Indonesia
NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Back to normality

Ivy menyimpulkan tali sepatunya setelah menggeser kursi dan duduk disana. Hari ini ia berniat membawa mobil milik papa ke kampus kebetulan papa sedang tidak ingin memakainya. Ivy bersorak karena badan usaha milik negara dimana papa bernaung mewajibkan karyawannya di hari tertentu naik angkutan umum termasuk KRL atau bus trans.

"Kapan KKN?" tanya papa to the point.

"Baru mau daftarin nama." Ia bahkan sudah membawa satu map persyaratan seperti lampiran transkip nilai sementara, surat pernyataan KKN, dan lampiran KRS.

"Yang bener, abis itu ambil sertifikasi guru."

Ivy mengangguk dan duduk tegak setelah rapi dengan sepatunya. Meneguk sejenak susu dari gelas miliknya, dan menikmati roti gandum dengan selai kacang.

Sebuah pisang melengkapi sarapannya pagi ini, ia siap berangkat ke kampus dengan harapan tak lagi bertemu kesialan seperti kemarin. Entah itu bertemu Mayra, Zein apalagi pacar tentara Mayra yang seram jika sedang murka itu.

Dan yahh! Setelah ia menghapus pesan dan memblokir nomor pacar Mayra yang ia lupa-lupa ingat siapa namanya itu...malamnya tenang. Begitupun Mayra yang awalnya Ivy sudah khawatir jika May akan menghubunginya, nihil.

Pokoknya Ivy hanya ingin membuang toxic dan si al setelah menyaksikan secara langsung Zein telan jank bulat begitu. Bahkan semalam, ia sampai mandi 3 kali karena merasa mengingatnya terus.

Bismillah....lirihnya melangkahkan kaki kanannya terlebih dahulu dari pintu rumah. Ia tarik gagang pintu mobil dan masuk ke dalamnya, mengendarai itu dengan halus keluar dari carport rumah.

Sejak kemarin, Ivy tak menemukan Mayra begitupun dengan Zein....tebakannya kini kasus itu bukan lagi melibatkan warga atau pihak berwajib, melainkan telah bergulir diantara dua keluarga sepertinya, Ivy menggeleng mencoba mengenyahkan hal itu dari pikirannya.

Dan keluar dari kelas saat materi pertama telah berakhir untuk mengambil materi kedua.

Mayra bukan teman Ivy satu-satunya meskipun memang selama ini Mayra lah yang sering bersamanya, *gue harap Lo bisa nyesel May, Lo paham kalo yang Lo lakuin sama Zein udah keluar batas*. Ivy menggumam saat berjalan ke arah kelas.

"Vy, tumben sendirian si May kemana?" Ivy hanya meringis, "ngga masuk, ngga tau gue."

Ia bertemu Imel yang akhirnya berujung menceritakan runtutan pendaftaran KKN.

/

Disinilah ia, di dalam ruangan administrasi kampus fakultasnya demi memasukan namanya diantara puluhan mahasiswa yang mendaftarkan diri untuk melakukan program KKN tahun ini.

Serentetan agenda termasuk pembagian kelompok, penempatan lalu pembekalan materi siap digelar UNJANA dalam waktu kurang dari seminggu. Dan ah ya...tahun ini UNJANA melakukan KKN lintas provinsi demi turut menyukseskan program pemerintah menyamaratakan sasaran kegiatan membangun dan mendidik terutama di daerah pelosok.

Ivy keluar dari ruangan administrasi dengan wajah resah, "kalo penempatannya jauh?" Huffttt ia menatap khawatir ke sekeliling lalu meniup *poni jarang* yang menutupi keningnya. Ia sering mengikuti kegiatan sukarelawan program kampus, tapi...kegiatannya itu hanya bersifat kegiatan mengajar singkat di daerah-daerah terdekat dari ibukota saja.

Sesosok pemuda dengan kaos coklat berlapis kemeja navy menghampirinya dari arah berlawanan, "Vy, ngapain? Jalan sendirian, abis materi?"

Ivy mengangguk, "abis dari ruang admin."

Ia adalah Arga, menghampirinya dan berjalan membersamainya, "kebetulan, siang-siang begini enak jajan es Vy, gue yang traktir..."

Berharap jika diam membuat Ivy setuju, tapi rupanya harapan itu jauh dari kenyataan sebab Ivy sudah menggeleng dengan kalimat template-nya, "sorry, gue hari ini ada perlu, Ga. Jadi abang gue ini mau merit, lagi cari catering, ini aja udah ditunggu mama."

Dan entah pencarian catering yang ke berapa kalinya dalam sebulan ini, karena setiap Arga mengajaknya jalan atau hendak mentraktirnya jajan ia selalu beralasan.

