Indonesia
NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Ghazi

Mutiara Hati Ghazi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.

Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.

Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.

"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Muak Dengan Semuanya

Kabar tentang terkurungnya Hazel digudang sudah tersebar keseluruh kampus. Dan yang menjadi sasarannya adalah Mutiara.

Tak hanya tiga orang gadis itu saja yang menuduh Mutiara mengurung Hazel digudang. Bahkan hampir semuanya menuduh Mutiara. Salah satunya ialah, Kendra dan Fathan.

Dua pria itulah yang menolong Hazel, Dan membantu gadis itu keluar dari gudang. Awalnya mereka tidak tahu siapa yang pelakunya, Namun banyak yang mengatakan kalau Mutiara lah pelakunya.

Maka dari itu, Kendra langsung mengira kalau pelakunya memang Mutiara. Tapi tidak dengan Fathan, Keyakinan pria itu tidak seratus persen mengarah pada Mutiara. Karena memang tidak ada bukti yang kuat kalau Mutiara lah pelaku yang sebenarnya.

Semua bukti itu hanya berasal dari mulut ke mulut saja. Entah itu benar atau tidaknya belum ada yang tahu.

Mendengar kabar dirinya terpojok, Mutiara tidak peduli sama sekali. Terserah mereka saja, Mau dituduh seperti apapun Mutiara, Ia sudah kebal akan semuanya. Percaya tidak percaya juga apa kata mereka. Toh ini bukanlah yang pertama kalinya.

Dulu waktu masih kecil Mutiara juga sering dituduh sesuatu, Yang bahkan ia menyentuhnya saja tidak. Dia dimarahi, Dibentak, Bahkan yang paling membuatnya trauma ialah Mutiara kecil sering dikurung digudang yang gelap oleh Omanya atas kesalahan yang pernah ia lalukan.

Tak jarang pula Mutiara di pukul, Di cambuk oleh mendiang omanya. Semua perlakuan itu membuat Mutiara memiliki ketraumaan yang amat mendalam dan membekas sampai sekarang.

Faktanya, Gadis itu tidak pernah nyenyak dalam tidurnya. Ingatan penyiksaan itu selalu Mutiara ingat. Maka dari itu, Ketika hendak tidur dimalam hari, Mutiara selalu mengkonsumsi obat penenang. Karena bagi Mutiara, Tanpa obat itu dia tidak bisa nyaman dalam tidurnya. Dan karena obat itu juga, Salah satu ginjalnya mengalami masalah.

Kehidupan yang Mutiara jalani sangatlah berat. Tanpa orang tahu, Bahwa gadis itu selalu rajin pergi kedokter psikolog demi kewajibannya. Mutiara mencurahkan rasa traumanya tersebut pada seorang dokter wanita yang merupakan dosennya sendiri. Rahasia itu tertutup dengan begitu rapat, Tak ada satu orang pun yang mengetahui termasuk Papanya.

Selain traumanya yang mendalam, Mutiara juga punya masalah pada ginjalnya. Gadis itu sering merasakan sakit pinggang, Kadang dibawah perutnya mengalami nyeri yang luar biasa.

Semua itu karen kecerobohannya dalam sering mengkonsumsi obat diluar resep dokter. Dulu dokter sering menyarankan termasuk dokter psikolog nya agar Mutiara berhenti mengkonsumsi obat tersebut.

Mungkin karena efeknya yang cukup bahaya untuk seusia Mutiara. Sayangnya Mutiara tidak mau mendengar. Kondisi nya yang begitu sulit tidur itu membuat Mutiara berlanjut meminum obat tersebut.

Tidak ada yang tahu tentang obat itu, Karena Mutiara sendiri meminumnya secara diam-diam. Semua juga Mutiara lakukan demi kebaikannya sendiri.

Siksaan dari mendiang omanya dulu sangatlah membekas sekali.

Mutiara kecil tak berani membukanya suara. Semua biar dia sendiri yang menanggungnya.

"Tiara tunggu.." Langkahnya terhenti, Gadis itu menoleh pada Kendra. Pria itu mendekati Mutiara yang hendak masuk kedalam mobil. Tentu gadis itu akan pulang..

"Ada apa?

"Benar atau tidak, Kalau kau yang mengurung Hazel digudang?" Tanpa basa basi Kendra langsung bertanya pada intinya. Tentang Mutiara yang mengurung Hazel digudang.

Mutiara hanya terkekeh saja mendengar tuduhan itu, Astagaa.. Ternyata rata-rata orang disini itu kuliah bukan ingin pintar melainkan menambah kebodohan.

