Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Penyelamatan Nyonya Mafia

Di tengah Laut Atlantik dekat Miami, perahu karet hitam itu melaju dengan sangat kencang membelah ombak.

Elena duduk di tengah perahu dengan tangan terikat tali dan mulut dibekap kain hitam. Gaun pantai putihnya yang cantik tadi pagi sekarang kotor terkena pasir dan air laut. Rambut pirangnya berantakan, matanya biru sembab karena menangis terus.

Di depannya ada dua penculik bertopeng dengan pistol yang masih menodong ke arah Elena.

"Don Roberto, kami sudah dapat Nyonya De Luca. Kami bawa dia ke kapal besar kita di tengah laut. Lorenzo De Luca kepalanya berdarah, dia tidak bisa mengejar kita," kata salah satu penculik lewat radio.

Dari radio terdengar suara Don Roberto Moretti yang puas.

"Bagus! Bawa dia ke kapal! Jangan bunuh dulu! Saya mau Lorenzo datang melihat istrinya menderita! Saya mau dia berlutut di depan saya seperti saya berlutut memohon supaya putri saya Isabella tidak dibuang ke Italia!"

Elena mendengar itu dan semakin menangis. Dia takut. Dia sangat rindu dengan Lorenzo.

"Lorenzo... tolong... selamatkan saya..." bisik Elena pelan dengan air mata mengalir.

Sementara itu, di pulau pribadi De Luca, suasana sudah seperti medan perang.

Lorenzo duduk di kursi dengan kepala diperban oleh Thomas. Darah masih sedikit merembes dari perbannya, tapi Lorenzo tidak peduli. Wajah gantengnya yang biasanya dingin sekarang penuh dengan amarah yang sangat menyeramkan. Tato naga di leher dan punggungnya terlihat seperti naga yang mau mengamuk.

Di langit, suara helikopter menderu-deru. _BRRR BRRR BRRR_

3 helikopter hitam milik keluarga De Luca datang dengan 50 pasukan Mafia terbaik bersenjata lengkap, memakai rompi anti peluru dan kacamata hitam.

Thomas berlari mendekati Lorenzo.

"Tuan Muda, pasukan sudah siap! Radar kami mendeteksi ada satu kapal besar mencurigakan 10 kilometer dari pulau kita di tengah laut! Kapal itu tidak ada di daftar kapal wisata! Pasti itu kapal keluarga Moretti!"

Lorenzo berdiri dengan cepat. Dia mengambil dua pistol hitam dari meja dan menyelipkannya di pinggangnya. Dia juga mengambil pisau lipat tajam.

"Ayo! Kita selamatkan Nyonya De Luca! Tidak ada yang boleh menyentuh istri saya!" teriak Lorenzo dengan suara menggelegar.

Semua pasukan Mafia De Luca berteriak bersamaan.

"SIAP TUAN MUDA! HIDUP NYONYA DE LUCA!"

Lorenzo dan Thomas naik ke helikopter pertama. Helikopter itu terbang dengan sangat cepat menuju kapal besar di tengah laut.

Dari atas helikopter, Lorenzo bisa melihat kapal besar berwarna hitam itu. Kapal itu terlihat tua dan menyeramkan.

Di atas kapal itu, Elena diikat di tiang kapal. Di depannya berdiri Don Roberto Moretti dengan cerutu dan pistol.

Don Roberto tertawa jahat.

"Lorenzo De Luca! Akhirnya kamu datang! Lihat! Istri cantik kamu ada di tangan saya! Kamu mau dia selamat? Berlutut dan cium kaki saya! Dan ceraikan dia! Kembalikan dia jadi pembantu dan nikahi putri saya Isabella!" teriak Don Roberto dari atas kapal lewat pengeras suara.

Lorenzo yang ada di helikopter menatap Elena yang terikat. Hatinya hancur melihat Elena menangis dan ketakutan.

Lorenzo mengambil pengeras suara dari pilot helikopter.

"Don Roberto Moretti! Kamu sudah melakukan kesalahan terbesar dalam hidup kamu! Kamu berani menculik Nyonya De Luca! Istri saya! Hari ini adalah hari terakhir kamu hidup!" teriak Lorenzo.

Lorenzo memberi isyarat kepada pilot.

"TURUNKAN SAYA!"

Helikopter terbang rendah di atas kapal. Lorenzo melompat dari helikopter setinggi 5 meter langsung ke atas kapal dengan sangat berani seperti di film action.

_BUK!_

Lorenzo mendarat dengan sempurna di atas dek kapal. Dua penjaga Moretti langsung menodongkan pistol ke Lorenzo.

Tapi Lorenzo lebih cepat. _DOR! DOR!_ Dua tembakan tepat mengenai tangan mereka.

"AAAAKH!"

Don Roberto kaget melihat keberanian Lorenzo.

"Serang dia! Bunuh dia!" perintah Don Roberto.

10 anak buah Moretti menyerang Lorenzo sekaligus. Terjadilah perkelahian hebat di atas kapal.

Lorenzo berkelahi seperti John Wick. Satu pukulan, satu tendangan, satu tembakan. Dia tidak terkalahkan. Tato naga di lehernya berkeringat, matanya fokus hanya pada Elena.

