Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 10.

Leya keluar dari ruang pemeriksaan dengan ekspresi rumit, tes kesehatan adalah hal penting agar dia bisa menerbangkan pesawat.

Di luar ruangan, koridor masih ramai. Kaisar sedang berdiri di dekat jendela sambil melihat ponselnya. Begitu melihat Leya keluar, ia bisa menebak ada masalah pada wanita itu.

Kaisar berjalan ke arahnya. “Leya, ada apa?“

“Tes darahku gagal, mereka bilang ada efek obat dalam kandungan darahku.“

Kaisar terkejut, “Kau minum obat?“

“Tidak.“ Leya menggeleng.

“Yakin?“

Leya akhirnya menatap Kaisar dengan wajah kesal. “Kau pikir aku bodoh?“

“Tidak, maaf.“ Kaisar menghela nafas pelan.

Beberapa detik mereka terdiam, Leya bersandar pada dinding dengan wajah tak mengerti.

Kaisar kembali menatap Leya. “Apa ada kesalahan lab?“

“Entahlah...“

Kaisar seperti sedang memikirkan sesuatu, lalu dia menepuk bahu Leya. “Tunggu disini, jangan kemana-mana.“

“Kau mau apa?“ Leya mengangkat alisnya.

“Sebentar.“ Kaisar menuju ruang dokter tadi, pintu ia ketuk lalu dibuka dari dalam.

Di dalam ruangan, kedua dokter itu masih melihat data di komputer.

“Permisi, Dok.“ Ucap Kaisar.

Kedua dokter itu menoleh, dokter pertama terlihat sedikit kaget. “Kaisar, ada perlu apa?“

Kaisar mendekat ke meja, “Saya boleh lihat data Kataleya?“

“Ini data medis,“ Dokter kedua berkata dengan hati-hati.

“Saya tahu.“ Kaisar menatap layar komputer, “Kadar ini berasal darimana?"

“Dari hasil lab.“ Jawab Dokter pertama.

“Lab mana?“ tanya Kaisar kembali.

“Lab akademi.“

Kaisar terdiam sebentar, lalu suaranya berubah sedikit lebih serius. “Ulangi tesnya.“

Dokter itu mengerutkan dahi, “Biasanya—“

“Ulangi saja.“ Potong Kaisar, nada bicaranya tenang tapi jelas tak ingin ditolak.

Dokter pertama yang mengetahui identitas asli Kaisar menatapnya selama beberapa detik. “Baiklah.“

Dokter kedua tampak ragu, ia jelas keberatan tetapi tidak mengetahui siapa sebenarnya Kaisar. Jadi ia memilih diam, karena Dokter pertama adalah seniornya dan ia tak berani membantah.

Kaisar mengangguk kecil. “Terima kasih."

Ia keluar dari ruangan, di koridor Leya masih berdiri di tempat yang sama.

“Kau lama di dalam, sebenarnya apa yang kau lakukan?“ tanya Leya saat Kaisar sudah di dekatnya.

“Hanya bicara sebentar, dan mereka setuju untuk tes ulang padamu.“

Leya terkejut, dia menatap Kaisar tak percaya. “Kenapa setelah kau bicara, mereka berubah?“

“Kadang ada kesalahan sistem,“ Kaisar menjawab dengan tenang.

Leya memicingkan mata, dia masih heran. “Kau kenal dekat mereka?“

“Sedikit, cukup untuk mereka... bisa berlaku adil.“ Kaisar tersenyum tipis.

Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka lagi.

“Kataleya, silahkan tes ulang.“

Leya menatap Kaisar sebentar, sebelum akhirnya ia melangkah masuk kembali ke dalam ruangan. Tes darah diambil sekali lagi, sepuluh menit kemudian hasilnya keluar. Dokter pertama melihat layar lalu menghela nafasnya.

“Kadar Anda normal.“

“Bukankah saya sudah bilang tadi, kalau saya tak mengkonsumsi obat apapun.“ Leya menatap tajam.

Dokter itu mengangguk, dengan wajah menyesal. “Maaf atas kesalahannya.“

“Tidak apa-apa.“ Leya mengambil berkasnya, “Berarti, saya lulus?“

“Ya.“

“Terima kasih, Dok.“ Leya keluar dari ruangan, Kaisar masih berdiri di koridor.

“Bagaimana?“ tanya pria itu.

“Normal.“

“Baguslah.“

Leya menyipitkan matanya kembali, “Apa kau melakukan sesuatu?“

“Tidak.“

“Kaisar, sepertinya... kau bukan trainee biasa.“

Kaisar tersenyum kecil. “Sudahlah, yang penting kau lulus tes. Mari kita rayakan, ayo makan siang diluar.“

Leya tak menjawab, tapi satu hal yang pasti... Kesalahan tadi terasa aneh untuk disebut kebetulan. Di kepalanya hanya ada satu nama tersangka, Arkana.

