Indonesia
NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:60.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Bima mengemudikan mobilnya membelah keramaian jalanan kota saat langit mulai gelap.

Lampu-lampu jalanan menyala terang, memantulkan cahaya indah di atas bodi hitam pekat Lamborghini Urus miliknya.

Perutnya mulai berbunyi setelah seharian menyetir mengelilingi kota.

'Sebaiknya aku cari makan dulu sebelum lanjut menerima pesanan,' batin Bima santai.

Dia membelokkan mobilnya ke sebuah minimarket yang agak sepi di pinggiran distrik komersial.

Bima turun dari mobil dan berjalan dengan langkah pelan menuju pintu kaca minimarket.

Tiba-tiba, telinganya menangkap suara keributan dari arah gang sempit di samping bangunan tersebut.

"Tolong lepaskan aku, aku janji akan bayar utang ayahku minggu depan!"

Suara seorang perempuan terdengar bergetar hebat karena ketakutan.

"Minggu depan? Bos kami sudah bosan dengar alasan busuk itu, Nona manis."

Suara seorang pria paruh baya membalas dengan nada yang sangat mengancam.

Bima menghentikan langkahnya di depan pintu minimarket.

Dia sebenarnya bukan pahlawan kesiangan yang suka ikut campur urusan orang lain.

Tapi membiarkan seorang wanita diganggu tepat di depan matanya juga bukan gayanya sama sekali.

Bima memutar tubuhnya dan berjalan santai memasuki gang sempit yang remang-remang itu.

Tiga pria berwajah sangar sedang memojokkan seorang gadis muda berseragam pelayan kafe.

"Permisi, numpang tanya."

Suara Bima memecah ketegangan di gang sempit tersebut.

Ketiga preman itu serempak menoleh ke arah sumber suara dengan wajah garang.

"Kalian tahu di mana letak tukang nasi goreng yang enak di sekitar sini?" tanya Bima dengan wajah polos tanpa dosa.

Gadis muda itu menatap Bima dengan pandangan penuh harap campur bingung.

Salah satu preman berbadan paling besar melangkah maju mendekati Bima.

"Lu siapa berani ikut campur urusan kita, hah?" bentak preman itu kasar.

"Cari mati lu di sini?"

"Saya cuma tanya nasi goreng, kenapa bapak ini malah ngegas?" balas Bima santai.

Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana jinsnya yang lusuh.

"Bocah tengik, pergi dari sini sebelum muka lu gue hancurin!" ancam preman kedua sambil mengeluarkan pisau lipat.

Bima menghela napas panjang melihat kilatan pisau murahan itu.

'Selalu saja begini, orang-orang zaman sekarang cepat sekali emosi,' batin Bima.

"Tolong aku, Kak!" jerit gadis itu tiba-tiba, memanfaatkan kelengahan para preman.

"Diam lu, bangsat!"

Preman berbadan besar itu mengangkat tangannya tinggi-tinggi hendak menampar wajah gadis tersebut.

Wush.

Bima tiba-tiba sudah berada di antara preman besar itu dan sang gadis.

Gerakannya sangat cepat, nyaris tak tertangkap oleh mata telanjang.

Tangan Bima dengan santai mencengkeram pergelangan tangan preman raksasa itu tepat di udara.

"Menggunakan kekerasan pada wanita itu tindakan pengecut, Tuan-tuan."

Suara Bima terdengar sangat dingin dan datar, membuat bulu kuduk gadis di belakangnya merinding.

Preman besar itu berusaha menarik tangannya dengan paksa.

Namun cengkeraman tangan Bima terasa sangat keras seperti jepitan baja hidrolik.

"Kurang ajar, habisi dia sekarang!" teriak preman yang memegang pisau lipat.

Dua preman lainnya langsung menerjang ke arah Bima secara bersamaan dari arah kiri dan kanan.

Bima sama sekali tidak panik melihat serangan ganda itu.

Pengetahuan bela diri tingkat master di otaknya bekerja secara otomatis merespons bahaya.

Bugh.

Bima melakukan tendangan memutar yang sangat presisi tepat ke arah rahang preman berpisau itu.

Pria itu langsung terpelanting ke belakang dan pingsan seketika sebelum tubuhnya menyentuh tanah berdebu.

Preman ketiga mencoba memukul wajah Bima dari arah samping dengan pukulan liar.

