Indonesia
NovelToon NovelToon
PEDANG SUCI KALIMASADA

PEDANG SUCI KALIMASADA

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Contest / Barat
Popularitas:21.3k
Nilai: 5
Nama Author: armand

Seorang pemuda yang hidup penuh penderitaan,ia menjadi yatim piatu karena ayah dan ibunya di bakar hidup hidup .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon armand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Final episode 2

Suara sorak sorai pendukung Abimanyu memenuhi segala sudut,sementara terdengar teriakan Musa dan beberapa santri yang terus mengelu elukan nama Umar.

Wasit segera memberikan aba aba untuk memulai pertandingan,Abimanyu segera menyerang Umar dengan gerakan yang sangat cepat.

Umar pun tak menduga sama sekali bahwa serangan Abaimanyu begitu berbahaya,ia pun terus berusaha menghindar dan sesekali melompat bergelantungan untuk menghindari serangan Abimanyu.

Abimanyu terus menggempur pertahanan Umar berharap akan segera memenangkan pertandingan.

Umar kali ini terus berusaha menghindari serangan Abimanyu,dan sesekali berbalik melakukan serangan.

Pertarungan adu kecepatan antara keduanya membuat para penonton takjub,bahkan mereka seakan dan berkedip untuk melihat setiap gerakan dari kedua peserta.

Umar pun semakin menambah kecepatan ,ia menggunakan tendangan tanpa bayangan,gerakanya meliuk dengan sangat cepat ,ia melompat dan mengrahkan tendanganya ke arah perut Abimanyu.

Abimanyu tak menduga sama sekali,bahwa gerakan Umar tak terlihat dan langsung menghujam perutnya.Ia pun terpental ,darah segar menetes dari mulutnya.

Zahra berteriak kegirangan melihat Abimanyu terlempar.

Sementara para pendukung Abimanyu terdiam seribu bahasa.Terlihat beberapa orang dengan pakean bergambar Kalong Hitam maju mendekati panggung.

Ia pun terlihat berbisik kepada Abimanyu.Sementara Abimanyu tersenyum dan maju kembali untuk menyerang Umar.

Kali ini Abimanyu terlihat komat kamit,tubuhnya bergetar hebat.

Rupanya ia mengeluarkan jurus andalan perguruan Kalong hitam,yaitu jurus Kalong Murka.

Tubuh Abimanyu bergetar hebat kemudian pelan pelan tubuh itu terangkat,Abimanyu melayang di udara seperti seekor Kalong.

Matanya tajam memandang Umar,ia pun kemudian menukik ke bawah sambil melancarkan sebuah tendangan dengan tenaga dalam yang luar biasa.

Umar pun berusaha menahan serangan Abimanyu,ia menahanya dengan jurus pukulan wesi.

Benturan kedua tenaga dalam menyebabkan suara cukup keras,bahkan panggung pun jebol tertembus oleh tubuh Umar yang menahan serangan Abimanyu.

"PRRAAAAAAKKK".

Kayu yang menjadi pijakan Umar jebol dan berhamburan ke segala penjuru.Penonton pun mulai takut dan berusaha bergeser ke belakang.

Abimanyu kembali mendaratkan tubuhnya,sambil tertawa melihat Umar terhempas masuk ke tanah.

Wasit pun menghentikan pertandingan,ia berjalan mendekati lubang yang menganga untuk memastikan kondisi Umar.

Umar mencoba bangkit,ia merasakan seluruh tubuhnya sakit bukan kepalang.Sang wasit mengulurkan tanganya dan menarik Umar kembali naik ke panggung.

Pertandingan di hentikan sejenak,beberapa orang terlihat naik ke panggung dengan membawa balok kayu,rupanya mereka adalah panitia lomba yang berusaha memperbaiki lantai panggung yang cebol.

Kiai Sidik segera menyuruh Umar untuk mengalirkan hawa murni untuk memulihkan kondisinya.Zahra pun terlihat memberikan sebuah kendi kecil yang berisi minuman kepada Umar.

Sementara Abimanyu berdiri dengan membusungkan dada dan menyapa para pendukungnya.

Wasit pun kembali memberikan isyarat agar pertandingan di lanjutkan,Umar segera bangkit dan berjalan ke tengah arena.Ia pun merasa lega karena ada jede waktu untuk memulihkan kondisi tubuhnya.

Umar pun merasa setelah berhasil menghilangkan rasa sakit di sekujur tubuhnya,badanya terasa lebih ringan untuk di gerakan.

