Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:256.3k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat Reatha diam-diam pergi. Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuh

Hari yang dinanti akhirnya tiba.

Sejak pagi, rumah keluarga Reatha sudah dipenuhi kesibukan. Orang-orang berlalu-lalang membawa pakaian, bunga, dan berbagai perlengkapan yang akan dibawa ke hotel tempat pernikahan berlangsung.

Hari ini, Reatha akan menikah. Bukan dengan pria yang dicintainya. Bahkan bukan dengan pria yang mengenalnya. Ia akan menikah dengan Azka, seorang pria yang seharusnya menjadi suami kakaknya. Raisa.

Nama itu kembali terlintas di benaknya. Reatha berdiri di depan cermin dengan gaun pengantin yang membuatnya terlihat berbeda. Rambutnya ditata rapi, wajahnya dipoles dengan riasan lembut, dan senyum tipis menghiasi bibirnya.

Kalau dilihat sekilas, tidak ada yang akan menyangka bahwa perempuan di dalam cermin itu sedang menyembunyikan sebuah kebohongan besar.

Pintu kamar terbuka. Mama masuk bersama salah seorang perias.

"Sudah siap?" tanya Mama.

Reatha mengangguk. "Sudah, Ma," jawabnya.

Mama memperhatikannya dari ujung kepala sampai kaki. "Ingat semua yang Mama katakan."

Reatha tersenyum kecil. "Tenang saja, Ma. Aku tidak akan lupa."

"Kamu harus benar-benar hati-hati," ujar Mama mengingatkan lagi.

"Iya, Ma," jawab Reatha singkat.

Mama menghela napas. "Mulai hari ini, kamu adalah Raisa."

Kalimat itu membuat senyum Reatha sedikit memudar. "Selama satu tahun," ucapnya pelan, tapi masih dapat di dengar.

Mama mengangguk. "Setelah itu semuanya selesai. Raisa kembali, kamu bisa melakukan apa saja keinginanmu!" serunya.

Reatha menatap dirinya sendiri di cermin. Satu tahun, bukan waktu yang lama. Setelah itu ia akan mendapatkan dua miliar dan pergi dari kehidupan ini.

Pernikahan berlangsung di sebuah hotel mewah. Pernikahan dilakukan pagi hari. Ruangan dihias dengan bunga-bunga putih dan nuansa elegan yang membuat suasana terasa sakral.

Reatha duduk di samping Azka. Jantungnya berdebar sejak tadi. Bukan karena bahagia. Melainkan karena gugup.

Sesekali ia melirik pria di sampingnya. Azka terlihat sangat tenang. Wajahnya tampan, tetapi nyaris tanpa ekspresi. Tidak ada kebahagiaan yang terlihat di matanya.

Reatha tahu alasannya. Azka tidak mencintai Raisa. Pria itu mencintai wanita lain.

Dan hari ini, dia menikah dengan perempuan yang bahkan bukan Raisa. Ironis.

Setelah pernikahan mereka dinyatakan sah, tepuk tangan terdengar dari seluruh ruangan.

Reatha menarik napas panjang. "Sekarang aku benar-benar istri orang," gumamnya dalam hati. Namun, status itu hanya sebuah sandiwara.

Siang harinya, pesta pernikahan langsung diadakan. Ballroom hotel dipenuhi para tamu undangan. Musik mengalun lembut, sementara para pelayan sibuk membawa makanan dan minuman kepada tamu.

Reatha dan Azka duduk berdampingan di pelaminan. Keduanya tersenyum. Tersenyum kepada keluarga, sahabat dan tamu. Seolah-olah mereka adalah pasangan paling bahagia di dunia.

Padahal, di balik senyum itu, keduanya sama-sama tahu bahwa pernikahan ini terjadi karena keadaan. Reatha terpaksa menggantikan kakaknya. Sementara Azka terpaksa menikah demi memenuhi keinginan keluarganya.

"Selamat ya, Raisa."

"Semoga menjadi keluarga yang bahagia."

"Semoga cepat punya momongan."

Berbagai ucapan terus berdatangan. Reatha hanya menjawab dengan senyum. "Terima kasih," ucapnya.

