Indonesia
NovelToon NovelToon
PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

PUTRIKU DITUKAR, KINI AKU MENGGUNCANG DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Nabila tidak pernah menyangka jika putri yang selama enam tahun ia besarkan dengan kemewahan ternyata adalah anak palsu. Darah dagingnya yang asli, Luna Wegan, diam-diam ditukar saat lahir oleh keluarga suaminya sendiri dan terpaksa hidup menderita sebagai pengemis jalanan. Takdir akhirnya mempertemukan Nabila dengan seorang gadis kecil penuh luka memar di depan mall, di mana sebuah tahi lalat di balik telinga membongkar pengkhianatan keji masa lalu. Bersama suaminya, sang CEO kejam Leon Wegan, Nabila kini siap menghancurkan siapa pun yang telah berani menyiksa putri kandung mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Ngiung... Ngiung...

Suara sirene dari tiga mobil SUV hitam pekat itu kembali meraung-raung membelah kemacetan ibu kota.

Kali ini konvoi mobil CEO Wegan Group itu melaju dengan kecepatan penuh menuju Rumah Sakit Internasional Wegan.

Di dalam mobil paling tengah, suasana terasa sangat berbeda dari biasanya.

Leon Wegan yang terkenal tidak pernah mau disentuh oleh siapa pun kini memangku seorang pengemis kecil kotor.

Luna duduk kaku di pangkuan Leon dengan kedua tangan memegang erat ujung kemeja mahal pria itu.

Gadis kecil itu masih tidak percaya ada orang kaya yang mau menggendongnya tanpa merasa jijik sama sekali.

Nabila duduk di samping Leon sambil terus menggenggam tangan kecil Luna yang dingin.

"Kamu mau makan apa, sayang? Nanti sampai rumah sakit Mama belikan semua makanan yang kamu mau," tawar Nabila lembut.

Luna menelan ludahnya mendengar kata makanan disebut.

"Saya cuma mau makan nasi bungkus pakai telur dadar, Nyonya," jawab Luna dengan suara pelan.

"Itu makanan paling enak yang pernah saya makan waktu dikasih orang di jalanan bulan lalu," lanjutnya dengan mata berbinar polos.

Mendengar permintaan yang begitu sederhana itu, hati Nabila dan Leon kembali hancur berkeping-keping.

Anak sekecil ini menganggap nasi bungkus dengan telur dadar sebagai makanan paling enak di dunia.

Padahal Bianca, anak yang tinggal di rumah mewah mereka, selalu membuang daging sapi wagyu impor jika rasanya sedikit tidak pas.

"Kita akan makan daging sapi paling mahal, ayam goreng paling enak, dan es krim paling manis!" balas Leon dengan suara serak menahan tangis.

"Paman punya banyak sekali makanan enak, kamu boleh makan sampai perutmu kenyang setiap hari," tambah Leon mengusap rambut kusut Luna.

"Sungguh, Paman? Paman tidak akan minta bayaran kan setelah saya makan?" tanya Luna memastikan karena takut tertipu.

"Ibu Siska bilang orang kaya itu pelit dan suka menipu anak kecil," celoteh Luna polos menceritakan ajaran ibunya.

Leon mengertakkan giginya mendengar nama wanita iblis itu disebut lagi.

"Paman berjanji tidak akan minta bayaran sepeser pun. Semua makanan Paman gratis khusus untuk Luna," jawab Leon tersenyum paksa menutupi amarahnya.

Ciiit!

Mobil akhirnya berhenti mendadak tepat di depan lobi pintu gawat darurat Rumah Sakit Internasional Wegan.

Puluhan dokter spesialis dan perawat senior sudah berbaris rapi menyambut kedatangan sang pemilik rumah sakit.

Direktur rumah sakit yang sudah tua bahkan ikut berdiri di barisan paling depan dengan wajah tegang berpeluh keringat.

Leon turun dari mobil sambil tetap menggendong Luna di pelukannya.

Nabila menyusul turun dari pintu sebelahnya dengan wajah yang masih sembap karena terlalu banyak menangis.

"Tuan Besar, kami sudah menyiapkan ruang perawatan VVIP dan tim dokter ahli genetika terbaik," lapor Direktur Rumah Sakit sambil membungkuk dalam.

"Bagus! Lakukan pemeriksaan fisik menyeluruh pada anak ini sekarang juga!" perintah Leon dengan suara menggelegar.

