Indonesia
NovelToon NovelToon
Rayuan Sang Mafia

Rayuan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: alendra rivero

Dari utara Italia, Fiorella diculik dan dijual ke sebuah klub gelap di Rusia—dunia tempat para mafia, polisi korup, dan pengusaha berkuasa membeli tubuh perempuan seperti membeli barang. Gadis tujuh belas tahun yang dulu punya sejuta mimpi kini hanya punya satu: bertahan hidup.

Lalu ia dibeli oleh Burian, bos mafia Rusia yang dingin, kejam, dan tergila-gila padanya sejak pandangan pertama. Di tangan Burian, Fiorella menemukan neraka sekaligus gairah yang tak pernah ia mengerti—cinta dan kebencian yang saling membakar, membelenggu keduanya lebih erat daripada rantai mana pun.

Tapi pengkhianatan, darah, dan luka mengubah segalanya. Ketika Fiorella akhirnya lolos dari cengkeraman sang mafia, ia tak kembali sebagai korban. Ia kembali sebagai Sang Ratu Putih—dan kali ini, dialah yang datang untuk menagih setiap utang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alendra rivero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

JUDUL: AKU PUNYA DUA GADIS CANTIK, AKU TAK MEMBUTUHKANMU.

Dua bulan kemudian.

Burian

Aku sedang berbisnis dengan beberapa orang Italia, urusannya pembelian senjata.

Beberapa hari terakhir ini aku sangat sibuk, jadi minggu depan aku akan bepergian.

Aku sudah dua bulan tak kembali ke klub. Magdalena dan Tais membuatku terhibur; keduanya sangat menuruti kemauanku dan itu kusukai. Mereka kebalikan sempurna dari si gadis Italia.

Tapi anak-anak serigalaku ingin pergi ke klub hari ini, dan sebagai hadiah atas kepatuhan mereka, akan kubawa mereka ke sana, meski sebenarnya aku tak berminat pergi.

Aku tak ingin bertemu Mijail. Bajingan itu sedang mengobarkan perang denganku. Hari-hari ini ia berhasil merebut salah satu klien terbaikku, tapi ia akan segera belajar bahwa aku bukan orang yang bisa dipermainkan.

"Bos, para gadis sudah siap berangkat," lapor Marcos.

"Bagus, ayo kita berangkat."

Fiorella

Hari-hari berlalu begitu saja, aku bahkan sudah tak tahu berapa lama aku berada di sini. Untungnya, tak seorang lelaki pun menyentuhku. Karena aku dianggap VIP milik Burian, tak ada yang boleh tidur denganku.

Tapi ia tak juga kembali. Aku tak tahu harus senang atau sedih. Vladimir setiap hari mengancam bahwa jika aku tak bekerja, ia tak akan memberiku makan, dan itu benar-benar ia lakukan.

Sonya membawakanku sesuatu, tapi tak seberapa, hanya sisa-sisa makanan yang berhasil ia simpan untukku. Ia menjadi orang yang paling dekat denganku.

Gadis-gadis lain tak mau bicara denganku, dan Tais serta Magdalena yang dulu menemaniku kini sudah tak ada.

"Berdandanlah yang cantik. Burian baru saja datang," kata Sonya.

"Menurutmu ia akan meminta menemuiku?"

"Kurasa iya, meski ia bersama Tais dan Magdalena."

Setelah Sonya berlari masuk dan memberitahuku bahwa Burian ada di sini, aku bersolek. Bukannya aku ingin menemuinya, tapi ia bisa jadi tiketku menuju kebebasan, dan aku akan melakukan apa saja untuk keluar dari sini.

Setelah berpakaian, aku keluar dari kamar. Sonya sudah menunggu, lalu kami pergi bersama ke klub.

Setibanya di sana, kulihat sebuah meja yang disinari cahaya merah. Tais duduk di pangkuan Burian, dan Magdalena di sampingnya, meneguk sampanye layaknya seorang nyonya besar. Keduanya mengenakan gaun rancangan desainer, mahal, halus, dan anggun, tapi juga menggoda. Aku melangkah dengan takut. Vladimir duduk bersama mereka, tapi kucoba untuk tidak terlalu gugup.

Begitu aku tiba, semua mata tertuju padaku.

"Aku hampir melupakanmu," ujar Vladimir.

"Aku datang untuk menemani Tuan Burian," kataku.

"Pergi. Aku sudah punya dua gadis cantik ini, aku tak membutuhkanmu," sahut Burian.

"Kalau begitu Anda tak akan membayar lagi untuknya?" tanya Vladimir.

Mendengar kata-kata itu, aku panik. Kalau ia berhenti membayar untukku, aku akan dijual pada lelaki lain.

Kuhampiri Burian dalam satu langkah dan memeluknya, tapi Tais yang duduk di pangkuannya mendorongku hingga aku jatuh ke lantai.

"Tais, kenapa kau memperlakukanku seperti ini?" tanyaku.

"Kau ini jalang. Aku tidak sepertimu. Lelakiku sudah bilang ia tak membutuhkanmu. Pergi dari sini," bentak Tais.

Aku hanya bisa bangkit dari lantai dengan susah payah. Tubuhku tak bertenaga karena aku tak makan dengan cukup. Kutundukkan kepala dan keluar secepat yang kubisa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!