Indonesia
NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Lain

New York, pukul 20.00. Gemerlap lampu kota New York yang tak pernah tidur menjadi latar pesta kemenangan Julian Covington, sahabat Maxence Kingsford sejak bangku sekolah dulu.

Malam itu, Julian baru saja mengumumkan keberhasilannya memenangkan tender megaproyek mengalahkan tiga konglomerat lain yang sudah lebih dulu diunggulkan.

Seluruh lantai 25 gedung itu dipenuhi oleh para eksekutif, selebritas, dan pewaris kerajaan bisnis.

Maxence berdiri di dekat jendela kaca yang membentang lebar dan tinggi. Tangannya memegang gelas kristal berisi wine tua koleksi pribadi Julian.

Jas berwarna biru dongker mewah membalut tubuhnya yang tegap, tanpa dasi hanya kemeja putih dengan dua kancing terbuka, memberi kesan maskulin sekaligus santai yang mempesona.

Rambut cokelat gelapnya yang sedikit berombak tersisir rapi ke belakang, mempertegas rahang tegas warisan keluarga Kingsford.

Max menoleh ke kanan. Dia melihat ada seorang wanita berdiri di dekat bar, ditemani oleh seorang wanita, mungkin temannya.

Rambut pirangnya terurai sempurna. Wajahnya cantik dengan iris mata berwarna hazel gelap, hidung mancung, dan bibir yang dioleskan lipstik merah tua.

Ia tampak begitu elegan, begitu tenang.

Dari kejauhan, Maxence sudah bisa menebak, wanita ini bukan wanita biasa.

Ia tidak berdesak-desakan mendekati para konglomerat lain, tidak pula berusaha terlalu keras untuk dilihat.

Justru ketidakpeduliannya itulah yang membuatnya menonjol di antara ratusan tamu yang semuanya berlomba tampil sempurna.

Max meletakkan gelasnya dan berjalan mendekat. Langkahnya tenang, penuh percaya diri, seperti biasa.

Keluarga Kingsford memang dikenal sebagai konglomerat lama dengan gurita bisnis di seluruh dunia, dari pertambangan di Australia hingga teknologi finansial di Singapura, belum lagi properti di Eropa dan media di Amerika.

“Aku … tak pernah melihatmu di sekitar Julian. Kau … siapa? Temannya?” tanya Max begitu dia tiba di samping bar. “Jujur aku sangat penasaran padamu.”

Wanita itu menoleh perlahan. Matanya menatap Max, tidak dengan gugup atau rasa kagum yang berlebihan, melainkan tatapan santai saja. Sejenak wanita ogi terdiam, lalu sudut bibirnya naik tipis.

“Ya, aku teman dari Jenni, pacar Julian,” balasnya, suaranya lembut tapi tajam.

Max tersenyum kecil. “Owh. Oke. Senang bisa bertemu dengan wanita secantik dirimu di sini.”

“Pujian yang terdengar seperti gombalan,” sahutnya cepat. “Tapi, it’s okay, aku terima.”

“Aku Maxence Kingsford. Tapi panggil saja Max.”

“Maxence Kingsford ... terdengar sangat Prancis.”

“Ibuku dari Lyon. Ayahku dari sini, New York. Aku harus memanggilmu apa?” tanya Max.

“Clarissa,” jawab wanita itu.

“Hmm … nama yang bagus.”

Clarissa tersenyum lagi, dan kali ini senyumnya sedikit lebih lebar. Dia sebenarnya sudah tahu siapa Maxence sejak pertama kali melihatnya berdiri di dekat jendela.

Siapa yang tidak tahu keluarga Kingsford di New York? Nama mereka terukir di gedung-gedung pencakar langit, galeri seni, dan bahkan rumah sakit.

Namun Clarissa bukan tipe wanita yang mudah terkesan, setidaknya itulah yang ingin dia tunjukkan.

Sebagai seorang manajer investasi yang bekerja keras membangun kariernya dari nol, dia terlalu sering melihat pria kaya yang menganggap wanita sebagai aksesori pesta.

Tapi Maxence berbeda. Ia tidak bercerita tentang mobil sportnya, tidak menyebut-nyebut nama konglomerat lain atau selebritas yang dia kenal. Mereka akhirnya mengobrol lebih santai dan nyaman.

Clarissa tertawa. Kali ini tawanya lebih keras dan matanya berbinar indah. Tanpa sadar, dia sudah mulai melonggarkan sikap dinginnya.

Percakapan mengalir. Mereka larut dalam obrolan selama hampir satu jam, hingga gelas Maxence sudah tiga kali diisi ulang oleh pelayan.

*

*

1
ayudesy subardo
Terlalu overthinking si Cassia
Sbg pembaca lama² kesel. Hidup lu udah enak, Let it flow aja Cass
ayudesy subardo
Kok kesel banget aq sm si bobby, jd laki² lembek. Gak bisa bela anaknya. Bagus deh Carissa ngelawan, udah cukup direndahin bertahun² 👍👍
ayudesy subardo
Cassia kebanyakan pikiran, udah terlalu lama jomblo kali ya 😄.. NgueyeL poll
AmmiMZA
cerita sat set tidak banyak drama. sayang konflik yang dimunculkan terlalu aman. banyak tokoh yang berpotensi menjadi konflik agar seru. tp hilang tanpa ada kelanjutannya..
tapi secara keseluruhan sudah baik ceritanya
jumirah slavina
ganti istri saja Kamu.
dia bukan Ibu tapi Nenek Sihir
jumirah slavina
ya ampunnnnnn...
mo jambak bibir nih Nenek Sihir
jumirah slavina
kau saja yang belajar sana smp pagi., gak usah tidur²
jumirah slavina
baca sendiri sonoh.,
dasar Ibu durjana...
Sakdiah Sakdiah
wow..tau² udah empat aja nih
Sakdiah Sakdiah
kami gak di undang thor
Sakdiah Sakdiah
duuh...kenapa dibikin jadi kacau gini sih Thor
Sakdiah Sakdiah
nunggu di tikung orang nih bang max
Sakdiah Sakdiah
belum jumpa samacalon adek ipar ni si cass
Sakdiah Sakdiah
jumpa Mak mertua...panas dingin
say't
perfecto thor ☕️
say't
modus lo lorenzo 🤣
Sakdiah Sakdiah
si cass ini terlalu berhati² tapi juga terlalu ceroboh
Sakdiah Sakdiah
bucin parah ne bang max
Sakdiah Sakdiah
iya,apa Cass masih berpenampilan seperti Bety lla fea?
say't
jngn2 hale ni anakx clarissa cz isi otaknya sama 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!