Indonesia
NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:371.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Setibanya di Markas Kodam III/Siliwangi, menderunya suara mesin motor sport hitam milik Sakti langsung memecah keheningan. Namun, bukan kendaraan gagah itu yang menjadi sorotan, melainkan sosok wanita cantik berhijab yang duduk di jok belakang dengan helm Hello Kitty berwarna pink menyala. Kontrasnya pemandangan tersebut seketika menjadi pusat perhatian para prajurit lain yang sedang berada di area markas.

Di pos penjagaan depan, Praka Ginting alias Ucok dan Pratu Dadang yang sedang berjaga langsung menegakkan pandangan mereka, memandangi sang komandan dengan mata membelalak.

"Bah... Lihat komandan kita, sudah gandeng cewek saja. Lah, aku kapan?" celetuk Ucok dengan logat Bataknya yang khas, menatap intens ke arah Sakti yang kini sedang merapikan posisi standar motornya di parkiran.

Dadang terkekeh geli lalu menyenggol kuat bahu sahabatnya itu. "Tuh kan, apa yang aku katakan tadi pagi itu benar, Cok! Pasti komandan kita cepat nikah. Tapi memang seusia komandan itu harusnya sudah punya dua anak, lah ini masih betah membujang. Untung saja gak jadi bujang lapuk!" balas Dadang berbisik, setengah menahan tawa mengingat nasibnya yang dihukum keliling lapangan pagi tadi.

Sementara itu, Rahma yang baru saja turun dari motor langsung disergap rasa gugup yang luar biasa. Ia menatap sekeliling Markas Siliwangi yang begitu luas dan tampak kokoh. Ditambah lagi, ke mana pun matanya memandang, beberapa prajurit berseragam loreng kedapatan tengah memperhatikannya dengan tatapan tak biasa, perpaduan antara penasaran dan kagum. Rahma refleks meremas ujung kemejanya, merasa salah tingkah.

Sakti yang memiliki insting tajam segera menyadari situasi tersebut. Ia memperhatikan bagaimana beberapa pasang mata anak buahnya berani melirik ke arah calon istrinya. Detik itu juga, sang Komandan menyipitkan matanya. Ia melemparkan pandangan matanya yang begitu tajam dan mengintimidasi ke sekeliling area parkir, membuat para prajurit yang tadinya mencuri pandang langsung buru-buru menundukkan kepala dan pura-pura sibuk dengan tugasnya masing-masing.

Ucok dan Dadang yang memperhatikan kejadian itu dari pos depan tampak tertawa geli, berusaha menyembunyikan suara mereka agar tidak terdengar sampai ke parkiran.

"Hadeh... Pada cari mati saja mereka itu. Sudah tahu punya komandan galaknya minta ampun, masih saja berani melirik," ujar Dadang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya prihatin.

Sakti mendengus pelan melihat anak buahnya yang langsung ciut. Ia kemudian berbalik menghadapi Rahma. Melihat gadis itu masih tampak tegang, Sakti tanpa ragu kembali meraih jemari Rahma. Genggaman tangannya kali ini terasa begitu erat dan hangat, seolah memberikan perlindungan penuh sekaligus isyarat bahwa Rahma aman bersamanya.

Mendapat perlakuan spontan itu, Rahma langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam, tak berani menatap wajah Sakti ataupun sekelilingnya karena jantungnya kembali berdegup kencang.

Dengan langkah tegap dan berwibawa, Sakti menuntun Rahma berjalan membelah koridor markas, melangkah pasti menuju ruangan Kolonel Yusuf, di mana sang Kolonel rupanya sudah menunggu kehadiran sepasang calon pengantin itu di dalam ruang kerjanya.

Setibanya di depan pintu kayu kokoh ruangan Kolonel Yusuf, Rahma mendadak menghentikan langkahnya. Rasa gugup kembali menyergapnya, bahkan ia sampai harus menelan ludahnya berkali-kali untuk membasahi tenggorokan yang terasa kering. Namun, kecemasannya perlahan memudar begitu pintu dibuka.

Sesosok pria paruh baya yang usianya tidak jauh dari Pak Wirahadi tengah berdiri menyambut mereka sembari tersenyum ramah. Meskipun pembawaannya tegas dan berwibawa khas perwira tinggi, gurat wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kesan angker. Rahma yang sempat berpikir bahwa Kolonel Yusuf adalah sosok yang menakutkan dan galak, kini bisa sedikit bernapas lega.

"Mari, silakan masuk. Duduk di sofa saja agar lebih santai," sambut Kolonel Yusuf hangat.

