***
*Penghianatan
Pada tahun dua ribu dua puluh, seorang gadis muda bernama Jing Xia yu telah ditetapkan menjadi seorang Alchemist termuda. Dokter ahli kimia yang pandai dan jenius dalam bidang meracik segala macam obat dan racun. Xia yu lahir di negara china dan dia adalah seorang anak tunggal.
Xia yu mempunyai kekasih bernama Darrel. Tahun ini mereka berdua akan melangsungkan pernikahan, yang sudah di sepakati oleh kedua belah pihak keluarga. Hubungan mereka telah terjalin selama tiga tahun, namun di hari itu juga kemalangan menimpa Xia yu. Gadis muda itu mendapatkan penghianatan dari kedua orang terdekatnya.
Xia yu.pov
Xia yu dan Darrel telah berpacaran selama tiga tahun. Darrel adalah sosok kekasih yang bisa menerima aku apa adanya. Aku adalah gadis yang super sibuk, kesibukanku dalam pekerjaan sangat menguras waktu, hingga aku jarang sekali bertemu dengannya.
Kekasih ku, adalah lelaki yang sangat menghargai pasangannya, dia tidak pernah mengeluh akan waktu yang jarang untuk kita lalui bersama, bahkan sampai sekarang tubuhku masih suci (Perawan). Malam ini Xia yu mempunyai niat untuk memberikan kesuciannya kepada Darrel, sebelum pekan nanti mereka berdua melangsungkan pernikahan.
Pada hari yang sama, Xia yu menelpon Darrel untuk mengajaknya bertemu. Dia ingin memberi kejutan kepada Darrel, bahwa dirinya telah mendapat penghargaan gelar Alchemistnya. Sayangnya Darrel menolak untuk bertemu, laki-laki itu beralasan kalau dirinya sedang sakit dan tengah istirahat dirumahnya seorang diri.
Xia yu merasa bersalah karena dirinya tidak bisa merawat Darrel dengan baik, maka dari itu dia memutuskan panggilan dan langsung bergegas pergi ke sebuah apartemen, tempat tinggal kekasihnya yang sedang sakit.
Sesampainya di sana, Xia yu langsung membuka pintu apartemen Darrel dengan kata sandi tanggal jadian mereka. Pintu terbuka perlahan namun langkahnya terhenti saat dia mendengar suara desahan wanita dan pria yang khas dari salah satu ruangan. Hatinya terasa gundah dan resah, pikiran mulai berkecamuk didalam kepalanya. Praduga dan kemungkinan yang dia takutkan apakah benar adanya.
Tangannya mengepal untuk menampik pikiran tak baik itu, dia pun menarik nafas panjang mencoba menguatkan dirinya akan kemungkinan yang akan dia hadapi setelah melihat siapakah gerangan yang sedang berada di dalam ruangan tempat kekasihnya beristirahat. Satu kamar yang berada disana, hanya milik Darrel kekasihnya namun dia tidak pernah mengira jika dirinya akan mendengar suara seorang wanita dari balik pintu yang tidak tertutup rapat itu.
Apa yang Xia yu lihat, bukan lah tubuh Darrel yang terbaring sakit di atas tempat tidur, melainkan tubuh lelaki yang dia klaim sebagai kekasihnya itu sedang menindih tubuh seorang wanita. Penampilan mereka begitu berantakan peluh keringat membanjiri dan rambut mereka sangat acak-acakan apalagi si wanita. Mereka berdua tidak menyadari kehadirannya dan terus melanjutkan aktifitas itu dengan sangat bersemangat.
'Darrel..?' Batin Xia yu tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia tidak menduga jika kekasihnya akan mengkhianati dirinya, padahal dalam hitungan hari mereka akan melangsungkan pernikahan. Tapi mengapa hal ini terjadi? Kekasinya berselingkuh.
Wanita itu berambut pirang, tubuhnya ramping wajahnya tidak terlihat jelas karena ruangan yang sedikit gelap juga tubuh Darrel menindihnya. Awalnya Xia yu tidak mengenali ciri-ciri wanita itu namun setelah melihat sepintas tato bunga mawar yang berada dilengan kiri wanita itu, sebuah nama langsung terlintas dipikirannya. 'Xian Ruy!'
Dia tidak pernah memiliki pikiran buruk kepada mereka, namun Xia yu tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapatkan pengkhianatan dari dua orang terdekatnya. Kekasihnya dan sahabatnya mengkhianati dirinya, Xia yu menelan kekecewaan penuh terhadap mereka berdua.
'Tega sekali kalian bermain dibelakangku!'. Bayangan perjalanan kedekatan mereka bertiga menguasai pikiran Xia yu. Rasa sakit menjalari hatinya, perasaannya dipermainkan oleh mereka seolah dirinya tidak memiliki arti.
'Darrel.. Kenapa kamu mengkhianati ku? Jika kamu sudah tidak mencintaiku, kenapa tidak mengakhiri hubungan ini? Seharusnya akhiri hubungan kita dulu, baru kau menjalin hubungan baru dengan Xian ruy. Kamu membuatku kecewa Darrel.' batin Xia yu hancur menyaksikan penghianatan kekasih dan sahabatnya.
Xia yu tidak memperdulikan lagi hatinya yang hancur, dia mendekati kamar Darrel yang tidak terkunci itu dengan tergesa-gesa.
