Saat Dewa Turun ke Dunia
"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."
Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.
Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.
Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 — Sekte Pedang Langit
Yuan Gu memandang Long Zhentian dengan tatapan tenang.
Detik berikutnya...
Boom!!
Gelombang Energi Spiritual meledak dari tubuhnya.
Langit yang semula dipenuhi awan hitam langsung berubah cerah. Udara bergetar hebat, sementara ruang di sekitarnya tampak beriak seolah tak sanggup menahan tekanan yang dipancarkannya.
Aura itu menyelimuti seluruh Kota Qingyu. Seluruh kultivator di kota itu sontak berubah pucat.
"Tekanan... apa ini?"
"Mustahil..."
"Aku bahkan tidak bisa mengedarkan Energi Spiritual!"
Beberapa kultivator langsung berlutut dengan wajah dipenuhi keringat dingin.
Aura Yuan Gu terlalu kuat.
Bahkan hanya berdiri di hadapannya saja sudah membuat mereka sulit bernapas.
Long Zhentian yang sebelumnya masih mempertahankan ketenangannya kini membelalak.
"Ranah Istana Langit... Tingkat Enam..."
Suara itu keluar hampir tanpa sadar. Tangannya mulai gemetar. Kekuatan dirinya hanya berada di Ranah Inti Roh Tingkat Empat. Sedangkan pria tua di hadapannya telah melangkah satu ranah penuh di atasnya.
Perbedaan itu bukan sekadar selisih kekuatan. Melainkan jurang yang mustahil diseberangi. Jika pertarungan benar-benar terjadi, Ia tidak akan mampu bertahan bahkan sepuluh jurus.
Long Zhentian menarik napas panjang sebelum memaksakan senyum.
"Hahaha... Senior benar-benar pandai bercanda. Aku mana mungkin mengabaikan perkataan Senior. Barusan... aku hanya ingin menguji kemampuan pemuda itu."
Yuan Gu tersenyum tipis. Tatapannya tetap tenang.
"Ohhh? Kalau begitu... Giliranku menguji."
Tatapan Yuan Gu perlahan beralih kepada Long Aotian. Sorot matanya berubah dingin.
Boom!!
Tekanan yang jauh lebih mengerikan langsung menghantam tubuh Long Aotian.
"Arrghhh!!"
Long Aotian menjerit. Kedua lututnya menghantam tanah dengan keras.
Crack!
Batu-batu di bawahnya langsung hancur. Tubuhnya terus ditekan hingga retakan mulai menjalar ke seluruh permukaan jalan. Darah mengalir dari sudut bibirnya. Wajahnya memucat. Bahkan bernapas pun terasa sangat sulit.
"Ayah...!"
Suara itu nyaris tak terdengar. Melihat putranya menderita, wajah Long Zhentian berubah pucat. Tanpa sedikit pun keraguan...
Ia berlutut di udara.
"Kumohon, Senior... Kesalahan ini sepenuhnya ada padaku. Tolong ampuni putraku. Aku bersedia menerima hukuman apa pun."
Seluruh Kota Qingyu terdiam. Tak seorang pun pernah membayangkan Kepala Keluarga Long, orang yang selama ini disegani... Akan berlutut di hadapan orang lain.
Namun Yuan Gu tidak langsung menjawab. Ia justru menoleh ke arah Li Tianxuan.
"Tianxuan... Menurutmu bagaimana?"
Semua mata langsung tertuju kepada pemuda itu. Li Tianxuan memandang Long Aotian beberapa saat. Dalam benaknya terlintas seluruh penghinaan, ancaman, dan niat membunuh yang baru saja ia alami.
Kalau ia mengangguk...
Long Aotian mungkin akan mati saat itu juga.
Namun... Li Tianxuan perlahan menggeleng.
"Senior."
"Aku ingin membalas penghinaan ini dengan tanganku sendiri. Bukan meminjam kekuatan orang lain."
Yuan Gu tersenyum puas. "Itulah jawaban yang kuharapkan."
Ia mengangkat satu jari, tekanan yang menimpa Long Aotian langsung menghilang.
Namun pada saat yang sama...
Jentikan ringan Yuan Gu mengirim tubuh Long Aotian melayang.
