Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 — Jawaban yang Menggemparkan Paviliun Medis

Yun Luofeng berdiri di depan dinding Paviliun Medis, membaca satu demi satu persoalan yang ditempel para tabib. Semula dia berharap menemukan sesuatu yang menarik, tetapi semakin lama membaca, semakin besar rasa kecewanya.

Tak satu pun terasa sulit.

Saat hendak berbalik, matanya tiba-tiba berhenti pada selembar kertas.

Bagaimana cara menyelamatkan seseorang yang tanpa sengaja terkena racun bunga Man Luo?

Yun Luofeng mengangkat alis.

Bunga Man Luo merupakan tanaman beracun yang cukup ditakuti di Benua Longxiao. Korbannya akan mengalami penuaan secara bertahap hingga akhirnya meninggal. Bagi para tabib di dunia ini, racun tersebut rupanya termasuk penyakit yang sangat sulit ditangani.

Kebetulan sebelum datang ke Paviliun Medis, Yun Luofeng sempat membaca beberapa kitab pengobatan Longxiao. Salah satunya membahas racun Man Luo, sehingga dia sudah memahami cara pengobatan yang umum digunakan di sini sekaligus kekurangannya.

Setelah berpikir sebentar, Yun Luofeng mengambil kuas.

Dengan santai dia menambahkan satu langkah yang hilang dalam metode penawar racun tersebut.

Baginya, itu hanya beberapa goresan sederhana.

Tanpa mengetahui akibat yang akan ditimbulkannya, dia meletakkan kembali kuas dan berjalan menuju aula utama.

“Nona Yun.”

Lin Xiao, pengelola Paviliun Medis yang sebelumnya melayaninya, datang membawa tanaman obat.

“Semua yang Anda minta sudah tersedia. Totalnya lima juta tael perak.”

Langkah Yun Luofeng terhenti.

“Lima juta?”

Untuk pertama kalinya sejak mendapatkan kunci perbendaharaan, dia merasa Klan Yun ternyata tidak sekaya yang dibayangkannya.

Lebih buruk lagi, tanaman obat sebanyak itu hanya cukup untuk satu kali berendam. Xiao Mo memintanya menjalani pengobatan selama lima hari berturut-turut.

Kalau setiap hari menghabiskan lima juta tael…

Perbendaharaan Klan Yun benar-benar bisa dikuras olehnya.

Sepertinya aku harus mencari cara menghasilkan uang.

“Jadi Nona Besar Klan Yun ternyata tidak mampu membayar obat?”

Suara mengejek terdengar dari pintu.

Yun Luofeng menoleh.

Seorang gadis berpakaian kuning muda memasuki Paviliun Medis dengan beberapa pengikut. Wajahnya cantik, sikapnya anggun, dan setiap gerakannya memperlihatkan pendidikan seorang nona bangsawan.

Mu Wushuang.

Cucu perempuan Mu Xingchou sekaligus kakak tiri Mu Shen.

Orang yang melontarkan ejekan tadi bukan Mu Wushuang, melainkan Wu Qi, gadis yang selalu mengikutinya.

Yun Luofeng mengusap hidungnya. Tampaknya berita mengenai Mu Shen yang dipukuli belum sampai kepada mereka.

Mu Wushuang sendiri bahkan tidak memandang Yun Luofeng. Dia berjalan melewatinya dan tersenyum kepada Lin Xiao.

“Pengelola Lin, apakah Tetua Rong berada di sini? Kalau beliau sudah kembali, bisakah Anda menyampaikan bahwa Wushuang ingin menemuinya?”

Meskipun berasal dari Klan Mu, Mu Wushuang tidak berani bersikap arogan di Paviliun Medis.

“Maaf, Nona Mu,” jawab Lin Xiao sopan. “Tetua Rong sedang bepergian dan belum kembali.”

Senyum Mu Wushuang sedikit menegang.

Dia jelas memperoleh kabar bahwa Tetua Rong telah kembali, tetapi tidak mungkin memaksa Paviliun Medis mempertemukan mereka.

“Kalau begitu, aku tidak akan mengganggu. Jika Tetua Rong kembali, mohon beri tahu aku. Wushuang akan datang membawa hadiah.”

Lin Xiao hanya membuat gerakan mempersilakan.

Mu Wushuang menahan kekesalannya. Sebelum pergi, dia memberi isyarat kecil kepada Wu Qi.

Gadis itu langsung memahami.

“Yun Luofeng, kalau tidak punya uang, kenapa masih berdiri di sini? Cepat pergi! Jangan mencemari tempat ini dengan keberadaan sampah sepertimu.”

Yun Luofeng baru hendak menanggapi ketika suara seorang pria terdengar.

“Masukkan tagihan Nona Yun ke rekeningku.”

Semua orang menoleh.

Seorang pemuda berjubah brokat berjalan masuk sambil membawa kipas lipat. Wajahnya tampan, senyumnya hangat, dan pembawaannya lembut seperti batu giok.

Pangeran Keempat, Gao Shaochen.

Namun Yun Luofeng hanya membutuhkan satu tatapan untuk menyadari sesuatu.

Senyum pria itu tidak pernah benar-benar mencapai matanya.

Di balik penampilan ramah tersebut tersembunyi kecerdikan seekor rubah.