"Kau, Bukannya pria yang dijodohkan dengan Nona Mutiara?" Ghazi maju, Pria itu menjadi garda terdepan untuk Mutiara yang sudah tidak tahu harus menanggapi nya seperti apa.

"Kalau kau memang pria yang akan menjadi suami Nona nanti, Kenapa kau justru lebih percaya dengan omongan orang lain?" Sunguh Ghazi hanya hormat pada Mutiara saja. Untuk yang lainnya jangan harap. Termasuk pria ini, Belum menjadi suaminya sudah seperti ini, Apalagi nanti.

"Kau tidak perlu ikut campur. Ini urusanku dengan Tiara.. Kau itu hanya bodyguard yang tidak berhak..

"Tentu saja aku berhak!." Ghazi maju satu langkah. Tatapannya tajam menatap mata Kendra.

"Dengar, Tuduhan ini tidak berdasar. Karena tidak ada bukti apapun. Walaupun banyak yang menuduhnya, Aku akan tetap menjadi orang yang selalu membelanya.." Ucap Ghazi dengan tegas menantang Ucapan Kendra atas tuduhan itu.

"Sudahlah, Mas Ghazi jangan buang-buang waktu Mas.. Hal seperti ini sudah biasa bagiku. Bukan hanya sekali dua kali aku diperlakukan seperti ini.. " Ucap Mutiara menengahi perdebatan yang mungkin akan terjadi setelah ini.

"Tiara, Aku hanya ingin kau..

"Tiara.. Kamu dipanggil Pak rektor keruangannya.." Salah satu mahasiswi datang memanggil Mutiara. Gadis itu diminta untuk masuk keruang rektor. Tanpa mengatakan apapun lagi Mutiara langsung pergi.

Dia tidak salah, Tentu saja dia akan maju tanpa mundur.

Ghazi tidak tinggal diam, Putra Abi Rafa dan Umma Zakia itu tentu saja ikut. Pria itu merasa ada yang janggal dengan semua tuduhan ini. Maka dari itu, Ghazi harus mendampingi Mutiara selalu.

Begitu sampai disana. Mutiara melihat Hazel yang masih menangis dipelukan Fathan. Ada pula beberapa mahasiswa juga disana, Serta tiga gadis yang melabrak Mutiara tadi.

"Kau ini, Selalu saja membuat ulah.." Atta langsung menghadang adiknya itu. Tangannya yang kekar itu terangkat hendak menampar Mutiara, Namun semua itu tidak terjadi karena Ghazi berhasil mencegahnya.

"Usahakan tanya lebih dulu sebelum memukul. Jadi pria kok sukanya mukul perempuan, Banci.." Atta menatap tajam Ghazi yang pria itu yakini adalah bodyguard baru adiknya.

Mutiara diminta untuk duduk. Rektor pun mulai bertanya pada gadis yang terkenal dengan kepintarannya itu.

Berkat Mutiara, Kampus elit itu menjadi semakin terkenal karena bakat serta otak dari Mutiara yang pintar. Maka dari itu, Rektor bertanya lebih dulu apakah benar Mutiara yang mengurung Hazel digudang atau bukan.

"Disekitar gudang kan ada cctv pak? Kenapa tidak cek saja. Supaya kita semua bisa tahu siapa pelaku yang sebenarnya.. Dituduh tanpa bukti seperti ini menyakitkan loh pak.." Ucap Mutiara tenang namun tegas. Ini bukan yang kesekian kalinya Mutiara dituduh, Tapi sudah cukup berkali-kali.

Berawal dari Hazel yang sok jatuh, Sok tersakiti sehingga orang-orang mengira kalau dialah yang jahat. Maka dari itu, Mutiara dituduh menjadi gadis yang kejam. Padahal pada kenyataannya, Dia tidak melakukan apapun.

Bukan hanya pada Hazel, Jelita pun selalu sok mencari perhatian dengan menuduh Mutiara yang macam-macam. Mutiara dipaksa untuk minta maaf, Sayangnya gadis itu membantah dan tidak mau. Seperti sekarang ini, Ia kembali dituduh lagi..

"Yang dikatakan Tiara benar, Kampus ini dipantau CCTV disetiap tempat. Jadi agar ketahuan siapa pelaku yang mengurung Hazel digudang akan lebih baik kalau periksa CCTV saja.." Ucapan Pak Rektor membuat salah satu gadis itu yang bernama Vivi itu menelan salivanya.

