Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Setelah dipecat secara tidak hormat dari istana akibat fitnah keji, Arya harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tukang pijit yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Namun, nasibnya berputar drastis saat ia tak sengaja menemukan seorang wanita dengan luka parah di tengah hutan gelap yang ternyata adalah Vanya, sang Ratu Iblis paling ditakuti. Sentuhan pijatan pertamanya pada tubuh wanita itu bukan hanya menahan pendarahan, melainkan memicu aktifnya Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis yang mengubah hubungan mereka dari mangsa dan predator menjadi ikatan absurd penuh intrik di tengah kejaran pasukan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Brak...

Suara hantaman keras menghantam pintu kayu kontrakan hingga berderit nyaring.

Daun pintu yang sudah lapuk itu akhirnya jebol dan terlempar ke dalam ruangan.

Dua orang pria berbadan tegap dengan pakaian zirah ringan melangkah masuk dengan angkuh.

"Ketemu juga tempat persembunyian tikus got ini!" seru pria berwajah parut dengan seringai keji.

Arya langsung berdiri tegak di depan kasur tempat Vanya duduk mengawasi.

"Mau apa kalian pagi-pagi merusak pintu orang?" tanya Arya dengan suara dingin.

Pria berwajah parut itu tertawa meremehkan sambil menghunus pedang pendek dari pinggangnya.

"Kami diutus oleh Tabib Agung untuk mematahkan tanganmu sekalian mencincangmu!" jawab pria itu tanpa basa-basi.

Vanya yang melihat pedang terhunus langsung mendengus kesal di belakang punggung Arya.

"Manusia-manusia bodoh ini benar-benar minta diantar ke neraka lebih cepat," batin Vanya dingin.

Arya melirik sekilas ke belakang sambil berbisik pelan pada sang Ratu Iblis.

"Jangan ikut campur dulu, biarkan aku urus sampah-sampah ini sendiri," kata Arya.

"Terserah padamu, kalau kamu mati aku tinggal cari jalan keluar sendiri," balas Vanya ketus.

Pria berwajah parut itu mendengus melihat Arya dan wanita di belakangnya sempat-sempatnya berbisik.

"Heh, masih sempat-sempatnya ngobrol mesra padahal nyawa kalian tinggal hitungan detik!" cibir algojo itu.

Algojo pertama langsung menerjang maju dengan tebasan pedang mengarah ke bahu Arya.

Ssh...

Desisan angin tajam menerpa kulit wajah Arya dengan kecepatan tinggi.

Arya tidak panik, ia mengandalkan refleks tubuh dari sistem untuk merunduk seketika.

Pedang itu melayang lewat tepat di atas rambutnya tanpa sempat melukai sedikit pun.

"Sial, dia bisa menghindar!" kaget algojo pertama dengan mata melebar.

Arya memanfaatkan momen celah kosong itu untuk maju mendekati perut musuh.

Ia langsung menekan titik akupuntur saraf kejut di rusuk kanan algojo tersebut dengan jari telunjuknya.

Ugh...

Pria berwajah parut itu mendadak melotot tajam dengan napas tersekat seketika.

Pedang di tangannya terlepas jatuh ke lantai semen.

Klenteng.....

Tubuh algojo itu melemas seketika dan langsung ambruk mencium tanah berdebu.

Teman satu timnya yang melihat kejadian itu langsung mundur selangkah karena terkejut.

"Apa yang kamu lakukan padanya?! Teknik sihir apa itu?!" teriak algojo kedua panik.

Arya mengibaskan tangannya pelan sambil menatap tajam ke arah musuh yang tersisa.

"Itu bukan sihir, itu namanya teknik pijit khusus buat meluruskan niat jahat," jawab Arya santai.

Algojo kedua menggertakkan giginya kesal, kemarahannya langsung memuncak di kepala.

"Bangsat! Jangan samakan aku dengan pecundang payah itu!" murka algojo kedua.

Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi lalu menyerang dengan jurus tebasan membabi buta.

Arya melangkah mundur menghindari tebasan beruntun yang diarahkan padanya.

[Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis mendeteksi pertempuran tingkat menengah.]

[Peringatan: Stamina Host mulai terkuras, segera lakukan aktivasi keterampilan pemulihan.]

Suara dengungan sistem itu berputar di kepala Arya tanpa henti memberikan peringatan.

"Sialan, sistem ini malah rewel di tengah situasi genting," batin Arya mengeluh kesal.

Algojo kedua terus mendesak maju hingga Arya terpojok di dekat dinding sudut ruangan.

"Rasakan ini, tukang pijit sialan!" bentak algojo itu mengayunkan pedang mendatar.

Arya menepis bilah pedang itu menggunakan tas pijit usangnya yang berisi botol herbal keras.

Brak...

Benturan keras tercipta, membuat tangan algojo itu terasa kebas seketika.

Vanya yang menonton dari dekat mendengus pelan melihat gerakan Arya yang mulai kewalahan.

