Indonesia
NovelToon NovelToon
Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Saniya, Ibu Tiri Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:379.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Saniya Syamira, tak memiliki pilihan lain selain menerima perjodohan amanah dari almarhum kakeknya.

Terlebih sang ibu mengkhawatirkan dirinya jadi perawan tua dikarenakan memiliki kekurangan. Saniya penyandang disabilitas fisik, kaki kanannya diamputasi sedari dia berumur 8 tahun.

Mampukah Saniya menjalani biduk rumah tangga bersama pria berstatus duda yang pernah gagal menikah sampai dua kali dengan wanita sama yakni, cinta pertamanya?

Lantas, bagaimana dengan sepasang anak tirinya, bisakah mereka menerima wanita lain selain ibu kandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai dilibatkan : 09

Tatiana meradang, dia sampai berdiri. Memandang sengit dengan air mata tergenang di pelupuk.

“Sus, tolong bantu Ardan gosok gigi dan basuh tangan serta kakinya,” Yarash menghindarkan si kecil dari perdebatan sudah pasti akan panas.

Suci bergerak gesit, mengangkat Ardan yang duduk diatas kursi menggunakan tambahan busa agar lebih tinggi.

Kedua bibi mengambil cepat peralatan makan, dan menu masih tersisa.

“Tetap di tempatmu!” ujar Yarash tegas dengan nada titah mutlak.

Tatiana tidak jadi keluar dari kursi, dia pun duduk. Raut wajah masih ditekuk.

Di meja makan hanya ada Saniya dan dua anggota keluarga barunya. Dia menyandarkan punggung pada sandaran kursi, duduk dengan gaya santai. Menjadi pengamat, mengukur seberapa tinggi tingkat emosi gadis di umur sedang gencar mencari jati diri.

“Mengapa harus menginap di hunian Rista? Apa bedanya dengan disini?” Yarash memulai sesi interogasinya.

Tatiana enggan menjawab, melirik kesal si ibu tiri teramat santai.

“Apa perlu Papi ulangi pertanyaan tadi, Tatiana Wilman?”

Jika Yarash sudah menyebut nama lengkap anak-anaknya, pertanda dia sangat serius.

“Suruh dia pergi dulu!” tanpa menoleh ke samping, Tatiana mengusir Saniya.

“Yang kamu sebut dia itu bukan orang lain, tetapi istri Papi. Mami Saniya wajib kamu hormati!” ditekankan setiap penyebutan.

“Harusnya yang Papi nikahi mommy Jena, bukan dia! Aku gak mau punya ibu tiri!” emosi Tatiana tersulut, duduknya tegak.

“Mau ataupun tidak, suka maupun enggak, mami Saniya sudah menjadi ibu sambung kamu dan Ardan. Posisinya setara dengan Papi,” Yarash mempertahankan pendiriannya.

“Tapi aku maunya mommy Jena —”

Pria berbaju kemeja licin pakaian tidur warna navi memotong kalimat putrinya. “Tapi dia yang tidak mau membersamai kamu! Dia sibuk dengan dunianya sendiri diluar sana! Enggan direpotkan mengasuh bayi, balita, anak-anak, bahkan menemani masa remaja mu. Sudah berapa kali Papi beri kamu pemahaman, kalau kami gak bisa bersama. Beda pendapat, beda cara mendidik, beda prinsip hidup.”

Saniya menahan napas, baru pertama kali ini dia mengetahui alasan di balik perpisahan sampai berulang.

Tatiana menunduk, air matanya terjatuh. Dia masih menolak menerima fakta pahit itu. Sering kali bertindak menipu diri sendiri, mempercayai jika suatu hari nanti kedua orang tuanya bisa rujuk lagi.

“Sekarang Papi tanya, kenapa harus dirumah Rista belajar kelompoknya?” Jemarinya tertaut di atas meja, dia tidak mengalihkan perhatian dari memandang pucuk kepala anak gadisnya.

Tatiana pun memberikan alasan. “Disana lebih tenang, gak dirusuhi Ardan.”

“Bukan karena disana gak ada siapa-siapa selain pembantu rumah tangga, sebab orang tua Rista sedang di luar negeri?” reaksi menegang sang putri sudah menjawab pertanyaannya barusan.

“Kalau niat kalian sekadar belajar kelompok, lakukan disini! Jika enggan, jangan sekali-kali kamu mencoba melanggar aturan Papi. Tidak ada menginap dirumah teman, terlebih tanpa pengawasan orang tua. Nak, dunia diluar sana acap kali mengerikan, menjadi liar apabila kamu tidak penuh kehati-hatian,” suaranya melunak, dia ingin melindungi putrinya.

