Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PINTAR MENJADI SUPERSTAR

SISTEM PINTAR MENJADI SUPERSTAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Stevan Alvaro kehilangan segalanya dalam semalam ketika sebuah konspirasi menghancurkan pita suaranya dan merenggut mimpinya menjadi penyanyi besar, yang disusul oleh pengkhianatan kekasihnya yang memilih pergi meninggalkannya di titik terendah. Namun, di saat dunia seakan runtuh, sebuah suara misterius dari Sistem Pintar bangkit di dalam benaknya, memberinya kemampuan absolut dalam komposisi, produksi, dan penguasaan alat musik meski tanpa suara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Suasana malam di sebuah kamar bernuansa gaming sangat ramai dengan suara notifikasi dan musik.

Seorang pria berkacamata bulat dengan rambut dicat abu-abu sedang menatap layar komputernya.

Pria itu adalah Riko, seorang influencer musik dan kritikus vokal yang memiliki lebih dari satu juta pengikut di platform siaran langsung.

"Oke, teman-teman penonton! Mari kita cari harta karun malam ini," seru Riko ke arah kamera dengan penuh semangat.

"Seperti biasa, kita akan menggali lagu-lagu indie dari musisi antah-berantah yang baru dirilis hari ini."

Kolom obrolan di samping layarnya bergerak dengan sangat cepat, dipenuhi oleh ratusan komentar dari para penonton setianya.

"Bang Riko, coba dengarkan lagu dari band metal lokal yang baru rilis!" tulis salah satu penonton.

"Jangan metal terus, Bang. Cari penyanyi solo yang suaranya unik dong," balas penonton lainnya.

Riko tertawa kecil membaca perdebatan para penonton di layar monitornya.

Klik... klik...

Ia menggerakkan kursor mousenya tanpa tujuan yang jelas di halaman rilisan terbaru Nusantara Music.

"Mari kita lihat bagian kategori tanpa genre yang baru diunggah dalam satu jam terakhir," ucap Riko sambil menggulir layar.

Matanya tertuju pada sebuah judul lagu yang terdengar sangat sederhana namun sedikit menarik perhatiannya.

"Bayangan Bisu... dari musisi bernama Zero," baca Riko dengan suara keras.

"Wow, tidak ada foto profil, tidak ada biografi, dan bahkan tidak ada lirik yang dicantumkan."

"Ini sangat misterius atau musisinya memang terlalu malas," candanya yang disambut emoji tertawa di kolom obrolan.

Riko membetulkan posisi headphone mahalnya dan bersandar santai di kursi gamingnya.

"Baiklah, kita beri musisi misterius ini kesempatan sepuluh detik pertama."

Klik.

Tombol putar ditekan, dan keheningan sejenak menyelimuti siaran langsung tersebut.

Ting... neng... ting...

Suara dentingan piano tunggal mulai mengalun lambat dari dalam headphone Riko.

Mata Riko yang awalnya terlihat meremehkan tiba-tiba menyipit tajam.

"Tunggu dulu," gumam Riko sambil mendekatkan wajahnya ke layar monitor.

"Progresi akor macam apa ini? Ini bukan intro piano pasaran yang biasa dipakai musisi amatir."

Kolom obrolan mulai melambat karena para penonton juga ikut menyimak melodi yang terdengar sangat melankolis itu.

"Nadanya menyedihkan banget, Bang," tulis seorang penonton.

Baru saja melodi piano itu selesai beralih, sebuah suara vokal masuk menembus telinga Riko dengan sangat tiba-tiba.

"Bayanganmu... memudar di ujung jalan..."

Mata Riko terbelalak sangat lebar seakan mau melompat keluar dari tempatnya.

Bulu roma di sekujur lengannya merinding seketika.

Ia langsung menekan tombol jeda pada aplikasi musik tersebut dengan tangan sedikit gemetar.

Brak!

Riko memukul meja komputernya dengan keras, membuat para penontonnya terkejut.

"Gila! Suara siapa ini?!" teriak Riko ke arah mikrofonnya dengan histeris.

Kolom obrolan meledak seketika dengan ribuan tanda tanya.

"Bang Riko kenapa? Suaranya bagus banget ya?"

"Aku merinding dengar kalimat pertamanya doang, Bang!"

Riko menelan ludahnya yang terasa kering dan kembali menekan tombol putar.

