Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07

.

NATHAN WIJAYA KUSUMA, putra tunggal dari Tuan Besar ANGGA WIJAYA KUSUMA, seorang pengusaha besar yang namanya masuk dalam jajaran lima orang terkaya di Nusantara.

Nathan menyandarkan punggungnya pada bangku taman. Kedua tangannya terentang pada sandaran bangku dengan santai, membuat Alena terpaksa menggeser posisi duduknya lebih ke pinggir, karena tangan pria itu yang begitu panjang hingga sampai belakang punggungnya. Sikap yang begitu acuh bahkan tak menoleh ke arah Alena yang masih tampak kebingungan.

Beberapa detik suasana hening, hingga sudut bibir pria itu terangkat tipis. “Jadi seperti ini rasanya melihat calon pengantin yang sedang viral duduk sendirian di pinggir jalan. Ternyata biasa saja. Kenapa netizen pada heboh?”

Alena menatap wajah pria itu yang hanya tampak dari samping dengan mata melotot geram. Dua tangannya tanpa sadar terkepal karena marah sekaligus malu.

"Tuan datang hanya untuk mengejek?"

Nathan tertawa kecil. “Saya bukan orang yang kurang kerjaan.”

Belum sempat Alena membalas, pria itu kembali bersuara. “Ternyata benar, orang yang baru patah hati memang sensitif."

"Saya tidak sedang patah hati!”

Alena langsung berdiri secara spontan. Kedua tangannya terkepal di samping badan, dan tampak dada gadis itu yang bergerak turun naik karena menahan kekesalan. Kurang sial apa dirinya hari ini? Sudah batal nikah, diusir dari rumah, fasilitas dicabut, tidak mendapat hotel untuk menginap, dan sekarang tiba-tiba ada orang yang tidak tahu apa-apa malah datang mengejeknya.

Nathan melirik gadis itu sekilas lalu kembali tertawa renyah. "Ternyata masih kuat berteriak. Saya kira cuma akan menangis meratapi nasib? Ha ha ha…"

Alena mendengus keras. “Maaf sudah membuat Anda kecewa," ucapnya lalu menghempaskan bobot tubuhnya kembali duduk dengan dua tangan bersilang dada.

"Padahal kalau menangis kan lebih dramatis? Ha ha ha… ha ha ha…” suara tawa Nathan kembali terdengar.

Alena memalingkan wajahnya dengan hati yang semakin dongkol. Bagaimana bisa ada orang yang begitu menyebalkan di dunia ini?

Alena akhirnya menoleh setelah beberapa saat membiarkan Nathan menertawakan dirinya. Ia menatap pria di sampingnya dengan mata menyelidik.

"Ngomong-ngomong, Tuan Nathan… Kenapa Anda bisa ada di sini?"

Nathan mengangkat sebelah alisnya. "Memangnya tidak boleh? Ini kan jalan umum?

"Anda tahu persis, bukan itu maksud pertanyaan saya."

Nathan menghela nafas dengan mata menatap lurus ke depan. Dua tangan yang tadi ia rentangkan, kini ia silangkan di depan dada. "Saya baru selesai menghadiri rapat dan sedang dalam perjalanan pulang."

"Kenapa berhenti di sini?" tanya Alena dengan mata memicing.

"Karena tanpa sengaja melihat mantan calon pengantin yang sedang duduk sendirian seperti anak hilang."

Alena mendengus kesal. "Jadi Tuan memang sengaja berhenti untuk mengejek saya?"

Nathan sama sekali tak menjawab. Pria itu hanya mengangkat kedua bahunya acuh.

"Dan apa Anda sudah cukup puas?"

"Tentu saja."

"Kalau begitu selamat. Saya permisi."

Namun, baru saja Alena hendak bangkit, suara Nathan kembali terdengar.

"Bukankah semua hotel penuh?"

Alena menghentikan langkahnya dan menoleh perlahan. "Bagaimana Tuan tahu? Tuan mengikuti saya?” tanya Alena geram.

