Indonesia
NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Sangkar Emas

Pewaris Dalam Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan Alana Adhijaya (23 tahun ) dan Kenzo Elard ( 30 tahun ) hanya berlandaskan transaksi bisnis dan ancaman kebangkrutan. Di rumah megah bagai sangkar emas, mereka hidup sebagai dua orang asing yang dipaksa melahirkan putra pewaris tunggal dalam waktu satu tahun.

​Berulang kali diuji dengan tekanan mertua, tes kehamilan bulanan, dan fitnah mantan kekasih Kenzo, Alana menelan semua air mata sendirian. Hingga pada akhirnya, ia memilih berhenti berharap.

​Alana tetap bertahan di rumah itu hanya demi janinnya, tetapi hatinya telah mati. Saat Kenzo akhirnya menyadari kesalahannya, segalanya sudah terlambat—wanita yang dulu mendambakan perhatiannya kini menatapnya tanpa rasa sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8

***

Keheningan malam di kamar utama Mansion Elard terasa bagaikan selimut es yang mencekam usai jamuan makan malam penuh intimidasi tadi. Cahaya lampu tidur berwarna keemasan membiaskan bayangan-bayangan panjang di atas dinding marmer yang dingin. Di sudut ruangan, keheningan itu terobek oleh bunyi klek yang tajam saat Kenzo mengunci pintu utama dari dalam.

Gengsi seorang CEO yang terluka, harga diri yang diinjak-injak di hadapan Kakek Hendra dan Ayah Bramantyo, serta tekanan posisi direktur utama yang terancam meluap menjadi satu gelombang amarah yang membakar dada Kenzo.

Pria itu melepas jas mewahnya, membuangnya sembarangan ke atas lantai marmer tanpa peduli. Jemari tangannya yang panjang menarik kasar ikatan dasinya hingga terlepas, membuka tiga kancing teratas kemeja putihnya. Napasnya terdengar berat dan tidak teratur. Setiap helai napasnya menghembuskan aura dominasi yang sangat mengintimidasi.

Alana berdiri mematung di dekat meja rias. Gaun tidur bahan sutra berwarna abu-abu tipis yang dikenakannya membalut tubuhnya yang kian mengurus. Jemari tangannya meremas pinggiran meja, berusaha menahan rasa melilit dan terbakar di dalam perutnya akibat ramuan herbal pahit yang disajalikan Nyonya Helena tadi siang.

Matanya yang redup menatap refleks pada Kenzo yang mulai memangkas jarak. Langkah kaki pria itu tegap, lebar, dan penuh paksaan.

"Mas... Mas Kenzo..." bisik Alana parau. Suaranya gemetar, menahan perih di tenggorokan sekaligus rasa takut yang merayap di tengkuknya. "Bisakah... bisakah kita bicara baik-baik?"

Kenzo tidak menjawab. Pria itu terus melangkah hingga tubuh tingginya mengurung Alana di antara meja rias dan bahu kokohnya. Aroma sabun maskulin bercampur harum tembakau yang pekat menyerbu indra penciuman Alana, menginvasi ruang napasnya yang kian sempit.

"Bicara baik-baik?" Kenzo terkekeh sinis. Tawa rendah itu terdengar hampa dan mengerikan di dalam kamar yang sepi. "Bicara apa lagi, Alana? Kamu mendengar sendiri bagaimana Kakek Hendra dan Ayah membantai harga diri saya di depan meja makan tadi!"

Jemari tangan Kenzo yang dingin mendadak terulur, menangkup rahang Alana dengan cengkeraman kaku dan kuat. Pria itu memaksa wajah pucat istrinya mendongak, menyatukan pandangan mata mereka secara mendadak.

"Satu bulan," bisik Kenzo dengan nada suara yang begitu rendah, tajam, dan menusuk. "Satu bulan penuh saya menyentuhmu, dan kamu belum memberikan apa pun! Kakek menuntut jadwal penyatuan yang dipantau dokter! Kamu tahu betapa rendahnya posisi saya karena rahimmu yang belum juga terisi?"

Rasa sakit dari cengkeraman rahang itu membuat selapis air mata merebak di pelupuk mata Alana, namun tak ada lagi tangisan histeris. Hatinya yang telah membeku membuat Alana hanya menatap tepat ke dalam iris hitam suaminya dengan sorot hampa.

"Saya sudah berusaha meminum semua ramuan itu, Mas..." bisik Alana parau, suaranya tercekat. "Ibu memaksakan dosis ganda... perut saya masih melilit perih seperti ditusuk jarum... Tolong, berikan saya waktu malam ini—"

"Tidak ada waktu!" potong Kenzo tanpa empati sedikit pun. Cengkeramannya di rahang Alana kian mengetat sebelum melepaskannya dengan sedikit dorongan. "Kamu menandatangani kontrak itu! Tugasmu adalah melayani saya dan memberikan pewaris untuk Elard Group. Jika posisi saya terancam, saya tidak akan segan-segan membuat kehidupan keluargamu jauh lebih hancur dari ini!"