Boom!!
Tubuhnya menghantam Long Zhentian. Keduanya terpental puluhan meter sebelum menabrak sebuah bangunan hingga runtuh.
Debu mengepul ke langit. Di balik reruntuhan itu... Long Zhentian memeluk putranya yang telah pingsan. Tatapannya dipenuhi kebencian.
Ia mengepalkan kedua tangan hingga urat-uratnya menonjol.
"Bocah... Penghinaan hari ini! Akan kubayar berkali-kali lipat."
Tanpa berkata apa-apa lagi... Ia membawa Long Aotian pergi meninggalkan Kota Qingyu.
Suasana akhirnya kembali tenang. Yuan Gu memandang Li Tianxuan. Semakin lama ia melihat pemuda itu... Semakin besar rasa kagumnya.
Seorang kultivator Ranah Penempaan Tubuh berani menghadapi Ranah Lautan Spiritual.
Bahkan memanfaatkan serangan lawan untuk menerobos.
Belum lagi...
Ia mampu tetap berdiri saat menghadapi tekanan seorang kultivator Ranah Inti Roh. Mental seperti itu... Sangat jarang ditemukan.
Li Tianxuan membungkukkan badan.
"Kali ini... Senior kembali menyelamatkan nyawaku. Junior benar-benar tidak tahu bagaimana membalas budi sebesar ini."
Yuan Gu terkekeh pelan. "Kalau begitu... Bergabunglah dengan sekteku. Itu sudah cukup."
Li Tianxuan sedikit terdiam. Bukankah itu justru membuat utang budinya semakin besar?
Namun ia juga sadar... Ia tidak memiliki tujuan lagi. Tetap tinggal di Kota Qingyu hanya akan mempercepat kematiannya.
Setelah berpikir beberapa saat... Ia mengangguk.
"Baik... Aku bersedia."
Yuan Gu tampak sangat puas. Ia mengeluarkan sebuah token berwarna hitam kebiruan. Di permukaannya terukir sebilah pedang yang menembus awan. Tulisan Sekte Pedang Langit terpahat dengan sangat indah.
Yuan Gu melemparkannya.
Li Tianxuan menangkap token itu dengan kedua tangan.
"Pergilah ke Kota Hu... Di sana terdapat Formasi Teleportasi menuju Sekte Pedang Langit. Tunjukkan token itu, mereka akan membawamu masuk. Jangan terlambat! Aku hanya menunggumu selama tiga hari."
Setelah mengatakan itu... Tubuh Yuan Gu perlahan memudar. Hanya dalam satu tarikan napas... Ia telah menghilang tanpa jejak.
Seluruh Kota Qingyu kembali gempar.
"Sekte Pedang Langit?"
"Itu salah satu sekte terkuat di Daratan Timur!"
"Pemuda itu diterima tanpa seleksi?"
"Keberuntungan macam apa yang dimilikinya?"
Namun Li Tianxuan tidak mendengar semua itu. Ia hanya menatap token di tangannya. Ingatannya kembali pada masa kecil. Saat sang ayah bercerita tentang sekte-sekte besar.
Saat sang ibu tersenyum dan berkata,
"Suatu hari nanti... Tianxuan pasti akan menjadi kultivator hebat."
Tanpa sadar... Air mata menetes di pipinya. Ia menggenggam token itu erat.
"Ayah..."
"Ibu..."
"Kakak..."
"Sekte yang dahulu hanya bisa kita ceritakan..."
"Kini akan menjadi rumah baruku."
Li Tianxuan berjalan perlahan menuju gerbang Kota Qingyu.
Ia berhenti sejenak. Menoleh ke belakang.
Kota itu mengingatkannya pada Kota Tai. Sebuah tempat yang sempat memberinya kehangatan... Sekaligus luka.
Ia menarik napas panjang. Kemudian membalikkan badan. Melangkah menuju jalan yang membentang di bawah cahaya bulan.
Di kejauhan...
Angin malam berembus lembut, seolah menyambut langkahnya. Li Tianxuan menggenggam gagang pedangnya.
Tatapannya lurus ke depan.
"Perjalanan ini... Baru saja dimulai."