#DIWAJIBKAN UNTUK SELALU LIKE, KOMEN, DAN VOTE.
Pernikahan tanpa ada cinta. Begitulah yang di alami oleh gadis cantik bernama Putri Ariani. Ia dijodohkan dengan seorang lelaki yang tak ia kenal.
Putri Ariani terlahir dari keluarga yang cukup sederhana. Dari kecil, ia didik untuk selalu bekerja keras. Putri sangat bersyukur memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya.
Suatu hari, Putri dinikahi oleh seorang pria yang sama sekali ia kenal. Bertemu pun belum pernah. Ia mengira suaminya begitu bertanggung jawab, tapi nyatanya bertolak belakang.
Dibalik itu semua, kedatang masa lalu yang membuat rumah tangga mereka goyah. Fakta demi fakta terungkap mengenai sosok asli suaminya.
Akankah Putri akan menerima semuanya? atau memilih pisah menjadi jalan terbaik?
Penasaran? sama aku juga penasaran.
Ya udah gak usah lama-lama cus baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria itu!
Ceklek
Pintu terbuka perlahan. Terlihat Putri yang baru saja datang. Ia melihat suaminya yang duduk di atas sofa dengan mata tertuju pada Putri.
Putri tak menghiraukan tatapan yang terkesan intimidasi dari suaminya, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Selesai membersihkan badannya, Putri memilih untuk tidur karena badannya yang sangat letih seharian harus berjalan kaki.
Keesokan paginya.
Risal dan Putri sedang sarapan bersama-sama.
"Mau kemana kamu? kok rapi?" Tanya Putri melihat penampilan suaminya dengan kemeja putihnya.
"Kau sendiri mau kemana?" Tidak menjawab pertanyaan dari Putri, Risal malah melontarkan balik pertanyaan tersebut.
"Aku mau kerja. Jadi hari ini anterin aku ke tempat kerja aku yah. " Pinta Putri.
"Emangnya kamu kerja apaan dulu? kalo malu-maluin aku gak mau anterin kamu." Respon Risal santai sambil melahap makanannya.
"Gak malu-maluin ko Sal. Aku kerja jadi office girl." Jawab Putri dengan bangga.
"Apa katamu? office girl?" Kaget Risal dengan mata yang menatap Putri tak percaya.
"Iya office girl. Emang kenapa?" jawab Putri.
"Gak ada yang lebih oke apa? kamu kan pinter,kok mau-maunya jadi office girl?" Protes Risal yang sudah selesai melahap makanannya.
"Ya dari pada gak ada kerjaan, mending aku terima aja kan? lagian kamu juga gak mau bantu-bantu aku kerja." Timpal Putri lagi.
"Terserah deh." Ucap Risal beranjak dari duduknya dan berjalan menuju keluar.
"Sal, kamu gak mau nih anterin aku?" Tanya Putri.
"Gak, aku ada urusan. Kamu naik taksi aja gih." Balas Risal tanpa menoleh pada istrinya.
"Tapi uangnya?" Tanya Putri lagi.
"Di kantong celana hitam aku ada sedikit uang, kayaknya cukup buat naik taksi." Jawab Risal dan pergi berlalu.
Putri pun mencari-cari uang yang ada di kantong celana suaminya. "Aduh di mana ya?" Gerutu Putri belum menemukannya.
Ia harus mencari semua kantong celana hitam milik suaminya. Risal memang sangat banyak mengoleksi celana hitam, hal itu membuat Putri kewalahan untuk mencari sepeser uang untuk ongkosnya naik taksi.
"Nah akhirnya ketemu juga." Ucap Putri tersenyum lebar.
Saat Putri ingin mengambil uang yang ada di dalam saku celana suaminya, ia merasa kan benda pipih yang ada di sana. Putri pun langsung mengambilnya.
"Astaga naga, keren banget nih ponsel." Puji Putri.
"Tapi ko aku gak pernah yah liat dia mainin nih ponsel?" Heran Putri.
"Ah sudahlah, nanti terlambat lagi." Putri langsung memasukkan ponsel suaminya ke dalam saku celana kembali.
Putri langsung pergi ke kantor dengan menggunakan taksi. Putri pun telah tiba pada gedung yang menjulang tinggi.
"Wah ini mah lebih gede dari perusahaan tempat ku kerja dulu." Batin Putri tak berkedip melihat gedung tersebut.
"Putri." Panggil Alfian dari kejauhan.
Putri pun langsung menghampiri Alfian yang sedang melambaikan tangannya.
"Ku kira kamu gak bakal datang." Ucap Alfian.
"Saya pasti datang pak, mana mungkin saya nyia-nyiain kesempatan kayak gini." Jawab Putri.
Putri pun di arahkan untuk membersihkan ruangan sekretaris yaitu ruangan Alfian, dan ruangan presiden direktur.
"Gila nih ruangan lebih besar dari pada kontrak kan ku." Lagi-lagi Putri terkesima dengan keindahan ruangan presiden direktur.
Ceklek
Pintu ruangan di buka. Seorang pria langsung duduk di kursi kebesarannya dan langsung menatap layar laptopnya.
"Tuan, ini dokumen yang anda minta." Ucap Alfian yang baru saja masuk.
"Ya sudah taro aja di situ." Perintah pria tersebut yang masih fokus di depan layar laptopnya.
Deg
Putri yang tadinya sibuk membersihkan ruangan tersebut, di kaget kan dengan suara presiden direktur yang begitu familiar di telinganya.
Putri melirik sekilas presiden direktur yang duduk di kursi kebesarannya.
"Apa? dia?" Batin Putri kaget dengan keberadaan pria tersebut.
Bersambung
Like, komen, dan vote
.lanjut kak