“Sudah saya bilang, saya bukan orang kurang kerjaan," jawab Nathan lalu mengangkat mengangkat ponsel miliknya tanpa menatap ke arah Alena. "Ada berita yang sedang viral. Mantan calon pengantin keluar dari tiga hotel berbeda."

Kedua mata Alena terbelalak sempurna. Lalu sesaat kemudian menghela napas seraya menghempaskan kembali tubuhnya di atas kursi. "Luar biasa. Bahkan kegagalan mencari hotel pun sekarang bisa jadi santapan empuk netizen," ucapnya getir. Gadis yang kemudian tertawa pahit.

Nathan menoleh memperhatikan wajah Alena beberapa saat. Di balik ekspresi datarnya, sebenarnya ia merasa cukup terkejut.

Sejak tadi gadis ini tidak menangis. Tidak sekalipun meminta bantuan. Bahkan saat diejek berkali-kali pun masih mampu membalas dengan tenang.

'Menarik,' batin Nathan. 'Jauh berbeda dari rumor yang selama ini kudengar.'

Tanpa sadar, sudut bibir Nathan terangkat membentuk senyum tipis yang nyaris tak terlihat.

Nathan kembali mengarahkan pandangannya ke depan. "Kalau tujuan Anda hanya mencari tempat menginap..." ucapnya sambil mengambil sebuah kartu akses dari dompetnya. "Saya punya satu apartemen yang kosong."

Alena spontan menoleh ke arah pria itu dengan mata membulat. "Apartemen?" tanyanya tak mengerti.

Nathan mengangguk. “Apartemen yang tidak pernah saya Tempati. Kalau Anda mau, gunakan saja sementara.”

"Maaf saya tidak bisa,” jawab Alena tegas. Ia memang sedang membutuhkan tempat tinggal. Tapi bagaimana bisa ia menerima tawaran itu begitu saja. Tidak mungkin kan ia tinggal di apartemen milik laki-laki yang bahkan tidak memiliki hubungan apapun dengannya? Dia memang mengenal Nathan, tapi hanya sebatas investor yang memiliki saham di perusahaan papanya.

Penolakan Alena membuat Nathan terdiam. Dalam hati ia semakin menghargai gadis itu. Selama ini ada banyak wanita yang berusaha mencari alasan agar bisa mendekatinya. Tetapi Alena malah menolaknya tanpa berpikir panjang.

"Jangan Ge- Er,” ucap Nathan dengan mata mengejek. “Saya bukan menawarkan tempat itu secara cuma-cuma. Tentu saja harus ada imbal balik. Anda dapat tempat tinggal, dan saya bisa menghemat jasa kebersihan."

Alena menatap wajah pria itu dengan mata menyelidik. Seorang Nathan Wijaya Kusuma merasa keberatan membayar jasa kebersihan? Mustahil. Apa Nathan punya maksud terselubung? Tapi apa?

“Tapi kalau Anda menolak saya juga tidak akan memaksa." Nathan memasukkan kembali kartu akses itu ke dalam dompetnya, lalu berdiri dan mulai melangkah menuju mobilnya yang masih menunggu di depan taman.

Alena terbelalak saat tiba-tiba teringat pada Selena. Sejak kecil… apa pun yang menjadi miliknya selalu ingin direbut oleh kakaknya itu. Mainan, gaun, perhatian orang tua, dan yang terakhir calon suami. Dan sekarang… pria yang berdiri di hadapannya adalah sosok yang selama ini begitu diidolakan Selena.

Alena mengepalkan tangan perlahan. Selama ini ia selalu mengalah, selalu diam, selalu membiarkan Selena mengambil semuanya. Dan itu membuat Selena semakin keterlaluan.

Sorot mata Alena perlahan berubah lebih tegas. "Jika sebelumnya kamu ingin mengambil semua darinya, maka sekarang giliran aku merebut apa yang kamu inginkan. Kamu harus tahu rasanya menginginkan sesuatu tapi tidak bisa memilikinya."

"Tuan Nathan.” Alena menyeret kopernya dan mengejar langkah Nathan.

