap kepergian mereka. Dahinya berkerut ketika pandangannya beralih kepada truk milik Alfa yang masih terparkir di pinggir jalan depan gudang.

“Kecelakaan? Kalau Mas Alfa dibawa ke rumah sakit, kenapa truknya masih ada di sini dalam baik-baik saja?” gumamnya bingung.

Namun, ia segera menggelengkan kepala. “Ah, sudahlah. Itu bukan urusanku.”

Ia kembali menyapu halaman tanpa mengetahui bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang terjadi.

.

.

.

Di tempat lain, suasana pagi di rumah orangtua Alfa terasa jauh lebih tenang.

Alfa duduk di teras bersama Pak Ikhsan dan Bu Mala. Malam panjang yang penuh airmata telah berlalu. Kini, mereka harus memikirkan bagaimana kehidupan Alfa setelah kehilangan seluruh aset yang dimilikinya.

“Terus apa rencanamu sekarang, Nak?” tanya Pak Ikhsan sambil menatap putra sulungnya. “Kamu sudah kehilangan semuanya. Apa masih mau bertahan di kota ini atau punya rencana lain?”

Alfa menarik napas panjang. Tatapannya jatuh pada telapak tangannya sendiri. Tangan itulah yang selama bertahun-tahun bekerja keras membangun usaha dari nol.

“Aku belum memikirkannya, Yah,” jawab Alfa pelan. “Tapi aku akan tetap tinggal di kota ini. Aku tidak mau mereka berpikir kejahatan mereka berhasil membuatku pergi.”

“Terus apa yang akan kamu lakukan, Kak?" Ulya menyela dari arah pintu.

"Kamu sudah tidak punya apa-apa sekarang, bahkan tempat usaha pun sudah tidak ada. Jangan memaksakan diri kalau memang belum siap,” sambungnya lantas duduk di teras beton.

Alfa menoleh sambil tersenyum tipis. “Kalau modal harta memang sudah tidak ada, Dek. Tapi kakak masih punya kemampuan dan pengalaman. Kakak bisa mulai dari bawah lagi. Apa saja yang penting halal dan bisa menghasilkan uang akan kakak kerjakan,” jawabnya optimis.

Bu Mala mengusap lengan anaknya dengan lembut. “Ibu bangga mendengarnya, Nak. Soal rezeki, biar Tuhan yang mengatur. Tugasmu hanya berusaha dan jangan menyerah.”

Pak Ikhsan mengangguk. “Benar. Mulai dari nol bukan sesuatu yang memalukan, Alfa. Yang memalukan adalah menyerah setelah dijatuhkan orang lain.”

Beliau menepuk bahu putranya. “Mulailah dari apa yang kamu punya. Dan selama kamu mau bekerja keras, Ayah yakin kamu bisa membangun semuanya kembali.”

Alfa mengangguk mantap, dadanya terasa lebih lapang. Dirinya memang kehilangan harta, tetapi belum kehilangan kemampuan untuk berjuang.

.

.

.

Beberapa hari kemudian, Alfa mulai menjalankan rencananya. Pagi itu dia baru saja bersiap mencari pekerjaan dan peluang usaha ketika ponselnya berdering.

Satu panggilan masuk, lalu disusul pesan lain. Kemudian panggilan berikutnya. Alfa mengernyitkan dahi. Dia segera mengangkat salah satu telepon.

“Selamat pagi, Pak Alfa. Bagaimana untuk pesanan kami? Barangnya kapan dikirim?” tanya seorang pelanggan dari seberang.

Alfa sempat terdiam, kemudian menjawab, “Pesanan apa ya, Pak?”

“Pesanan seperti yang biasa kami ambil dari usaha Bapak. Bukankah pengirimannya minggu ini?”

“Sebentar. Saya tidak pernah menerima informasi soal pesanan itu,” jawab Alfa semakin bingung.

Panggilan tersebut berakhir setelah Alfa meminta waktu untuk mengecek. Belum sempat dia bernapas lega, pesan baru kembali masuk.

[Pak Alfa, mohon kepastian jadwal pengiriman]

Kemudian muncul pesan lainnya.

[Pak, orderan kami kapan dikirim]

Alfa menatap layar ponsel di tangan, keningnya berkerut semakin dalam. Jumlah pesanan yang masuk bukan hanya satu atau dua melainkan beberapa pelanggan dengan nominal puluhan juta.

Padahal sejak semuanya dirampas, Alfa tidak pernah menerima satu pun pemberitahuan mengenai order baru. “Siapa yang menerima semua pesanan ini?” gumamnya.

Dia segera menghubungi salah satu pelanggan lama. “Pak, siapa yang menyetujui pesanan tersebut?”

“Pak Ammar, Pak. Bukankah dia yang selama ini menangani pesanan ketika Bapak keluar kota?”

Jawaban itu membuat Alfa terdiam. Nama itu kembali menghantam ingatannya. Dia mengepalkan tangan. “Baik. Terima kasih informasinya.”

Selesai memutuskan sambungan telepon, Alfa berniat mendatangi rumahnya. Setidaknya dia harus memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengan usaha yang selama ini dibangunnya.

Namun, baru beberapa menit kemudian Alfa tiba di depan rumah, langkahnya langsung terhenti. Dia memandang rumah tersebut dengan tatapan tak percaya. Papan nama yang selama ini terpasang sudah tidak ada. Beberapa barang di halaman pun telah berubah.

Alfa berjalan mendekat dan mencoba membuka pagar, tetapi terkunci. Dia membunyikan bel rumah. Sampai kemudian seorang pria yang sedang membawa kardus keluar dari dalam rumah dan menghampirinya.

“Cari siapa ya, Mas?” tanyanya.

“Saya pemilik rumah ini sebelumnya," jawab Alfa. "Anda sendiri siapa? Kenapa bisa keluar dari dalam rumah ini?”

Pria itu justru menunjukkan wajah bingung. “Pemilik rumah sebelumnya?”

"Benar." Alfa mengangguk.

Pria tersebut terdiam sejenak hingga akhirnya berkata, “Maaf, Pak. Tapi rumah ini sudah kami beli cash sebulan yang lalu dari Pak Ammar dan Bu Davina.”

"Apa...!" Alfa membeku seketika.

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
The froge: Mampir juga KA ke novel aku yg berjudul The Silent Detective: Misteri di Balik Kabut London
total 4 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!