Indonesia
NovelToon NovelToon
Angsa Cantikku

Angsa Cantikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mafia
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Myz Pena

​"Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat orang yang kau cintai,
ragu memilihmu demi seseorang yang paling kau benci.
​Dan di antara amarah yang membakar serta air mata yang bengkak,
dua jiwa yang terluka dipaksa melangkah di jalan yang sama...
tanpa sadar, bahaya sebenarnya justru sedang mengintai dari jarak paling dekat"

​Bagi Lulu, menjadi sosok culun dan tak kasat mata di kantor adalah hal biasa. Namun, di balik penampilannya yang sederhana, senyum hangat dan ketulusannya justru menjadi "racun" paling mematikan bagi dua pria kelas atas.

​Angga, manajer berdingin hati yang membenci kesalahan, mendadak kehilangan fokus tiap kali Lulu berada di dekatnya.

Sementara Riko, CEO angkuh yang awalnya
memandang Lulu sebelah mata, malah terjatuh paling dalam akibat sebuah insiden tak terduga. Ketika dua pria berkuasa ini saling berhadapan demi merebut satu perhatian...

siapakah yang akhirnya memenangkan hati Lulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myz Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 : LUKA LAMA & PERTEMUAN TAK TERDUGA

​"Ada apa dengan Pak Angga? Mengapa ia menatapku seperti itu?" batin Lulu bertanya-tanya. Risih ditatap sedemikian intens, ia berusaha mengalihkan perhatian atasannya.

​"M-maaf, Pak... ini air minumnya," bisik Lulu gugup, menundukkan kepala.

​Sentuhan dingin gelas membangunkan Angga dari lamunannya. Ia menyambar gelas itu dan meneguk isinya hingga tandas.

​"Thanks" cetus Angga datar, melempar pandang ke sembarang arah.

​Lulu menghela napas lega. Namun, kelegaannya buyar ketika Angga kembali menatapnya sinis.

"Kamu masih mau berdiri di situ?"

​"E-eh, iya, Pak. Kan masih ada berkas yang harus..."

​"Cukup. Kerjakan besok saja" potong Angga dingin dan wajahnya mengeras.

"Tunggu apa lagi? Keluar dari ruanganku"

​Tanpa berani membantah, Lulu bergegas keluar.

​"Dasar manusia es!" serapah Lulu pelan sambil melangkah menuju mejanya.

"Ngapain juga tadi aku sok perhatian ngasih minum?"

​Ia menghempaskan tubuh ke kursi kerjanya, menatap tumpukan berkas yang kian menggunung. Hatinya menciut membayangkan nasib niat pulangnya ke kampung halaman yang terancam batal jika Angga terus menunda pekerjaan.

​Tiba-tiba, dering ponsel memecah kekesalannya. Sebuah nomor tak dikenal tertera di layar.

​"Halo, selamat sore..."

​"Dengan Saudari Lulu?" suara berat seorang pria terdengar di seberang telepon.

​"Ya, saya sendiri. Ini siapa, ya?"

​"Kami dari kepolisian. Rekan Anda, Lastri, mengalami kecelakaan tunggal dan saat ini berada di UGD Rumah Sakit..."

Darah Lulu serasa berhenti mengalir.

"L-Lastri?! Bagaimana keadaannya, Pak?!"

​"Saat ini sedang ditangani dokter. Harap segera datang."

​Tanpa membuang waktu, Lulu menyambar tasnya dan berlari meninggalkan area kantor.

​Pukul 17.30 WIB, lampu ruangan Angga masih menyala terang. Angga bersandar di kursi kerjanya, memijit pelipisnya yang berdenyut hebat. Perhatian kecil Lulu tadi menyisipkan sedikit kehangatan yang asing di dadanya. Namun, Angga buru-buru menepis rasa itu.

​"Tidak. Hati dan pikiranku cuma milik satu orang," batinnya menyakinkan diri.

Sementara itu di luar ruangan, Rama sedang bersiap pulang ketika Angga melangkah keluar dengan raut wajah lesu.

