Indonesia
NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Rahasia di Balik Pedang Bingluan

Begitu kembali ke kamar, Xiao Yi langsung membuka Catatan Dasar Alkimia.

Ia duduk di meja, membalik halaman demi halaman dengan penuh perhatian.

Awalnya ia cukup percaya diri.

Bagaimanapun, di kehidupan sebelumnya ia mampu memahami Xingyiquan hingga mencapai tingkat yang sulit disentuh orang biasa. Daya ingat dan kemampuan pemahamannya jelas bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh.

Namun sepuluh menit kemudian...

Alis Xiao Yi mulai berkedut.

Beberapa saat setelah itu, ia menutup buku dengan keras.

"Ini ditulis manusia atau sengaja dibuat untuk menyiksa orang?"

Ia hampir saja melempar buku itu.

Catatan Dasar Alkimia terlihat sederhana dari luar, tetapi isinya dipenuhi teori tentang perubahan sifat bahan obat, pengendalian api, urutan pencampuran, hingga kestabilan energi selama proses pemurnian.

Satu kesalahan kecil saja bisa membuat seluruh bahan menjadi limbah.

Lebih buruk lagi, beberapa penjelasan ditulis terlalu singkat.

Seolah penulis menganggap pembacanya sudah memahami setengah isi buku sebelum membacanya.

Xiao Yi mengusap pelipis.

"Tidak heran alkemis begitu langka."

Menjadi alkemis ternyata jauh lebih rumit daripada yang ia bayangkan.

Namun bukan berarti Xiao Yi tidak bisa mempelajarinya.

Dengan kemampuan pemahamannya, ia yakin membutuhkan satu atau dua bulan untuk benar-benar menguasai dasar-dasarnya.

Masalahnya...

Ia tidak punya waktu sebanyak itu.

Turnamen Generasi Muda tinggal setengah bulan lagi.

Kalau ingin meningkatkan kultivasi secepat mungkin, ia membutuhkan pil.

Dan kalau ingin memiliki pil tanpa terus menghabiskan uang, ia harus mampu membuatnya sendiri.

Xiao Yi kembali membuka buku itu.

Catatan tersebut memuat tiga formula Pil Tingkat Satu.

Pil Penguat Tubuh.

Pil Pemulih Stamina.

Dan Pil Penguat Vitalitas.

Dari ketiganya, Pil Penguat Tubuh adalah yang paling ia butuhkan.

Namun proses pemurniannya saja sudah cukup membuat orang biasa sakit kepala.

Suhu api harus stabil.

Bahan dimasukkan sesuai urutan.

Perubahan aroma dan warna harus diamati.

Bahkan waktu antara satu tahap dan tahap berikutnya hanya berbeda beberapa tarikan napas.

"Kalau dipelajari dengan cara biasa, setengah bulan sudah habis sebelum aku berhasil membuat satu pil."

Xiao Yi menghela napas.

Tetapi menyerah bukan sifatnya.

Ia kembali membaca.

Kali ini lebih lambat.

Ia menghafal setiap bagian, meskipun belum sepenuhnya memahami hubungan antara satu teori dengan teori lainnya.

Setelah beberapa waktu, hampir seluruh isi buku telah tersimpan di kepalanya.

Saat Xiao Yi hendak mulai menguraikannya satu per satu—

Bzzzt!

Pedang Bingluan di dekat dantiannya tiba-tiba bergetar.

"Hm?"

Xiao Yi terdiam.

Cahaya ungu samar menyebar.

Pengetahuan mengenai alkimia yang baru saja ia hafalkan seakan tertarik oleh kekuatan tertentu.

Lalu mulai beresonansi.

Xiao Yi segera memusatkan kesadarannya.

Pedang Bingluan muncul di hadapannya.

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar memperhatikan bentuk pedang itu secara utuh.

Bilahnya ramping, tetapi memancarkan tekanan yang sulit dijelaskan.

Di sepanjang tubuh pedang terdapat ukiran dua naga yang saling berputar.

Matahari, bulan, dan bintang mengelilinginya.

Sementara permukaan bilah dipenuhi simbol-simbol kecil yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

"Ini..."

Xiao Yi mendekat.

Simbol itu terlalu aneh untuk dibaca.

Namun saat ia mencoba memperhatikannya lebih dalam—

Mata kirinya mendadak terasa dingin.

Mata kanannya panas.

Mata Bulan Matahari.

Kekuatan itu aktif dengan sendirinya.

Dunia di hadapan Xiao Yi berubah.

Simbol-simbol di Pedang Bingluan yang sebelumnya mati kini seperti hidup.

Mereka bergerak.

Berputar.

Saling menyatu.

Lalu pecah kembali menjadi pola-pola baru.

Dalam waktu yang sama, pengetahuan tentang alkimia di dalam pikirannya seperti disusun ulang oleh kekuatan tak terlihat.

Bagian yang sebelumnya terasa membingungkan mendadak menjadi jelas.

Hubungan antara suhu api dan sifat bahan.

Waktu peleburan.

Urutan pencampuran.

Cara membaca perubahan energi di dalam tungku.

Semua yang sebelumnya terasa rumit kini tampak sederhana.

Mata Xiao Yi membesar.

"Jadi begitu..."

Ia bahkan belum sempat menikmati keterkejutannya ketika suara berat terdengar di dalam pikirannya.