Mendengar panggilan Alena, pria itu menghentikan langkahnya dan menoleh.

"Saya berubah pikiran. Kalau tawaran itu masih berlaku… saya akan menerimanya."

Nathan tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Alena dengan tenang.

"Anda yakin?"

Alena mengangguk. "Sangat yakin. Saya benar-benar butuh tempat tinggal saat ini. Dan saya berjanji akan menjadi tukang bersih-bersih yang baik."

Nathan mengeluarkan kembali kartu akses apartemen itu, lalu menyerahkannya kepada Alena. "Kalau begitu ikutlah denganku."

“Terima kasih." Alena membungkukkan badannya berkali-kali.

Nathan memberi isyarat kepada sopirnya dan pria berseragam hitam itu segera membuka pintu belakang Lamborghini.

"Silakan, Nona," ucapnya lalu mengambil alih koper yang ada di tangan Alena.

Alena menatap mobil mewah itu beberapa detik lalu melangkah mendekat. Tanpa ragu lagi, ia masuk ke dalam mobil setelah mengucapkan terima kasih pada sopir.

Nathan menyusul duduk di sampingnya dengan tetap menjaga jarak.

Tak ada percakapan sepanjang perjalanan, hanya suara mesin Lamborghini yang melaju membelah jalanan malam.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mobil itu berhenti di depan sebuah gedung apartemen super mewah yang menjulang tinggi di pusat kota.

Nathan turun lebih dulu lalu melangkah diikuti oleh Alena dan sopir yang membawa koper Alena.

"Mulai malam ini, Anda bisa tinggal di sini," ucap Nathan setibanya mereka di dalam apartemen.

Alena mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan dalam apartemen itu, lalu kembali menoleh kepada Nathan.

"Terima kasih... Tuan Nathan."

Nathan hanya mengangguk lalu keluar dengan senyum tipis yang sama sekali tak terlihat oleh Alena.

1
v_cupid
👍
Kristiwolla Ssps
mantap..rejeki anak baik
Suyudana Arta
duduk yg tenang, sebentar lagi ditemani mama papa😂😂😂
Suyudana Arta
penggugat sudah diwakili jaksa, harusnya gak ikut2 proses, cukup jafi pengunjung.🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ok terimakasih masukannya 🙏
total 1 replies
Suyudana Arta
yah, modusmu tuan
Suyudana Arta
ahahaaa....jebakan musang😂
mimief
nah iya kan...
sesuai praduga ku di awal
sebenarnya dia cuman punya hak guna pakai aja
Karena wali nya
mimief
ya iyalah pak
ga bakalan keberatan,wong situ menang banyak🤣🤣
mimief
ya..gimana ya Nathan
bukan nya ga nolak,tapi kyknya ga bakalan ada lagi dah perempuan yg mau sukarela naksir anaknya🤣🤣
eh ini mana di modusin lagi🤣🤣
ya..ibu nya mah happy happy aja
mimief
dasar kang modus🤣🤣🫣
Triana Destiani
ngarep anda tuan 🤣🤣🤣
Triana Destiani
🤣🤣🤣
Triana Destiani
alasan saja tuan anda MH
klise itu mh
mimief
jangan jangan sebenarnya yg punya kekuasaan itu punya elena
orangtuanya cuman punya hak walinya aja
mknya mau ngurus elena.
eh...aku udah pernah baca belum si mom karyamu yg ini.
lupa euy
Triana Destiani
harus jawab ya
ya tuan 🤣🤣🤣 ini pasti bakal ada jebakan batman kayana alena
mimief
aakkhhhh
jadi begitu
emang bukan anak kandungnya
ya ...mang manusiawi si selalu ngelindungi anak kandungnya
mimief
heiii mister...
manusia bisa berkhianat
tapi uang tidak pernah menghianati tuannya🤣🤣🤣
mimief
yg satu ga peka.yg satunya jail
dan ga bisa di treatment kyk diratukan
dia mandiri oiii🤣🤣
mimief
kasian banget y
orang sakit ini mah
Suyudana Arta
modus terooooossssss🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!