Indonesia
NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:26.9M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Pagi berganti dengan cepat. Cahaya matahari memancar masuk lewat sela-sela jendela kamar Talia. Si pemilik kamar sudah berdiri di atas sofa, menatap keluar jendela sembari menyanyikan lagu rock dengan nada-nada sumbangnya. Membuat Damian yang awalnya masih tertidur membuka matanya dan menatap ke arah gadis yang berdiri membelakanginya di depan sana.

Telinganya sakit karena gadis itu.

Damian mengerjap pelan, berusaha mencerna apa yang telah terjadi. Kepalanya masih berat akibat tidur yang belum cukup, dan luka tusuk semalam yang belum membaik, masih basah pastinya. Tetapi suara sumbang yang memenuhi ruangan terlalu mengganggu untuk diabaikan. Ia menghela napas, menutup wajah dengan bantal, lalu berguling ke samping, berharap suara itu berhenti dengan sendirinya. Dia masih menghargai kalau gadis itu yang sudah menyelamatkan nyawanya dan pemilik kamar yang sebenarnya.

Namun, harapannya sia-sia.

Gadis itu semakin bersemangat menyanyikan bait berikutnya, bahkan sekarang tangannya bergerak seperti sedang memainkan gitar di udara. Ia benar-benar larut dalam dunianya sendiri.

Damian akhirnya menyerah. Dengan gerakan malas, ia duduk di tepi kasur dan menatap punggung Talia. Ekspresinya kesal. Gadis itu benar-benar mengganggu orang sakit.

"Kau bernyanyi atau sedang mengusir setan?" suaranya serak karena baru bangun tidur. Tatapannya tajam.

Nyanyian Talia terhenti. Ia menoleh ke belakang. Begitu gadis itu menoleh, Damian tertegun. Menatap sosok di depan sana dengan heran. Wajah gadis itu pagi ini berbeda drastis bak langit dan bumi. Riasan tebal yang biasanya dia lihat di wajah gadis itu tidak ada pagi ini.

Wajahnya polos tanpa polesan apapun, mengenakan piyama tidur berwarna kuning tetapi warnanya tidak bikin sakit mata, dan wajah khas orang baru bangun tidur. Namun anehnya, penampilannya yang seperti itu membuatnya terlihat seperti bidadari.

Bahkan seorang Damian yang tidak pernah peduli dengan yang namanya wanita cantik, pagi ini berhasil di buat terpesona. Gadis itu tanpa polesan apapun sangat cantik. Bahkan dia mengakui aura kecantikan Kanara kalah dari gadis itu. Ketika sadar, Damian cepat-cepat menghilangkan wajah terpesonanya dan kembali menatap datar ke depan.

Gadis yang belum ia ketahui namanya itu menatapnya dengan dahi berkerut.

"Hei! Aku sedang menghayati liriknya, tahu!" protesnya, meletakkan tangan di pinggang.

"Musik rock itu soal ekspresi!" Serunya lagi.

Damian memijat pelipisnya.

"Kalau begitu, ekspresimu harusnya dilarang di negara ini."

Talia mengerucutkan bibir dan mendengus.

"Dasar tidak punya selera seni. Hmph!" Ia pun kembali menatap ke luar jendela dan mulai bernyanyi lagi. Tidak peduli laki-laki itu marah, lagian ini kan kamarnya.

Damian membuang nafas kasar. Ia sudah siap-siap melempari gadis itu dengan bantal, namun tiba-tiba suara teriakan dari luar kamar terdengar.

"TALIA! UDAH MAMA BILANG JANGAN NYANYI PAGI-PAGI BEGINIKAN? KAMU MAU BANGUNIN BABI-BABI TETANGGA DENGAN SUARA FALES KAMU?!"

Talia langsung melompat dari sofa dan turun mendekati pintu kamarnya.

"Mama dan yang lain udah pulang? Kok cepet banget? Katanya bakal dua hari di luar kota?" ucapnya sambil menatap ke Damian.

Damian juga sedang menatapnya, mengamati setiap gerakan yang dia buat.

