Indonesia
NovelToon NovelToon
Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Novaa

Naik jabatan menjadi sekretaris CEO Adrian Dewangga (33) harus dibayar mahal oleh Nayla Safira (27). Ayahnya tewas usai menyelamatkan orang tua Adrian dalam kecelakaan maut. Demi melunasi utang nyawa dan menjalankan wasiat terakhir sang ayah, Adrian dan Nayla terpaksa menikah secara rahasia.
Awalnya, Adrian menyetujui pernikahan rahasia ini karena baginya pernikahan tersebut murni sebuah bentuk tanggung jawab, bukan karena cinta. Di sisi lain, Nayla yang bertubuh gemuk memilih bersembunyi karena minder dan tak ingin dituduh memanfaatkan keadaan. Namun, setahun hidup berdampingan membuat rasa tanggung jawab Adrian perlahan menjelma menjadi cinta yang dalam. Ia muak terus berpura-pura asing.
Saat mereka akhirnya sepakat untuk membuka hati, status pernikahan itu justru terbongkar ke publik. Kejamnya dunia menghantam Nayla dengan tuduhan paling menyakitkan, ia dianggap tega menukar nyawa ayahnya demi posisi mewah di samping sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09 - Kiss

Langkah kaki yang selaras terdengar turun dari lantai dua kediaman utama Dewangga.

Adrian dan Nayla melangkah keluar kamar secara bersamaan, menciptakan pemandangan yang seketika mencuri perhatian. Pasangan suami istri itu tampil begitu serasi terbalut kemeja biru elegan beraksen batik halus pada kerahnya. Nayla memadukan kemeja tersebut dengan celana kain hitam berpotongan lurus yang rapi, sementara rambut tebalnya diikat gaya low ponytail yang elegan, menyisakan beberapa helai rambut halus menjuntai manis mengitari tepian wajahnya. Wajahnya yang bersih tanpa riasan tebal memancarkan pesona alami yang anggun.

Bu Ratih yang sedang menyusun cangkir di meja makan seketika membalikkan badan. Senyum lebar langsung mengembang sempurna di wajah wanita paruh baya itu.

"Aduh, indahnya pandangan Mama pagi ini!" seru Bu Ratih gembira, memandangi anak dan menantunya dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Ayo, sini sarapan dulu!"

Adrian melangkah mendekati meja makan. Sebelum mendudukkan dirinya sendiri, tangan tegap pria itu dengan sigap meraih sandaran kursi di sebelahnya dan menariknya ke belakang untuk Nayla.

"Duduklah," ujar Adrian lembut.

Nayla tersentak pelan, jantungnya berdesir menerima perlakuan manis yang tak biasa itu. "T-terima kasih, Mas..."

Meskipun hidangan sarapan di atas meja terlihat amat menggugah selera, Nayla menikmati sarapannya dengan tidak tenang. Jemarinya yang memegang sendok beberapa kali gemetaran pelan. Pikirannya dipenuhi bayangan mengerikan tentang reaksi para staf kantor tatkala melihat dirinya mengenakan kemeja yang identik dengan sang CEO.

Bu Ratih yang menyadari keresahan menantunya tersenyum menenangkan. "Nayla... kamu cemas ya, Nak?"

Nayla menghentikan suapannya, menatap Bu Ratih dengan raut wajah cemas yang tak bisa disembunyikan. "I-iya, Ma... Bagaimana nanti kalau orang-orang kantor bertanya-tanya? Saya takut mereka mikir yang aneh-aneh..."

"Tenang saja, Nayla," sela Bu Ratih santai seraya menyerahkan secangkir teh hangat. "Rio juga memakai baju dengan warna yang sama persis seperti kalian pagi ini, cuma bedanya milik Rio tidak ada corak batiknya. Jadi, mereka di kantor pasti cuma menganggap kalian ini satu tim kerja! Anggap saja ini spill tipis-tipis kalau kata anak muda zaman sekarang. Mereka harus terbiasa melihat kalian serasi sebelum hubungan kalian resmi dipublikasikan nanti."

Adrian yang sedang mengoleskan selai pada roti bakarnya turut mendongak dan menatap Nayla lurus. "Iya, benar kata Mama. Tidak perlu khawatir berlebihan, Nayla."

