Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 9.

Pintu rumah tertutup keras di belakang Leya, di halaman suara mobil Arkana menjauh dengan cepat.

Di dalam rumah suasananya jauh lebih hangat, Arsen sedang duduk di sofa memegang mangkuk kecil berisi puding mangga.

“Nek, enak!“ katanya dengan mulut penuh.

Ibu Leya bernama Bu Sapitri tertawa kecil. “Pelan-pelan makannya, nanti tersedak.“

Arsen mengangguk serius, walau sendoknya tetap masuk lagi ke dalam mulut. Leya berjalan masuk ke ruang keluarga, wajahnya sudah kembali tenang seakan-akan tak ada pertengkaran yang terjadi.

Bu Sapitri menatap putrinya. “Dia sudah pergi?“

“Sudah.“

Leya mengambil segelas air di meja, lalu meminumnya. Arsen turun dari sofa dan berlari ke arah ibunya. “Mama, Papa mana?“

“Papa pulang dulu, katanya mau beli mainan buat Arsen. Nanti abis itu... kesini lagi.“ Leya terpaksa berbohong, dan itu bukan pertama kalinya.

Arsen terlalu sering menanyakan ayahnya, sementara Leya hanya bisa menutupinya dengan alasan yang sama jika Arkana sedang sibuk. Ia tak ingin anaknya tumbuh dengan kebencian pada ayahnya sendiri. Bahkan saat Arsen dirawat di rumah sakit, pertanyaan itu terus muncul. Anaknya berkali-kali mencari ayahnya, dan Leya selalu memberi jawaban yang sama.

“Mama marah sama Papa?" ucap anak itu tiba-tiba.

Leya tersenyum, mengelus kepala putranya. “Cuma sedikit.“

“Papa nakal, ya?“ ucap Arsen lagi dengan wajah polosnya.

Leya hampir tertawa, dia hanya mengangguk. “Arsen lanjutin makan pudingnya, Mama mau mandi dulu ya.“

Anak itu mengangguk, lalu kembali ke sofa sambil membawa mangkuknya

Bu Sapitri mendekat. “Kau yakin dengan keputusanmu?“

“Aku yakin, Bu. Aku masih bisa memaafkan kalau dia hanya tak perduli padaku. Tapi belakangan ini, dia bahkan tak pernah menelepon lebih dulu sekadar menanyakan kabar Arsen.“

Leya menarik nafas pelan, “Selama ini aku memang tak pernah kekurangan nafkah, Arkan selalu memberikannya. Dia juga tak pernah memukulku, tapi aku baru tau... di belakangku dia melukaiku dengan kata-katanya. Bukankah itu sama saja dengan memukulku secara verbal? Dengan teganya, dia menghina dan merendahkanku di depan wanita selingkuhannya.“

“Aku juga tak bisa mentolerir perselingkuhannya.“ Suara Leya sedikit bergetar, jelas sekali ia menyimpan luka yang dalam namun berusaha meredamnya.

Bu Sapitri hanya bisa menghembuskan nafas panjang, mendengar semua ucapan putrinya hatinya ikut tersakiti perih.

.

.

.

Dua minggu berlalu, rutinitas di akademi semakin padat. Latihan udara, simulator, dan briefing. Hari itu jadwalnya berbeda, semua trainee harus tes kesehatan bulanan. Mereka harus bisa melewatinya sebelum bisa ikut program penerbangan lanjutan.

Koridor klinik penerbangan dipenuhi trainee. Ada yang terlihat santai, namun ada beberapa yang jelas terlihat tegang. Di ujung koridor, Leya duduk di kursi sambil membaca formulir.

Ada yang berubah pada penampilan Leya sekarang, tubuhnya sudah kembali terlihat ramping. Berat badan yang sempat naik karena kurangnya menjaga pola hidup sehat setelah melahirkan, kini hanya tinggal sedikit saja. Rambut Leya juga lebih rapih setelah merawatnya ke salon kecantikan, kulit wajahnya terlihat bersih dan terawat. Kecantikannya tidak mencolok, tapi jelas-jelas berbeda dari dua minggu lalu.

Bahkan Viola yang duduk tak jauh dari kursi Leya memperhatikan. “Dia sepertinya tambah berubah, tak seperti pertama kali masuk kesini... terlihat seperti ibu-ibu.“

“Hanya efek riasan,“ Rafi mendengus.

Viola mengangkat bahu.

Tak lama, pintu ruang pemeriksaan terbuka.

“Berikutnya, Kataleya.“

Leya berdiri, ia masuk tanpa banyak bicara. Di dalam ruangan, dua dokter penerbangan duduk di belakang meja.

“Silahkan duduk.“

Leya pun duduk, Dokter pertama melihat berkasnya. “Kataleya, sebelumnya pernah menjadi pilot komersial?“

“Ya.“ Jawab Leya tegas.

“Kenapa berhenti?“

“Alasan pribadi.“

Dokter itu mengangguk, “Baik, kita mulai pemeriksaan standar.“

Tes berlangsung hampir dua puluh menit. Dokter memeriksa tekanan darah, refleks mata, dan juga pendengaran. Semua berjalan normal, sampai dokter kedua melihat layar komputer.

Dokter kedua itu mengerutkan keningnya, “Tunggu sebentar.“

Dokter pertama ikut melihat, beberapa detik hening.

Leya memperhatikan mereka berdua. “Ada masalah?“

“Tes darah Anda menunjukkan kadar tertentu yang... tidak normal.“ Dokter pertama menjelaskan.

Leya mengerenyit, “Maksudnya?“

“Seperti ada efek obat tertentu.“

Leya menggeleng, “Saya tidak minum obat apapun.“

Dokter itu melihat datanya lagi. “Angkanya cukup jelas.“

“Kalau begitu, ulangi saja tesnya.“ Ucap Leya.

Dokter kedua angkat bicara. “Biasanya, kami tidak mengulang tanpa alasan.“

“Saya bilang, saya tidak minum obat.“ Leya mengulangi ucapannya, ia menatap dalam-dalam para dokter itu.

Suasana ruangan menjadi kaku, Dokter pertama menutup berkas. “Kami akan diskusikan dulu.“

“Artinya?“

“Maaf, untuk sementara... Anda belum bisa dinyatakan lulus tes kesehatan.“

Wajah Leya seketika mengeras.

1
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘪𝘭𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭
Pita Loka
nasib selingkuh bagas
Pita Loka
ada s2 nasib selingkuh bagas gimna?
Pita Loka
harus ada s2 btw simpan baga gimna nasibnya atau udh punya anak haram
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘴𝘢𝘪𝘯
Tuti Tyastuti
𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘰𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘮𝘢😂😂
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘬𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨
Tuti Tyastuti
𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘬𝘭 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳👍
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘨
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘹 𝘵𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨
santosowife
ceritanya sangat menarik..konflik ny tidak berat dan tidak menguras emosi pembaca secara berlebihan.. recommended banget buat pembaca yang suka cerita yang ringan dan menghibur..good job author..terima kasih atas usahanya membuat cerita ini .all the best for u/Rose//Rose//Rose//Rose/
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘢𝘫𝘫
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘸𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘱𝘢𝘪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!