Ia tidak berbicara sedikit pun selama tiga menit penuh, membiarkan lagu itu mengalir sampai selesai.

Saat lagu mencapai bagian chorus dengan nada tinggi yang menyayat hati, Riko tanpa sadar meneteskan air mata.

"Gila... ini benar-benar gila," gumam Riko sambil mengusap air matanya saat lagu berakhir.

"Penonton, kalian semua menjadi saksi malam ini."

Riko menatap langsung ke arah lensa kamera dengan raut wajah yang sangat serius.

"Ini bukan kualitas penyanyi indie biasa. Teknik pernapasannya, resonansinya, dan penyampaian emosinya ini kelas monster!"

"Dan yang lebih gila lagi, produksi lagu ini... aransemen pianonya level dewa!"

Riko langsung membagikan tautan lagu tersebut di kolom obrolan siaran langsungnya.

"Aku minta kalian semua dengarkan ini sekarang juga, dan bagikan ke semua platform yang kalian punya!"

"Musisi bernama Zero ini tidak boleh tenggelam, dia adalah monster baru di industri musik kita!"

Malam itu, bagaikan api yang menyambar bensin, lagu "Bayangan Bisu" mulai menyebar dengan sangat liar di internet.

Keesokan paginya, di kantin kampus Institut Musik Nusantara.

Suasana kantin sangat ramai dengan para mahasiswa yang sedang sarapan sebelum masuk kelas.

Namun, tidak seperti biasanya yang membicarakan tugas atau gosip dosen, hari ini ada satu topik dominan yang mereka bahas.

"Hei, kau sudah dengar lagu yang di-review sama Riko semalam?" tanya seorang mahasiswa berjaket jeans kepada temannya.

"Sudah! Gila banget, aku putar ulang sampai lima kali sebelum tidur semalam," jawab temannya dengan antusias.

"Suara penyanyinya mirip bidadari patah hati, tapi aransemen pianonya yang bikin merinding parah."

Di sudut kantin yang sedikit lebih sepi, Stevan duduk sendirian menikmati roti lapis dan susu kotaknya.

Ia menggunakan topi dan maskernya seperti biasa, tampak sangat tenang dan tidak peduli dengan keramaian di sekitarnya.

Tangannya menggulir layar ponsel perlahan, membaca berita tentang viralnya lagu "Bayangan Bisu".

Hanya dalam waktu dua belas jam, lagu itu sudah menembus seratus ribu pendengar di platform Nusantara Music.

"Rencana pertama berjalan lebih cepat dari perkiraan," batin Stevan sambil menyesap susunya.

[TING!]

[Misi tersembunyi selesai: Mendapatkan seratus ribu pendengar pertama dalam waktu 24 jam.]

[Hadiah tambahan: Pemahaman Anatomi Vokal dan Terapi Suara Tingkat Menengah.]

Mata Stevan sedikit melebar membaca layar biru transparan yang baru saja muncul di depannya.

Hadiah kali ini sangat menarik perhatiannya.

Bukan karena ia ingin menjadi dokter, melainkan karena pengetahuan ini mungkin bisa memberikan petunjuk tentang kondisi pita suaranya sendiri.

Ia memejamkan mata sejenak, menerima aliran informasi hangat yang masuk ke dalam pikirannya.

Setelah proses penyerapan selesai, Stevan mencoba menganalisis kerongkongannya sendiri secara mental.

"Kerusakannya akibat zat asam kuat yang membakar jaringan lunak pita suara," batin Stevan dengan muram.

"Secara medis modern ini permanen, tapi jika ada hadiah sistem yang lebih kuat, mungkin peluang itu masih ada."

Harapan kecil mulai tumbuh di sudut hatinya yang paling gelap, meski ia tidak mau terlalu berharap banyak saat ini.

Fokus utamanya sekarang tetap menghancurkan karir orang-orang yang telah menjebaknya.

1
Rifqy Channel
nah gini dong 😭🙏🤣🤣
Rifqy Channel
tolong dong itu the zeros mereka harus ungkap identitas biar supaya mereka shock itu. jangan pelit dengan hadiah nya lah.
Nissa Safira: Sabar yaa kak🤣🙏
Aku mau mereka shocknya pas lagi di atas tahta, bukan pas masih di tangga. Tunggu final, hadiahnya bukan cuma identitas yang kebuka, tapi satu industri yang runtuh. Janji deh gak bakal pelit hadiahnya🤣🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!