Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.

Beberapa pekerja yang berada di sekitar mereka langsung menoleh. Sebagian hanya memperhatikan dari tempat duduk masing-masing, sementara yang lainnya seolah tak peduli dengan kejadian tersebut.

Herman yang berjalan beberapa langkah di depan Alfa segera berbalik. Wajahnya berubah tegang ketika melihat Alfa berusaha bangkit.

“Alfa...!” serunya sambil buru-buru menghampiri.

Dia mengulurkan tangan untuk membantu temannya. Setelah berhasil berdiri, Alfa lalu menepuk-nepuk bagian pakaian yang terkena noda tanah serta makanan.

"Ayo, kita klinik. Lututmu pasti sakit, harus diobati," ajak Herman, setelan meletakkan makanannya di atas meja.

“Aku tidak apa-apa, Man,” jawab Alfa sambil menahan nyeri pada lutut juga telapak tangannya.

Sebelum Herman sempat berkata lagi, terdengar suara seseorang disertai tawa dari arah belakang. “Makanya kalau jalan lihat-lihat. Apa segitu laparnya sampai tidak melihat jalan? Hahaha..."

Alfa menoleh, tampak olehnya seseorang duduk santai di kursi. Tatapannya kemudian turun pada salah satu kaki orang itu yang masih terjulur di jalur tadi dia lewati. Dan sepertinya memang sengaja tidak ditarik. Rupanya orang tersebut yang menegurnya beberapa saat lalu..

Herman juga menyadarinya. Dia langsung menatap orang itu dengan kesal. “Rudi, tadi kamu memang sengaja melakukannya, kan?”

Rudi mengangkat bahu tanpa merasa bersalah. “Kenapa? Aku cuma selonjoran.”

“Kalau cuma selonjoran, kenapa harus di jalan orang lewat?” Herman membalas tajam.

Beberapa pekerja lain tampak mengamati mereka. Namun, Rudi justru terkekeh, menatap Herman dan Alfa dengan santai.

“Ah, cuma kesandung sedikit begitu saja dibesar-besarkan.”

Alfa menghela napas. Dia tidak ingin membuat keributan hanya karena kejadian tersebut. Setelah mengambil nampan yang terjatuh, dia lantas pergi dan menyerahkannya kepada petugas kantin.

“Maaf, Pak. Makanannya jadi berantakan,” ucap Alfa kepada petugas kantin.

“Tidak apa-apa, nanti saya bersihkan,” jawab petugas itu.

Herman masih terlihat kesal. Dia menatap Alfa yang kini hanya berdiri dengan tangan kosong. “Kamu nggak mau makan lagi?”

Alfa menggeleng. “Aku sudah tidak selera.”

“Jangan begitu, Bro. Tubuh kita butuh asupan nutrisi agar tetap kuat melakukan pekerjaan ini. Kalau kamu tidak makan bagaimana kamu punya tenaga?" ujar Herman sambil menahan kesal. “Sini, biar aku ambilkan.”

Alfa hendak menolak, tetapi Herman sudah lebih dulu mengambil nampan baru. “Cari tempat duduk saja. Nanti aku bawa ke sana.”

Akhirnya Alfa hanya menurut, dia kembali melirik Rudi. Tatapan mereka bertemu. Rudi menyeringai kecil seolah sengaja menantang. Alfa tidak membalasnya. Dia memilih menarik kursi yang kosong lalu duduk.

Tak lama kemudian Herman datang membawa nampan berisi makanan. “Jangan dipikirkan,” katanya pelan. “Rudi memang begitu orangnya. Suka cari gara-gara sama pekerja baru.”

“Kenapa?” tanya Alfa.

“Entahlah. Mungkin karena dia senior, jadi merasa berkuasa.”

Alfa hanya mengangguk. Dia tidak ingin memperpanjang masalah. Baginya, datang ke proyek itu untuk bekerja, bukan mencari musuh. Kemudian dia makan dengan lahap dan tak ingin kejadian tadi sebagai beban. Dan untuk selanjutnya dirinya akan bersikap lebih berhati-hati. Sebab dia sadar bahwa di lingkungan baru tidak semua orang bisa menerima kehadirannya dengan baik.

***

Setelah makan siang selesai, para pekerja kembali ke area proyek. Suasana yang sebelumnya ramai oleh suara percakapan perlahan berubah menjadi riuh oleh bunyi alat kerja dan aktivitas pembangunan.

Alfa mengikuti Herman menuju truk yang baru datang. Sedangkan beberapa pekerja lainnya mulai mengerjakan bagian yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

“Alfa, kamu bantu aku mengangkat karung semen ini saja,” ujar Herman sambil mengambil sarung tangan kerja.