"Gerakanmu lambat sekali, manusia payah," kritik Vanya tajam tanpa rasa kasihan.

"Kalau banyak ngomong, sini gantiin aku!" balas Arya ngegas di tengah pertarungan.

Vanya menyeringai dingin, ia mengangkat jari telunjuknya ke udara ke arah algojo tersebut.

Seketika udara di dalam ruangan sempit itu berubah menjadi sedingin es yang membekukan.

Algojo kedua yang hendak menyerang tiba-tiba merasakan tubuhnya lumpuh total tak bisa bergerak.

"A-Apa ini?! Kenapa kakiku tidak bisa digerakkan?!" teriak algojo itu histeris ketakutan.

Arya memanfaatkan kesempatan emas itu untuk maju cepat tanpa membuang waktu.

Ia menekan titik saraf leher belakang algojo tersebut dengan tekanan maksimal.

Bugh...

Algojo kedua langsung pingsan seketika dan ambruk menimpa temannya di lantai.

Arya menghela napas panjang, keringat dingin membasahi seluruh kening dan lehernya.

"Hah... hampir saja kepalaku copot gara-gara lambat menghindar tadi," keluh Arya lemas.

Ia mendudukkan dirinya di lantai sambil mengatur napasnya yang terengah-engah.

Vanya menurunkan tangannya, aura dingin di ruangan itu perlahan-lahan kembali normal.

"Sudah kubilang, manusia memang makhluk yang lemah dan merepotkan," cibir Vanya dingin.

"Iya deh yang kuat mah bebas ngomong apa aja," balas Arya sinis sambil mengelap keringat.

Arya menatap dua orang algojo istana yang tergeletak pingsan di lantai kontrakannya.

"Kalau mereka sadar dan lapor ke tabib istana lagi, kita pasti bakal diserang pasukan yang lebih banyak," pikir Arya cemas.

"Serahkan pada ku, biar kubuang mayat mereka ke jurang," usul Vanya kejam.

"Jangan gila, mereka cuma pingsan, bukan mati! Nanti urusannya malah makin panjang," larang Arya cepat.

Vanya mendengus kecewa mendengar penolakan dari manusia di depannya itu.

"Terus mau kau apakan dua sampah yang pingsan ini?" tanya Vanya menyelidik.

Arya berdiri sambil melipat kedua tangannya, memikirkan rencana cepat untuk mengusir mereka.

"Kita seret mereka keluar lalu buang di depan gerbang pos jaga istana," jawab Arya enteng.

Vanya menaikkan sebelah alisnya mendengar ide konyol yang diucapkan Arya.

"Memangnya kamu punya tenaga buat menyeret dua pria berbadan besar itu sendirian?" sindir Vanya.

Arya tersenyum miring menatap sang Ratu Iblis dengan tatapan penuh arti.

"Siapa bilang aku sendirian? Kan ada ratu iblis yang lagi numpang di sini," jawab Arya cengengesan.

Wajah Vanya seketika berubah merah padam karena kesal mendengar perintah terang-terangan itu.

"Berani sekali kamu menyuruh seorang ratu menjadi pesuruh menyeret preman?!" murka Vanya melotot.

"Daripada kamu bosan mondar-mandir di kontrakan sempit ini, mending sekalian olahraga pagi," ledek Arya santai.

Vanya mengepalkan tangannya kuat-kuat, ingin sekali menghajar wajah tengil Arya saat itu juga.

Namun aturan sistem kembali mencubit dadanya, membuatnya tidak bisa melukai sang tukang pijit.

"Awas ya, setelah urusan ini selesai, aku akan pastikan hidupmu menderita, Arya!" ancam Vanya geram.

"Iya iya, silakan ancam sepuasnya, sekarang tolong angkat kaki mereka satu," suruh Arya tanpa rasa berdosa.

Dengan wajah tertekuk sangat masam dan bibir cemberut, Vanya akhirnya mengalah dan menarik kaki algojo tersebut.

Arya tersenyum tipis melihat pemandangan absurd seorang Ratu Iblis terpaksa menjadi tukang angkat preman pasar.

1
gofur
mantap kaka karya kamu🥰
Anton barly
💟💟💟💟
Shinta geol
🥰🥰🥰🥰🥰
nurul khusna
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Antoni gergio
💞💓💗💖💝
samuel df
😍🤩🤩🤩🤩
Jangkar pion
iblis yg cantik😘
yudi permana
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
nabila
🤩🌹😘😍🥰
putri andini
😍🥰
asyifa fauziah
🌹😘🥰😘
setiawan
pijatan yang mematikan sang ratu
yani
keren kaka semangat berkarya🥰
sasa
💞💕💞💞💞💞💞
fitri
🥰😘🥰😘🥰🤩🤩
pricilia
🌹🌹🌹🌹🌹
Angel
🌟🥳🤠
clara
hebatkaka
Yono Haryono
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!