Sebelum melangkah menuju sofa, Sakti mengambil posisi tegap lalu memberikan hormat militer yang sempurna, sementara Rahma hanya bisa berdiri kaku di sampingnya sembari mengangguk hormat. Setelah dipersilakan kembali, barulah mereka duduk berdampingan di sofa panjang, berhadapan langsung dengan Kolonel Yusuf yang menempati sofa tunggal.

Kolonel Yusuf menatap Rahma lekat-lekat, lalu menyunggingkan senyum lebar.

"Ternyata Brigjen Wirahadi tidak salah pilih ya. Selain cantik, calon menantunya ini merupakan mahasiswi kedokteran, bukankah begitu, Nak Rahma?" tanya Kolonel Yusuf.

"B... betul sekali, Pak," jawab Rahma gugup setengah mati, refleks membungkukkan badannya dengan gestur yang amat kaku.

Melihat ketegangan yang begitu kentara dari gadis di hadapannya, Kolonel Yusuf terkekeh pelan. "Jangan tegang begitu, Nak Rahma. Saya ini tidak makan orang, loh. Anggap saja saya ini seperti ayahmu sendiri," ujarnya menenangkan.

Pria paruh baya itu kemudian beralih menatap Sakti, lalu mulai menggoda bawahannya tersebut. "Sakti, kau ini termasuk pria yang sangat beruntung, tahu? Dijodohkan dengan wanita secantik, sebaik, dan sesopan ini. Mana calon dokter lagi. Jangan disia-siakan!"

Mendapat godaan dari atasannya, Sakti tidak banyak bicara. Ia hanya menyunggingkan senyum tipis yang terlihat canggung di balik wajah tegasnya.

Suasana kemudian berubah menjadi lebih serius saat Kolonel Yusuf mulai memberikan wejangan seputar kehidupan berumah tangga di dalam militer. Beliau juga memaparkan bagaimana proses berjalannya persidangan nikah kantor nanti. Penjelasan itu tak urung membuat Rahma sedikit takut, terutama saat mengetahui kerumitan rangkaian tes yang harus ia jalani termasuk tes kesehatan fisik dan jiwa sebelum sidang akhir dilaksanakan untuk menentukan hasilnya. Di sela-sela perbincangan itu, Sakti dengan sigap menyerahkan map dokumen penting milik Rahma yang sudah lengkap untuk segera diproses secara kedinasan.

*

*

Sore itu, suasana hangat juga tengah menyelimuti kamar rawat inap di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin. Pak Wirahadi dan Bu Farida sudah duduk berkumpul bersama Pak Salim dan Bu Rima. Kedua keluarga itu tampak begitu antusias membahas rencana pernikahan putra-putri mereka. Rencananya, begitu Pak Salim dinyatakan membaik dan sudah diperbolehkan pulang, keluarga Pak Wirahadi akan segera datang berkunjung untuk melangsungkan prosesi lamaran resmi, sembari menunggu jadwal sidang pernikahan militer Sakti dan Rahma keluar.

"Aku masih tidak menyangka, pada akhirnya Sakti dan Rahma akan menikah," ucap Pak Salim dengan mata yang berbinar-binar karena disergap rasa bahagia yang luar biasa. Beban di pundaknya seolah terangkat seketika.

Pak Wirahadi tersenyum lebar, lalu menggenggam erat tangan sahabat karibnya yang masih terpasang selang infus itu. "Sama, Salim. Aku juga tidak menyangka kita akhirnya jadi besan. Semoga saja semua prosesnya lancar, dan Sakti serta Rahma bisa secepatnya memberikan kami cucu!"

Ceklek.

Tepat pada saat kalimat memberikan cucu itu terlontar, pintu kamar rawat inap bergeser terbuka. Sakti dan Rahma melangkah masuk, tepat setelah mereka menyelesaikan urusan di markas dan menerima wejangan dari Kolonel Yusuf.

Mendengar permintaan terakhir dari Pak Wirahadi, langkah kaki Sakti dan Rahma mendadak terkunci di ambang pintu. Keduanya spontan saling berpandangan dengan mata membelalak, lalu serempak menelan ludah karena terkejut bukan main.

'Permintaan apa lagi ini? Aku bahkan belum siap punya anak... Membayangkan bagaimana prosesnya saja aku tak sanggup!' batin Rahma menjerit panik.

Sebagai mahasiswi kedokteran tingkat awal yang pengetahuannya tentang hubungan suami istri di dunia nyata masih sangat minim, bulu kuduk Rahma mendadak meremang dan wajahnya kembali memerah padam.

Sedangkan Sakti, pria itu hanya bisa memejamkan mata sejenak lalu memijat pangkal hidungnya yang mendadak terasa pusing, merutuki perkataan serta tuntutan mustahil dari ayahnya yang melompat terlalu jauh dari kesepakatan awal pernikahan di atas kertas mereka.

