Indonesia
NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Dua Pengantin yang Terpaksa

Pagi itu, suasana di kediaman keluarga Wicaksono terasa berbeda jauh dari keluarga Jayadi.

Aksa berdiri di depan cermin dengan wajah kusut masai. Jas yang sudah disiapkan untuknya bahkan belum disentuh. "Aku gak mau nikah."

Ia mengacak rambutnya sendiri. "Aku masih muda. Kenapa sih Kakek maksa banget?"

Asti yang sejak tadi memerhatikan putranya hanya bisa menghela napas. "Sa, jangan bikin masalah lagi. Kakekmu sudah menyiapkan semuanya."

"Mama juga jangan malah nyuruh aku nurut dong!" Aksa berbalik. "Mama harusnya bantu aku."

Asti terdiam. Ia memang terbiasa membela Aksa. Sejak kecil, hampir semua keinginannya dituruti. Jika Aksa meminta sesuatu, Asti akan berusaha mendapatkannya. Namun kali ini berbeda. Wicaksono sudah membuat keputusan. Dan Asti tahu, tidak ada gunanya berdebat.

"Kakek cuma nyuruh kamu nikah, bukan berarti hidupmu berakhir," ujar Asti mencoba menenangkan.

"Ya tetap aja, Ma!" Aksa menjatuhkan tubuhnya ke sofa. "Aku belum mau punya istri. Aku masih mau menikmati hidup."

Terdengar suara tongkat mengetuk lantai dari arah pintu.

Tok.

Aksa langsung terdiam.

Wicaksono berdiri di ambang pintu, sorot matanya dingin. "Sudah selesai mengeluh?"

Aksa mendengus. "Kek, kumohon batalin pernikahan ini."

"Tidak," jawab Wicaksono singkat dan tegas.

Aksa mengusap wajahnya kasar. "Aku gak cinta sama dia, Kek. Bahkan kenal aja gak."

"Kakek gak nanya," kata Wicaksono enteng.

Aksa menatap kakeknya kesal. "Kakek itu otoriter!"

Wicaksono berjalan mendekat. "Dan kamu selalu kayak ini." Ia menunjuk jas yang tergeletak di sofa. "Pakai."

"Gak mau." Aksa melipat tangan di depan dada seraya memalingkan muka.

Wicaksono terdiam beberapa detik. "Kalau begitu, kamu gak perlu nikah."

Aksa melebarkan matanya, sedikit terkejut, lalu menoleh kepada kakeknya. "Serius?"

"Ya." Wicaksono berbalik, lalu berkata dengan nada dingin. "Mulai hari ini, seluruh kartu, rekening, kendaraan, dan fasilitasmu Kakek cabut."

Aksa langsung berdiri. "Kakek! Selalu saja ancaman itu."

Wicaksono terus berjalan. "Dan kalau kamu masih menolak menikah, jangan harap namamu muncul sebagai pewaris keluarga Wicaksono."

Aksa mengepalkan tangan. "Kakek gak adil."

Wicaksono berhenti sebentar. "Kakek justru sedang memberimu kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa kamu pantas menjadi pewaris."

Tanpa menoleh lagi Wicaksono melanjutkan langkahnya.

Asti mengusap lengan putranya lembut. "Sa..."

Buk!

Aksa mendaratkan tinjunya di sofa. "Kenapa sih, semua orang selalu belain Kakek?"

Asti tidak menjawab. Karena kini ia sadar, bahwa selama ini memanjakan Aksa justru membuat putranya tidak pernah belajar menghadapi konsekuensi.

Aksa akhirnya mengambil jas itu dengan wajah kesal. "Kakek gak bakal bisa ngekang aku."

Asti menatapnya. "Maksudmu?"

"Aku gak peduli siapa perempuan itu." Aksa mengenakan jasnya dengan gerakan kasar. "Pernikahan ini gak bakal lama."

Di luar kamar, Wicaksono yang kebetulan mendengar ucapan itu hanya mengetukkan tongkatnya sekali ke lantai.

Tok.

Namun kali ini, tidak ada yang tahu apakah ia marah... atau justru sedang memikirkan sesuatu.

***

Mobil yang ditumpangi Jayadi dan keluarganya akhirnya berhenti di depan tempat acara pernikahan.

Aynara menatap pantulan dirinya melalui layar ponsel. Wajahnya membuat hatinya semakin tidak tenang. Beberapa bagian pipinya memerah. Kelopak matanya sedikit sembap, dan bintik-bintik kecil mulai terlihat di sekitar wajahnya.

Padahal beberapa jam lalu, ia masih terlihat begitu anggun dengan gaun dan perhiasan yang diberikan keluarga Wicaksono. Kini, kecantikan itu seolah tertutup oleh reaksi alergi yang tidak kunjung mereda.

Aynara menunduk. Hari pernikahannya bahkan belum dimulai, tetapi semuanya sudah terasa kacau. Ia teringat Langlang. Pria yang seharusnya menjadi orang pertama yang melihatnya mengenakan gaun pengantin. Bukan pria asing yang bahkan tidak ia cintai.

"Nara..." Jayadi menoleh dari kursi depan.

Aynara mengangkat wajah.

"Kalau memang gak kuat, bilang," ujar Jayadi.

Aynara mengangguk kecil.

Jayadi menatap wajah putrinya dengan cemas. "Tadi kita sudah mampir ke beberapa apotek, tapi obat alergimu yang biasa gak ada."

""Di rumah masih ada, Yah," sahut Aynara.

Jayadi menghela napas. "Ayah tahu. Tapi tadi kita sudah terlalu jauh dari rumah."

