Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:52k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Ketahuan

Setelah selesai dengan urusannya di Markas KODAM, Komandan Kaivan dan Miko segera kembali ke mobil. Hampir tiga puluh menit Sisil dan Riki berada di dalam mobil. Untungnya, Riki orang yang cukup humoris hingga membuat Silvana tak merasa bosan menunggu Komandan dan Ajudannya.

"Maaf lama." Ucap komandan Kaivan ketika memasuki mobil. Ia datang dengan membawa air mineral dingin dalam botol. Komandan Kaivan kemudian mengendurkan tutup botol yang masih bersegel sebelum memberikannya pada Silvana.

"Terima kasih, Komandan." Ucap Silvana sambil menerima air mineral dingin yang di berikan oleh Komandan Kaivan.

"Ee, kamu kenapa tak bukakan dulu tutup botolnya. Sulit aku bukanya." Kata Riki pada Miko yang memberikan air mineral dingin padanya.

"Alah! Manja sekali kamu ini. Macam perempuan aja." Sahut Miko yang kemudian menuruti permintaan Riki.

"Bukan manja. Memangnya kamu gak lihat, aku lagi pegang kemudi?" Sahut Riki.

"Ya kan bisa kamu lepas sebentar. Ini jalanan lurus dan halus. Biasanya saja kamu bisa." Sergah Miko.

"Beda lah! Kali ini kan aku bawa Dokter Sisil, jadi harus hati-hati." Jawab Riki.

"Jadi kalau bawa saya dan Komandan, bisa ugal-ugalan?" Tanya Miko yang membuat Riki cengar-cengir.

"Lihat supirmu, Komandan. Pecat saja dia besok." Adu Miko pada Komandan Kaivan.

"Saya memang berniat mengganti kalian berdua." Jawab Komandan Kaivan dengan wajah datar. Namun, jelas itu hanyalah gurauan.

"Ee! Kenapa saya ikut di ganti, Komandan? Kerja saya bagus, to. Saya juga gak pernah mau celakai Komandan." Protes Miko.

"Tapi kamu buat saya emosi setiap hari. Kalau saya hipertensi dan terkene stroke, gimana? Itu sama saja dengan rencana pembunuhan." Jawab Komandan Kaivan yang membuat Miko langsung meringis.

Sementara itu, Dokter Silvana hanya bisa tersenyum-senyum saat mendengar perdebatan para laki-laki yang berada satu mobil dengannya itu.

Setelah satu jam menempuh perjalanan, mereka akhirnya sampai di Bandara. Bukan Bandara besar, namun Bandara kecil yang hanya memuat pesawat-pesawat kecil. Bandara itulah satu-satunya Bandara terdekat di sana. Karena mereka harus menaiki pesawat kecil jika ingin menuju ke Bandara besar.

"Selamat siang, Komandan." Sapa salah seorang petugas Bandara yang mengenal Komandan Kaivan.

Tak ada seragam resmi seperti di Bandara Besar. Para Petugas Bandara hanya memakai baju seadanya yang rapi dan sopan. Hanya Pilot yang memiliki seragam resmi dari Maskapai.

"Selamat siang." Jawab Komandan Kaivan.

"Komandan mau ambil barang, to?" Tanya Petugas itu.

"Iya. Apa perintah dari Komandan KODAM belum di terima?" Tanya Komandan Kaivan.

"Sudah, Komandan. Tapi kami masih tunggu mobil pickup untuk mengangkut bantuan itu." Ujar Petugas Bandara yang di jawab anggukan mengerti oleh Komandan Kaivan.

"Mari saya tunjukkan barang-barangnya di Tempat Penyimpanan." Imbuhnya kemudian.

Komandan Kaivan, Silvana, Miko, dan Riki pun mengikuti Petugas Bandara itu menuju ke salah satu rumah yang berada di dekat Hanggar Pesawat. Mereka cukup terkejut saat melihat banyaknya bantuan di rumah itu.

"Ini semua kiriman yang beralamatkan di Batalyon Komandan." Kata Petugas Bandara.

"Apa mau di cek dulu, Komandan?" Tanya Petugas Bandara.

"Nanti saja, sekalian saat di angkut ke pickup, supaya tidak bekerja dua kali." Jawab Komandan Kaivan yang di sambut anggukan mengerti oleh Petugas Bandara.

Sambil menunggu mobil pickup sampai, Komandan Kaivan, Silvana, Miko dan Riki berkeliling untuk melihat-lihat sembari memeriksa barang yang di kirimkan.

"Sudah ada catatan barang yang di kirim?" Tanya Komandan Kaivan pada Silvana.

"Sudah, Ndan." Jawab Silvana yang memang sudah menyimpan file data yang di kirimkan Ayahnya.

Tak berselang lama, mobil yang akan memuat bantuan itu pun datang bersama beberapa orang kuli yang akan menaikkan barang itu ke atas bak mobil.

"Kamu cek di daftar, Miko akan membacakan catatan di kotaknya sebelum di bawa naik ke mobil." Titah Komandan Kaivan yang di jawab anggukan mengerti oleh Silvana.

Mereka menjalankan tugas masing-masing di bawah terik matahari yang lumayan menyengat siang itu. Tak ada tempat berteduh selain di dalam rumah, namun, tak mungkin Silvana memeriksa barang itu jika dia di dalam rumah.