“Siap,” sahut Alfa seraya menerima sarung tangan dari Herman.

Kemudian beberapa pekerja lainnya ikut bergabung. Mereka mengangkat karung semen yang cukup berat satu per satu menggunakan tenaga manual. Meski lututnya masih terasa nyeri akibat terjatuh tadi, tetapi Alfa berusaha bekerja seperti biasa agar tidak dianggap lemah oleh pekerja lainnya.

Herman sesekali memperhatikannya. “Lututmu masih sakit?” tanyanya ketika mereka berhenti sebentar.

“Sedikit. Nanti juga hilang sendiri,” jawab Alfa sambil mengusap lututnya.

"Tadi diajak ke klinik tidak mau. Paling tidak kan, diobati," kata Herman, lalu kembali mengangkat karung semen.

Alfa hanya terkekeh kecil. "Jangan khawatir, aku masih kuat."

"Rasa ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan luka di hatiku, Man." Namun kalimat itu hanya dia ucapkan di dalam hati.

Hari pertama bekerja ternyata tidak semudah yang dia bayangkan. Pekerjaan kasar membuat seluruh tubuhnya cepat lelah. Debu menempel di pakaian dan kulitnya, telapak tangan mulai terasa perih meski sudah menggunakan sarung tangan. Sementara keringat terus mengalir membasahi wajahnya.

Namun, Alfa tidak menyerah. Tidak peduli seberapa berat pekerjaan tersebut, yang penting dia bisa mendapatkan penghasilan untuk menopang kebutuhan hidupnya.

***

Menjelang sore, mandor proyek datang memeriksa pekerjaan para pekerja. Dia berhenti di dekat Alfa dan memperhatikan dalam bekerja.

“Kamu yang baru masuk hari ini, kan?” tanyanya.

Alfa segera menurunkan barang yang dibawanya. “Iya, Pak.”

Mandor itu mengangguk. “Bagus... bekerjalah lebih rajin dan cekatan. Kalau kerjamu memenuhi kriteria nanti kamu bisa dipromosikan."

“Siap, Pak,” sahut Alfa.

Setelah mandor pergi, Herman menepuk bahu Alfa. “Lumayan. Baru hari pertama sudah ada reaksi positif dari atasan.”

Alfa tidak menjawab. Dia kembali melanjutkan pekerjaannya.

Dari kejauhan, Rudi sempat memperhatikan mereka. Namun, kali ini dia tak bereaksi apa-apa, lalu kembali mengerjakan tugasnya.

***

Waktu terus berjalan hingga matahari mulai condong ke barat. Langkah Alfa terasa semakin berat, tetapi dia tetap bertahan sampai pekerjaan hari itu selesai.

Hingga akhirnya mandor memberi intruksi untuk menghentikan pekerjaan. Para pekerja segera membereskan peralatan masing-masing. Sementara itu, setelah memastikan tidak ada lagi yang perlu dikerjakan, Herman dan Alfa bergegas menuju kendaraan yang mereka parkir tidak jauh dari area proyek.

“Gimana, Bro? Besok masih mau lanjut kerja?” tanya Herman seraya menoleh ke arah Alfa.

“Tentu saja,” jawab Alfa singkat.

“Aku pikir kamu akan menyerah setelah kejadian di kantin tadi.”

“Aku baik-baik saja. Kuanggap kejadian itu sebagai penyambutan untukku."

“Bagus deh. Kalau begitu, tetap semangat, ya." Herman menepuk bahu Alfa sambil terus berjalan.

Alfa mengangguk. “Terima kasih, Man.”

“Nggak perlu berterima kasih. Kita kan, teman.”

Kalimat itu membuat Alfa menghentikan langkah. Lalu menatap Herman dengan pandangan tak terbaca.

"Kenapa...?" tanya Herman heran, tetapi Alfa hanya menggelengkan kepala lantas melanjutkan langkahnya.

Sesampainya di dekat kendaraan, mereka berhenti, kemudian naik ke kendaraan masing-masing.

"Aku duluan ya, Fa," pamit Herman.

“Iya. Sampai besok, Bro,” jawab Alfa.

Sebelum pergi, Alfa sempat menoleh ke belakang. Bangunan yang masih dalam proses pengerjaan itu membuatnya sadar bahwa mulai hari ini hidupnya benar-benar berubah. Namun, dia tidak menyesal. Dirinya sudah bertekad akan membangun kehidupannya kembali, meskipun harus bekerja keras dari bawah.

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
The froge: Mampir juga KA ke novel aku yg berjudul The Silent Detective: Misteri di Balik Kabut London
total 4 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!