“Pangeran Keempat.” Mu Wushuang segera menyambutnya dengan anggun. “Apakah Yang Mulia datang menemui Tetua Rong?”

“Aku hanya membeli beberapa tanaman obat.”

Gao Shaochen membuka kipasnya. Tatapannya kemudian beralih kepada Wu Qi.

“Aku tidak menyangka malah melihat seseorang mempersulit Nona Yun.”

Dia menoleh kepada Lin Xiao.

“Masukkan tagihannya kepadaku.”

“Tidak perlu.”

Yun Luofeng sama sekali tidak terkesan.

“Klan Yun memang tidak terlalu kaya, tetapi lima juta tael masih bisa dibayar. Antarkan tagihannya ke Kediaman Jenderal.”

Tatapannya kemudian jatuh pada tumpukan rerumputan hijau di sudut ruangan.

“Namun karena harga obat kalian sangat mahal, bagaimana kalau rerumputan itu diberikan kepadaku?”

Lin Xiao mengikuti arah telunjuknya.

“Itu hanya rumput obat biasa yang hampir tidak memiliki kegunaan. Kalau Nona Yun menginginkannya, silakan ambil.”

“Terima kasih.”

Yun Luofeng tersenyum.

Orang lain mungkin menganggapnya tidak berharga, tetapi setelah ditanam di ruang spiritual Kitab Dewa Medis yang memiliki energi spiritual jauh lebih padat, hasilnya belum tentu sama.

Dia mengemas rumput tersebut bersama tanaman obat yang dibelinya, lalu meninggalkan Paviliun Medis.

Gao Shaochen memandangi punggungnya.

“Menarik.”

Dia tersenyum tipis.

“Yun Luofeng ternyata sangat berbeda dari rumor yang beredar. Kakakku mungkin sedang membuang sebuah harta tanpa menyadarinya.”

Wajah Mu Wushuang hampir berubah.

Namun pendidikan bangsawannya membuat dia mampu mempertahankan senyum.

“Kalau begitu, kami permisi.”

Setelah Mu Wushuang dan para pengikutnya pergi, Lin Xiao kembali menghadap Gao Shaochen.

“Tanaman obat apa yang Yang Mulia butuhkan?”

Gao Shaochen menutup kipasnya.

“Berikan satu set yang sama persis dengan yang dibeli Yun Luofeng.”

“Baik.”

Lin Xiao segera pergi menyiapkannya.

Namun ketika melewati dinding berisi persoalan medis, langkahnya mendadak berhenti.

Matanya membesar.

Ada tulisan baru pada pertanyaan mengenai racun Man Luo.

Dia membaca jawabannya beberapa kali sebelum wajahnya berubah.

“Ini…”

Tanpa memedulikan Gao Shaochen yang masih menunggu, Lin Xiao mencabut kertas itu dan berlari menuju bagian dalam Paviliun Medis.

 

Di sebuah ruangan tersembunyi, seorang lelaki tua sedang menikmati teh.

Orang itu adalah Tetua Rong—orang yang beberapa saat sebelumnya dikatakan sedang bepergian.

“Masih belum ada yang menemukan cara menetralkan racun Man Luo?” tanyanya.

Pria paruh baya di hadapannya menggeleng.

“Bahkan tabib terbaik Paviliun Medis belum berhasil. Saya khawatir tidak ada orang di Longyuan yang mengetahui jawabannya.”

Tetua Rong menghela napas kecewa.

Tiba-tiba pintu terbuka.

“Tetua Rong!”

Lin Xiao masuk tergesa-gesa.

Pria paruh baya itu langsung mengerutkan kening.

“Siapa yang mengizinkanmu masuk?”

Lin Xiao segera berlutut.

“Mohon maaf! Seseorang telah menjawab pertanyaan tentang racun Man Luo!”

Tetua Rong berdiri begitu cepat hingga tehnya hampir tumpah.

“Apa katamu?”

Tangannya bergetar ketika menerima kertas tersebut.

Semakin lama membaca, semakin cepat napasnya.

“Benar… benar!”

Matanya bersinar penuh kegembiraan.

“Selama ini metode kita hanya kekurangan satu langkah! Pantas saja semua percobaan selalu gagal.”

Dia menggenggam kertas itu erat.

“Lin Xiao, cari orang yang menulis jawaban ini. Apa pun caranya, temukan dia! Orang ini sangat penting bagi Paviliun Medis!”

“Baik!”

Lin Xiao hendak pergi, tetapi tiba-tiba teringat sesuatu.

“Tetua Rong, tadi Nona Mu Wushuang datang ingin menemui Anda.”

Tetua Rong mengerutkan kening tidak sabar.

“Apakah dia yang menjawab pertanyaan ini?”

“Bukan.”

“Kalau begitu, suruh dia pergi.”

Lin Xiao terdiam sesaat sebelum mengangguk.

Dia segera keluar untuk memulai pencarian.

Sementara itu, Yun Luofeng sudah berjalan jauh dari Paviliun Medis dengan tanaman obat di tangannya, sama sekali tidak mengetahui keributan yang baru saja ditimbulkannya.

Baginya, dia hanya menambahkan satu langkah sederhana.

Namun bagi Paviliun Medis, beberapa goresan kuas itu cukup untuk membuat seluruh organisasi bergerak mencari seorang tabib misterius.

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!