Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07.

Darah Alfa terasa mendidih, mendengar bahwa ternyata Ammar dan Davina sudah menjual rumah itu tanpa sepengetahuannya. Dia menatap pria di hadapannya dengan rahang mengeras. “Lalu apa Anda tahu Ammar pindah ke mana?” tanyanya menahan emosi.

“Tidak, Mas. Kami pindah kemari, setelah mereka pergi dari sini. Jadi kami tidak bertemu,” jawab pria itu sambil menggelengkan kepala.

“Beberapa waktu lalu mereka hanya sempat bilang kalau mau pindah ke luar kota, itu saja.”

Alfa mengembuskan napas kasar. Tangannya mengepal di sisi tubuh. “Baiklah, terima kasih.”

Dia berbalik lantas berjalan meninggalkan rumah yang dulu menjadi tempatnya pulang. Setiap langkah terasa berat, tetapi kali ini bukan karena kehilangan. Ada kemarahan sekaligus kekecewaan yang menghimpit dadanya.

Baru saja hendak menyalakan mesin motornya, seorang wanita paruh baya keluar dari rumah seberang. Wajahnya seketika terkejut saat melihat Alfa.

“Lho, Mas Alfa?” panggilnya.

Alfa menoleh sambil menganggukkan kepala. “Pagi, Bu.”

Wanita paruh baya itu mendekat, rasa penasaran terlihat jelas dari wajahnya. “Bukankah Mas Alfa sedang dirawat di rumah sakit?" tanyanya seraya meneliti Alfa dari kepala sampai kaki.

Alfa mengernyitkan dahi. "Dirawat di rumah sakit?"

"Iya... Mas Ammar bilang kalau Mas Alfa mengalami kecelakaan parah dan harus dirawat di rumah sakit kota sebelah,” jawab wanita paruh baya itu.

“Saya ingat waktu itu pagi-pagi sekali Mas Ammar pergi bersama Davina. Katanya mereka mau menjenguk Mas Alfa sekaligus mengurus beberapa keperluan.”

Tatapan Alfa seketika berubah dingin. 'Jadi itu alasan yang mereka gunakan,' gumamnya dalam hati.

“Alhamdulillah, saya baik-baik saja, Bu. Tidak mengalami kecelakaan seperti yang dikatakan Ammar."

Wanita paruh baya itu sontak menatap Alfa bingung. “Tidak pernah kecelakaan?”

“Tidak, Bu. Saya baru tahu Ammar dan Davina pergi setelah semua yang saya miliki ternyata sudah mereka jual,” jawab Alfa seraya menggeleng.

Wajah wanita paruh baya itu langsung berubah pucat. “Dijual?”

“Rumah ini sudah berpindah tangan. Begitu juga kendaraan dan usaha saya.” Alfa menahan amarah yang kembali naik. “Mereka mengambil semuanya tanpa saya sadari.”

Perempuan itu menutup mulutnya dengan tangan. “Ya ampun... pantas saja.”

“Ada apa, Bu? Apa Ibu tahu sesuatu?” tanya Alfa.

“Malam itu saya memang tak sengaja melihat mereka memasukkan beberapa koper ke dalam mobil. Tapi saya sama sekali tidak menyangka kalau ternyata mereka sedang melarikan diri.”

Alfa terdiam, kini semuanya semakin jelas. Ammar bukan sekadar mengkhianatinya. Pria itu sudah menyiapkan semuanya dengan rapi, tanpa membuatnya curiga sedikitpun.

“Kalau Ibu bertemu mereka, tolong jangan bilang kalau saya datang ke sini,” pinta Alfa datar.

Wanita paruh baya itu pun mengangguk cepat. “Baik, Mas.”

Alfa menghidupkan mesin motornya. Kemudian meninggalkan tempat tersebut setelah berpamitan. Tempat yang pernah menjadi saksi cinta dan perjuangannya, sebelum semuanya direnggut paksa oleh ketamakan kedua orang yang sangat dia percaya.

.

.

.

Sementara itu, di sebuah hunian dua lantai di kota sebelah, Ammar dan Davina sedang menikmati sarapan dengan tenang. Di atas meja, salah satunya terus bergetar sejak pagi. Lelaki itu melirik layar, lalu tersenyum miring.

“Lihat itu, Sayang.”

Davina mengambil ponsel tersebut dan membaca pesan yang baru masuk.

[Pak Ammar, kami sudah menunggu pengiriman barang. Mohon segera beri kepastian.]

Ia justru tersenyum puas. “Mulai ramai rupanya.”

“Bukan mulai, tapi mereka pasti sudah mulai panik,” sahut Ammar santai sambil menyeruput kopinya.

“Baguslah. Biar mereka tahu rasanya menunggu sesuatu yang tidak akan pernah datang,” balas Davina.