"Pak, Tidak usah diperiksa.. Toh pelakunya memang Tiara kan?" Bantah Vivi. Sementara Hazel hanya diam saja, Matanya melirik kesana kemari ikut merasa gugup. Entah apa yang membuat gadis itu gugup.

"Cctv harus diperiksa.." Ucap Ghazi tegas. Dia menghadapi pak rektor tanpa rasa takut sedikit pun.

"Masalah ini adalah sebuah tuduhan tanpa berdasar atau tanpa adanya bukti. Jadi bagaimana pelakunya bisa ketahuan kalau tidak diperiksa pak?" Pak rektor mengangguk-anggukan kepalanya.

"Panggil petugas CCTV.. " Salah satu mahasiswa keluar untuk memanggil petugas CCTV. Tak lama, Seorang pria masuk.

"Permisi.. Bapak memanggil saya," Kata Pria itu dengan sopan.

"Saya mau kamu cek rekaman CCTV dibagian lorong gudang.. Kalau tidak salah waktunya sekitar satu jam yang lalu.." Pria itu terdiam. Dia melihat satu persatu orang yang berada diruangan itu

"Eum.. Pak, Maaf sebelumnya.. CCTV yang berada dibagian gudang sedang eror pak. Jadi kami tidak dapat melihat rekaman yang terjadi pada waktu yang bapak jelaskan tadi.." Jelas petugas CCTV itu. Ghazi mengangkat satu alisnya, Tatapannya menaruh curiga pada petugas ini.

"Tuh kan? Cctvnya eror.. Jadi tidak bisa melihat bukti.." Ucap Vivi dengan tersenyum.

"Pak, Kata petugas ini cctv nya sedang eror. Bisa saya lihat jaringan mana sehingga membuat rekaman dibagian gudang tidak terdeteksi?" Ghazi ikut angkat bicara. Jangan lupa, Abinya punya otak yang genius dan pintar dalam bidang IT. Tentu saja semua itu menurun pada Putranya yang bernama Ghazi ini.

Petugas CCTV itu mulai gugup sekali.

"Ee.. I..itu tidak akan bisa.. Hanya orang-orang yang khusus dan..

"Bisa saya pinjam laptolp bapak?" Ucapan petugas itu terpotong oleh Ghazi. Putra Abi Rafa itu meminjam laptop milik pak rektor untuk melacak. Tidak semua orang punya keahlian di bidang ini. Seperti Gus Rafa yang keahliannya menurun pada Ghazi, Sehingga pria itu menantang akan memulihkan cctv yang katanya hilang atau eror itu.

"Silahkan..." Ghazi duduk dengan tegak. Jarinya begitu lincah menari diatas keyboard tersebut. Matanya fokus melirik kesana kemari untuk mencari akses. Setiap kode pria itu masukan mencari rekaman yang diyakini bukan eror melainkan sengaja dihapus.

"Dih, Sok genius. Udah dibilang eror juga, Masih aja ngeyel.." Ucap Vivi yang meremehkan Ghazi, Gadis itu tidak sadar kalau sebentar lagi dia dalam bahaya.

"Sudah selesai..." Ghazi langsung menunjukkan rekaman yang berhasil dipulihkan dalam waktu sekejap.

Disana terlihat dengan jelas, Bahwa yang mengurung Hazel bukan Mutiara melainkan Vivi sendiri. Dalam rekaman itu, Terlihat Vivi dan Hazel berjalan berdua melewati lorong. Kemudian Vivi tiba-tiba mendorong Hazel kedalam gudang, Lalu menguncinya dari luar.

"Rekaman ini bukan eror pak. Tapi sengaja dihapus, Benar begitu pak petugas?" Ghazi bertanya pada petugas tadi. Petugas itu terlihat takut dan langsung berlutut.

"Pak, Tolong maafkan saya. Saya, Saya dibayar oleh gadis ini." Petugas tersebut menunjuk Vivi. Mengatakan kalau dia melakukan semua itu karena dibayar oleh Vivi.

Semua mata mengarah pada Vivi yang mulai ketakutan. Padahal rekaman itu sudah dihapus tapi bagaimana bisa pulih kembali.

"Vivi? Jadi kamu?

Mutiara berdiri dengan tegak dihadapan Kendra dan Fathan. Kilatan kecewa terlihat dimata nya..