"Keluarga aku sudah pulang, gak boleh ketahuan kalau ada laki-laki di kamar aku. Nanti aku bisa digantung hidup-hidup." ucapnya lagi dengan nada setengah berbisik dramatis sekali.

Damian mengangkat satu alis.

"Itu masalahmu, bukan masalahku," sahutnya tidak peduli, ia berusaha bangkit dari tempat tidur berniat ke toilet. Rasa nyeri langsung menjalar dari luka di perutnya, membuatnya mengerang pelan. Talia yang melihat itu segera berjalan cepat ke arahnya.

"Kamu kesakitan? Apa lukamu terbuka?" tanyanya panik. Ia memegang lengan Damian dan menatap ke bagian perut pria itu. Suaranya seperti bisik-bisik. Karena ia mendengar derap langkah kaki mamanya mendekat ke kamarnya. Ia makin panik.

"Cepat sembunyi di toilet." katanya.

Damian menatap Talia dengan ekspresi datar, seolah enggan menurut. Tapi langkah kaki dari luar semakin mendekat, dan sebelum ia bisa memprotes, Talia sudah menarik lengannya dan setengah menyeretnya ke dalam toilet.

"Jangan bersuara!" bisiknya tajam sebelum menutup pintu dengan hati-hati.

Baru saja gadis itu berbalik, pintu kamarnya sudah diketuk-ketuk dari luar. Dengan cepat Talia membukanya dan tersenyum lebar. Seorang wanita paruh baya berdiri di ambang pintu dengan wajah kesal.

"Talia! Kamu tuh ya, kan udah mama tegur berkali-kali jangan nyanyi pagi-pagi begini. Suara kamu itu gak enak di denger. Jatohnya bikin sakit telinga tahu. Masih baik orang yang denger nyanyian kamu nggak mati." wajah Talia berubah muram.

"Mama tiri ... cuma sayang ... kepada aaanaaknyaa sajaaa..."

Plakk!

Kepalanya di geplak saat dia menyanyikan penggalan lagu di atas.

"Mama tiri kamu bilang, mama tiri?!"

"Ya kan tiap hari mama selalu perlakukan aku kayak mama tiri." wajah Talia mengerucut.

"Makanya kalo mama tegur itu di denger. Jangan main terus hobinya. Kamu udah kelar kuliah, kalo belum mau kerja, lanjut S2 aja, jangan ngabisin waktu ikut-ikut audisi gak jelas. Gak pernah lolos juga."

Talia berdecak malas.

"Kamu denger mama nggak?!"

Talia tersenyum canggung.

"Dengar, Ma! Hehehe..." Ia menggaruk belakang kepalanya. Sang mama menyipitkan mata, lalu matanya menyapu seluruh kamar.

"Kenapa kamar kamu bau obat?"

Jantung Talia berdegup lebih cepat. Ia melirik ke arah meja, tempat kotak P3K masih terbuka. Sial.

"Eh ... Aku kena luka kecil kemarin, Ma. Cuma lecet biasa. Gak usah khawatir."

Mamanya masih menatap curiga, tapi akhirnya menghela napas.

"Kamu ini, ya. Udah besar masih ceroboh. Ya udah, jangan lupa sarapan."

Talia tersenyum manis, berusaha agar mamanya cepat pergi.

"Iya, Ma. Nanti aku turun."

Namun, wanita itu tidak langsung pergi. Matanya menyapu kamar sekali lagi, lalu mengerutkan dahi.

"Kenapa pintu kamar mandinya ditutup?"

Jantung Talia hampir copot.

"Um … aku baru aja pake. Belum sempat dibuka lagi."

Mamanya mengerling curiga, lalu tanpa peringatan melangkah ke depan. Talia buru-buru menghalangi dengan memasang ekspresi sok polos.

"Mama mau ngapain?"

"Ya mau buka pintunya. Siapa tahu kamu lupa matiin keran atau ada cicak di dalam."

"Mana ada cicak, ma! Lagian kamar mandi aku bersih. Nggak usah di cek, Mama nggak percaya sama aku?"

Mamanya menyipitkan mata.

"Justru karena kamu suka ngelantur, makanya mama curiga."

