Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Takdir Cinta Di Tanah Anarki

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:53.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Silvana, seorang dokter dengan karir yang sangat bagus, terpaksa di kirim ke Wilayah Konflik karena menolak cinta dari putra salah satu Petinggi di Rumah Sakit tempatnya bekerja.
Tentu saja Silvana menolak, karena Pria itu tak hanya meminta cintanya, namun juga hampir melecehkannya.
Karena tak ingin berada di lingkungan toxic, ia pun sama sekali tak keberatan ketika di kirim ke Wilayah Konflik yang ada di Negaranya.
Disana, ia bekerja di sebuah Klinik Militer. Selain menangani Prajurit yang terluka, ia juga secara rutin datang ke desa-desa sekitar Markas Militer untuk melakukan pemeriksaan pada warga desa.
Siapa sangka, jika di tempat 'pengasingan' itulah ia justru bertemu dengan pria yang berhasil meluluhkan hatinya.
Bagaimana kisah cinta Silvana?
Apakah perjalanan cintanya berjalan dengan mulus?
Siapakah sosok pria yang berhasil meluluhkan hatinya?
Simak kisah dan keseruannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Perjalanan Kembali

Sama halnya ketika berangkat, perjalanan kembali ke Markas Batalyon kali ini pun tak ada obrolan antara Komandan Kaivan dan Dokter Silvana.

Suasana justru menjadi sedikit lebih canggung dari sebelumnya karena kejadian saat Silvana tertangkap basah memperhatikan tubuh Komandan.

"Itu dua orang di belakang sedang sariawan, kah?" Tanya Miko pada Riki.

"Sepertinya sakit gigi." Sahut Riki.

"Jangan-jangan Bu Dokter kelaparan. Dari tadi belum ada makan, kan?" Kata Miko.

"Harap maklum ya, Bu Dokter. Kalau pergi dengan Komandan harus sekali bawa obat maag. Komandan jarang makan, soalnya." Kata Miko kemudian yang membuat Dokter Silvana tersenyum.

"Belum makan?" Tanya Komandan Kaivan sambil menoleh ke arah Dokter Silvana.

"Gak apa-apa, nanti saja di Markas, Ndan." Jawab Silvana.

Komandan Kaivan hanya menangguk kemudian kembali terdiam seperti tadi. Sementara Miko dan Riki justru saling menatap melihat reaksi kaku Komandannya.

Jujur saja, dua orang bawahannya itu sangat gemas dengan Komandannya. Ia selalu saja merespon dingin para wanita yang Riki dan Miko jodoh-jodohkan dengannya.

"Hubungi supir di depan. Kita makan di warung makan yang ada di sebelah kanan satu kilo meter kedepan." Ujar Komandan Kaivan tiba-tiba.

"Siap, Ndan!" Jawab Miko dengan semangat. Miko segera menelfon supir mobil yang membawa bantuan dan menyampaikan apa yang di perintahkan Komandannya.

Mereka makan di sebuah warung makan prasmanan yang ada di tepi jalan lintas. Saat jam makam siang, warung itu memang sangat ramai. Antrean pun cukup panjang hingga hampir keluar dari pintu masuk warung.

"Duduk dulu saja kalau lelah mengantre." Ujar Komandan Kaivan pada Sisil yang berada di depannya.

"Gak apa-apa, Komandan." Jawab Silvana karena sungkan. Padahal, sebenarnya ia merasa jika perutnya tak enak karena sedang mengalami haid di hari pertamanya.

"Duduk saja. Wajahmu sedikit pucat." Kata Komandan setelah beberapa saat.

Pada akhirnya, Silvana pun menurut. Ia duduk di kursi yang tak jauh dari antrean. Miko yang melihatnya duduk, bertanya dengan gerakan bibir. Silvana yang mengerti hanya bisa mengacungkan jempol sebagai tanda jika ia baik-baik saja.

Saat Komandan Kaivan bisa mengambil piring, ia kemudian memanggil Silvana dengan gerakan tangan. Silvana pun langsung mendekat dan menerima piring yang di berikan Komandan Kaivan.