Azka juga melakukan hal yang sama. "Terima kasih sudah datang," ujar pria itu.

Sampai akhirnya, ketika antrean tamu semakin panjang, seorang gadis cantik tiba-tiba naik ke pelaminan. Reatha langsung memperhatikannya.

Gadis itu mengenakan gaun sederhana tetapi sangat elegan. Wajahnya cantik, rambutnya terurai dengan rapi, dan sorot matanya terlihat penuh keyakinan.

Ia berjalan mendekati Reatha. Kemudian mengulurkan tangan. "Kenalkan, namaku Vania," ucapnya.

Reatha membeku sesaat. Vania? Nama itu pernah ia dengar. Nama kekasih Azka.

Reatha perlahan menjabat tangannya. "Hai," balasnya.

Ia tersenyum sopan. Namun, matanya diam-diam melirik Azka. Dan benar saja, ekspresi Azka berubah. Pria itu terlihat benar-benar gugup.

Reatha langsung yakin. Gadis ini adalah Vania, kekasih Azka.

Vania kemudian berjalan mendekati Azka. Mereka berdiri berhadapan.

Vania tersenyum tipis. "Selamat atas pernikahanmu," ucapnya.

Azka tidak menjawab. Vania kemudian berkata pelan, tetapi cukup jelas untuk didengar Reatha.

"Ingat janjimu, Sayang," ujar Vania.

Sambil mengatakan itu, Vania memandang Reatha. Seolah sengaja ingin menunjukkan sesuatu. Mungkin Vania berpikir Reatha akan terkejut.

Bisa jadi ia mengira Reatha akan marah karena mendengar seorang perempuan memanggil suaminya dengan sebutan sayang. Namun, Reatha justru tersenyum tenang. Tidak ada sedikit pun perubahan pada wajahnya.

Reatha bahkan terlihat santai. Vania tampak sedikit heran. Kemudian gadis itu kembali menatap Reatha.

"Apa kamu tahu siapa aku?" tanya Vania akhirnya.

Reatha mengangguk. "Tentu."

Vania mengangkat alis. "Siapa?" tanyanya.

Reatha tersenyum tipis. "Kamu pasti kekasihnya Azka," jawabnya.

Suasana di antara mereka mendadak terasa aneh. Azka menatap Reatha. Vania pun terlihat sedikit terkejut.

"Ternyata kamu sudah tau," ucap Vania.

"Ya." Reatha menjawab santai. "Namamu pernah aku dengar."

Vania mendekat sedikit. "Kalau begitu kamu juga harus tahu satu hal."

"Apa?" tanya Reatha. Kebetulan tamu undangan banyak yang sedang menyantap hidangan, hanya sedikit yang bersalaman sehingga mereka bisa sedikit bicara.

"Walau kamu menikah dengannya, hati Azka tetap untukku," ucap Vania. Tatapannya begitu tajam. "Jadi jangan berharap lebih."

Reatha justru tersenyum dan menjawab, "Jangan takut." Ia menatap Vania dengan tenang. "Aku tahu diri dan pandai menempatkan diri."

Vania terdiam. Azka yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.

"Sudahlah, Raisa. Cukup!" ucap Azka sedikit ketus.

Nada suaranya terdengar tegas. Reatha menoleh.

Azka melanjutkan, "Vania hanya mengenalkan dirinya. Kenapa kamu menjawab ketus begitu?"

Reatha mengerutkan kening. Kemudian tersenyum simpul. "Maaf, Tuan Azka."

Ia sengaja menggunakan nada sangat tenang. "Aku rasa nada bicaraku biasa saja," ucap Reatha selanjutnya.

Azka menatapnya. "Kamu—"

Namun, kalimatnya terhenti. Seorang tamu sudah berdiri di depan pelaminan.

"Maaf, kami ingin bersalaman."

Azka akhirnya menghela napas. Ia tidak punya kesempatan untuk melanjutkan perdebatan.

Satu per satu tamu kembali berdatangan. Reatha kembali memasang senyum pengantinnya. Vania masih berdiri di sana.