Ammar lantas tertawa lepas. “Dulu kita sibuk menerima pesanan dan Alfa yang mengurus pengiriman. Sekarang semua pelanggan itu pasti sedang mencarinya.”

Dia menyandarkan tubuh dengan wajah penuh kemenangan. “Sayangnya, mereka tidak tahu kalau orang yang mereka cari sudah tidak punya apa-apa.”

Davina meletakkan ponsel di meja. “Tapi, bagaimana kalau nanti Mas Alfa melaporkan kita ke pihak berwajib, Mas?” tanyanya sedikit khawatir.

Tawa Ammar berhenti seketika. “Tenang saja. Semua transaksi dilakukan menggunakan nama usaha Alfa. Kalau ada yang menagih, mereka akan mencari pemilik usaha.”

"Lagian bagaimana mau lapor? Sementara dirinya sudah tidak punya apa-apa. Bahkan semua bukti mengarah padanya," lanjutnya sangat percaya diri.

“Kasihan sekali dia...” ejek Davina sambil menggeleng. “...sudah kehilangan semuanya, sekarang malah dikejar-kejar juga sama pelanggan.”

Ammar menyeringai. “Benar, semua sudah kita ambil, dan nikmati hasilnya. Tapi dia justru yang harus sibuk membereskan kekacauan ini, padahal dia tak berbuat apapun.”

Keduanya lantas tertawa licik tanpa sedikitpun merasa bersalah atas perbuatannya.

.

.

.

Sesampainya di rumah orangtuanya, Alfa langsung masuk begitu saja setelah mengucap salam, lalu duduk di ruang tamu. Menyandarkan punggung di kursi sambil memejamkan mata.

Bu Mala yang sedang berada di ruang tengah segera menoleh. Melihat wajah Alfa yang penuh tekanan, ia langsung menghampirinya. “Ada apa, Nak? Kenapa wajahmu seperti itu?” tanyanya cemas.

Alfa tidak langsung menjawab. Kedua tangannya mengusap wajahnya dengan kasar.

Pak Ikhsan yang melihat perubahan wajah putranya segera mendekat. “Katakan pada ayah, apa yang terjadi, Alfa!”

Alfa mengangkat wajah menatap sang ayah dengan pandangan rumit. “Ammar dan Davina sudah pindah, Yah, Bu...”

“Maksudmu apa?” tanya Bu Mala cepat.

“Ternyata mereka sudah menjual rumah itu. Tadi aku ke sana dan bertemu orang yang membelinya. Dia bilang rumah itu dibeli cash dari Ammar dan Davina, sebulan lalu bahkan ketika aku masih tinggal di sana."

Pak Ikhsan mengepalkan tangan. “Berarti mereka memang sudah merencanakan semuanya. Benar-benar manusia serakah mereka," ucapnya geram.

“Bukan cuma rumah, Yah.” Alfa menatap kedua orang tuanya. “Rupanya mereka juga menggunakan usahaku untuk menerima pesanan dari pelanggan.”

“Lalu?” tanya Pak Ikhsan.

“Sekarang para pelanggan mulai menagih pesanan itu padaku. Padahal aku tidak pernah menerima pesanan apapun.”

Alfa menarik napas panjang. Kali ini tidak ada lagi airmata, meski tak dapat dipungkiri bahwa dirinya lah yang akan menanggung semua kerugian itu.

Bu Mala mengusap punggung putranya lembut. “Sabar ya, Nak. Kamu sudah kehilangan banyak hal. Jangan sampai mereka juga menghancurkan masa depanmu.”

Alfa mengangguk, tetapi belum sempat menjawab ketika ponselnya kembali berdering. Sebuah nomor tak dikenal muncul di layar. Dia mengernyitkan dahi sebelum mengangkatnya. “Halo, dengan siapa?”

“Pak Alfa, saya salah satu pelanggan usaha Anda. Pesanan yang sudah kami bayar sampai sekarang belum dikirim. Kalau sampai minggu ini barang tidak juga dikirim, kami akan meminta ganti rugi atas kerugian yang kami alami.”

Alfa tertegun. wajahnya seketika menegang. “Tapi saya tidak pernah menerima pesanan itu,” jawabnya bingung.

“Saya tidak peduli, sebab pembayaran kami sudah masuk ke rekening usaha Anda, Pak.” Sambungan langsung terputus.

Alfa menatap layar ponselnya, dadanya bergemuruh hebat. Kini dia sadar, bahwa Ammar dan Davina sengaja menyeretnya ke dalam masalah besar. “Rupanya mereka benar-benar ingin menjatuhkan aku sampai ke dasar.”

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
The froge: Mampir juga KA ke novel aku yg berjudul The Silent Detective: Misteri di Balik Kabut London
total 4 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!