Bima hanya memiringkan kepalanya sedikit untuk menghindari pukulan tersebut dengan sangat mudah.

Brak.

Bima membalas dengan sebuah pukulan lurus yang keras ke arah ulu hati preman itu.

Preman ketiga langsung jatuh berlutut sambil memuntahkan isi perutnya, tak mampu lagi berdiri.

Semuanya terjadi hanya dalam hitungan kurang dari lima detik.

Preman besar yang tangannya masih dicengkeram Bima kini gemetar ketakutan melihat kedua temannya tumbang.

"Nah, sekarang tinggal kita berdua," ucap Bima sambil tersenyum tipis.

"M-maafkan saya, ampun Bang!"

Preman itu langsung menjatuhkan dirinya berlutut di tanah memohon ampun.

"Bawa teman-temanmu dan pergi dari sini sekarang juga."

Bima melepaskan cengkeramannya lalu menepuk-nepuk tangannya seolah sedang membersihkan debu.

"Dan jangan pernah ganggu dia lagi, kalian paham?"

"P-paham, Bang!"

Preman besar itu buru-buru memapah kedua temannya dan lari terbirit-birit meninggalkan gang gelap tersebut.

"Kemampuan bela diri dari sistem ini benar-benar tidak masuk akal," batin Bima takjub.

Dia tidak merasa kelelahan sedikit pun, seolah tubuhnya sudah terlatih selama puluhan tahun.

Bima berbalik menatap gadis muda yang masih bersandar di dinding batu bata dengan wajah pucat pasi.

Gadis itu mengikat rambut sebahunya dengan karet gelang dan memiliki wajah manis yang sangat natural.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Bima dengan nada suara yang melembut.

"S-saya tidak apa-apa, terima kasih banyak, Kak," jawab gadis itu terbata-bata menahan tangisnya.

"Nama saya Maya."

"Saya Bima," balas Bima singkat memperkenalkan dirinya.

"Kenapa preman-preman penagih utang itu mengejarmu sampai ke sini?"

Maya menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil meremas ujung seragam kafenya.

"Ayah saya meminjam uang dari lintah darat untuk biaya operasi ibu saya tahun lalu."

"Tapi bunganya terus membengkak dan saya tidak sanggup membayarnya dengan gaji pelayan kafe."

1
Sang M
bosan..!! gak ada pembantaian.
Sang M
tahi host. bantaiii itu orang natanu banyak onong
Sang M
bantaii bikin cacat
Sang M
orang2 arogan hancurkan
Sang M
bantaiiii jadilah kejam
Sang M
sundel anjing
Sang M
jadilah kejam.. bantai aja..
Sang M
harusnya kau bunuh , goblokkk
Yuliana Tunru
ya sdh end tp ma kasih ceeita x thorr q sampe marqton baca x happy ending di tunggu karya2 selanjyt x 👍👍💪💪
Yui: udah ada kak yang baru, bisa dilihat diprofil author yaa😊
total 1 replies
irena
ceritanya bagus thor.. saya suka sistem modern
Luna
bintang 5 buat Bima
Luna
perasaan anaknya Bu Marni itu namanya Kiki yh masih sekolah🤔
Riyanganz
bagus novelnya,bagi gw yg di dunia nyata udah banyak pikiran pas baca novel ini kya plong aja gitu💪💪
Riyanganz
yg gw suka dari nih novel konfliknya ga bertele-tele 👍
Adelina Lin
siapa thor, musuh Nadira yang akan menghancurkan perusahaannya
Luna
GK ada niat beli mobil lagi Bim,,,, Ferrari purosangue harganya diatas Lamborghini urus mu,atau sedan sport Ferrari, karena tidak semua orang kaya bisa beli Ferrari baru ( kecuali bekas)🤭
Luna: 🤭🤭🤭nah itu bagus juga,
total 2 replies
variable of ancient
atmadja atau maheswara
Yuliana Tunru
time is drama yantoo 🤣🤣
DIFAN2: novel 'SULUNG' maha karya bintang lima telah hadir, yuk mampir kak
total 1 replies
Aphelios
Izin manifesting dapet sistem di kolom komentar, Thor 🙏
Aphelios
Alasan suka cerita sistem karena ini seolah jadi coping mechanism (for me) to escape reality. Bayangin aja, habis kena musibah langsung dapet "cheat" buat jalanin hidup. Kurang nikmat apa coba.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!