"Apa yang sedang kalian lakukan..?" Pekik Xia yu dihadapan Darrel dan Xian ruy. Dia berusaha menahan fondasi air matanya agar tidak runtuh, dia tidak ingin mereka berdua bahagia atas penghianatan yang telah mereka berikan.
Ketika pertanyaan itu terdengar, sontak kedua orang yang tengah asyik bercinta itu terkejut. Mereka melihat Xia yu berdiri di depan kamar, sesaat pasangan itu langsung menghentikan aktifitas penyatuannya. Tapi Darrel berpikir, jika sudah ketahuan untuk apa ditutupi lagi.
"Tidak lihat, aku sedang berolahraga dengan gadis cantik ini!" Darrel menjawab dengan acuh tak acuh tanpa memperdulikan kedatangan Xia yu. Netranya memicing tajam menatap gadis yang menjadi kekasihnya itu, tak lama lelaki itu melanjutkan kembali aktifitas bercintanya tanpa mengucapkan kata apapun lagi.
Mendengar jawaban Darrel, gadis pirang yang sedang menikmati miliknya itu senang bukan kepalang. Xian ruy berpikir jika laki-laki yang sedang melakukan hubungan intim dengannya itu telah berhasil dia dapatkan seutuhnya, bisa dilihat dari ketidakperdulian Darrel terhadap kedatangan Xia yu sang kekasih. Xian ruy dapat melihat tatapan tidak senang dari dari lelaki itu, dirinya pun semakin bersemangat menghancurkan perasaan Xia yu, desahan dan lenguhan semakin keras dia ucapkan.
"Darrel.. Ayo kita lanjutkan, jangan pedulikan dia. Anggap saja dia itu tidak ada!" Kata-katanya membelai naluri Darrel.
"Baiklah, mari kita lanjutkan.." Mereka berdua pun saling mencumbu dan memulai kembali aktifitas bercintanya.
Xia yu merasa mual ketika melihat semua kelakuan pasangan pe'zinah itu, dia pun mendengus kesal. "Ck.. Sungguh pasangan yang menjijikkan!"
Mendengar umpatan Xia yu, gadis pirang itu pun berhenti mencumbu Darrel, dan berkata dengan acuh. "Jika kau tak suka, pergilah.."
Darrel mendongak dan berkata dengan dingin. "Dengarkan perkataanku baik-baik, mulai detik ini hubungan kita berakhir sampai disini, aku tidak mau mempunyai kekasih yang tidak bisa memuaskan diriku. Satu hal lagi pergilah dari kehidupanku, jangan sampai aku melihatmu lagi. Kau membuat ku muak Xia yu!"
Setelah mengatakan semua itu, Darrel kembali memompakan pusaka-nya pada lubang kenikmatan milik Xian ruy, hingga mencapai klimaksnya. 'Akhh!' Pekik Darrel setelah berhasil menyelesaikan masturbasinya dengan Xian ruy.
Melihat itu semua, Xia yu merasakan mual yang sangat hebat di perutnya, tapi dia menahan semua rasa mualnya agar tidak muntah. Dia mengingat semua perkataan yang Darrel berikan, dan itu sangat menyakiti hatinya. Xia yu terkenal pendiam dan dingin sekaligus bermulut tajam tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Dihadapan Darrel dia merubah sedikit sifat dan sikapnya, namun sepertinya dia salah telah bersikap manis pada laki-laki itu.
Rahangnya mengeras tak terasa suara gemertakan gigi terdengar, emosi bercampur dengan kekecewaan tanpa menunggu lama dia bergegas menghampiri lelaki berengsek itu. Tangannya refleks mengayun tinggi dan suara nyaring menggema, membuat suasana menjadi hening sepersekian detik.
'PLAKK!'
Tamparan keras Darrel dapatkan dari Xia yu, tangan kecil milik kekasihnya itu tercetak jelas dipipinya. Dirinya sedang sibuk memakai bathrobe sampai-sampai tidak menyadari kedatangan Xia yu yang menghampirinya untuk memberikan tamparan keras padanya.
Darrel mulai tersulut emosi. "Berani sekali kau menampar ku. Hah!"
Xia yu terkekeh remeh. "Tamparan itu untuk penghianatan yang telah kau lakukan pada ku Darrel, dan ini," Jeda Xia yu seraya melepaskan cincin yang berada dijari manisnya lalu menunjukkannya pada Darrel. "Aku kembalikan cincin yang kau berikan padaku. Kau tidak berhak mengakhiri hubungan ini dengan mulut kotor mu itu, aku yang akan mengakhiri hubungan inI. Mulai sekarang kita tidak mempunyai hubungan apapun lagi, dan untuk kau wanita kotor," Xia yu menunjuk wajah Xian ruy dengan perasaan jijik.
"Dasar murahan! Entah berapa banyak lelaki yang telah menjamah tubuh kotor mu itu. Biarkan aku memberi kalian ucapan selamat. Selamat untuk kalian berdua, kalian pasangan yang benar-benar sangat serasi!" Xia yu menangkupkan kedua tangan sebagai simbol atau penghinaan untuk mereka berdua.
