Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Cadangan Sang Mayor

Istri Cadangan Sang Mayor

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:612.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Tante Kei, mau nggak jadi mamanya Rafka?"
"What!! Berarti jadi Ibu Persit dong? Dan jadi bini Mayor kaku kayak kanebo?"

Mayor Satria Pramudya, 33 tahun, sudah lima tahun menduda, keluarganya sudah mendesaknya untuk menikah lagi. Sementara, Rafka, anaknya sejak lahir sudah dekat dengan adik istrinya–Keisa Azzura, 21 tahun.

"Dek, kamu yakin Kakak boleh nikah lagi?"
"Ya, boleh lah, masa dilarang. Nanti ularnya bisa karatan loh ... lama-lama menduda. Lagian, Rafka juga butuh sosok ibu."
"Kalau begitu Kakak boleh melamar Adek?"
"Eh, Apa! Maksud Kak Satria gimana?

Keisa tak menyangka kakak iparnya meminang, sedangkan ia sudah punya cowok incaran. Apalagi Satria tidak pernah mengucapkan kata cinta dan ada sesuatu...

Bagaimanakah rumah tangga Satria yang kaku menghadapi Keisha yang barbar? Belum lagi ada rahasia Satria yang tiba-tiba...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Babb 7. Celetukan Maut

Satria mengalihkan seluruh fokus matanya kembali pada Keisha, mengabaikan keberadaan Yeyen seolah gadis itu hanyalah angin lalu. Sikap acuh tak acuhnya begitu mutlak, menciptakan keheningan yang cukup menusuk di antara mereka.

"Sudah selesai apa belum?" tanya Satria pada Keisha. Suaranya terdengar berat, dingin, dan penuh penekanan. "Kalau belum selesai, Kakak dan Rafka akan menunggu di dalam mobil sampai tugas kamu tuntas."

Keisha yang awalnya berniat bercanda langsung menciut begitu mendengar nada suara Satria yang semakin mendingin. Atmosfer di sekitar mereka mendadak terasa mencekam, bahkan Hilma dan Yeyen kini ikut terdiam, tidak berani lagi mengeluarkan celetukan genit.

"E-eh, udah kok, Kak. Ini udah beres semua, tinggal pulang aja," jawab Keisha terbata-bata, merutuki sifat barbarnya yang terkadang salah tempat saat berhadapan dengan sang Mayor.

"Kalau begitu, pamit pada teman-temanmu. Kita berangkat sekarang," perintah Satria tanpa bantahan. Ia berbalik, menuntun Rafka kembali menuju mobil tanpa menoleh lagi ke belakang.

Keisha menghela napas panjang, berbalik menghadap teman-temannya dengan raut wajah penuh rasa bersalah. "Guys, sori banget ya atas kelakuan kakak ipar gue yang kaku kayak batu es itu. Ren, sekali lagi sori ya enggak bisa bareng."

"Iya, santai aja, Kei. Hati-hati di jalan ya," jawab Rendra sambil memberikan senyuman tipis, matanya melirik ke arah mobil SUV hitam tempat Satria sudah menunggu di dalam.

"Gue duluan ya! Bye!" Keisha melambaikan tangannya lalu segera berjalan agak cepat menyusul Satria dan Rafka yang sudah masuk ke dalam mobil.

Di dalam kendaraan yang sejuk dan sunyi itu, Keisha mendapati Satria sudah duduk di balik kemudi dengan tatapan lurus ke depan jalan raya, sementara Rafka sibuk memainkan sabuk pengamannya di kursi belakang. Teka-teki mengenai sikap protektif dan dingin dari kakak iparnya sore itu terasa semakin pekat, mengalir pelan mengiringi deru mesin mobil yang mulai melaju meninggalkan area kafe.

