Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:47.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon Ibu Mertua

Nyonya Meylan buru-buru tersenyum canggung. “Maafkan putri saya, Nyonya Wu. Dia memang masih perlu banyak belajar.”

Tentu Meylan takut jika putrinya menyinggung ibu dari Kendra Wu ini. Bahkan meskipun tanpa embel-embel keluarga Wu, nyonya Cassia tetap keturunan konglomerat.

Cassia tidak langsung menjawab. Ia kembali menatap Kirana yang berdiri dengan tenang seolah kejadian tadi tidak ada hubungannya dengan dirinya.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita sarapan bersama?” tawar Meylan untuk mencairkan suasana.

Cassia terdiam beberapa detik. Kemudian ia menoleh kepada Kirana sekali lagi sebelum akhirnya mengangguk.

“Baiklah.”

Tak lama kemudian, mereka semua berpindah ke ruang makan. Keluarga Lin hampir lengkap di sana, mulai dari Tuan Leo Lin, Nyonya Meylan, Arthur sebagai putra sulung, Sean sebagai putra kedua.

Terlihat Shania berpura-pura membantu pelayan meletakkan hidangan yang ada.

Sementara itu, Kirana memilih duduk dengan tenang di tempatnya. Ia tidak tertarik memperpanjang masalah pagi itu.

Cassia duduk berhadapan dengan Kirana. Begitu makanan disajikan, wanita itu langsung berkata, “Kirana, sarapan yang banyak, ya. Setelah ini kita akan keluar.”

Kirana mengangguk kecil. Ia kemudian mengambil sendok dan mulai menikmati sarapan tanpa banyak ekspresi.

Melihat itu, Shania kembali mencoba menarik perhatian Cassia. Ia mengambil teko teh dan menuangkannya dengan hati-hati ke cangkir Cassia.

“Silakan, Nyonya Wu,” katanya dengan senyum lebar. “Saya tuangkan tehnya.”

Cassia melirik cangkir di hadapannya, lalu mengangguk sekilas. “Hhmm.”

Meylan yang melihat kesempatan itu langsung tersenyum bangga. “Shania memang begitu, Nyonya Wu. Dia baru belajar mengurus banyak hal sendiri, tetapi anak ini sangat pintar dan rajin.”

Leo ikut mengangguk. “Benar. Shania sejak kecil memang cukup rajin. Dia juga terbiasa bangun pagi.”

Arthur tidak mau kalah memuji adiknya. “Kirana seharusnya mencontoh Shania. Dia itu terlalu sering bangun siang.”

Sean tertawa kecil. “Benar. Kalau mau masuk keluarga Wu, setidaknya harus belajar seperti Shania. Jangan sampai baru beberapa hari sudah membuat keluarga Wu kerepotan.”

Kirana menghentikan gerakan tangannya sebentar. Ia menatap ketiga orang itu dengan wajah datar, kemudian kembali menyendok buburnya.

Dalam hati, Kirana hanya menghela napas. Pagi-pagi begini ia tidak ingin merusak suasana hatinya hanya karena mendengarkan orang-orang yang bahkan tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Beberapa menit kemudian, suasana meja makan berubah.

“Ini enak sekali, sarapan pagi ini benar-benar lezat,” ujar Arthur sambil menikmati bubur di mangkuknya.

Sean mengangguk. “Buburnya lembut, rasanya juga pas.”

Bahkan Leo yang biasanya tidak banyak berkomentar soal makanan ikut mengangguk puas. “Sup dan buburnya juga berbeda dari biasanya. Rasanya jauh lebih segar.”

Shania yang mendengar pujian itu tersenyum puas. Ia mengira keluarganya sedang memuji hidangan yang ia siapkan tadi meski hanya meletakkan hidangan tersebut.

“Kalau begitu, makanlah yang banyak,” ujar Meylan. “Hari ini kokinya memang kelihatannya sedang bagus suasana hatinya.”

Cassia sejak tadi makan dalam diam. Setelah beberapa sendok, wanita itu meletakkan sendoknya perlahan dan menatap mangkuk sup di hadapannya dengan ekspresi sedikit terkejut.

“Nyonya Meylan,” panggilnya.

“Ya, Nyonya Wu?”

“Bolehkah saya tahu siapa koki Anda?” tanya Cassia. “Sup jamur Lingzhi dan bubur ini benar-benar enak. Rasanya ringan, tetapi aromanya kuat dan tidak berlebihan.”

Meylan tampak senang mendengar pujian tersebut. “Tentu saja boleh. Kebetulan hari ini masakan koki kami memang berbeda dari biasanya.”

Ia kemudian menoleh kepada seorang pelayan. “Panggil kokinya ke sini.”

Pelayan itu segera mengangguk dan pergi. Tidak lama kemudian, seorang pria paruh baya yang merupakan koki utama keluarga Lin datang dengan wajah sedikit gugup.

“Anda yang memasak sarapan ini?” tanya Cassia.

Koki itu langsung menggeleng cepat. “Bukan, Nyonya.”

Semua orang di meja makan langsung menoleh kepadanya.

Meylan mengerutkan kening. “Lalu siapa yang membuatnya?”

Koki itu menelan ludah sebelum menjawab. “Sebenarnya, Nyonya, sarapan pagi ini dibuat oleh Nona Kirana. Nona Kirana setelah jogging di halaman mansion, nona langsung ke dapur dan memasak.”

Suasana meja makan mendadak sunyi.