"Untunglah aku tidak jadi menikah dengan mu. Jika sampai terjadi, aku tidak bisa membayangkan, betapa busuknya barang yang kau masukan nanti kedalam kesucian ku. Cih.. Sungguh menjijikan." Dia menatap jijik pada mereka berdua, seolah-olah menemukan bangkai tikus yang sangat bau busuk dan menjijikkan.
'Benar, aku belum mendapat keperawanannya, karena kamu telah mengetahui perselingkuhan ini, dan kau yang datang padaku dengan sendirinya. Aku akan mengambil kepuasan untuk diriku setelah menunggu selama tiga tahun ini.' Batin Darrel, dirinya seolah tersadarkan bahwa dia tidak mendapatkan keuntungan dari statusnya. Maka dari itu dia berjalan dengan cepat untuk mengejar Xia yu yang tengah berjalan keluar dari kamarnya.
Baru saja melangkah beberapa langkah Xia yu merasakan tangannya dicekal dari arah belakang, tak lama tubuhnya ditarik dengan gerakan cepat oleh Darrel, membuat tubuhnya berada dalam pelukan lelaki itu.
"Kau benar, aku belum mendapat kan kesucian mu." Darrel membisikkan kalimat itu tepat ditelinga Xia yu, hembusan nafasnya spontan menerpa wajah gadis itu. Bulu kuduk Xia yu meremang bukan karena dia terpancing gairah, melainkan rasa ngeri dan jijik. Tubuhnya seolah memiliki alergi sampai-sampai bergidik. "Aku akan mengambil kesucian dirimu terlebih dahulu, sebelum kau meninggalkan tempat ini." lanjut Darrel membuat tubuh Xia yu semakin menegang, namun sepertinya Darrel salah berhadapan.
"Jangan harap! Kau tidak pantas untuk ku!" Xia yu menangkis tangan Darrel dan memberontak, dia gerakan yang cepat dia menendang titik sensitif lelaki itu dengan lututnya.
Gadis itu pun terlepas dari pelukan Darrel, dia berjalan melewati Xian ruy yang menatap benci kepadanya. Xia yu tak menghiraukan tatapannya, pandangannya beralih melihat kearah Darrel yang meringkuk menahan ngilu diarea sensitifnya.
Xian ruy mengejar mantan sahabatnya itu, dia menghentikan langkah gadis itu dan menghalanginya untuk pergi ketika berada didekat pintu masuk. Raut wajahnya berubah seketika saat dia berkata dengan suara yang terdengar menyedihkan. "Xia yu maafkan aku.. Aku mengaku salah, tolong maafkan aku." Gadis pirang itu memohon dengan nada sedihnya, namun itu hanya sesaat sebelum dia menunjukkan sikap aslinya.
"Apa kalimat itu yang mau kau dengar?" Tanya Xian ruy, dengan seringainya. "Hehh, Aku sudah lama ingin merebut semua milikmu, kau selalu saja meraih semuanya dengan mudah. Sedangkan aku harus melewati banyak halangan yang memusingkan. Kau seharusnya tidak ada disini, kau seharusnya tidak masuk dalam sekolah kedokteran. Sebaiknya kau hilang dari muka bumi ini." Xian ruy mengeluarkan semua keluhannya terhadap Xia yu. Padahal berkat gadis itulah dirinya bisa melangkah sejauh ini, meskipun dirinya tidak sebanding atau tidak bisa mengejar keahlian Xia yu.
Sudut bibir Xia yu terangkat tinggi mendengar keluhan gadis dihadapannya, dia tersenyum bahkan terkekeh menanggapi semua perkataan Xian ruy. "Aku mendapatkan semua yang ku miliki sekarang, karena hasil dari kerja kerasku sendiri. Berbeda dengan dirimu yang akan melakukan segala sesuatu dengan instan Xian ruy! "
****tbc**
"Kau!" Bentak Xian ruy seraya menunjuk wajah lawan bicaranya dengan telunjuk. "Kenapa kau selalu berada di depanku hah?!" Hardiknya dengan nada yang penuh dengan kebencian.
Yang dibentak malah tersenyum remeh seolah mengejeknya, dia pun menjawab singkat sambil mengedikkan kedua bahunya. "Karena aku selalu berusaha dan bekerja keras untuk berada didepanmu. Xian ruy.."
Xian ruy tidak habis pikir kenapa gadis itu masih bersikap angkuh padahal dirinya telah memberikan luka yang begitu dalam padanya. "Aku bahkan telah merebut kekasihmu tapi kenapa kau bisa melepaskannya begitu saja? Sebenarnya terbuat dari apa hatimu itu sampai-sampai tidak merasakan sakit hati karena dikhianati oleh kekasihmu sendiri?" Wajahnya terlihat bingung mendapatkan respon yang berbeda dari perkiraannya.
"Oh, kau ingin aku menangis dan menjerit melihat kekasihku berselingkuh denganmu, begitu?" Tebak Xia yu, dia semakin meremehkan mantan sahabatnya itu.
"Ya seharusnya kau menangis, menjerit, bahkan melukai dirimu sendiri tapi kau malah acuh seperti ini." Xian ruy prustasi dan semakin membenci gadis dihadapannya, dia tidak menyangka jika Xia yu akan bersikap seperti itu setelah dia sakiti bertubi-tubi.