***

Setelah meninggalkan area kafe yang mulai temaram oleh lambaian senja, SUV hitam milik Satria membelah jalanan kota yang cukup padat. Satria mengarahkan kemudinya menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang letaknya paling dekat dengan rumah mertuanya. Di dalam kabin mobil yang sejuk, hanya terdengar sayup-sayup instrumen musik klasik dari radio yang disetel dengan volume sangat rendah—pilihan selera Satria yang membosankan bagi anak muda seumuran Keisha.

Berbeda dengan perjalanan biasanya, kali ini Keisha memilih untuk duduk di kursi belakang bersama Rafka. Selain karena lututnya yang masih diperban linu jika dipaksa menekuk terlalu lama di depan, Keisha juga sedang malas berdekatan dengan kakak iparnya yang dingin itu. Lagi pula, di kursi belakang, dia bisa lebih bebas menjahili keponakannya.

Keheningan di dalam kabin itu tidak bertahan lama ketika Rafka tiba-tiba memeluk lengan Keisha, lalu mendongak menatap wajah tantenya dengan polos. "Tante Kei," panggil Rafka dengan suara cempreng khas anak kecilnya.

"Kenapa, Jagoan?" Keisha menoleh, mencubit pelan hidung Rafka.

"Om yang tadi di kafe itu namanya Om Rendra, ya?" tanya Rafka, matanya mengerjap.

"Iya, Om Rendra. Teman kuliah Tante. Kenapa emangnya?"

"Om Rendra itu pacarnya Tante Kei, ya? Soalnya waktu Rafka lihat foto di HP Papa, Om Rendra senyumnya dekat banget sama muka Tante Kei. Kata teman TK Rafka, kalau cowok sama cewek dekat-dekat begitu artinya pacaran," cerocos bocah lima tahun itu tanpa beban, benar-benar tidak tahu kalau kalimatnya baru saja menjatuhkan sebuah granat tak kasat mata di dalam mobil.

Keisha langsung tersedak ludahnya sendiri. Uhuk! "Eh, bocil! Sembarangan aja kalau ngomong! Masih TK udah tahu istilah pacaran, ya! Enggak, Om Rendra itu cuma te—"

Ehem.

Sebuah dehaman berat dan keras memotong kalimat Keisha. Dehaman itu datang dari kursi kemudi depan. Satria yang sejak tadi fokus menyetir, kini merajut alisnya tegap. Melalui kaca spion tengah, matanya menatap tajam ke arah Rafka.

"Rafka," tegur Satria, suaranya terdengar dingin dan berwibawa. "Tidak boleh bicara tentang pacaran. Kamu masih kecil. Tugas kamu itu belajar dan sekolah, bukan mengurusi urusan orang dewasa."

Mendengar teguran tegas dari sang ayah, Rafka langsung mengerucutkan bibirnya jengkel, lalu bersandar lesu di samping Keisha. "Iya, Papa ...."

Keisha hanya bisa meringis canggung. Sifat barbar dan ceplas-ceplosnya mendadak terkunci melihat aura kedisiplinan militer yang diterapkan Satria pada anaknya. Mengasihani keponakannya yang mendadak cemberut, Keisha mengusap-usap rambut cepak Rafka dengan sayang untuk menenangkannya.

Melalui kaca spion tengah, Satria melirik gerakan tangan Keisha yang sedang mengusap rambut anaknya. Ada sorot mata yang sulit diartikan melintas di manik mata hitam pekat sang Mayor, sebelum ia kembali mengalihkan pandangan penuh ke jalanan.

Namun, yang namanya Rafka, sifat keras kepalanya ternyata turunan dari sang ayah. Bukannya diam, beberapa menit kemudian bocah itu kembali menegakkan duduknya dengan wajah yang lebih serius.

"Tapi, Pa ... kalau Tante Kei nanti nikahnya sama Om Rendra, berarti nanti Tante Kei pindah rumah dong? Terus nanti Tante Kei enggak mau main lagi sama Rafka? Enggak mau nemenin Rafka main PS lagi?" tanya Rafka dengan nada suara yang terdengar cemas sekaligus sedih.

Ciiiiiittttt!