Kata-kata itu bagaikan sembilu yang menyayat sisa-sisa rasa kemanusiaannya. Alana menggigit bibir bawahnya rapat-rapat hingga rasa asin darah samar menyeruak di lidahnya. "Jadi bagi Mas Kenzo... saya benar-benar hanya barang yang bisa Mas pakai kapan saja?"

Kenzo menatap Alana dengan raut kaku, menyunggingkan senyum remeh yang begitu kejam. "Kamu baru sadar, Alana? Di rumah ini, kamu cuma alat. Dan malam ini, kamu harus menjalankan tugasmu tanpa bantahan!"

Tanpa memberikan kesempatan bagi Alana untuk merespons, Kenzo merengkuh pinggang halus Alana secara mendadak. Pria itu mengangkat tubuh kecil istrinya tanpa kesulitan, membawanya ke arah ranjang berukuran king-size dan menghempaskannya ke atas kasur yang empuk.

Klek.

Lampu utama ruangan dimatikan oleh Kenzo melalui sakelar dinding, menyisakan temaram remang dari dua lampu tidur keemasan.

Alana berusaha duduk, menahan rasa mual yang mendadak bergejolak di dadanya. "Mas Kenzo... tolong, perut saya—"

"Tutup mulutmu, Alana!" perintah Kenzo berat.

Pria itu merangkak naik ke atas kasur, mengurung tubuh Alana di bawah bayangan bahunya yang lebar dan kokoh. Kemeja putih Kenzo dilepas dan dibuang sembarangan. Ketika tubuh polos bagian atas Kenzo menindih tubuh Alana, rasa panas dari kulit suaminya langsung menyengat kulit dingin Alana. Gaun sutra tipis yang melekat di tubuh Alana disingkirkan tanpa keraguan dan tanpa kelembutan.

Ketika Kenzo menyatukan diri mereka secara mendadak dan tanpa foreplay yang memadai, rasa perih yang tajam dari bagian bawah tubuh Alana bertubrukan langsung dengan mual hebat yang melilit lambungnya.

"Nghh... s-sakit, Mas Kenzo...!" rintih Alana menahan napas. Refleks, kedua tangannya mencengkeram sprei sutra di bawah kepalanya hingga buku-buku jarinya memutih pasi. "Perut saya... h-sshh... perih sekali..."

Namun, rintihan kesakitan yang pasrah dan ketatnya tubuh Alana yang menjepit erat justru membakar akal sehat Kenzo. Gelombang gairah yang pekat, panas, dan memabukkan seketika meruntuhkan seluruh kontrol diri dan kesadaran rasional sang CEO. Rasa nikmat yang tak tertandingi dari tubuh istri kontraknya menyapu bersih amarah dan rasa gengsinya, menggantikannya dengan kecanduan fisik yang teramat liar.

"Ah... sshh... Alana..." Kenzo mengerang rendah, suara beratnya yang biasa kaku dan dingin kini pecah oleh desahan kenikmatan yang begitu intens di dalam kamar yang sunyi. "Kamu... ghh... kenapa terasa begitu menjerat... ahhh..."

Kenzo mempercepat ritme penyatuan mereka tanpa belas kasihan. Pria itu melampiaskan seluruh rasa frustrasi, ketakutan akan ancaman Kakek Hendra, serta kecanduan biologisnya pada tubuh Alana. Jemarinya yang panjang bergerak menaut kencang dengan buku-buku jari Alana di atas kepala wanita itu, mengunci pergerakannya di atas kasur.

"Nghh... ah... Mas... pelan-pelan... sshh... perut saya melilit..." rintih Alana dengan napas yang terengah-engah. Rintihannya bergetar, perpaduan antara kesakitan fisik yang nyata akibat efek ramuan obat herbal dan dorongan gairah asing yang memaksanya tunduk pada dominasi suaminya.

"Ghh... tahan, Alana... ahh!... jangan pernah tahan suaramu di depan saya..." erang Kenzo parau tepat di dekat telinga Alana. Suaranya serak, berat, dan benar-benar dikuasai oleh pelepasan naluri. "Suaramu... nghh... membuat saya makin gila..."

Kenzo makin tak terkendali malam itu. Ia memburu kepuasan itu tanpa jeda, membiarkan erangan dan desahan nikmat meluncur bebas dari tenggorokannya. Suara erangan suaminya menggema rendah di keheningan kamar, memproklamasikan betapa sang pria dingin yang dipuja di dunia bisnis kini berlutut sepenuhnya di bawah gairah memabukkan dari wanita yang dianggapnya sekadar transaksi.