“Papi jahat!” Tatiana berdiri sambil mendorong kuat kursi kebelakang, lalu dia berlari keluar dari area ruang makan.

Terdengar langkah menghentak lantai anak tangga lalu suara bantingan pintu.

“Maaf, belum ada 24 jam kamu disini, sudah mendengar kegaduhan tanpa henti.” Yarash mengusap wajahnya hingga jemari menyisir rambut.

Saniya tersenyum memaklumi. Tidak mengatakan sesuatu tetapi enggan pergi dari sana.

“Tatiana sangat dekat dengan keluarga ibunya. Rista itu sepupunya. Belakangan ini dia sibuk merayu saya untuk pindah rumah agar dekat dengan kota serta hunian keluarga Jena Rustam,” ia mulai bercerita tentang sosok masa lalunya.

“Wilayah ini termasuk jauh dari pusat kota, dan tak begitu jauh dengan pesisir pantai, tempat usaha saya berdiri di sana. Saya seorang pengusaha budidaya seafood ekspor ke luar negeri. Sengaja tinggal di pinggiran kota, menghindarkan anak-anak dari pengaruh pergaulan bebas, terlebih Tatiana telah memasuki masa remaja. Egonya cukup tinggi, dan dia keras kepala, serta labil,” lanjutnya pelan.

“Saya akui sebagai orang tua tunggal banyak kurangnya, jauh dari kata sempurna. Sering meninggalkan mereka karena harus mengurus bisnis yang dimulai dari nol sejak 10 tahun lalu. Saniya … apa kamu menyesal menyetujui perjodohan kita?” Yarash memandang tepat ke netra selalu terlihat tenang seperti permukaan air telaga hijau.

“Terlalu dini untuk merasa, menilai, menyesal atau tidak, Mas. Lagian dari awal kamu sudah jujur ke aku tentang status, dan memiliki dua orang anak. Jadi, dengan diriku menyatakan setuju, berarti telah memikirkan akan konsekuensinya,” ia menghilangkan penyebutan formal, membalas sorot sendu dengan tatapan memahami.

“Terima kasih,” entah untuk apa kalimat itu tepatnya, tetapi terasa benar ketika disuarakannya.

“Sebaiknya kita masuk ke dalam kamar, malam semakin beranjak. Bukankah telah memasuki jam tidurnya, Ardan?” ia ingat balita cerdas itu terlelap di pukul 9 malam.

Yarash mengangguk, lalu mendorong pelan kursinya ke belakang.

Saniya juga melakukan hal sama, diraihnya Kruk lalu diapit dibawah ketiak.

“Apa kaki palsumu tidak nyaman dikenakan?” tiba-tiba saja Yarash bertanya.

Saniya tetap berjalan pelan, lalu menjawab seperti membahas hal biasa. “Kendatipun sudah terbiasa, tetapi terkadang ada kalanya masih terasa sedikit nyeri. Terlebih apabila aku banyak berjalan, biasanya kulit tertutup kaki palsu sering mengalami lecet karena gesekan, tekanan berlebih.”

Pria tersebut berhenti melangkah, dan si wanita juga tidak jadi mengayunkan kakinya.

“Apa tidak sebaiknya memakai kursi roda elektrik?”

“Tidak perlu, Mas. Aku sudah terbiasa, takutnya malah jadi manja, malas berolahraga.” Saniya menekan palang kruk, menekan ujungnya sebagai tumpuan kaki kanan melangkah.

Mereka sama-sama masuk ke dalam kamar yang lampunya sudah temaram, penerangan utama dimatikan.

Pada bagian pinggir kasur berdempetan dengan sebelahnya, tertidur pulas anak laki-laki berwajah damai, sangat berbeda dengan waktu terjaga yang tidak bisa diam.

Suci pamit keluar dari kamar, tadi dia duduk di karpet lantai menemani Ardan hingga terlelap.

“Aku gosok gigi dan cuci muka duluan,” Saniya menjawab ketika ditanya perihal siapa yang mau masuk ke kamar mandi lebih dulu.

Sementara di lantai atas, pada sebuah kamar bernuansa merah muda kombinasi putih, gadis remaja berbaring miring memeluk guling. Wajahnya bermandikan air mata, sementara lubang telinga kiri disumpal headset.

“Mommy janji kan mau buruan balik ke Indonesia?”

.

.

Bersambung.