"Kau ingin tahu mengapa aku bisa terlihat biasa saja setelah mengetahui kebusukan kalian?" Melihat kebencian Xian ruy membuat Xia yu tersenyum licik, dia tidak akan memberikan respon yang diinginkan oleh wanita hina itu.
"Kau begitu mencintainya bahkan akan menikahinya, lalu mengapa kau tidak menangis hah?!" Geram Xian ruy dia muak sekali.
Xia yu terkekeh sepersekian detik sebelum dia menjawab dengan nada yang semakin menghina. "Kau pikir aku ini seorang gadis remaja, yang benar saja. Asal kau tahu kenapa aku tak bersikap sesuai ekspektasi mu, alasannya karena satu hal aku tidak perlu menaruh semua hatiku ketika tidak ada ikatan pernikahan. Aku tidak seperti mu yang selalu gonta ganti pasangan untuk mencapai tujuanmu, sama seperti sekarang tapi kau memilih lawan yang salah karena hatiku sekeras batu tidak mudah di hancurkan dengan hal menjijikan seperti ulahmu." Jelas Xia yu dengan nada yang mencemooh, menatap jijik dan rendah pola pikir Xian ruy.
Tidak menerima perkataan mantan sahabatnya munculah niatan jahat dihati Xian ruy. Dia memicingkan mata, niat membunuh yang begitu kuat menguasai pikirannya. Bibirnya menyeringai setelah mendapatkan kata-kata yang berputar diotaknya. 'BUNUH DIA, LENYAPKAN XIA YU!' Lalu tanpa berpikir panjang dia pun mendorong Xia yu dengan sekuat tenaga ke arah jendela yang terlihat sedikit retak dibelakang tubuh sahabatnya itu.
"MATILAH KAUUU!" Teriaknya dengan penuh emosi.
Xia yu terdorong hebat kearah jendela, dirinya tidak menyadari niatan Xian ruy hanya bisa terkejut dan refleks mundur mengikuti dorongan dari sahabatnya. Tubuhnya menabrak kaca jendela yang berukuran tiga meter dengan begitu kuat. Suara pecahan kaca yang begitu keras mengejutkan semua orang, bahkan Darrel yang berada sedikit jauh dari mereka berdua menyaksikan pertikaian dan tindakan Xian ruy. Lelaki itu seolah tersadar ketika melihat dengan jelas bagaimana tubuh Xia yu menabrak dinding kaca.
Darrel sempat berlari kearah jendela namun terlambat, dirinya hanya bisa menyaksikan bagaimana naasnya tubuh kekasihnya itu terhempas dan terjatuh dari ketinggian kurang lebih dua puluh meter. Dia ingin menggapai uluran tangan Xia yu yang sempat menyadari kedatangannya, seolah meminta pertolongan terakhir tapi sayang sekali langkah kakinya kurang cepat untuk meraih dan merengkuh tubuh kekasihnya.
Kejadian itu begitu cepat dan tak bisa dihindari, runtuh harapan Xia yu untuk bahagia setelah sibuk belajar. Happy ending yang diinginkannya berubah menjadi Sad Ending. Pengkhianatan, kebohongan, dan tragedi pembunuhan menjadi akhir dari kisah hidupnya. Didetik terakhirnya Xia yu hanya bisa menatap kedua orang yang telah menyakitinya dengan perasaan yang sangat kecewa. Senyuman puas dari Xian ruy sangat terlihat jelas olehnya, dan tatapan panik Darel juga tak luput dari sorot matanya.
"Xia Yuuu.." Secara spontan Darel berteriak memanggil gadis yang pernah mengisi hatinya, apa yang baru saja dia lihat dengan kedua matanya sangat tidak diduga. Walaupun perasaan yang dia berikan untuk Xia yu sudah terkikis namun nyatanya perasaan itu tetap ada meskipun sedikit.
"Aku benci kalian.." Lirih Xia yu saat terjatuh, tatapan kebencian yang begitu besar dia berikan pada pasangan hina itu. Matanya tertutup merasakan hembusan angin memeluk tubuhnya untuk terakhir kali sebelum menyentuh panas dan kerasnya aspal parkiran.
"BRUGHH.." Dentuman keras terdengar begitu nyaring, ditengah keramaian orang-orang yang sedang beraktivitas. Mereka dapat melihat bagaiman suara pecahan kaca disusul dengan suara dentuman dari tubuh yang mendarat diatas aspal. Kejadian yang begitu cepat dan tragis mereka saksikan di siang hari.
Dalam kesadaran yang hanya tinggal beberapa persen saja, Xia yu merasakan kepala dan tubuhnya begitu sakit bahkan berkali-kali lipat rasa sakitnya. Aliran darah dari balik kepalanya mulai keluar dengan perlahan membasahi aspal dengan warna merah gelap. Hidung dan mulutnya pun mengeluarkan darah segar. Dia tidak menyangka jika hari dimana dia ingin memberikan hadiah kepada kekasihnya malah menjadi hari kematian yang tragis baginya.
Orang-orang mulai berhamburan keluar dan mendekati tubuh Xia yu, bukannya menolong mereka malah mengabadikan peristiwa itu dengan ponsel yang mereka genggam. Kegaduhan dan berbagai prasangka mulai memenuhi pikiran mereka, keramaian pun memenuhi lapangan parkir saat itu juga.