"Ahhh... sshh... Alana... ghh... kamu milik saya... ah!..." gumam Kenzo terengah-engah di leher Alana. Kepalanya terkulai di perpotongan bahu istrinya saat puncak kenikmatan yang membakar menghantam kesadarannya, mengalirkan seluruh pelepasan itu di dalam rahim Alana.

Erangan nikmat yang panjang dan berat dari Kenzo perlahan meredup, menyisakan deru napasnya yang terengah-engah di atas tubuh Alana yang terkulai lemas. Pria itu bertahan di posisi itu beberapa saat, meresapi sisa-sisa kenikmatan tiada tara yang terus mengepung pikirannya.

Ketika Kenzo akhirnya merebahkan tubuhnya di samping Alana, dada bidangnya masih naik turun secara tidak teratur. Pria itu merengkuh pinggang halus Alana dari belakang, menarik tubuh dingin istrinya rapat ke dalam pelukannya, seolah menuntut hak kepemilikan yang tak boleh diganggu gugat.

Alana berbaring membisu, membiarkan air mata yang sejak tadi ditahannya menetes perlahan membasahi bantal sutra di bawah kepalanya. Matanya menatap hampa ke arah jendela kaca yang gelap, membiarkan keheningan malam menampung rintihan batinnya yang tak bersuara.

Di dalam dekapan hangat suaminya yang kecanduan akan fisiknya namun berhati dingin seperti batu, Alana meresapi kepahitan yang kian meracuni jiwanya. Hatinya telah mati rasa, dan di bawah paksaan jadwal penyatuan ketat dari keluarga Elard, ia sadar bahwa penderitaannya di dalam sangkar emas ini baru saja dimulai.

Bersambung

1
merry
hbs ini ramai dech mngkin kluarga elrand di cap kluarga kejam x ya🤔🤔🤔
Pelangi Jingga
double up tor 😂😂
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support ka
merry
bisa jdi raga Alana nolak bayi mu zo,, krn bnci kmu fan kluarga mu yg ud kyk iblis yg kluar dari kerak bumi 🤭🤭🤭ap lg kakekmu dh aki aki itu nuntut hrs cwo lgg siapa yg gk tertekan cbb,,, yg blm hamil dtynin kpn hmil ajj bisa stress ap lg itu di tuntu hrs cwo lg
Mia Camelia
alana pasti lelah banget jiwa dan raga nya, tapi ngliat kenzo yg tulus pingin berubah , semoga aja alana mulai membuka diri😂
Mia Camelia
semoga kenzo beneran tulus mencintai alana, 😔
merry
cwe cwo mn bisa klian tentu knn,, ank kn dr Tuhan diksh alhamdulillah klo ngk y hrs sabar kan,, cwe cwo jg tergantung dr yg ksh emng bkin donat 🍩🍩🍩🍩😆😆😆😆bisa jdi cwe cwo
merry
Tuhan bukn dgrin doa manusia jht klian tp ank itu dtg untuk membela ibu y yg klian tindas 🤭🤭🤭🤭moga Alana hamil nyushin org yg ud bkin dia jiwa hbs tak tersisa 🤭🤭🤭
Siskasuryaningsih
buat mati aja thor alananya, kasian di buat gitu, habis cerita, 🤣🤣,, 🙏🙏🙏
guest1053527528
jangan dong thor semoga Alana bisa membuat Kenzo bangkit lagi dan bisa memimpin perusahaan dan sukses
merry
buktiin jg al klo mmpu beresin mslh perusahaan biasa kyk di novel cwe bangkit setelah hncur menjdi tangguh bisa segala y selain bkin ank biar kluarga bangke itu mingkep al
merry
klo cinta knp bgtu sm Alana zo skrg nyesel syurin biar kapok kmu,,, moga ank y kmbe cwo semuanya nakal pula🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
merry
in lg adik latnat zo ksh tau mutiara tp hati y gk sebagus nm y mutiaray dr biaya sekolah bju bju dan mkn sehari-hari ya,, biar tau biar jaga mulutnya wlpun gk bs kembalikan jiwa msa depn alana
merry
klo perlu Alana hamil kembar cwo semuanya kek tres nakal y minta ampun buat ngerjai para manusia tengik itu Thor tp nurut sm mm ya 🤭🤭🤭kan ngebet minta ank demi harta kn ywd ksh kembar genius biar hancurin saham dan hrga diri mrkk,, dikira buat ank kyk buat donat x ya
merry
moga ada yg dgr y klo dr maya melakukan malapraktik hampir buat nyawa org lain melayang biar di pecat trs mertua y Alana jdi mertua plg kejam krn memaksakan mantu y hamil demi saham,, moga ad yg dgr dr bocorin ke media biar kapok,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!