Dug!

"Allahu Akbar!" Keisha menjerit histeris ketika tubuhnya terlempar ke depan secara drastis akibat Satria yang melakukan rem mendadak secara ekstrem.

Untung saja, refleks Keisha sebagai mantan atlet tarkam kompleks sangat cepat. Karena posisinya duduk di samping Rafka, tangan kirinya langsung menjulur kuat ke depan tubuh bocah itu, menahannya agar tidak terpelanting menghantam bagian belakang kursi depan. Beruntung pula Rafka memakai sabuk pengaman, sehingga tubuh kecilnya hanya terguncang tanpa mengalami benturan berarti. Keisha sendiri sempat membentur sedikit pundak kursi depan sebelum akhirnya terenyak kembali ke posisinya.

Suara klakson dari kendaraan di belakang mereka langsung bersahut-sautan dengan nyaring, memprotes tindakan gila sang pengemudi SUV hitam tersebut.

Suasana di dalam mobil mendadak mencekam. Napas Keisha memburu, jantungnya hampir copot melompat keluar dari tenggorokan. Dia menatap tajam ke arah punggung tegap Satria dengan mata membelalak lebar penuh horor.

Satria sendiri tetap memegang setir dengan kedua tangan yang mencengkeram erat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol. Pria itu menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh ke belakang dengan wajah kaku. "Rafka, kamu tidak apa-apa? Ada yang terluka? Keisha?"

Bersambung...

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
akhirnya jd pasangan mas & dek beneran wkwk gemeey 🤏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
besok kalo hamil pengen kayak kei lah wkwk ga ada mual cuma laper terus sm telat haid aja tau2 TM 1 udah lewat 🙏🏻😇
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lagian si ingrid udah di bantu cari kos, dibantu cari kerjaan bukan langsung dateng buat bilang makasih malah nunggu beberapa bulan udah gt dateng2 ga bawa kue malah bawa provokasi 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gimana bude, calon menantu kesayangan bude si ingrid ingrid itu udah ngasih kado apa ke bude 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kapok ga di ulti anak sendiri 🤣
Ani
😆😆😆😆 ampung deh anak pak Mayor mulutnya pedes amat..
Ani
😢😢😢😢 bener bener terharu dengan kata kata Rafkha itu adalah jawaban jujur dari anak kecil... 💪💪💪 Kei...
Ani
😆😆😆😆😆😆
...
ngapain sih ulet keket ikutan sampe kesini juga
Tamirah
Visualnya pas banget Satria & Keisha .... keren....!
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini bukan cowok bingung walopun itu sama keluarga sendiri, selama bukan dalam konteks melawan & durhaka menurutku gapapa sih wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo aku sih gapapa ingrid tinggal di rumah satria, biar satria nya aja yg tinggal di rumah ayah nya keisha lagian rafka juga disana kan wkwk perjanjiannya kan ingird tinggal di rumah satria bukan tinggal bareng satria jd biarin aja ingrid berdua sm bi nini di rumah satria wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kadang laki kalo udah nikah bisa beda selera lagi bude, aku sm suami aja selera makannya beda tapi ya jd akulturasi juga wkwk pokoknya sesuaiin selera masing2 yg bisa ketemu di tengah dan makan berdua 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
menjaga anak kecil butuh tekad dan kemauan yg keras kak wkwk 😆 slnya beneran secapek itu kalo beneran ngurusin 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah gimana sih bude, masa kalo anaknya nikah dia nyuruh perempuan lain ngerusak rumah tangga anak sendiri 🤔 kalo niat nya di bales sm Yang Maha Kuasa di buat ke rumah tangga bude sendiri gimana coba 😒
Humaira izzatunisa
luar biasa
Halimatus Syadiah
sering" buat karya baru disini Thor, aku selalu mengikuti dgn setia
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo kei manggilnya mas lebih manis gasih jd pasangan mas & dek wkwk
@Al**
/Good/
Ade Ova
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!