Sedangkan dilantai empat apartemen, Darel menatap tajam gadis yang baru saja dia setubuhi, lelaki itu menarik kasar lengan Xian ruy dan bertanya dengan nada tinggi. "Apa yang kau lakukan?"
"A,,a,,aku tidak melakukan apa-apa, Xia yu terjatuh sendiri." Elak Xian ruy dengan suara yang tergagap karena ketakukan, sadar jika saat ini dia kemungkinan telah membunuh seseorang.
'Plak!'
Darel menampar dan membentak Xian ruy dengan emosi. "Kau pikir aku bodoh hah?! Kau mendorongnya Xian ruy!"
Tanpa pikir panjang setelah mendorong tubuh Xian ruy kearah pintu apartemennya. Dia pun tak menghiraukan gadis itu lagi, kakinya mulai melangkah lebar dan menekan tombol sebuah tombol yang memiliki simbol panah kearah bawah, dua pintu tak kunjung terbuka dia pun mengambil inisiatif untuk berlari kearah pintu yang terdapat tulisan exit diatasnya.
Berlari tanpa alas kaki mulai menuruni anak tangga. 'Kumohon selamatkanlah dia tuhan.' Batin Darel, Perasaannya bercampur aduk, ketakutan, kesedihan, kepanikan dan rasa bersalah menggerogoti hatinya. Air matanya mulai membasahi wajah, bercampur dengan keringat yang sebelumnya tak dibersihkan.
Di lantai empat tubuh Xian ruy merosot kebawah, Darel melihat dirinya mendorong Xia yu. "Tidak. Aku tidak mendorongnya aku tidak membunuhnya kan?" Dirinya menolak fakta bahwa dia telah membunuh Xia yu. Xian ruy sadar bahwa dia telah melakukan tindakan yang akan membuatnya mendekam dipenjara.
Sesampainya ditempat terjatuhnya Xia yu, Darel shock berat. Dia melihat bagaimana gadis yang pernah bersamanya itu telah terkapar tak berdaya. Tubuhnya mengeluarkan darah yang begitu banyak sampai menggenang dibagian kepalanya. Perasaan sedih dan penyesalan mulai memenuhi hati dan pikirannya, rasa bersalah yang begitu besar dia rasakan saat ini.
Darel menghampiri Xia yu dengan wajah yang mengeluarkan banyak darah dia sangat sedih bagaimana pun gadis itu pernah mengisi kekosongan dihatinya. Xia yu yang selalu ada untuknyya ketika sedih senang susah walau pun tak banyak waktu bersama tapi mereka menjalani hubungan yang terbilang cukup lama untuk pasangan yang belum menikah.
Saat itu kesadaran Xia yu masih ada, dia tahu jika saat ini kemungkinan dirinya selamat sangat nihil. Bagaimanapun dia adalah seorang dokter, tidak merasakan tubuh setelah rasa sakit yang begitu hebat kemungkinan untuk selamat adalah satu persen. Secara perlahan dia membuka matanya meskipun berat dengan niat hati ingin melihat dunia untuk terakhir kalinya, namun sialnya yang dia lihat adalah langkah kaki dari laki-laki yang telah menyianyiakan perasaan tulus dan waktunya.
Darel mendekat dengan tergopoh-gopoh, dia bersimpuh dihadapan tubuh yang sudah tak berdaya. "Xia yu, Xia yu bangun.." Panggilnya mencoba berintraksi dengan Xia yu yang sedang sekarat saat itu.
"Sayang maafkan aku, tolong bangun bertahanlah." Darel tak kuasa menahan tangis saat itu juga wajahnya telah basah dengan air mata yang mengalir deras. Kesedihan dan ketakutan serta rasa bersalah sedang menyelimuti hatinya.
Xia yu tidak menjawab dia sedang berusaha membuka matanya untuk menatap wajah Darel dengan tatapan yang hangat seperti biasanya, dia tahu tahu dirinya tidak akan selamat.
"Xia yu, maafkan aku karena berselingkuh darimu, aku tahu aku salah aku minta maaf tolong bertahanlah...hiks...hiks.." Dia begitu menyesal telah menghianati Xia yu. Dirinya memang sangat mencitai Xia yu tapi karena ulah hasutan Xian ruy dia mulai membenci kekasihnya itu.
Dengan kesadaran yang semakin menipis Xia yu berusaha membuka matanya dan berhasil, saat itu dia tahu jika kekasihnya itu telah meminta maaf secara tulus dan dia bisa merasakan perasaan cinta untuknya masih ada. Dia berusaha membuka mulutnya untuk berbicara. Sebenarnya dia ingin memeluk dan membelai wajahnya yang sedang histeris, namun apadaya tenaga untuk mengangkat tangannya saja tidak ada.
Xia yu tersenyum dan mulai berkata dengan suara yang dipaksakan. "Aku pernah mencintaimu ..aak.." Ucapan itu terpotong karena dia mengeluarkan darah dari mulutnya, tak lama dia kembali berkata dengan lemah tapi masih terdengar. "Aku belum sempat memberi kebahagiaan untukmu, maafkan aku tidak bisa bertahan lagi semoga k..kkamu mendapatkan perem..puan yang lebih ba..ik dariikuuu.."