_BUK! DOR! BUK!_

Dalam 3 menit, 10 anak buah Moretti tumbang semua.

Don Roberto panik. Dia menarik Elena dan menodongkan pistol ke kepala Elena.

"Jangan mendekat, Lorenzo! Kalau kamu mendekat satu langkah lagi, saya tembak istri kamu!" teriak Don Roberto dengan tangan gemetar.

Lorenzo berhenti. Dia mengangkat kedua tangannya. Pistolnya sudah jatuh ke lantai.

"Jangan... jangan tembak Elena... tolong..." kata Lorenzo dengan suara yang untuk pertama kalinya terdengar memohon. Tuan Muda Mafia yang tidak pernah takut pada siapa pun sekarang memohon demi istrinya.

Elena menangis melihat Lorenzo memohon untuknya.

"Lorenzo... jangan... jangan memohon sama dia... saya tidak apa-apa..." kata Elena dengan suara pelan.

Don Roberto tertawa.

"Berlutut, Lorenzo! Berlutut di depan saya! Baru saya lepaskan istri kamu!"

Semua pasukan De Luca yang baru turun dari helikopter menahan napas. Mereka tidak pernah melihat Tuan Muda mereka berlutut pada siapa pun.

Lorenzo menatap Elena. Elena menggeleng dengan air mata.

Lorenzo pelan-pelan berlutut dengan satu kaki di atas dek kapal yang basah. Lututnya menyentuh lantai.

"Saya berlutut... sekarang lepaskan istri saya..." kata Lorenzo dengan suara dingin tapi penuh cinta.

Don Roberto tertawa puas. "Bagus! Sekarang cium kaki saya!"

Tapi sebelum Don Roberto selesai bicara, Elena dengan sekuat tenaga menggigit tangan Don Roberto yang memegang pistol.

_HAP!_

"AAAAKH! SIALAN!" Don Roberto berteriak kesakitan dan pistolnya jatuh.

Itu adalah kesempatan Lorenzo!

Lorenzo dengan sangat cepat mengambil pistol di lantai dan menembak kaki Don Roberto.

_DOR!_

"AAAAKH!" Don Roberto jatuh berlutut.

Lorenzo berlari dan memeluk Elena dengan erat. Dia membuka ikatan tali di tangan Elena dan kain di mulutnya.

"Elena! Elena! Kamu tidak apa-apa? Kamu terluka?" tanya Lorenzo dengan panik sambil memeriksa seluruh tubuh Elena.

Elena langsung memeluk Lorenzo dengan sangat erat sambil menangis keras.

"Lorenzo! Saya takut sekali! Saya pikir saya tidak akan bisa melihat kamu lagi! Saya pikir saya akan mati!" kata Elena sambil memukul-mukul dada Lorenzo dengan manja.

Lorenzo memeluk Elena balik dengan sangat erat, seolah tidak mau melepaskannya lagi.

"Maafkan saya, Elena... saya terlambat... naga pelindungmu terlambat..." bisik Lorenzo dengan suara bergetar.

Elena menggeleng. "Tidak... kamu datang tepat waktu... kamu selalu datang untuk saya..."

Thomas dan pasukan De Luca datang dan menangkap Don Roberto yang kakinya berdarah.

"Tuan Muda, mau diapakan Don Roberto ini?" tanya Thomas.

Lorenzo menatap Don Roberto dengan tatapan paling dingin yang pernah dia berikan.

"Bawa dia ke polisi. Berikan semua bukti kejahatan keluarga Moretti. Saya mau keluarga Moretti hancur dan masuk penjara seumur hidup. Dan jangan pernah biarkan mereka kembali ke New York lagi," kata Lorenzo.

Don Roberto dibawa pergi oleh pasukan De Luca.

Di atas kapal itu, di tengah laut, hanya tinggal Lorenzo dan Elena berdua.

Lorenzo menggendong Elena dengan bridal style lagi, seperti saat di balkon pernikahan.

"Kita pulang, Nyonya De Luca. Bulan madu kita belum selesai," kata Lorenzo dengan senyum gantengnya.

Elena melingkarkan tangannya di leher Lorenzo yang bertato naga.

"Iya, Tuan Muda Mafia saya... ayo pulang... saya masih mau berenang sama kamu..." kata Elena dengan manja dan tersenyum malu.

Helikopter membawa mereka kembali ke pulau pribadi mereka. Di helikopter, Elena tertidur di pelukan Lorenzo karena kelelahan dan ketakutan. Lorenzo memeluknya dengan erat, mencium keningnya berkali-kali, dan bersumpah dalam hati.

"Mulai hari ini, saya akan jaga kamu 24 jam. Tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita, Elena. Kamu adalah hidup saya sekarang," bisik Lorenzo.

Malam harinya di villa pulau itu, bulan madu mereka lanjutkan dengan lebih romantis. Tidak ada lagi Isabella, tidak ada lagi Don Roberto. Hanya ada Lorenzo dan Elena, sepasang suami istri Mafia yang saling mencintai.

Dan di langit Miami, kembang api meledak lagi, merayakan kemenangan cinta mereka.

*TAMAT? Atau mau lanjut Season 2: Anak Mafia?*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!