Boom!

Sebuah formula baru muncul.

Bukan formula yang ada di Catatan Dasar Alkimia.

Bukan pula sesuatu yang pernah ia lihat dalam ingatan tubuh ini.

Namanya hanya terdiri dari beberapa kata.

Pil Pemurnian Tubuh Sembilan Putaran.

Xiao Yi langsung memeriksa informasi yang muncul.

Semakin membaca, semakin dalam keterkejutannya.

Efek pil itu hampir sama dengan Pil Penguat Tubuh.

Namun kekuatannya berkali-kali lipat lebih besar.

Lebih mengejutkan lagi, formula tersebut seolah disempurnakan khusus agar energi obat dapat diserap tubuh secara maksimal tanpa meninggalkan terlalu banyak kotoran.

"Pedang Bingluan..."

Xiao Yi menatap pedang di hadapannya.

"Apa sebenarnya asal-usulmu?"

Jiwa Bela Diri ini sudah memberinya terlalu banyak kejutan.

Mata Bulan Matahari.

Kemampuan menyerap kekuatan Jiwa Bela Diri lain.

Sekarang bahkan mampu membantunya memahami alkimia dan menghasilkan formula baru.

Semakin banyak Xiao Yi mengetahui Pedang Bingluan, semakin yakin dirinya bahwa pedang tersebut bukan artefak biasa.

Namun misteri itu masih terlalu jauh untuk dipahami sekarang.

Yang paling penting adalah satu hal.

Ia akhirnya memiliki kemungkinan menjadi alkemis.

Xiao Yi menenangkan napas.

Syarat dasar alkimia sebenarnya tidak banyak.

Pertama, kemampuan mengendalikan api.

Kedua, ketahanan mental dan konsentrasi tinggi.

Ketiga, bahan obat dan tungku.

Dua syarat pertama bukan masalah.

Jiwa Bela Diri Binatang Pengendali Api miliknya sudah berkembang ke Tingkat Jingga.

Sedangkan soal konsentrasi...

Seorang pembunuh yang bisa menunggu berjam-jam tanpa bergerak hanya demi satu kesempatan tentu tidak akan kekurangan kesabaran.

Masalah tinggal bahan dan tungku.

"Aku harus keluar."

Xiao Yi menyimpan Catatan Dasar Alkimia lalu meninggalkan kamar.

***

Baru beberapa langkah meninggalkan kediamannya, bisik-bisik langsung terdengar.

"Itu Xiao Yi."

"Dia masih berani keluar?"

"Setelah membuat taruhan dengan Sepupu Ruohan, dia benar-benar tidak tahu malu."

"Aku dengar dia bahkan menolak menyerahkan jatah Gua Ziyun."

Beberapa generasi muda Klan Xiao berdiri tidak jauh dari sana.

Tatapan mereka penuh ejekan.

Bagi mereka, Xiao Ruohan adalah kebanggaan generasi muda.

Usia tujuh belas tahun.

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Tujuh.

Jiwa Bela Diri Tingkat Kuning.

Sementara Xiao Yi selama bertahun-tahun hanya dikenal sebagai pewaris Patriak yang tidak berguna.

Karena itu, kabar taruhan malam sebelumnya langsung membuat banyak orang memusuhi Xiao Yi.

Namun Xiao Yi bahkan tidak memperlambat langkah.

Ia tidak peduli.

Di kehidupan sebelumnya, ia pernah menjadi sasaran dunia bawah.

Pembunuh.

Tentara bayaran.

Agen.

Orang-orang yang benar-benar ingin membunuhnya berjumlah jauh lebih banyak daripada anak-anak Klan Xiao yang hanya mampu mengoceh di pinggir jalan.

Dibandingkan mereka, ejekan ini tidak berarti apa-apa.

"Biarkan dia sombong sekarang."

Salah satu pemuda mencibir.

"Setengah bulan lagi dia akan dipermalukan di depan seluruh klan."

Xiao Yi tetap berjalan.

Bukan karena takut membalas.

Ia hanya malas membuang waktu.

Ada perbedaan besar antara tidak mampu melawan dan tidak merasa perlu melawan.

Orang-orang ini belum cukup penting baginya.

Namun dalam hati, Xiao Yi memahami sesuatu.

Ia mungkin hidup di dunia baru.

Tubuhnya juga berbeda.

Tetapi sifat dasarnya tidak berubah.

Ia tetap melakukan sesuatu berdasarkan prinsipnya sendiri.

Tidak suka dikendalikan.

Tidak suka tunduk.

Dan lebih tidak suka melihat orang yang dianggapnya penting disakiti.

Sampai saat ini, hanya dua orang di Klan Xiao yang benar-benar membuatnya merasa memiliki hubungan dengan kehidupan baru ini.

Yiyi.

Dan Tetua Ketiga, Xiao Zhong.

Sisanya?

Waktu akan menentukan.

Xiao Yi melewati gerbang kediaman tanpa menoleh.

Di pikirannya hanya ada satu tujuan.

Tungku.

Bahan obat.

Dan Pil Pemurnian Tubuh Sembilan Putaran.

Kalau formula dari Pedang Bingluan benar-benar bisa diwujudkan...

maka setengah bulan mungkin sudah lebih dari cukup untuk membuat seluruh Klan Xiao terkejut.

......................

Bersambung...

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!