Hembusan napas terakhirnya begitu terasa diwajah Darel, bahkan kata-katanya terus terulang ditelinganya. Dia melihat mata yang sempat terbuka itu kembali tertutup dengan sangat lemah. Darel menggelengkan kepalanya, menolak kemungkinan pikiran yang ada dikepalanya.
"Tidak! Tidak mungkin." Tegasnya. Dengan sigap dia menggenggam tangan Xia yu dan menepuk pelan wajahnya bahkan dia berusaha memberikan CPR namun gadis itu tidak membuka matanya sama sekali. Beberapa warga disana menghampiri Darel dan Xia yu, salah seorang warga mengecek nadi dan nafas Xia yu dan mendapati bahwa gadis itu sudah tidak berdenyut dan bernafas.
"Tuan, dia sudah meninggal." Kalimat itu seolah menghantam dada Darel.
Mendapati kenyataan yang menyakitkan Darel menangis sejadi-jadinya, dia menolak kematian Xia yu. "Tidak, Xia yu kamu tidak boleh mati, kamu harus hidup. KAMU HARUS HIDUP!"
Darel berteriak dengan frustasi, dia mengguncang tubuh Xia yu. "PANGGILKAN AMBULAN XIA YU KU HARUS HIDUP!"
Warga disana mengerti kesedihan laki-laki itu dan menatap kasihan pda gadis yang telah meninggal. Namun beberapa mereka ada juga mulai berasumsi tentang kejadian disana, mereka menerka kejadian disana murni kecelakaan, bu*uh diri atau pembu*uhan yang disengaja. Ketika Darel mendengar perkataan mereka semua dia tiba-tiba ingat dengan Xian ruy.
Dengan cepat dia berteriak dan menunjuk kearah dimana jendela tempat Xia yu terjatuh. "Pembunuhnya ada diapatermen saya, dia dilantai empat cepat tangkap dia."
"Tolong kalian pangilkan ambulan dan polisi pembunuhnya masih berada diatas." Darel kembali berteriak menyuruh orang-orang yang berada disana untuk melakukan panggilan itu, dan mereka pun melakukannya.
Darel kembali memeluk Xia yu dia mencurahkan penyesalannya yang terlambat. "Maafkan aku Xia yu aku tidak bisa menjagamu dan malah menghianatimu, seharusnya aku setia dengan mu tidak tergoda dengan wanita kotor itu maafkan aku yang telah bodoh melepaskan mu demi hawa nafsuku dan tidak mengejarmu lebih dulu aku menyesal..aku menyesal..hiks ..hiks"
Tidak berapa lama mobil ambulan dan polisi tiba di tempat itu, tubuh Xia yu dibawa kedalam mobil ambulan lalu menuju rumah sakit. Darel selalu dekat bersama tubuh Xia yu dia tidak berhenti menangis dia juga melaporkan Xian ruy dan Darel juga harus mengakui perselingkuhannya karena dia juga terkait meskipun dia tidak mencelakai langsung Xia yu secara langsung. Darel meminta polisi untuk menghukum dirinya didalam penjara.
Sedangkan keluarga Xia yu, saat mereka mendapatkan kabar kecelakaan dan kematian dari kantor polisi mereka kaget bukan main. Kehilangan putri kebanggaan keluarga orang tua mana yang tidak akan sedih dan sakit hati jika putri mereka mati karena dicelakai orang, bahkan meninggal dengan cara yang sangat tragis. Orang tua Xia yu juga sangat kaget dengan perselingkuhan Darel mereka berpikir karena ulah darel mereka kehilangan anaknya, sampai kapan pun pasangan menjijikan itu tidak akan mendapat maaf dari keluarga Xia yu.
****tbc**
Kematian Xia yu menjadi sebuah akhir yang tragis dari seorang alchemist diabadnya, semua senior dan junior sangat terpukul ketika mendengar kabar kematiannya. Mereka tidak menyangka gadis yang masih muda dan berbakatnya itu meninggalkan mereka untuk selamanya, sungguh dunia itu tidak adil untuknya.
Gadis yang belum merayakan kemenangannya itu kini terbaring kaku tak berdaya di dalam peti jenazah. Para pelayat memberikan bunga krisan putih sebagai simbol perpisahan bagi gadis itu. Mereka mendoakan segala kebaikan untuknya dan meminta pada tuhan agar gadis itu bisa reikarnasi. Pada zaman ini mereka memiliki kepercayaan bahwa jiwa seseorang bisa dilahirkan kembali dalam tubuh yang berbeda setelah kematian. Doa yang tulus ternyata didengar oleh tuhan, tanpa mereka sadari jiwa gadis itu perlahan keluar dari jasadnya dan melayang jauh pergi kedimensi lain.
**
Didalam sebuah ruangan yang gelap dan pengap, seorang gadis sedang terbaring tidak sadarkan diri. Lantai yang dingin tidak beralaskan karpet bulu atau jerami tubuhnya tergeletak lemah tak berdaya. Terdapat bau amis darah yang begitu menyengat didalam ruangan, arah itu berasal dari tubuh gadis yang terbaring menelungkup. Pakaian putihnya berubah menjadi merah di bagian punggungnya.
Gadis itu adalah seorang permaisuri yang tidak dianggap oleh suaminya. Dia baru saja mendapat hukuman dua puluh pukulan dengan papan dari suaminya, karena difitnah oleh perempuan yang masih di cintai oleh suaminya.