Bersambung...

1
Aanoer
👍👍👍👍👍🌟🌟🌟🌟🌟🌹🌹🌹🌹🌹☕☕☕☕☕
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Grin/😘
total 1 replies
@Al**
/Good/
Farida Dalle
Ternyata sdh tamat aja, bgmn dg Mayor sm Prof. Asha? kita tdk turut menyaksikan kelahirannya thor, gmn ini? kurang lengkap keknya.... terimakasih thor utk krya2mu, tg senantiasa menghibur dn sebagian sbgai pelajaran hidup dan semoga authornya selalu dlm lindungan Allah Swt, aamiin🤲😇
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih banyak kak, atas semua doa dan dukungannya 😊
semoga Kaka tidak pernah bosan dengan karya-karyaku yang lainnya 🤗
total 1 replies
Farida Dalle
Usaha tdk mengkhianati hasil, hehe😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Nah... baru sj pak Wirahadi membahas cucu, e dibalas kontan sm si authornya, iya kan... hasil kerja keras siang malam sdh membuahkan hasil, hihi🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, semangat 45 itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Bikin baper pasangan2 ini,jadi ingat masa muda, apa daya sdh terlanjr tua, wkwk🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama kak 🤭
total 1 replies
Farida Dalle
Dinda tak kasih tahu yah, klu kamu tdk suka Sakti dan Rahma bahagia sebaiknya kamu tutup mata aja, kan beres... habis perkara, iya kan??? 🤭
Farida Dalle
Wah....bahaya,ulat bulu sdh mulai masuk ke area Bandung,hati2 dan waspada,kita jg akan pasang badan utk membela km Rahma demi keutuhan rumah tangga kalian,pokoknya jngn mau kalah yah Rahma sebagai istri sah
🤭
Farida Dalle
Bagus sekali dokter Adnan, kamu pintar membaca situasi, sahabat sejati yah seharusnya sprti dr.Adnan dan utk Sakti km hrs tegas, Dinda penuh dg akal bulus😡
Farida Dalle
Jangan sampai km ada niatan balik ke Dinda yah Sak, pokoknya klu km ketemu lg sm Dinda, aq langsung chat ke Dinda, biar kamu gak dikasi jatah🤣
-Zinnia-
awal yg seru
Farida Dalle
Duh... Sakti koq cemburuan banged, namanya jg mahasiswa psti punya teman, lahian jg kan Rahma tdk ngapa2in, cuma klan doang itupun bereempat, hadeuh kyk abg aja, cinta sih cinta tp logika hrs ttp jalan dong... sini tak sentil, hehe gumus thor dg kelakuan Sakti🤭🙏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aku juga gemez kak, pengen cubit 🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Haha .. rasain Sak, nda bisa lanjut ke babak berikutnya, sabar buasanya seminggu atau 10 hari, tp bisa icip2 koq🤣🤣🤣
Farida Dalle
Tp sorry nih Sakti, mau tanya dong, beneran dulu wktu pacaran sm Dinda, kalian prnh ciuman? atau bahkan lebih? 🤔🤭🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pernah icip-icip dikit kak, tapi GK lebih dari itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Itu balasam utkmu Sakti, makanya jd orng jngan asal ngomong, krn Allah itu Maha membolak balikkan hati manusia, iya kan??? 🤣 kemarin2 bilngnya gak cinta, nah sekarng lain lg, pokoknya siksa tetus Rahma pak kapten, kasi pelajaran kcl2an, tarik ulur, hehe.... emangnya layangan🤭🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Farida Dalle
Aduhhhh... gmn ini kapten? yg katanya hatinya msh ditempati sang mantan? koq cemburunya kelewatan .... hihi, malu tuh sm omongan🤭😂klu di Mkssr tu malu bisa bikin bunuh diri, buran gantung diri di bawah pohon toge😂🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Katanya gak cinta tp cemburumu selangit... 😕makanya jd lelaki egonya jngn terlalu tinggi, malu kan jadinya utk mengaku cinta? 🤭😂
Farida Dalle
Katanya Sakti sdh mulai suka dan tertarik ke Rahma, makanya jngan terlalu cpt mengatakan tdk ada tempat buat Rahma di hatimu, kan jadinya seperti "menjilat ludah sendiri" 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju 🤣🤣🤣
total 3 replies
Farida Dalle
Sakti, km itu aneh... msh memikirkan orng yg sdh menghianatimu, bahkan msh ingin menjaga hati, hellow... sadar pak kapten😡
Farida Dalle
Duh... mmng kamu tdk boleh lg mengharapkan masa lalu, untuk apa coba??? yg lalu biarkan berlalu, sambut masa depan bersama jodoh yg telah ditakdirkan utkmu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!