1
Zahraputri Putri
Aaahhhh🤧🤧..tadi aq beli bawang sekilo tak cari kemana mana gk ketemu ternyata disini🤧😭😭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
sekarang tahu kan mas? kalau keluarga saniya tak sebaik yang ada dalam pikiran mas yarash. tangki cinta yang pernah mas katakan sama saniya, nyatanya kosong. tak ada cinta, tak ada kasih sayang, tak ada ketulusan dan tak ada kehangatan. semua yang mereka perlihatkan sama mas , hanya kepalsuan. sekrang hanya diri mas lah rumah yang hangat itu, jadi jangan sakiti Niya, karena hanya mas yarash yang Niya punya.
Shee_👚
astaghfirullah bab ini bawang banget😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sryharty
ya Allah mas yarash bener2 laki2 baik, tanggung jawab
Shee_👚
ya, miria bukan😭😭😭
aku aja ngebayangin nya gak sanggup😭😭😭
rose🦋
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 keluarga keparat klen, Lom cukup kah buat niya menderita dari kecil😭😭😭, sampai detik ini klen masih sanggup melukai hati niya,akan dibuat nyesel klen semua olehh yarash, skrg niya GK sendirian lg, sdh ada yarash yg akan JD garda terdepan jika keluarga nya menyakiti niya lg, huwaaaaaa nyesek bngtttt😭😭😭
Dozky 2 Crazy
legaaaaa papi yg dateng🩷🩷
Shee_👚
disini kamu tau kenyataan yang mengguncang jiwa sebagai suami yash, istrimu yang kamu anggap berlimpah kasih sayang dari orang tua kenyataan tak seperti itu😭
Wida febrianti “Wida” Wida
jreng.. jreng... terbongkar sudah kebobrokan keluarga saniya🤭 tak lama lagi karma datang🤣🤣 buat keluarga saniya🤭
ˢᵘᵖᵉʳ爪乇🦸
sakno saniya yo mas yas?🥹🥹
Betri Betmawati
syukur lh yg datang itu yarash jadi dia tau perlakuan keluarga saniya kepada saniya, sangat2 buruk rumah yg seharusnya memberikan rasa aman dan cinta tapi penuh dengan derita dan tekanan
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Sebagai seorang wanita, aku kagum.ssma kamu Saniya. kamu tumbuh menjadi wanita kuat, mandiri dan tidak mudah hancur hanya karena omongan jahatt keluarga kamu. kamu sedari kecil umur 8tahun sudah menghadapi banyak penderitaan. di salahkan atas musibah yang tak kau inginkan, kamu selalu di remehkan karena keadaan kamu yang tak lagi sempurna, kamu di suruh menikah dengan laki2 yang baru kamu kenal, kamu menghadapi kenakalan anak sambung kamu, setelah menikah pun kamu masih di usik sama keluarga kamu. smeuanya kamu hadapi sendirian. kamu tak pernah sekalipun mengeluh dan menangis. kamu hebattt saniya...tapi setelah kejadian ini, hidup lah sewajarnya jadi wanita Niya? kalau kamu capek bilang capek, kalau kamu ingin menangis yaa menangis saja, kamu tidak sendiri lagi Niya. kamu punya suami yang perduli sama kamu, yang selalu ada buat kamu. setelah ini, berbagi lah suka dan duka sama pasangan kamu. jangan smeuanya kamu pendam sendiri. nikmati sisa hidup kamu dengan terus bahagia dan tertawa . jangan lagi kamu ingat segala sedihmu dan lukamu di masalalu. kamu Berhak Bahagia Niya...katakan itu pada dirimu sendiri.
Shee_👚
sebegitu bijaksana yash sebagai seorang suami. sarangeo yash🫰🫰🤭
Nabila Nabil
daebak..... nohhhh Gustav... contoh yarash.. walau cerai 2x sama yg lama tapi dia bijaksana😤😤😤😤 gak kayak kamu bijaksini... 🤣🤣🤣
Nabila Nabil
mukamu sudah berada di silit.... 😤😤😤😤
Al Fatih
Tuh papi,, manusia2 bermuka dua,, munafik,, muka badak ....,, liatin,, hafalin...,, kalo ketemu d jalan,, d tabrak saja langsung 🤣
sryharty
mas yarash pokonya aku padamuuu,,tolong jaga baik2 saniya ya mas,,
saniya cuma punya kamu mas yarash
hanya kamu,.😭😭
Nur Wakidah
syukurlah yg datang Mas Yarash klo Bang Fahmi bisa malah makin runyam dan brabe masalahnya🤣🤣🤣
Nabila Nabil
ditengah tangisanku ada secercah harapan yg bikin stres... 🤣🤣🤣
Raisha
kalo di lihat dari gerak gerik matanya,pasti yarash yg datang & dengar smua yg mereka obrolin,benar gak kak cublik? tp kalo benar,jangan di suruh beli'in hewan piaraan untuk Ardan lho ya,ntar aku tangkepin nyamuk / semut aja🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!