Kaisar dan Leya memilih makan siang di luar akademi, bukan di kantin. Mereka duduk berhadapan di sebuah meja dekat jendela. Suasananya tenang, seperti dua teman yang sedang menghabiskan waktu bersama. Namun beberapa kali, Kaisar diam-diam mencuri pandang ke arah Leya.

“Leya, boleh aku tanya sesuatu?“

“Apa?“

“Hubunganmu dengan suamimu, apa baik-baik saja? Dan anak yang waktu itu kulihat, dia anak kalian?“

Wajah Leya seketika melunak saat mendengar anaknya disebut. “Namanya, Arsen. Umurnya lima tahun, sebentar lagi masuk TK.“

“Dia anak yang ceria,“ ujar Kaisar.

Leya tersenyum tipis, dan ia sama sekali tidak ingin membahas Arkana. Tanpa mereka sadari, tak jauh dari meja itu seseorang sedang memperhatikan mereka dengan wajah kesal.

Arkana sedang makan bersama wanita selingkuhannya, pramugari muda yang pernah kepergok berciuman dengannya di parkiran. Nama pramugari itu, Shanaz.

“Mas,“ kata Shanaz sambil memainkan sendoknya. “Aku baru dapat kabar, kalau temanku besok datang dari luar negeri. Dia baru lulus kuliah S2. Dia adalah putri pemilik maskapai, namanya Kikan. Aku memang nggak terlalu dekat dengan keluarganya, tapi kita harus bertemu dengannya untuk membangun relasi.“

Arkana tak menjawab, tatapannya masih tertuju pada meja Leya.

“Mas! Lagi liat apa sih?“ Shanaz mengikuti arah pandangan pria itu, lalu matanya membesar. “Itu... bukannya mantan istrimu?“

Arkana langsung menoleh tajam pada wanita selingkuhannya itu. “Jaga ucapanmu! Leya masih istriku!“

Shanaz buru-buru menutup mulutnya, ia tahu Arkana masin belum terima karena digugat cerai oleh Leya.

“Sebentar lagi, kalian juga resmi berpisah,“ gumam Shanaz pelan, tapi tetap terdengar. “Gugatan Leya sudah diterima pengadilan, dan mediasi juga ditolak olehnya. Tinggal menunggu waktu saja, kalian akan benar-benar pisah.“

BRAK!

Arkana menggebrak meja dengan keras. “DIAM!“

Keributan itu membuat Leya menoleh, akhirnya pandangannya bertemu dengan Arkana. Namun tak ada kehangatan di mata Leya, hanya ketenangan yang dingin seolah Arkana hanyalah orang asing.

Tiba-tiba saja Shanaz berdiri, dengan wajah marah ia berjalan ke arah meja Leya.

Brak!

Tangannya menggebrak meja.

“Ini semua gara-gara kau, Leya! Kenapa kau harus makan di sini? Gara-gara kau, hubunganku yang sudah hangat dengan Mas Arkana jadi terganggu! Kalian juga sudah mau cerai, jadi berhenti menampakkan wajahmu di depan Mas Arkana!“ dengan tak tahu malu, Shanaz malah melabrak Leya.

Leya tetap bersikap tenang, ia mengusap bibirnya dengan serbet makan. Lalu tanpa peringatan, ia melempar serbet itu ke wajah Shanaz.

Shanaz terkejut, tapi belum sempat ia bereaksi, Leya berdiri dari kursinya.

PLAK!

Tamparannya mendarat keras di pipi Shanaz, lalu Leya mengambil gelas jus di meja dan menumpahkannya ke kepala wanita pelakor itu.

Shanaz membeku, lalu ia berteriak marah. “Arggghttt! Wanita sialan!“

Shanaz mengangkat tangannya tinggi, hendak membalas tamparan Leya. Namun seseorang menahan pergelangan tangannya, orang itu Kaisar.

Pria itu mencengkram tangan Shanaz dengan kuat. “Jangan pernah berani menyentuh Leya, atau kau... akan kubuat menyesal!“

Wajah Kaisar kali ini berbeda dari biasanya, tatapannya tajam dan suaranya sangat dingin.

Saat itu Arkana baru sampai di meja Leya, ia terpaku. Tatapannya menyala karena cemburu, ia tak suka melihat ada laki-laki lain melindungi Leya.

1
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘪𝘭𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭
Pita Loka
nasib selingkuh bagas
Pita Loka
ada s2 nasib selingkuh bagas gimna?
Pita Loka
harus ada s2 btw simpan baga gimna nasibnya atau udh punya anak haram
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘴𝘢𝘪𝘯
Tuti Tyastuti
𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘰𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘮𝘢😂😂
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘬𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨
Tuti Tyastuti
𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘬𝘭 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳👍
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘨
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘹 𝘵𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨
santosowife
ceritanya sangat menarik..konflik ny tidak berat dan tidak menguras emosi pembaca secara berlebihan.. recommended banget buat pembaca yang suka cerita yang ringan dan menghibur..good job author..terima kasih atas usahanya membuat cerita ini .all the best for u/Rose//Rose//Rose//Rose/
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘢𝘫𝘫
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘸𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘱𝘢𝘪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!