Sendok yang baru saja hendak diangkat Shania berhenti di udara. Arthur menatap Kirana dengan wajah kaku, sementara Sean bahkan terlihat seperti baru saja mendengar sesuatu yang tidak masuk akal.

Meylan juga terdiam. Beberapa saat sebelumnya mereka baru saja mengatakan bahwa Kirana malas, sering bangun kesiangan, dan tidak rajin, tetapi sekarang fakta di depan mata justru menunjukkan sebaliknya.

Bahkan seumur hidup, justru Shania-lah yang tidak pernah menginjak kakinya ke dapur. Mungkin memasak air putih pun langsung hangus.

Cassia perlahan menoleh kepada Kirana. Tatapannya berubah menjadi penuh ketertarikan.

“Kamu yang membuat semua ini?” tanyanya dengan suara lembut.

Kirana mengangguk.

Cassia tersenyum kecil. “Pantas saja rasanya berbeda, bahkan koki hotel bintang lima pun sepertinya kalah.”

Shania buru-buru mencoba mencari alasan. “Mungkin Kak Kirana hanya kebetulan bangun lebih awal hari ini dan—”

Cassia langsung meliriknya.

Shania kembali menutup mulut.

“Bukankah tadi kau yang mengatakan kakakmu malas dan sering bangun kesiangan?” tanya Cassia tenang. “Sekarang koki mengatakan sarapan ini dibuat olehnya pagi-pagi.”

Shania langsung kehilangan kata-kata. “Saya .…”

Cassia tidak melanjutkan perdebatan itu. Ia justru mengambil satu sendok sup lagi, menikmatinya sebentar, lalu tertawa kecil.

“Calon menantuku memang benar-benar hebat.”

Kirana hanya mengangkat alis tipis.

Cassia menatap anggota keluarga Lin satu per satu. “Lucu sekali. Ada orang yang sibuk memuji dirinya sendiri sebagai bunga paling indah, padahal bahkan tidak tahu siapa yang sebenarnya bekerja di belakang mereka.”

Arthur dan Sean langsung menundukkan wajah. Leo dan Meylan juga tampak canggung, sedangkan Shania menggigit bibir karena merasa sindiran itu jelas ditujukan kepadanya.

Cassia lalu menambahkan dengan senyum tipis, “Jangan sampai kalian memuji ayam kampung sebagai burung Phoenix hanya karena ia pandai berjalan di depan orang lain.”

Marco yang berdiri di belakang Cassia langsung menundukkan wajah untuk menyembunyikan senyumnya. Sementara Kirana hanya kembali menikmati sarapannya dengan tenang, seolah-olah semua keributan itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Cassia memperhatikan Kirana beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum puas. Dalam hati, wanita itu mulai menyukai Kirana.

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tumben hanya 1 part saja KK Yul
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tumben hanya 1 part saja KK Yul
Tiara Bella
kendra ketakutan ditinggal Kirana....bisa dibicarakan ko Ken....
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ini kakak2 nya Kirana malah waras

Brati yg g waras ya mama papa nya Kirana sama si tukang kompor meledug itu
wiss g da kapok2 nya mereka itu ya
mama_im
kamu kayak gitu, kirana bakal kecewa ken, 😤
teh tubruk
nah apakah Kendra sudah mulai merasakan rasa tertarik/suka pada Kirana?
Maria Lina
takut ya ken..maka nya diikat tu kirana biar gk lari ken wkwk
teh tubruk
nyari ke ujung dunia pun kalian tidak akan prnh menemukan dokter yang menyembuhkan Kirana krn yg menyembuhkan Kirana adalah dirinya sendiri asal kalian tau ya.
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
makanya Kendra kl dah cinta jujur sama Kirana jngn kegedean gengsi yg ada nanti nyesel kl Kirana pergi jauh dr kamu 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Cassia benar" sayang sama Kirana jd Kendra kamu jngn macam" sama Kirana karna nanti kamu akan kena sentil mami mu sendiri ☺️😅
Iffanaya 😽
seperti nya Kendra sudah mulai punya perasaan ke kirana cuma gk sadar aja 🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
syukurlah Arthur dan Sean gak terpengaruh lg sama si minyak goreng tp untuk mendekati Kirana kalian terlambat karna Kirana gak akan mau balik lg sama keluarga Lin yg toxic dan bobrok 😏😏
Maria Lina: siap jg yg mau blk lgi kk wkwk
total 1 replies
Tiara Bella
siap² aja keluarga Lin ini bentar lg jg bakalan hancur....
Tiara Bella
Shania divonis gk bisa punya anak sdngkan lakinya gk bisa bangun dah lah pasangan yg sempurna.....
juwita
aq jg klo ada di situ mau kit jd tim hore ngasih semangat sm mami🤣🤣🤣
juwita
bagus jambak dia mami. gemes banget pingin ikut ngerewes mulut si meong🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ohhh Kirana
mertua mu tak kalah keren deh

hahahaaa
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wohoho
terkejut bukan hanya karna Kirana udh bisa bicara gessss
mampus kauuu
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wahhh mertua idaman sekali ini kereeenn


ada g ya mertua sebaik itu dan seneoyal itu ajhhhhhhh JD pengen deh
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahhh kann tumbang juga
tp jngn slah nnti masih bisa cari gara2 itu si kompor meledug jagn gegabah ya ttp waspada
lagsg bergerak ketika mereka mulai mengertakna gigi
lgsg saja unjuk gigi 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!