"Ambil makanan duluan." Ujar Komandan Kaivan yang menyerahkan tempatnya pada Silvana.

"Terima kasih, Komandan." Jawab Silvana.

"Komandan gak makan?" Tanyanya kemudian.

"Saya akan mengantre lagi." Jawabnya yang kemudian berjalan ke barisan paling belakang.

"Eh!" Silvana melihat ke arah Komandan Kaivan yang berjalan ke belakang.

"Komandan memang selalu tertib, Dokter. Biarkan saja, perutnya itu tahan banting, gak seperti kita." Ujar Miko pada Silvana.

Silvana hanya mengangguk, meskipun sebenarnya ia merasa tidak enak dengan Komandan Kaivan.

Saat Silvana sudah menghabiskan separuh makanan, Komandan Kaivan barulah bergabung dengan mereka. Silvana menatap ke arah Komandan Kaivan yang duduk di hadapannya. Pria itu tampak sangat tenang menyantap makanannya.

"Kamu mau makanan saya?" Tanya Komandan Kaivan sambil melihat ke arah Silvana.

"En-enggak, Komandan!" Jawab Silvana yang terbata-bata.

Ia tak menyangka jika Komandan Kaivan menyadari jika ia sedang mencuri pandang ke arah Komandan. Komandan Kaivan mengangguk, kemudian mulai menyantap makanannya.

Silvana cukup terkejut saat melihat Komandan Kaivan bisa makan dengan cepat tanpa terlihat seperti orang rakus. Bahkan, Silvana belum menyelesaikan makannya ketika Komandan Kaivan sudah selesai dengan makannya.

"Kok bisa? Padahal aku sudah habis setengah waktu Komandan mulai makan." Batin Silvana yang bertanya-tanya.

"Saya memang terbiasa makan cepat setelah menjadi Anggota Militer." Ujar Komandan Kaivan yang seolah bisa membaca pikiran Silvana.

"Kok-" Kata Silvana dengan heran.

"Ekspresi wajahmu menyampaikan pertanyaanmu dengan jelas." Jawab Komandan Kaivan.

Mendengar jawaban Komandan Kaivan, Silvana kemudian menundukkan wajahnya dan segera menghabiskan makanannya.

Setelah selesai makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Mobil yang mereka kendarai, dengan setia mengikuti mobil Pickup yang membawa bantuan.

Namun, di pertengahan jalan, tiba-tiba mobil Pickup itu berhenti hingga membuat Riki refleks menginjak pedal rem secara mendadak.

Tangan Komandan Kaivan, langsung terulur ke arah dahi Silvana. Tangan itu yang menjadi penghalang hingga kepala Silvana tak terantuk kursi di depannya.

"Maaf, Ndan, Dokter." Ucap Riki yang mengerem mendadak hingga membuat semua penumpang terhuyung ke depan.

Silvana buru-buru menegakkan duduknya sambil mengatur debaran di jantungnya.

"Ee. Kenapa mobilnya berhenti mendadak?" Tanya Miko dengan heran. Mereka bertiga sempat berpandang-pandangan beberapa detik sebelum kemudian mengambil senapan yang mereka bawa.

Miko dan Riki turun lebih dulu untuk melihat apa yang terjadi di depan. Wilayah yang mereka lewati ini memang terkenal cukup berbahaya. Apa lagi saat ini mereka sedang membawa cukup banyak bantuan yang di khawatirkan memancing orang-orang jahat untuk mencuri bantuan yang mereka bawa.

"Setelah saya keluar, kunci pintu mobil dari dalam. Apapun yang terjadi, jangan pernah keluar dari mobil." Pesan Komandan Kaivan dengan wajah serius. Ia kemudian memberikan belatinya ke tangan Silvana.

"Ini, apa, Komandan?" Tanya Silvana dengan heran. Firasatnya mengatakan jika ada hal yang tak mengenakkan terjadi saat ini.

"Itu belati untukmu berjaga-jaga." Jawab Komandan Kaivan.

"Ingat pesan saya." Ujarnya lagi sebelum menyusul Riki dan Miko keluar.

Setelah Komandan Kaivan keluar, Silvana segera mengunci semua pintu mobil dari bagian dalam. Jantungnya berdebar sangat keras karena rasa takut dan khawatir.