Nayla menundukkan kepalanya, menyembunyikan keterkejutannya. Di dalam benaknya, sebuah pertanyaan besar mendadak mencuat, 'Apakah Mas Adrian punya keinginan untuk mempublikasikan hubungan ini kelak? Kok dia setuju dan mengiyakan usulan Mamanya tanpa ragu sedikit pun?'

Usai sarapan dan pamit, mereka berjalan menuju halaman depan. Karena berada di bawah pengawasan penuh Bu Ratih dan Pak Hilman yang berdiri di teras, tidak ada pilihan lain bagi Nayla dan Adrian selain berangkat menuju kantor dalam satu mobil yang sama.

Rio yang sudah bersiap di kursi pengemudi mengenakan kemeja birunya tersenyum lebar dari balik kaca spion tengah.

"Duh, sering-sering deh pakai seragam begini," celetuk Rio terkekeh renyah. "Lumayan banget saya dapat kemeja gratis dari Bu Ratih. Baju sebagus dan semahal ini mana sanggup saya beli sendiri."

Tak ada jawaban satu pun dari kursi belakang.

Rio melirik spion tengah sekali lagi lalu menggelengkan kepalanya gemas dalam hati. 'Gila ya ini bos gue... Sudah satu tahun menikah, sudah pakai baju serasi begini, tapi duduknya masih aja berjarak di pojok kanan-kiri kayak orang nggak kenal!'

.

.

Saat sedan mewah itu mulai memasuki area sibuk beberapa blok sebelum kompleks perkantoran Dewangga Group, Nayla menepuk pelan sandaran kursi pengemudi.

"Mas Rio, berhenti sebelum perempatan di depan itu saja ya. Saya turun di sana," minta Nayla dengan suara tertahan.

"Tidak perlu, Nay," potong Adrian cepat dari sebelahnya. Suaranya terdengar tegas namun menyimpan nada protektif yang begitu jelas. "Kamu sedang memakai heels. Nanti kakimu sakit kalau harus jalan terlalu jauh dari perempatan sampai ke lobi kantor."

Deg!

Dada Nayla seketika bergemuruh hebat. Perhatian-perhatian kecil yang belakangan ini sering ditunjukkan Adrian sukses membuat pasokan udaranya menipis.

Sementara itu, Rio yang menyaksikan momen tersebut dari kaca depan harus menahan tawa dan senyum-senyum sendiri. 'Anjay, biarpun berjarak ternyata masih perhatian juga.' batin Rio tertawa kencang.

Namun, Nayla menguatkan hatinya. Rasa minder dan ketakutannya akan gosip kejam kantor jauh lebih besar daripada rasa melayangnya.

"Tidak, Mas... saya turun di sana saja," tolak Nayla bersikeras, menatap Adrian memohon. "Saya tidak mau mengundang gosip aneh-aneh kalau sampai ada yang melihat kita berangkat bersama... apalagi dengan kemeja yang warnanya sama persis seperti ini."

Adrian menatap netra hitam istrinya sejenak, membaca ketakutan yang nyata di sana. Setelah menghela napas pasrah, Adrian akhirnya mengangguk. "Baiklah kalau begitu."

Rio menepi perlahan di bahu jalan sebelum perempatan. Sebelum melangkah keluar dari mobil, Nayla memutar tubuhnya menghadap Adrian. Ia meraup tangan kanan suaminya, menyentuhkan bibirnya ke punggung tangan Adrian yang hangat, sebuah tradisi dan bentuk kewajiban yang selalu ia tunaikan secara konsisten selama satu tahun menjadi istri.

"Saya pergi dulu, Mas," bisik Nayla pelan lalu bergegas keluar dari mobil dan melangkah menuju trotoar.

Begitu pintu mobil kembali tertutup rapat dan figur Nayla perlahan menjauh di antara pejalan kaki lainnya, Rio yang tak bisa lagi menahan sifat jahilnya langsung tertawa kecil menatap bosnya lewat kaca spion.

"Cuma begitu saja, Pak?" goda Rio terkekeh. "Nggak ada yang lain gitu? Misalnya... salam tempel di pipi atau kening?"

Adrian mendongak, melayangkan tatapan mata yang begitu tajam dan dingin menembus spion tengah hingga membuat Rio menelan ludah. Namun, di balik tatapan mematikan itu, jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Adrian diam-diam merutuki dirinya sendiri. Sejujurnya... ia memang sangat ingin melakukan hal itu pada Nayla.