Azka menatap perempuan itu cukup lama sebelum akhirnya berkata pelan. "Sayang, pulanglah."

Vania menatapnya. "Kenapa?" tanyanya.

"Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan berada di sini."

Vania diam. Azka kemudian melanjutkan dengan suara rendah.

"Apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu bayangkan," ucap Azka.

Reatha mendengar semuanya. Azka melirik sekilas kepadanya.

"Aku hanya menikahinya di atas kertas!" seru Azka.

Reatha tetap tersenyum. Entah kenapa kalimat itu justru membuatnya lega. Bagaimanapun, sejak awal ia memang tidak menginginkan cinta dari pria ini.

Vania menarik napas. "Lalu malam ini?"

Azka menatapnya. Mendengarkan ucapan Vania selanjutnya.

"Aku mau kamu denganku," ucap Vania. Kebetulan tamu undangan juga telah turun dari pelaminan, sehingga ia bisa bicara begitu.

Azka terdiam beberapa detik. Kemudian menjawab tanpa ragu. "Ya. Tunggu aku di apartemen."

Vania tersenyum. Azka mengangguk memberikan isyarat agar sang kekasih bisa tenang.

"Baiklah, jangan lupa janjimu," ucapnya. Vania kemudian turun dari pelaminan.

Reatha memperhatikan langkah gadis itu sampai akhirnya menghilang di antara para tamu. Ia kembali menatap ke depan. Senyumnya masih terpasang.

Tapi ia merasa ada sesuatu yang aneh di dalam hatinya. Bukan cemburu atau sakit hati. Hanya sebuah kesadaran bahwa pernikahan ini benar-benar tidak memiliki tempat untuk cinta.

1
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Naufal Affiq
kamu wanita yang baik rea,jadi sudah sewajar nya kamu mendapatkan kasih sayang yang utuh dari mama mertua mu,kalau masalah orang tua mu gak usah kau dengar kan rea,anggap aja angin lalu
Sri Supriatin
ikut seneng buat Azka sm Reatha 👍👍😍😍
Teh Euis Tea
semoga secepatnya kalian menikah dan ortunta reatha ga bikin drama yg menyalahkan reatha lg
Patrick Khan
akhirnya. 👏👏👏👏rea azka bersatu
.kawal sampai sahh
Teh Euis Tea
achhhh meleleh hati ade bang 🤣🤣🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
jgn bilang klo orang tua mu akan menjegal pernikahan kamu Reatha... seandai nya iya kamu harus bisa melawan jgn cuma nangis atau mengalah..
Patrick Khan: siap siap demo aja kak.
klo sampai emaknya rea ngereog🔨🔨🔨
total 1 replies
Cicih Sophiana
wadau so sweet deh kalian... terus lah bahagia untuk kalian... klo ada cobaan pun kalian tetap bergandengan tangan jgn lepas kan... pasti ujian yg lebih berat lg akan datang
vania larasati
lanjut kak
Sri Angga
davidd patah hati donk
ken darsihk
Saat nya bahagia 👏👏👏
Nar Sih
kira,,gimana reaksi org tua mu ya reatha klau kmu dtg minta restu mereka ,
Sri Supriatin
Air mataku bombay, pasti ortunya Azka seneng banget 👍👍🙏🙏🙏
Novita Sari
setelah ini..muncul vania
Nar Sih
alhamdulilah lamaran diterima wah...ikutan seneng nih dgn azka dan reatha
Naufal Affiq
Romantis banget kamu azka,cepetan nikahin reatha azka,sebelum di ambil orang
Lusi Hariyani
akhir y perjuanganmu berhasil aska
Eka ELissa
Ahir nya rea ktmu orang yg cinta dgn nya secara ugal ugalan...♥️♥️♥️♥️
tinggal Risa nih ksian yg mengenaskan.....🤦
Apriyanti
Alhamdulillah di terima Azka semoga lancar sampe hari h nya
Linda Ayu Tong-Tong
aaaa meleleh..tp kak itu si azka ceraiin dlu npa yg sah secara negara sama raisa...gmn ya konsepnya aduh gk tau dah pokoknya selesain dlu urusan pernikahannnya sma raisa dlua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!