Talia panik. Di dalam toilet, Damian pasti mendengar percakapan mereka. Pria itu akan ketahuan kalah sampai mamanya buka kamar mandinya. Ia harus melakukan sesuatu.

Saat mamanya hendak menggapai gagang pintu, Talia tiba-tiba berseru,

"Aduh, ma! Aku mules!"

Mamanya terkejut. "Hah?"

"Aku butuh kamar mandi! Banget!" Tanpa menunggu jawaban, Talia buru-buru membuka pintu, menyelinap masuk, dan menutupnya kembali.

"Nggak bisa ditunda, ma! Nanti aja ngobrolnya!"

Dari balik pintu, terdengar helaan napas lelah. "Terserah kamu lah. Cepat turun sarapan nanti!"

Talia menunggu hingga suara langkah menjauh sebelum menghela napas lega. Ia menoleh ke Damian yang berdiri bersandar di wastafel dengan  ekspresi malas.

"Berisik." gumamnya.

Talia melotot. Udah di tolongin juga. Dasar kulkas.

Damian menghela napas, lalu berjalan keluar dengan langkah hati-hati. Sementara itu, Talia masih berdiri di depan pintu kamar mandi, mencoba menenangkan jantungnya yang masih berdebar kencang karena hampir ketahuan.

Pagi ini benar-benar membuat adrenalinnya naik.

1
Ilfa Yarni
jgn sampe rencananya Miriam berhasil kasian Amara Thor aku ga sangup bayangin Amara Mati ditangan miriam
Lilian
Aku ngumpet dulu ya Thor, Ngk Tega klu lihat Amara dijahatin🤭🤭
Mereka keluarga Baik, yang Bener saja Bisa dikibulin sama jalang itu...
opa Damian... semoga cepet pulang yaa
Lis mania
🤣🤣🤣🤣🤣
Rara Kanony
aku menunggu update selanjutnya aja dengan doa miriam GK sama dengan Amara
Herman Lim
jls pasti mereka d awasi Mariam yg gila
Sh
emang boleh orang jahat menang dari orang baik yang keluarganya para jagoan ? tapi sering banget kecolongan
diktata
tidak semudah itu ferguso😁
Magichand01 86
jangan laaahh
Etty Sumaryanti
apa kan akan celaka Amara 🤭semoga gagal aksi y tuh 😡😡😡
Kamsia
hrsnya sih peka masa secara insting kt kak thor hrsnya jgn sampe terkecoh.kak kalo mau tamat y tamatin gak perlu di bolak balik ky gorengan 🙏🤭
Putu Ariyastini
kslau aku boleh tebak sih harusnya gak berhasil ya, karena kemungkina ada sifat ato kebiasaan amara yg hanya arsen dan erlan yg tahu ato mungkin ada tanda lahir yg hanya diketahui oleh keluarga terdekat lanjut..
Windi Widia Astuti
pliisss thor jngan ampe berhasil noh si meriam beledug, bikin rencana nya gatot segatot2.y😄
Windy Veriyanti
bagaimana dengan suara? apakah juga sama? 🤔
ryuka
harus nya ketauan thoor..kan papa nya aja kepala polisi pengamanan nya ketat 🔥🔥🔥
TriAileen
jangan sampai kebahagian di rusak ma miriam.. cukup arsen dulu salah paham k Zoya.
Emilia
Sumpah konyol banget si talia
Emilia
Sumpah kamu ni ya🤣
Marsiyah Minardi
Setiap yang asli dan palsu selalu ada ciri khas
kalau keluarga Amara dan Erlan sampai tertipu sama Miriam ,maka perlu diragukan hubungan kasih sayang antara orang tua ,saudara dan kekasih
apalagi Arsen ,Erlan ,polisi hebat
Zora sebagai ibu juga pasti punya feel tersendiri ,ikatan batin ibu anak sangat kuat
Anna
masalahnya.. Miriam ga tau dia. berhadapan dengan keluarga siapa.
Wes talag nduk Miriam, ojok coba2 yo..
iso di hajar entek2an mengko kowe, nduk..
Ririn Danayanti
pasti berhasil miriam,TPI jngan lm2 berhasilnya ya kak author cepet ketahuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!