Wajah Arga kini lebih sendu dan redup dari biasanya meski si rambut belah tengah macam artis korea ini mencoba untuk tak memperlihatkan kekecewaannya itu, "oh gitu. Sorry Vy, gue cuma khawatir aja sih. Kata anak-anak kemaren liat lo di interogasi pihak berwajib, ada yang bilang gara-gara narkoba, tapi ada juga yang bilang kasus Lo," bahkan Arga tak tega menyebutkannya dengan tatapan nyalang dan getir ia menggantungkan ucapannya di udara, membuat langkah Ivy terhenti, "kasus apa, Ga? Jangan dijeda gitu ngomongnya?" matanya sudah nanar dengan sorot tak sabar menunggu ucapan Arga.

"Ga, apa?" desaknya menggoyangkan tangan pemuda itu, yang kini merasa memiliki kesempatan untuk menjerat Ivy. Jika selama ini Ibu selalu memiliki alasan menolaknya, maka kali ini ia punya alasan mengajak Ivy makan siang.

"Ngga enak ngobrol disini, kalo ngobrol di cafe sambil ngopi gimana? Gue sih percaya Lo ya...makanya ini pengen bikin klarifikasi bantuin Lo, tapi gue mesti ngobrol dulu, kronologi kemaren kaya apa..." alibi si anak hukum ini.

Ivy menatap calon jaksa sekaligus ketua Hima fakultas hukum ini dengan mata beningnya, "udah ngga usah kebanyakan mikir." ajaknya menarik Ivy.

"Tapi sebentar aja ya, gue juga bawa mobil sendiri Ga..." ringisnya ragu sebenarnya.

"Iya. Apa sih yang ngga buat Lo...tapi ikut pamit dulu ke fakultas hukum gimana?Soalnya tadi gue lagi ngumpul bentar sama anak anak."

Dan Ivy mengangguk saja, yang itu artinya ia harus ikut berjalan ke arah gedung fakultas hukum dimana itu dekat dengan gedung Pascasarjana.

Ayunan langkah yang hampir bersamaan dengan Arga kini sudah sampai di dekat fakultas hukum, bahkan anak-anak dengan almamater kebangaan kampus di bawah bendera kuning dengan neraca timbangan fakultas hukum terlihat bergerombol sambil melemparkan candaan di tengah sesi kumpulan.

Lirikan Ivy jatuh ke arah parkiran anak anak fakultas hukum dan mahasiswa tingkat lanjut termasuk....ia langsung mematung sementara Arga sudah menyeru pada teman-temannya, sosok yang ternotice Ivy adalah Gala, yang sedang berhadapan dengan sosok dengan seragam lapangan khas militer negri.

Ia membelakangi tapi----

Ivy langsung mengambil langkah seribu, meninggalkan Arga yang sedang berpamitan, sebelum Gala sadar dengan keberadaannya termasuk sosok berpostur jangkung yang persis pacar tentara Mayra kemarin.

"Vyy! Arga justru berteriak saat Ivy berlari meninggalkannya, melolong di tempat dengan keheranan, "Sorry Ga, gue mendadak ditelfon mama!" teriaknya.

Russel naik ke atas motor, disusul Gala, "cewek yang namanya Pravita itu fakultas apa? Jadi penasaran."

Gala merotasi bola matanya, "fakultas Pendidikan, jurusan biologi, semester 6. Jauh gedungnya di ujung."

"Kalo mau tau gampang sih, tinggal kunjungi website kampus, Hima fakultas pendidikan jurusan biologi nanti ada dia muncul soalnya kegiatan baksosnya pernah di dokumentasiin masuk Hima."

Russel mengangguk sambil melajukan motornya, "semalem bang Panji wa juga. Aku tanyain buat apa, katanya punya hutang traktir salon ke Ivy..." Gala praktis tertawa renyah, "aku pikir dia mau kesini sekarang, soalnya lusa surat tugasnya turun."

Kembali, Russel mengangguk, "getol banget dia ngambil tugas luar. Ada kemungkinan di promosikan sih di pengangkatan jabatan abis ini."

"Kalo bujang ya apa lagi, kan? Karir dulu..."

"Karir dulu, jodoh belakangan. Tau tau nyesel...kan yang ada di belakangan tuh penyesalan..." Russel tertawa yang kemudian dicubit oleh istrinya, "do'anya yang baik-baik, begitu-begitu sepupu Abang. Selalu ada saat kegilaan abang muncul....Abang sama bang Panji yang cocok disebut kembaran."

Panji, ia duduk di depan kubikelnya, menatap layar komputer dimana tugas hariannya masih menunggu di tuntaskan.

"Dasar cewek oon, ada orang nawarin nyalon gratis nomor gue malah di blokir ...ya udah salah Lo sendiri nolak rejeki." monolognya.