Aynara mengepalkan tangannya. "Aku masih bisa tahan, Yah"

"Jangan dipaksakan," kata Jayadi. "Kalau semakin parah, kita cari klinik di sekitar sini."

"Iya, Yah." Sebenarnya Aynara sendiri mulai khawatir. Rasa gatal di wajahnya semakin terasa, sementara beberapa bagian kulitnya mulai memerah. Ia hanya berharap alerginya tidak semakin parah sebelum akad selesai.

Cepi menyela. "Jangan sampai acaranya tertunda. Semua orang sudah menunggu."

Nada suaranya terdengar biasa, namun di dalam hati, Cepi justru merasa lega. "Bagus. Dengan wajah kayak gitu, mana mungkin cucu Pak Wicaksono tertarik pada Aynara?

Caca yang duduk di sebelah Aynara malah mengeluarkan ponselnya. Ia menatap wajah kakaknya beberapa detik, lalu matanya berbinar. "Kak..."

Aynara menoleh. "Hmm?"

"Ini bisa jadi konten." Caca membuka kunci layar ponselnya.

Aynara mengerutkan kening. "Konten apa?"

Caca sudah membuka kamera ponselnya. "Pengantin kena alergi di hari pernikahan. Dramatis banget."

Tangannya hampir mengarahkan kamera kepada Aynara.

"Jangan!" Suara Jayadi langsung membuat Caca terkejut.

Caca menurunkan ponselnya. "Kenapa, Yah?"

"Jangan bikin konten tentang ini." Nada suara Jayadi penuh peringatan.

Caca tampak tak setuju. "Tapi kan—"

"Ini hari pernikahan kakakmu." Jayadi menatap Caca serius. "Kalau kamu unggah wajah Aynara kayak gini, yang malu bukan cuma kakakmu. Keluarga kita juga. Apalagi Pak Wicaksono."

Caca mengerucutkan bibir. "Kan cuma konten."

"Justru karena cuma konten, jangan sampai kamu menganggapnya sepele." Jayadi menghela napas. "Kita sedang menjadi tamu keluarga Wicaksono. Jaga sikap."

Caca akhirnya memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. "Iya..."

Aynara hanya diam. Ia semakin tidak nyaman, bukan hanya karena alerginya. Tetapi karena sebentar lagi ia harus berdiri di hadapan pria yang tidak pernah ia pilih.

Jayadi kemudian membuka pintu mobil. "Sudah. Kita keluar."

Mereka turun satu per satu.

Aynara menarik napas panjang sebelum akhirnya melangkah mengikuti keluarganya.

Di dalam ruangan, persiapan akad sudah selesai.

Wicaksono duduk dengan tongkat di sampingnya. Meski tubuhnya sudah tidak muda, posturnya masih tegap dan sorot matanya tetap tajam.

Asti duduk di samping Wicaksono, wanita itu melirik putranya dan juga pintu masuk bergantian.

Sementara Aksa tampak tidak bersemangat dengan jas yang dikenakannya. Ia bahkan beberapa kali melirik jam tangannya.

"Kenapa lama banget sih?" gumamnya.

Namun, suara langkah dari arah pintu membuat Wicaksono mengangkat wajah. Asti ikut menoleh. Aksa pun akhirnya melihat ke arah yang sama.

 

...🔸🔸🔸...

..."Tidak semua yang dimulai tanpa cinta akan berakhir tanpa makna. Terkadang, takdir mempertemukan dua orang melalui jalan yang sama-sama tidak mereka inginkan."...

..."Setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya, tetapi setiap pilihan juga memiliki konsekuensi. Jangan sampai kita baru belajar bertanggung jawab setelah kehilangan sesuatu yang berharga."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Hanima
🤭🤭
Wardi's
aksa akan jatuh cinta secara alamiah,. tanpa tau mereka sudah d jodohkan..
Wardi's
sangat menarik...
Wardi's
menarik...
asih
kamu bakalan mulai pusing Nara setiap Hari bakal ketemu ma Mangan dan suami hahaha membuat hidupmu lebih berwarna 😀😀😀 semangat Nara
Sugiharti Rusli
apa kali ini Nara bisa mengjindari dari si Aksa saat dia mulai bekerja di bagian manajemen🤔🤔🤔
Sugiharti Rusli
bisa saja dia akan memanfaàtkan posisi Nara kelak yah,,,
Sugiharti Rusli
dan yah si Langlang memang harus menjaga batasannya ssndiri, apalagi setelah Nara tahu pribadi Langlang aslinya
Sugiharti Rusli
karena mau bagaimanapun kehidupan pernikahan Nara dan suaminya sekarang dan ga ada yang tahu, tapi statusnya sekarang seorang istri orang,,,
Sugiharti Rusli
tapi kata" Riva memang benar" menohok sih yah kepada si Langlang tentang mantannya itu,,,
Sugiharti Rusli
oh si Langlang rupanya yang bertemu mereka di meja reswpsionis
Kadek Sri
yang semangat kerjanya ya Aynara, walaupun ketemu Aksa melulu
Hanima
Lanjutt
Cicih Sophiana
Riva emang sahabat setia... setia ngabisin makanan... setia numpang tidur dan setia numpang ke kantor tdk bayar...🫢😂😂😂😂
abimasta
berani melangkah untuk merubah hidup
Hanima
👍👍👍
Hanima
👍👍
Anitha
Aksa kah...?
yang berbicara depan Resepsionis dengan Karyawan?
Sugiharti Rusli
apa laki" itu si Aksa yah, dia mau cari tahu tentang identitas Nara, yang padahal bini nya sendiri😅😅😅
Sugiharti Rusli
kalo dia ga boros,nuang buat bayar kontrakan dan transport bisa dia tabung kan, apalagi dia makan juga gratis pas malam,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!