"Kembali jalankan mobilnya," perintah Adrian pendek.

Rio kembali menginjak pedal gas, melaju perlahan menyusuri jalanan utama. Namun, saat berada di persimpangan jalan menuju gedung Dewangga Group, Adrian kembali membuka suara.

"Belok kanan, Rio."

Rio mengernyit heran, melirik spion. "Loh, Pak? Kantor kita kan lurus ke depan? Kenapa belok kanan?"

"Kita ke showroom mobil," sahut Adrian santai tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet kerja di tangannya.

Mata Rio membelalak kaget. "Hah? Anda mau ganti mobil lagi, Pak?"

"Bukan untuk saya," jawab Adrian tenang. "Saya ingin membelikan mobil untuk Nayla, sebagai hadiah anniversary pernikahan kami."

Dada Rio mendadak dipenuhi rasa kagum yang luar biasa pada atasan dinginnya itu. "Wah... Pak Adrian ternyata bisa romantis juga ya! Tapi Pak... kalau boleh saya kasih saran, jangan cuma belikan mobil!"

Adrian menaikkan satu alisnya, menatap Rio. "Maksudmu?"

"Perempuan itu nggak cuma butuh barang mahal, Pak," ceracau Rio antusias, berlagak bagaikan pakar percintaan kawakan. "Saran saya, kasih dia buket bunga yang besar, ajak makan malam romantis, terus ditutup sama... kiss!"

Tubuh Adrian seketika menegang kaku di kursi belakang tatkala kata kiss meluncur mulus dari bibir asisten pribadinya. Garis rahangnya mengetat, dan rona tipis yang samar mendadak merayapi ujung telinganya.

Melihat reaksi tegang bosnya yang tampak sangat asing, mata Rio seketika melotot penuh selidik. Sebuah pemikiran absurd menyergap otak Rio.

"Pak..." panggil Rio ragu, suaranya mengecil penuh keheranan. "Jangan bilang... seriusan selama satu tahun menikah ini... Bapak belum pernah melakukan itu sama Mbak Nayla?!"

"Diamlah, Rio!" potong Adrian cepat dengan nada suara yang meninggi, menutupi rasa salah tingkah dan gengsinya yang meroket tajam. "Fokus saja menyetir!"

Rio membungkam mulutnya rapat-rapat, namun bahunya bergetar hebat menahan tawa kencang yang hampir meledak di dalam kabin mobil. Bos besar Dewangga Group yang ditakuti di dunia bisnis rupanya benar-benar seorang pria polos dan amat kaku dalam urusan asmara.

1
Ariany Sudjana
eh ada pelacur murahan yang ga tahu diri, sudah ditolong bukannya terima kasih, sama seperti ibu kamu, sama-sama pelacur murahan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ciye pa bos cemburu nih... kenapa ga sekalian informasikan kalau Nayla itu istri bapak?
Yunie Silvia Putri
😄😄😄 orang bucin mah memang gitu Rio, cemburunya kadang suka kelewatan.....😄😄😄😍😍
Yunie Silvia Putri
🖒🖒🖒🖒.....
best suka ama ceritanya
❤❤
Yunie Silvia Putri
waaahhhh parah nih emak nya, malu dia punya anak bertubuh gendut....
Yunie Silvia Putri
wah bakalan ada yg bucin nih sama istri gemoy nya 😄😄😄
Yunie Silvia Putri
waahhh makin seru nihh, lanjut thor...
Yunie Silvia Putri
halo kk author baru mampir baca nih, suka ceritanya, tapi episode ini bacanya nangis terus...😢😢
Yunie Silvia Putri: kk author boleh tanya, kapan up bab selanjutnya uda gak sabar nunggu cerita selanjutnya, jangan lama2 ya up nya 😄😄😄
total 2 replies
Ariany Sudjana
yang pasti istri Adrian itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, bukan seperti kamu yang pelacur murahan 🤣🤣😂😂 maklum yah, mama kamu kan pelacur murahan, yang tega meninggalkan suami dan anaknya demi jadi istri konglomerat
Lisa
Sabar y Nayla..yg kuat y..
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
sunshine wings
Good story i like..
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Ariany Sudjana
ciye yang mau dinner romantis 🤣🤣😂😂
Ayu Ara12
next dong kak cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!