"Ada apa ini, Ya Allah. Kenapa seram sekali." Lirih Silvana yang tampak tegang. Terlebih, tak lama kemudian datang beberapa orang yang keluar dari hutan dengan membawa parang.

"Astaga! Kita di rampok?" Seru Dokter Silvana dengan panik.

Beberapa orang hendak membuka paksa terpal yang membungkus muatan mobil pickup. Namun, dengan sigap Komandan Kaivan berjaga di bagian pintu belakang mobil.

Dari tempatnya berdiri, Komandan Kaivan bisa melihat Dokter Silvana yang tampak takut dan gelisah. Ia sengaja berdiri di sana bukan hanya untuk menghalau orang-orang yang hendak merampas paksa isi dari mobil pickup, tetapi juga untuk memastikan keamanan Dokter Silvana yang ada di dalam mobil.

Untungnya, orang-orang yang hendak merampok itu bisa di ajak negosiasi dengan kooperatif. Silvana memperhatikan Komandan Kaivan yang berbicara dengan tegas, namun tetap memiliki 'kehangatan' tersendiri hingga tak membuat situasi menjadi memanas.

"Memang pantas di jadikan Komandan Batalyon. Dia tegas tetapi tetap bisa merangkul." Ujar Dokter Silvana.

Setelah negosiasi yang bisa di bilang mudah, Komandan Kaivan kemudian menurunkan beberapa karung berisi beras dan juga beberapa box mie instan untuk di berikan pada orang-orang yang semula hendak merampok itu.

Setelah selesai, orang-orang asing itu lalu membubarkan diri. Sementara Komandan Kaivan dan yang lain, kembali menutup bantuan itu dengam menggunakan terpal.

"Kalian baik-baik, aja?" Tanya Silvana ketika Miko, Riki dan Komandan kembali ke mobil.

"Aman, Dok." Jawab Miko sambil tersenyum.

"Syukurlah." Lirih Silvana yang tampak lega.

Silvana kemudian menoleh ke arah Komandan Kaivan. Ada banyak pertanyaan di benaknya, namun sedikit tidak enak jika harus bertanya pada pria di sebelahnya yang selalu tampak tenang.

1
Kaylaa
😄😄😄😄 kemakan juga sama omongan si Miko 🤭
Murti Puji Lestari
akhirnya ngak sengaja go public ya ndan..
gemes sama mereka berdua, pengen nyubit bibirnya si miko 😅
yuning tyas
awas Lo Ki bintitan kamu ngintipin komandan 🤣🤣
Rahmawati
hahahah skrg ketahuan kl komandan ada hubungan sama dosil, gk bisa ngelak lagi😂
Faqisa Sakila
Iiiiihhhh suka dec...
Authorny lek update cepet 👍👍👍
lanjutkan keromantisanmu komandan,,,
biar akunya jg ikut sneng 💞💞
up lg kk yg bnyak..
Kaylaa
walah..langsung grepcep....🤭
Zuny Achmad
asyiiiiikkkk lanjut akak smngat 💪💪💪
Kaylaa
ich...ada2 aja....tapi cocoklah....mantap..sip dilanjut aja 😄
Kaylaa
oalahhhh... kompak bener tiga orang ini 😄
Kaylaa
jangan pura2 marah lha ndhan.....padahal dalam hati mengiyakan usul si Miko 😄🤭
Murti Puji Lestari
ya ampun tegang banget pas bacanya, tapi seru..
duh penasaran bin penisirin ini
Murti Puji Lestari
semoga itu komandan kaivan bersama anggotanya
rizky tria
bu Dokter ga nurut sama Komandan jd kan 🙄😞
Zuny Achmad
lanjut kak 💪💪💪
Dewi kunti
masih up LG kan ya,kan udah gak mendua
ika
karya othor emang jos jis
ika
ngeri juga ya...
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Nice1808
wah dokter sisil di sandera, jgn takut dokter komandan pasti menyelamatkanmu
Chandhitha Priyanika
jd ikutan tegang neh , mudah²an yg dateng komandan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!