"Aaakkhh.." Rintihan kesakitan terdengar di dalam ruangan yang sunyi senyap. Gadis itu mulai terbangun dari tidur lelapnya atau mungkin kematiannya. Matanya perlahan terbuka dan mendapati ruangan yang begitu gelap tak ada cahaya sedikitpun.
"Dimana ini?" Lirihnya bertanya seraya mengedarkan pandangannya. 'A-apa aku benar-benar sudah mati? Apa sekarang aku jadi hantu gentayangan? Apa ini yang namanya alam baka?' Suara batinnya mulai bermonolog bertanya-tanya dengan kebingungan yang terlihat jelas dari raut wajahnya.
"Akkhh sakit.." Tiba-tiba dia merasakan sakit yang begitu menyakitkan saat mencoba bangun. "Oh tuhan, punggungku terasa sakit sekali." Lirihnya menahan rasa sakit itu.
Seolah tersadar dari keterkejutannya dia kembali bermonolog. "Bukannya aku sudah mati setelah terjatuh dari apartemen Darel? Sebentar jika aku sudah mati kenapa tubuhku masih terasa sakit dan jika aku masih hidup kenapa ruangan ini begitu gelap?" Dia berpikir jika dirinya sudah mati seharusnya tidak merasakan sakit lagi dan jika dia masih hidup seharusnya dirinya berada didalam ruangan rumah sakit tapi yang dia lihat hanya ruangan yang begitu gelap tanpa cahaya sedikitpun. 'Sungguh tidak masuk akal.' Pikirnya.
Tiba-tiba terlintas sekelebat ingatan peristiwa menyakitkan yang terjadi beberapa saat lalu. Pengkhianatan dari kekasihnya dan temannya yang mendorong tubuhnya hingga terjatuh dari lantai empat apartemen membuatnya sedih.
'Sungguh tragis hidupku, di khianati dan di bunuh oleh teman sendiri hanya karena dia iri kepadaku.' Batinnya mengingat kenangan pahit itu. Namun secara tiba-tiba dia memekik kesakitan.
"Aaakkhh..."
Gadis itu merasakan sakit yang begitu hebat di kepala dan dadanya, rasa sakit ketika ada ingatan lain dan bayangan peristiwa yang tidak pernah terjadi dalam hidupnya. Dia melihat seorang gadis dengan pakaian putih sedang di pukuli oleh laki-laki berperawakan tinggi dan besar. Laki-laki itu memukuli punggungnya dengan papan sepanjang satu meter dan ketebalan tiga centimeter.
Sosok gadis dalam ingatannya itu hanya bisa memekik dalam diam, mulutnya disumpal dengan gulungan kain putih agar tidak mengeluarkan suara. Pukulan yang diterimanya begitu keras sampai punggungnya berdarah dan tidak sadarkan diri setelah pukulan ke dua puluh.
Setelah semua pukulan di terimanya, gadis lemah itu langsung di bawa ke ruangan yang gelap oleh dua orang lelaki diikuti oleh beberapa lelaki lainnya. Sesampainya di dalam kamar kumuh atau tidak layak huni, kedua pria itu menaruh tubuh gadis itu disembarang tempat. Kemudian mereka meninggalkannya begitu saja tanpa mengobatinya sama sekali. Gadis itu seperti seorang tahanan penjara yang telah melakukan kejahatan besar.
'Kasihan sekali, apa gadis itu baik-baik saja? Tidak, siapa gadis ini? Kenapa aku memiliki ingatan ini?' Batin Xia yu. Ya gadis yang baru saja terbangun di ruangan gelap itu adalah jiwa Xia yu yang telah berhasil reinkarnasi. Namun dia belum menyadarinya, dirinya merasa bingung dengan apa yang baru saja dia lihat di ingatannya.
"Ukh.. Punggungku sakit sekali, serasa mau patah, nih punggung kenapa sih?" Pekiknya kembali terdengar. Di situasi itu pun dia masih sempat menanyakan apa yang terjadi pada punggungnya.
Sementara dari arah luar, terdengar suara langkah kaki beberapa yang berjalan ke arah bangunan kumuh itu. Saat langkah mereka terhenti seketika itu pula, pintu di ruang gelap terbuka.
Xia yu menutup kedua matanya, silau karena melihat cahaya yang baru saja masuk dari pintu yang terbuka lebar secara tiba-tiba. Dia mengerjapkan matanya berulang kali untuk menyesuaikan cahaya yang begitu menyilaukan mata. Setelah bisa menyesuaikan penglihatannya dia kini dapat melihat ruangan yang tadinya gelap menjadi terang.
'Ternyata ruangan ini sebuah kamar! Tunggu kalau aku di rumah sakit kenapa aku terbaring di lantai dan kenapa rumah sakit ini terlihat aneh?' Batin Xia yu dengan wajah kebingungan.
"Yang mulia Raja Liu telah sampai." Ujar salah satu lelaki berpakaian hijau botol dan hitam di ambang pintu. Seorang Kasim, memberitahukan kedatangan tuannya yang memasuki kamar itu.
Beberapa orang mulai masuk lebih dulu ke dalam kamar, mereka melihat gadis itu masih terbaring di lantai. Disusul oleh seorang pria gagah yang memiliki perawakan lebih tinggi dari yang lainnya. Dia berjalan masuk kedalam ruangan memindai gadis yang masih berada diatas lantai.