"Terutama luka memar dan bekas luka bakar di sekujur tubuhnya, obati semuanya tanpa terkecuali!" lanjut Leon menunjuk lengan Luna yang penuh luka.

Para dokter terkesiap melihat kondisi fisik gadis kecil yang ada di pelukan bos besar mereka itu.

"Ba-baik, Tuan! Kami akan segera menanganinya dengan sangat hati-hati," jawab dokter spesialis anak sambil menyuruh perawat membawa brankar dorong.

Leon meletakkan tubuh Luna di atas brankar empuk itu dengan sangat hati-hati.

"Paman jangan pergi! Saya takut ditinggal sendiri sama orang-orang berbaju putih ini!" jerit Luna panik menahan lengan kemeja Leon.

"Paman tidak pergi ke mana-mana, Paman dan Mama akan menemanimu di dalam ruangan," bujuk Leon mengusap tangan kecil itu.

"Iya sayang, Mama ada di sini memegang tanganmu," tambah Nabila ikut menggenggam tangan Luna.

Luna akhirnya sedikit tenang dan membiarkan para perawat mendorong brankarnya masuk ke dalam ruang perawatan VVIP.

Ruangan itu sangat luas, seukuran apartemen mewah dengan fasilitas medis tercanggih yang ada di dunia.

Beberapa perawat dengan sigap membersihkan tubuh kotor Luna menggunakan handuk basah beraroma terapi yang menenangkan.

Mereka juga memakaikan pakaian rumah sakit anak-anak yang berbahan sangat lembut ke tubuh kurus itu.

Setelah tubuh Luna bersih, dokter spesialis anak mulai memeriksa luka-lukanya dengan teliti.

"Tuan Wegan, anak ini mengalami malnutrisi kronis tingkat parah," lapor dokter itu dengan wajah pucat.

"Ada juga beberapa tulang rusuknya yang retak dan tidak sembuh dengan sempurna akibat pukulan benda tumpul," lanjut dokter itu sambil menunjuk layar hasil rontgen.

Nabila menutup mulutnya menahan isak tangis yang kembali pecah mendengar laporan medis yang sangat mengerikan itu.

"Dan bekas luka bakar di lengannya ini... ini positif bekas sundutan rokok yang dilakukan berulang kali," tambah dokter itu menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Leon.

Brak!

Leon menendang kursi besi di dekatnya hingga terlempar menabrak dinding ruangan.

"Siska... aku akan membakar wanita jalang itu hidup-hidup malam ini juga!" desis Leon dengan mata merah menyala.

"Obati semua lukanya dengan obat paling mahal yang kalian punya! Kalau sampai tersisa bekas luka sedikit pun, kalian semua kupecat!" ancam Leon pada para dokter.

"Baik, Tuan! Kami akan melakukan yang terbaik!" jawab para dokter serempak ketakutan.

Setelah pemeriksaan fisik selesai, tiba saatnya untuk prosedur yang paling penting hari itu.

Seorang dokter ahli genetika masuk ke dalam ruangan membawa peralatan tes DNA portabel berteknologi tinggi.

"Permisi, Tuan. Saya butuh sampel air liur, rambut, dan sedikit darah dari Anda, Nyonya, dan anak ini," ucap dokter genetika itu sopan.

Leon dan Nabila langsung mengangguk dan membiarkan dokter itu mengambil sampel dari tubuh mereka berdua.

Saat giliran Luna, anak itu kembali ketakutan melihat jarum suntik kecil di tangan dokter.

"Tolong jangan suntik saya! Sakit! Luna janji akan cari uang lebih banyak besok!" jerit Luna meronta menangis.

Leon langsung memeluk Luna erat-erat dan menutupi mata anak itu dengan tangannya yang besar.

"Sstt... ini seperti digigit semut kecil saja, tidak akan sakit lama," bujuk Leon dengan suara sangat lembut yang membuat semua dokter di ruangan itu tercengang.

"Bohong! Jarum itu pasti sakit! Ibu Siska bilang dokter suka potong tangan anak kecil!" tangis Luna semakin kencang.

"Paman janji tidak akan ada yang memotong tanganmu, kalau ada yang berani, Paman yang akan memotong tangan mereka duluan," ucap Leon serius sambil melotot pada dokter genetika.

Dokter itu menelan ludah dan dengan sangat cepat serta profesional mengambil sampel darah Luna tanpa membuat anak itu kesakitan terlalu lama.