​"Selamat malam, Pak" sapa Rama.

​Angga mengangguk datar, lalu pandangannya tertuju pada meja kerja Lulu yang sudah kosong melompong.

"Ram... Lulu sudah pulang?" tanya Angga lirih, hampir tak terdengar.

​"Hah? Siapa, Pak?" tanya Rama bingung karena suara Angga begitu pelan.

​Angga langsung menatapnya tajam, membuat Rama seketika terdiam ketakutan.

"Sudahlah. Lupakan. Segera pulang dan kunci ruangan," cetus Angga dingin sebelum berlalu pergi.

​Dalam perjalanan pulang menggunakan mobilnya, pandangan Angga mendadak terkunci pada trotoar yang ramai. Seorang wanita berambut panjang sedang melangkah tergesa-gesa di antara kerumunan.

​Jantung Angga berdegup kencang. Wajah itu... sangat familier.

​"Anna...?" bisiknya tak percaya.

​Angga membanting setir ke pinggir jalan dan memarkirkan mobilnya secara asal. Ia melompat keluar, berlari Menerobos lautan manusia di trotoar. Napasnya memburu, matanya liar mencari sosok wanita yang paling ia rindukan di muka bumi ini. Namun, bayangan itu lenyap ditelan hiruk-pikuk Jakarta.

​Angga mematung di tengah jalan, terengah-engah dengan dada yang terasa dihantam beban berat. Kecewa dan frustrasi menggerogoti jiwanya hingga ia memutuskan menepi ke sebuah restoran di pusat kota untuk menenangkan diri, meski bayang-bayang masa lalu terus mengejar pikirannya.

​Sementara itu, di sebuah rumah sakit, Lulu terduduk lemas di samping ranjang tempat tidur UGD. Di atasnya, Lastri terbaring pucat dengan jarum infus menancap di tangannya. Operasi telah berjalan lancar dan kini sahabatnya mulai perlahan membuka mata.

​"Lu... maafin aku ya..." lirih Lastri lemah.

​"Nggak apa-apa, Las. Yang penting kamu selamat" bisik Lulu menahan haru.

​Usai memastikan kondisi sahabatnya stabil dan membantu menyuapinya sedikit makanan, perut Lulu sendiri mendadak berbunyi nyaring. Sejak siang ia belum menyentuh makanan sama sekali.

​"Pergi cari makan dulu sana, Lu. Nanti kamu ikut sakit" desak Lastri.

​Lulu mengangguk. Ia meraih jaketnya dan melangkah keluar menuju minimarket 24 jam yang terletak di seberang rumah sakit.

​Lulu mengambil beberapa roti, buah dan makanan instan, lalu membawanya ke kasir. Namun, saat pembayaran, wajahnya mendadak pucat pasi.

​"Totalnya Rp250.000, Mbak" ujar kasir.

​Lulu meraba seluruh sakunya.

"Aduh... uang tunai saya cuma ada Rp150.000. Mbak, boleh saya kurangi belanjaannya?"

​"Maaf, Mbak, barangnya sudah ter-scan semua dan antrean di belakang Mbak cukup panjang," sahut kasir itu dingin.

​Lulu panik, namun sebelum ia sempat memohon, sebuah suara lembut menginterupsi dari belakang.

​"Biar saya yang bayar sisanya"

​Lulu menoleh, ada seorang wanita berdiri di belakangnya. Penampilannya sangat elegan memakai blouse berkelas, jam tangan mewah dan memancarkan aura kecantikan yang begitu memesona hingga membuat Lulu sempat terpana beberapa saat.

​"Pakai QRIS saja" lanjut wanita itu anggun sambil menempelkan ponselnya ke mesin kasir.

​Setelah transaksi selesai, wanita itu menyerahkan kantong belanjaan pada Lulu sambil tersenyum ramah.

​"M-mbak... terima kasih banyak! Saya janji akan ganti uangnya" ucap Lulu gugup.