"Kerja terooosss, makan siang lah!" tidak mencolek, melainkan Kelana langsung duduk di meja dengan kaki sebelah masih berdiri di lantai. Ia lantas tertawa, "dari roman-romannya ruwet karena cewek, kenapa... cewek ngga bales? Lagi tantrum?" tebaknya.

Kelana benar, Ivy tak membalas pesannya bahkan memblokirnya, tapi Ivy bukan pacarnya.

"Padang apa warteg?" Panji sudah berdiri menutup pekerjaannya sejenak.

"Bang Mudra ngajak makan ke R.M soto Mpok Ela."

Panji tersenyum, "bilang dari tadi!!! Buruan laper gue!"

"Begitu dong bang Wolf-eel, cewek mah tinggal aja. Ngga dapet ibu buat anak-anak masih ada ibu Pertiwi yang selalu manggil-manggil. Kota seribu sunset, Nji...gue mau ketemu sodara."

Panji melirik ke samping ke arah temannya itu, "Manta? Komodo?" tawanya.

"Komodo, kembaran Lo." sarkas Kelana.

Ivy masih meredakan rasa lelahnya. 3 hari berlalu dengan kehidupan yang kembali pada kenormalan, hingga tak lama...

*Prakarsa Adidaya added you, KKN 78 Goes To Kota seribu sunset*.

"Kelompok apaan nih?" matanya setengah lelah dan sayu, "Hah?!!! Kota seribu sunset?!" serunya terkejut langsung menyentak kesadaran diantara kantuknya.

.

.

.

.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Selalu di luar prediksi Panji kalau sudah ketemu Ivy tanpa lihat tempat.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Panji sudah ga bisa nahan tuh Umi Eyi buruan di nikahin deh makanya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Untung langsung sadar Vy, coba kalau telat pasti kamu bakal nyesel karna sudah menyia²kan Panji yang sudah banyak berkorban dan mengalah... coba belajar ga egois dan ngertiin juga Panji jangan hanya maunya di mengerti sendiri saja Vy, Panji juga punya batas sabarnya juga kalau harus selalu mengalah tiap ada masalah dia yang selalu duluan inisiatif.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ivy egois sudah di kasih dikit kesempatan buat jadi model malah kebablasan lupa diri dan ingkar janji serta ga menghargai calon suami dan para orang tua dan tetua.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ada² saja di saat serius juga yang bikin ngakak... dasar emang ga bisa di ajak serius lama².🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lets Go Ivy, tunjukin kemanpuan tersembunyi mu yang lain lagi.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Aku juga ikutan plenger bacanya, mood amburadul... dari cengengeaan sampe ketawa cekakak cekikik terus langsung ambyar di bikin mewek dalam hitungan menit, semua jadi campur aduk kayak nasi lengko.😭🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah padahal lagi seneng²nya cekakak cekikik malah di taroh bawang juga di sini.😭😭😭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Rame banget kalau ngumpul katak mau bikin grup lawakan 🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
babang Pnji T O P, bener² dewasa umur dan pemikiran.👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Banyak kejutan tentang sosok Panji ya Vy.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hih dasar si ulat busuk sok suci, ga sadar diri emang.. slepet aja Vy biar kapok.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ngomong² om Redi alias Honey bunny sweety udah nikah belum sih... baru kelihatan.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣Lagian kenapa bisa video tentang or penyaringan air lautnya ga di potong dulu malah di satuin dwngan video yang lain sih.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Untung Ivy ga di introgasi dan di jutekin kayak dulu umi Eyi waktu pertama di kenalin sebagai calon mantu Umma Salwa... kalau kejadian yang ada Ivy pingsan kali karna mentalnya ga sekuat Umi Eyi dulu.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Owh abi Zaky sudah meninggal toh, jadi nnga bisa lihat cucu² yang lain nikah.😢
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Berat juga ya Vy, ga nyaman banget hidup selalu di atur² meskipun menurut mereka itu emang baik tapi kalau terus kayak gitu artinya mereka ga percaya sama kamu.... kalau kayak gitu terus yang ada kamu ga bisa berkembang dengan bebas dan ga bisa².🫣
Kadang yang menurut keluarga terbaik belum tentu buat yang menjalani, dukungan dan kepercayaan itu penting selagi dalam hal yang positif.. buktikan Vy kalau kamu bisa berubah sedikit² buat mandiri dan ga manja dan cengeng lagi.👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Super doble karna bukan hanya berpisah dengan warga Tanjung Komodo tapi harus LDR, berpisah juga dengan kekasih .🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Makanya hilangin sifat ngambekannya, kalau emang Panji sesuai kriteria mu tar kalau keseringan kayak gitu lama² juga dia jenuh karna harus ngalah mulu karna pengennya di mengerti mulu tapi ga ngertiin.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!