Sekitar lima menit Silvana kepanasan di separuh badannya, sebelum separuh badannya itu mendadak terasa teduh. Bukan karena terik matahari yang berkurang ataupun karena cuaca yang tiba-tiba mendung, tetapi karena bayangan Komandan Kaivan yang menghalangi terik matahari langsung mengenai tubuh Sisil.

Komandan Kaivan berdiri di dekat bak pickup sambil melihat ke dalam pickup. Namun, bayangan tubuhnya menutupi tubuh Silvana yang sebelumnya terkena panas matahari.

Silvana mengulas senyum ketika tubuhnya tak lagi merasa kepanasan. Entah Komandan Kaivan melakukannya dengan sadar atau tidak, namun hal itu sangat membantu Silvana.

Hingga bantuan selesai di muat, Komandan Kaivan masih berdiri di tempatnya untuk melindungi tubuh Silvana. Berdiri di bawah terik matahari, tentu membuat peluhnya bercucuran hingga seragam yang ia kenakan lumayan basah.

"Sudah sesuai dengan catatan?" Tanya Komandan Kaivan.

"Sudah, Ndan. Tinggal sisanya yang masih berada di Bandara Besar saja." Jawab Silvana.

"Kenapa tidak di bawa melalui jalur darat saja, Ndan? Mungkin akan cukup dengan menggunakan satu mobil truk. Tanya Silvana.

"Medan darat terlalu berbahaya karena melewati tebing yang sangat curam tanpa pembatas jalan. Selain itu, jalanan di tebing tak bisa di lewati truk." Jawab Komandan Kaivan.

"Kebanyakan warga menggunakan pesawat kecil untuk pergi keluar. Selain biaya yang jatuhnya lebih murah, perjalanan juga menjadi lebih aman dan cepat." Jelas Komandan Kaivan yang di jawab anggukan mengerti oleh Silvana.

"Ayo kita jalan, Ndan. Mobil itu akan ada di depan kita." Ajak Miko.

Komandan Kaivan, Silvana, Miko dan Riki segera kembali ke mobil setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih pada Petugas Bandara.

Kata Petugas Bandara, bantuan lain yang masih ada di Bandara besar, akan menyusul minggu depan karena perlu setidaknya enam pesawat kecil atau satu pesawat kecil dengan enam kali bolak-balik untuk mengangkut sisa bantuan.

Komandan Kaivan pun mengangguk mengerti dan ia akan kembali ke Bandara minggu depan untuk mengangkut sisanya.

"Eh! Komandan habis mandi, kah?" Tanya Riki ketika menyadari pakaian Komandannya basah.

"Ini keringat." Jawab Komandan.

"Saya kira Komandan habis mandi karena kepanasan." Ledek Riki yang tak di tanggapi Komandannya.

"Apa ada baju saya di mobil, Ko?" Tanya Komandan pada Miko.

"Ada, Ndan. Tetapi hanya kaos saja." Jawab Miko.

Komandan Kaivan mengangguk mengerti. Ia lalu membuka pintu belakang mobil dan mengambil kaosnya yang ada di dalam tas.

Komandan Kaivan pun membuka seragam dan kaos dalam yang sudah basah. Saat sedang berganti pakaian itu, Silvana tak sengaja melihat ke arah Komandan Kaivan.

"Ya Allah! Itu otot perut apa roti sobek? Kenapa bisa se seksi itu? Dadanya, bidang banget! Real body goals pria idaman." Batin Silvana sambil menatap ke arah Komandan Kaivan.

Komandan Kaivan yang menyadari tatapan Silvana, buru-buru menutup pintu belakang mobil kemudian membelakangi mobil dan segera memakai kaosnya.

"Astaga Sisil! Mata kamu jelalatan banget. Ketahuan Komandan, kan, kalo kamu merhatiin badan dia." Ujar Sisil yang menggerutui dirinya sendiri dalam hati sembari menutup wajahnya dengan tas yang ia bawa.

1
Murti Puji Lestari
ya ampun tegang banget pas bacanya, tapi seru..
duh penasaran bin penisirin ini
Murti Puji Lestari
semoga itu komandan kaivan bersama anggotanya
rizky tria
bu Dokter ga nurut sama Komandan jd kan 🙄😞
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
Chandhitha Priyanika
jd ikutan tegang neh , mudah²an yg dateng komandan ya
This Is Me
Pintet banget potomg ceritanya disini, jadi bikin makin penasaran
pendekar angin barat
seru....semoga pak komandan yg dtg ya
lia juliati
bukannya seorang dokter untk turun k medan konflik hrs ada pelatihan dasar dlu ya.... baik fisik atau perlindungan diri....
Faqisa Sakila
Waduh.. Dosil dlm bhaya,,
Ayo komandan cpet datang...
jgn smpae ad prtumpahan darah y thor 😡😡😡
Tosari Agung
thor komandan kaivan punya sisi lain gak thor
Munas Tuti
bakalan seru ni mbak Fre 👍👍
Rahmawati
komandan gentle bgt, sudah minta ijin dulu sama ayah dosil
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
hadir kak.....
semangat untuk terus berkarya kak, selalu keren untuk ceritamu, semoga selalu diberi kesehatan agar selalu bisa berkarya 🫰
Murti Puji Lestari
pak komandan satu ini garcep juga, langsung nembung ke ayah doksil, romantisnya emang beda mereka tuh
ika
mamas aka ma Nty cim udah tamat aja, nungguin dokter Sisil ma komandan aja dl, sambil ngebut ryuga
semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!