​"Tidak usah" kekeh wanita itu halus.

"Anggap saja ini rezeki. Lagipula, siapa tahu suatu saat kita bertemu lagi dan aku yang butuh bantuanmu"

​Lulu membetulkan letak kacamatanya yang melorot, menatap wanita di hadapannya dengan rasa kagum yang mendalam.

"Nama saya Lulu, Mbak. Kalau boleh tahu... nama Mbak siapa?"

​Wanita anggun itu tersenyum manis, mengulurkan tangannya yang halus.

​"Aku Harianna Bakri. Tapi, panggil saja aku Anna"

1
Rhica_Yubie
yg udah ya udah si ngga..
orang yg udah bukan milik mu kenapa harus di incar lagi.
Tamaa
di dalam keheningan ini aku duduk diam menyaksikannya tertidur lelap, wajahnya terlihat begitu kelelahan, aku tidak tahu perasaan apa ini, wajah tidurnya yang terlihat menawan selalu muncul di pikiranku.
Myz Pena: so sweet banget kayaknya kata2 ini lebih menyentuh ... ohh terimah kasih 😍😍
total 1 replies
Tamaa
ayah kamu juga berhak bahagia riko
Myz Pena: riko nggak ridho 🤧
total 1 replies
Tamaa
moal baleg, isuk isuk ngagosip
Myz Pena: biasalah ibu2.
🤭
total 1 replies
Xlyzy
sampai gagap gitu loh dia sangking ketakutan nya
Myz Pena: ya coba bayangkan gimana rasanya di permalukan depan umum, mana lulu tipe introvert dan punya trauma masa lalu.. apa nggak ke triger dia .. pasti serangan panik luar biasa tuh 🤧
total 1 replies
Xlyzy
Lulu ketakutan plus panik, dia terlalu panik jadi nya fikiran nya tidak bisa berfikir dengan jernih
Myz Pena: bener.. asli banget takutnya 🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
sabar Riko jgn jahat dulu /Scream/
anter Lulu smpe kantor dgn selamat !!
Myz Pena: dia mah orangnya tengil banget 🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
apa sih pake mode ancem2an begini 🥺
tak suka tak suka...
Myz Pena: supaya lulu nurut 🤧
total 1 replies
Miu.Nuha
hish apa sih riko nih
tolak aja lu, tolak ...
Myz Pena: maunya tapi ancamannya agak ngeri sih 🤧
total 1 replies
Putry Chan
apa lagi ada orang misterius yang mengintai dari kegelapan
Putry Chan
kasian Lulu tiba tiba di seret ke dalam masalah yang bukan salah dia
Putry Chan
waduh kacau balau nih kemeja baru kena kopi panas perih bgt plus noda , wajar si indah marah marah
Putry Chan: bener tuh klo itu aku ! pasti aku juga marah lah
total 2 replies
mama Al
lah emang situ tahu dari mana ada persaingan diantara mereka
Myz Pena: kan auranya.. terlihat kayak nggak bersahabat nyariin sodaranya 🤭
total 1 replies
Kartika Candrabuwana
ya pasti mau lah sarapan dengan cewek
Kartika Candrabuwana
wah telat beneran. pasti dimarahi bosnya
Filan
iya sih. si angganya aja masih menyangkal.
Myz Pena: bener jangan terlalu GEER sih... ntar nangis lagi 🤧
total 1 replies
Filan
ibu kosnya kepo
Myz Pena: maklum ibu2 tuukang gosip 🤣
total 1 replies
Filan
tar kayaknya ketahuan kalau udah ketemu
Myz Pena: bener 🤧
total 1 replies
Filan
ya udah, Bang. gpp. terus aja denial.
Myz Pena: gengsi sih sebenarnya 🤣
total 1 replies
Filan
kalau Riko mulai naksir Lulu, terlambat dong dia karena Lulu dah kesengsem sama Angga.
Myz Pena: ya itulah.. apa ngga adu jotos tu mereka 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!