"Sudah selesai, Nona Kecil," ucap dokter itu mundur dengan cepat.

"Hanya segitu? Tidak sakit seperti yang dibilang Ibu Siska," gumam Luna mengusap air matanya sambil melihat plester kecil di lengannya.

"Semua sampel sudah lengkap, Tuan. Kami akan memprosesnya di laboratorium prioritas sekarang juga," lapor dokter genetika itu.

"Berapa lama aku harus menunggu hasilnya keluar?!" tanya Leon tidak sabar.

"Dengan mesin terbaru kami, hasilnya akan keluar paling cepat tiga jam dari sekarang, Tuan," jawab dokter itu sambil membungkuk.

"Tiga jam... baiklah. Pastikan tidak ada satu pun orang luar yang tahu tentang tes DNA ini!" ancam Leon dengan nada mematikan.

"Siapa pun yang membocorkan rahasia medis ini, nyawanya dan nyawa keluarganya akan menjadi taruhannya," lanjut Leon memberikan peringatan terakhir.

"Kami mengerti, Tuan Besar! Rahasia ini aman bersama kami," jawab semua staf medis di ruangan itu bergidik ngeri.

Setelah semua dokter dan perawat keluar, ruangan VVIP itu menjadi hening.

1
Astiana 💕
elit sekali lah nama nya🤣
Astiana 💕
dasar bocah, mainan sulap katanya🤣
Thewie
lanjuuuttt💪💪💪
kiyoe: hehehe siap kaka
total 1 replies
Meee
,KLO bisa jangn ada yng mau adopsi sibianca.biar hidupnya. menderita itu karma atas perbuatan biadad orang tuanya😬😬
kiyoe: hehehe iyaa kak bener biar menyesal si Bianca 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
kenzo memang teman terbaik🫰🏻
kiyoe: hehehe Kenzo besti nya Luna kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
cerita nya makin bagus thor, gak sabar nunggu luna gede🤭
kiyoe: heheh makasih kak Astiana
total 1 replies
Astiana 💕
seharusnya hallo princess papa🤭
kiyoe: hehehe makasih kak pokok semangat terus 🤗🥰
total 3 replies
Meee
Luna harusnya di bekali ilmu bela diri,agar bisa melindungin diri sendiri.meski bnyak pengawal jaga" dari bahaya ke DPN ya sebagai seorang pewaris,dan jangn terlalu percaya dngn orang terdekat,musuh yng g bisa terbaca terjadi karena orang terdekat.😬😬
kiyoe: heheh terimakasih atas masukannya kak boleh di coba itu Luna di bekalin PSHT
total 1 replies
Adinda
pasti nanti bianca di adopsi sama orang kaya dan balas dendam sama leon takutnya nanti luna jadi sasarannya
kiyoe: heheh di tunggu update bab selanjutnya aja yaa kak 🤭
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjut
kiyoe: terimakasih Kaka Fauziah Daud ☺️
total 1 replies
Astiana 💕
apakah nanti gede nya tidak menaruh dendam thor pada Luna.🤔
Astiana 💕: haduh jadi penasaran 🤭
total 2 replies
Thewie
bawa ke psikiater anakmu wegan. kasihan traumanya blom hilang
ceuceu
ikutan nangis terharu/Sob/
kiyoe: hehehe baca novel nya sambil ngupas bawang merah yaa kak makanya sampai nangis 🤭😄
total 1 replies
ceuceu
Ya Allah kasihan banget luna/Sob/
Dewiendahsetiowati
Rosalina siap2 aja dirimu dapat kado istimewa dari ponakanmu, sudah tua tetep aja jahat
kiyoe: hehehe
total 1 replies
ceuceu
Hadir thor.
baru mulai baca
kiyoe: Terimakasih Kaka ceuceu semoga suka yaa sama ceritanya ☺️
total 1 replies
Thewie
akhirnya kebohongan itu terungkap juga. othor luar biasa memainkan emosi akuuuuu
kiyoe: wah Terimakasih kak Bintang Lima sehat selalu kak Thewie ☺️🙏
total 1 replies
Thewie
seru thor👍👍😍
kiyoe: Heheh terimakasih kak Thewie
total 1 replies
Astiana 💕
Semangat 💪🏻
Cerita nya bagus banget
Astiana 💕: oke sama-sama ya☺️
total 2 replies
Astiana 💕
cerita nya bagus banget thor, gak bertele-tele
kiyoe: Terimakasih kak Astiana 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!