"Gimana? Kalian udah lihat buktinya kan? Kalau bukan aku yang mengurung gadis kesayangan kalian ini.. Makanya kalau ada apa-apa itu, Lain kali cari tahu lebih dulu mana yang benar..." Tatapan mata Mutiara beralih pada Atta. Pria itu diam dengan datar dan dingin.

"Kak, Aku ini adikmu.. Kalau kakak benci sama aku ya, gapapa.. Tapi ayolah, Sebagai seorang dosen, Kakak harus bisa bersikap sigap. Jangan. karena kakak benci aku, Aku yang benar ini selalu disalahkan..." Mata Mutiara berkaca-kaca kalau sudah berhadapan dengan kakaknya. Karena dia memang sesayang itu.

Mutiara menarik nafas panjang. Ia menghadap Ghazi..

"Mas Ghazi ayo kita pergi.. Aku udah muak dengan semuanya..."

TBC

1
Evi alvian
dengan kepergiannya Mutiara semoga orang" yg telah menyakitinya sadar dan menyesalinya..
lanjut thor ditunggu kelanjutannya, semangattttt💪💪
Ariany Sudjana
akhirnya si pelacur murahan yang bodoh ini nongol lagi. jelas saja skripsi kamu ga maju-maju, kan kamu bodoh, udah gitu kamu itu hanya pelacur murahan, yang bisanya menggoda laki-laki kaya supaya kamu jadi orang kaya, padahal otak kamu zonk😂😂🤣🤣 dan kamu kan hanya bisa jadi pencuri hasil karyanya mutiara, jadi novelnya ga maju juga, karena bukan kamu yang nulis 😂😂🤣🤣 dan bodohnya masih ada laki-laki kaya yang percaya sama omongan kamu, sampai membela kamu sedemikian rupa dan meninggalkan tunangannya 😂😂🤣🤣 dasar bodoh
Adrian: iya betul 100 buat kakak jawaban paling mantap🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
mutiara ga mau merepotkan orang katanya, tapi dengan kamu ambil keputusan pergi jauh, kamu ga pikirkan papa kamu gimana? kalau papa kamu jadi sakit karena stress mikirin kamu, apa kamu tega?
Fia Ayu
Hayoo masih ada yg melek gk nie, klo di indo jam 2 an, di qatar baru jam 10 lewat, makasih thour up di jam segini🙏🏻
Ani
bila perlu sekalian orangnya dimasukkan ke api biar jadi abu 😤😤😤😤
Sri Rahayu
Tiara knp kamu nyuruh Devi ksh ATM.mu ke Kendra...itu kan hak kamu keenakan Kendra bisa2 diambil Hazel nanti...lanjut Thorr😘😘😘
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kendra tololnya ga ketolong lagi. udah berkali-kali ada bukti, masih aja bisa dikibulin. guoblok banget
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener kan si rio yg bertopeng
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
si ex bodyguard nya
Lusi Hariyani
ghazi cpt dtg dong bantu mutiara pergi
Evi alvian
alurnya bkin gregetan banget dach.. bacanya aja ampe dating lama" aku gedek ama ceritanya😁🤭✌️sumpah othornya berhasil bkin para readers pada greget bacanya🤭✌️✌️
Ayudya
Rio siapa juga yg mau simpan barang yg Uda ga berguna sama sekali lebih baik di musnahkan🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
mutiara bodoh knpa semua kesusahan dipendam sendiri, knpa ada Ghazi juga dianggap sama dgn kendra yg jahat padahal Ghazi beneran tulus pada mutiara
Nice1808: betul 😃
total 2 replies
Ninik
aku justru greget sama Mak othor sebab up nya cuma satu satu
Ariany Sudjana
ini mutiara bodoh, kenapa semua dipendam sendiri? buat apa tunangan sama Ghazi? kalau Ghazi jadi seperti orang bego, yang ga ngerti apa-apa.
Setyowati Setyowati
bagus Tiara ..biar mereka merasakan apa yg kamu rasakan ..dan penyesalan yg akan mereka bertiga rasakan dan semuanya SDH terlambat
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya kebenaran terungkap juga dan kau Kendra terimalah hukuman dan penyesalan mu/Determined//Determined/
Sri Rahayu
ya gpp kl Atta berubah jd baik pd mu Tiara... uda sadar kali dia 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Ass Yfa
kebenaran terungkap bertubi2 hingga otal Tiara tdk msmpu mensmpubg sendirian..berbagilah dgn Ghszi
Teh Euis Tea
ya ampun pada jahat bagt sih kalian, padahal mutiara ga salah apa2 pada kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!