Ia pun mengambil inisiatif untuk menyerang Abimanyu dengan pukulan tanpa bayangan ,para penonton terkejut ketika tiba tiba Umar bergerak secepat kilat dan membombardir tubuh Abimanyu.

Abimanyu seperti pasrah ketika menerima pukulan dan tendangan Umar yang begitu cepat.

Kini Abimanyu merasa bahwa dirinya akan kalah,ia pun mengambil sebuah kain yang berisi bubuk penidur yang di berikan oleh gurunya.

Tanpa sepengetahuan wasit ia mengambil bubuk penidur dan menaburkanya di muka Umar.

Tiba tiba pandangan Umar menjadi kabur ,mengetahui bubuk penidur mulai berefek,Abimanyu kembali menyerang Umar dengan jurus Kalong Murka.Sekali lagi tubuh Umar terhempas dan terjelembab ke dalam tanah.Semua penonton berdiri bersorak untuk kemenangan Abimanyu.Sementara Kiai Sidik dan para santri terlihat cemas dengan keadaan Umar.Umar pun nampak tidak bergerak sama sekali.

Sementara wasit menduga bahwa Umar telah kalah dan Abimanyu menjadi juaranya.

Umar yang tak sadarkan diri akibat terkena bubuk penidur,tiba tiba merasa melihat sosok ayah dan ibunya,mereka pun bilang agar Umar segera bangkit dan membalaskan kematian orang tuanya.

Bayangan para warga yang menyiksa tubuh ayah dan ibunya kembali munjul di depan mata Umar,bahkan nampak sangat jelas ketika para penduduk memukuli ayah dan ibunya lalu melemparnya ke dalam api.

Seketika Umar membuka matanya,dan bangkit,rasa dendam atas kematian orang tuanya kembali membangkitkan tenaga dalam yang rupanya telah di stabilkan oleh Kiai Sidik.

Tenaga itu keluar dan memenuhi semua urat nadinya,tubuh Umar mulai pelan pelan terangkat naik ke atas panggung,semua mata terpana dan seolah tak percaya.

Umar pun sudah kuasai oleh kekuatan di dalam dirinya.Ia pun dengan beringas menyerang Abimanyu.Ia memukul dan menendang Abimanyu tanpa belas kasih kemudian melemparnya keluar dari arena.

Rupanya para sesepuh perguruan Kalong Hitam tak terima akan perlakuan Umar ,mereka pun akhirnya mengeroyok Umar.

Sementara Umar rupanya mengenali wajah wajah yang menyerang dirinya,mereka adalah para dukun yang telah menghasut warga membunuh ayahnya.

Kali ini darahnya kembali bergejolak,matanya pun berubah menjadi merah ,ia segera melepaskan seluruh kekuatanya kepada ke empat dukun yang menyerangnya.

Seakan tak percaya dengan kekuatan yang di miliki ,ke empat dukun berusaha menahan kekuatan yang keluar dari tubuh Umar .

Para dukun terpental cukup jauh dari panggung ,bahkan terlihat dua orang berteriak kesakitan sementara dua lainya muntah darah.

Kiai Sidik mulai sedikit panik ,bersama Musa ia pun berusaha mengendalikan Umar agar bisa menguasai dirinya.

1
wawan marwanto
alur ceritanya bagus, dan tata bahasanya gampang di mengerti
muhammad ary alaska
Santuy thor jangan terburu buru bikin alur yang lebih membikin penasaran reader
breks nets
menghilang dari peredaran iki
nina hariah
next author
Putra_Andalas
Story Maceeeeet...😵
Stya Waty
udah ky gk niat bgt kak thor
DAYNARA AQSA CHANDRA
tak tunggu up nya thor
Was pray
aku kira sudah the and thor...
DAYNARA AQSA CHANDRA
Di tunggu up nya thor
DAYNARA AQSA CHANDRA
lanjot
DAYNARA AQSA CHANDRA
lanjutkan thor
DAYNARA AQSA CHANDRA
lanjut
Stya Waty
jgn pelit" up kak thor. biar pembaca slalu setia dan ngasih dukungan hadiah dan like
iam Siswandi
lanjuttt thor
iam Siswandi
lanjutttttt thor
iam Siswandi
up
Stya Waty
sayang. upnya 1x trs...
DAYNARA AQSA CHANDRA
Next Cinta Lama Bersemi Kembali 👏👏👏👏😀😀😀😀😀
Stya Waty
awal komik hrse up 2-3 bab kak thor. biar yg nunggu baca semangat..
DAYNARA AQSA CHANDRA
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!