Pria itu adalah Raja Liu, pria yang menjadi seorang raja di usia muda memiliki tatapan mata yang tajam, wajah yang tampan dan rambutnya yang hitam gelam terikat tinggi dengan gelang rambut menghias indah kepalanya. Langkah kaki Raja Liu terhenti didepan wajah Xia yu. Secara tiba-tiba Raja Liu mencengkram dagu milik si gadis sambil berkata.
"Apakah kau sudah tau dimana kesalahanmu?" Sinisnya menatap tajam Xia yu, dia begitu mendominasi.
"Aww.. Lepas, siapa kau?" Pekik Xia yu menatap lelaki yang tiba-tiba mencengkram dagunya. Dia mengamati penampilan dan raut wajah Raja Liu yang terlihat acuh dan memiliki emosi, 'Siapa laki-laki ini kenapa dia mengenalku?' Batin Xia yu bertanya. Dia berpikir keras mencoba mengingat wajah laki-laki itu.
'Aku ingat siapa laki-laki ini, dia yang tadi berada dalam ingatanku bukan? Dia yang menyaksikan penyiksaan pada gadis itu didepan matanya sendiri dan dia tidak menghentikannya sama sekali' Tebak Xia yu setelah berhasil mengingat Raja Liu muncul dalam ingatannya beberapa saat yang lalu. Xia yu belum menyadari jika dirinya telah bereinkarnasi.
"Apa kau pura-pura lupa dengan kesalahanmu Hah?" Raja Liu masih memegang dagu itu dan kini mencengkram dengan sangat keras.
"Kesalahan ku? Memang apa kesalahan ku dan siapa kau? Berani sekali kau pegang-pegang wajahku!" Tukas Xia yu sambil melepaskan cengkraman tangan Raja Liu dari dagunya, namun dia tidak berhasil karena tenaganya masih lemah.
Raja Liu beserta orang-orang yang berada di sana menatap heran dengan gadis itu. 'Darimana keberanian gadis ini datang? Kenapa sekarang dia berani menjawab ku?' batin Raja Liu merasa terkejut, namun detik berikutnya dia kembali bertanya.
"Kau berani sekali menjawab ku! Apa kau sudah bosan hidup Hah?" Bentak Raja Liu, namun dia tidak menduga jika bentakannya itu akan di jawab kembali dengan nada tinggi gadis itu.
"Heyyy KAU! Bisakah kau tak berteriak padaku? Memangnya kau mengenalku dasar maniak pshyco!" Jawab Xia yu balik membentak, dia kembali berusaha melepaskan tangan kekar itu dari dagunya sampai berhasil.
Orang-orang yang mendengar bentakan Xia yu dengan kata-kata yang tidak mereka kenali menatap tak percaya pada apa yang baru saja mereka dengar dan liha. Gadis yang terbaring di hadapan mereka itu adalah seorang permaisuri yang terkenal bungkam sedunia, bahkan ketika ketidakadilan di dapatnya dia tetap bungkam. Tapi sekarang gadis dihadapan mereka mampu menjawab Sang Raja dengan acuh, bahkan tak ada rasa takut atau apa pun di matanya.
Xia yu berusaha bangun dari posisi telungkupnya, mungkin saat ini dia lemah tapi dia memiliki ego yang tinggi dan tidak suka diintimidasi. Xia yu kembali merasakan sakit yang di seluruh badannya, badannya serasa remuk dia tak mampu berdiri sendiri. Tiba-tiba Xia yu meraih lengan baju Raja Liu untuk meminta bantuan padanya.
"Tolong bantu aku berdiri, aku tidak bisa berdiri sendiri." Pinta Xia yu dengan menengadahkan wajahnya menghadap Raja Liu, menampilkan mimik wajah yang memelas.
Raja liu sangat kaget dengan tingkah permaisurinya. Dia pun mengibaskan lengannya agar Xia yu melepaskan genggaman itu, tapi Xia yu tak melepaskannya. Dia kembali menarik pakaian pria itu sampai Raja Liu mendekat ke tubuhnya yang sedang menelungkup. Raja liu yang sedang lengah tidak siap dengan kemungkinan itu hanya menatap geram dan jengkel pada Xia yu.
"Apa yang anda lakukan permaisuri?" Ujar salah satu orang di sana mendekat kearah Raja Liu kemudian melepaskan pegangan Xia yu.
"Permaisuri?" Tanya heran Xia yu. "Permaisuri apa dimana ada permaisuri?" lanjutnya.
"Anda adalah permaisuri Raja Liu, Yang Mulia" Jawab lelaki tadi sambil menunjuk diri Xia yu dengan tatapan yang tidak sopan.
"APA? Aku adalah permaisuri? Dia?" Jawab Xia yu dengan menunjuk dirinya sendiri kemudian menunjuk Raja Liu.
"Tidak mungkin! Apa kau gila Menyebutku permaisuri? Huh.. Jaman apa sekarang masih ada permaisuri, gila kalian semua. Dan juga, baju apa yang kalian pakai, kenapa sangat nora sekali memangnya kalian sedang opera?" Celoteh Xia yu panjang kali lebar.
(harap di maklum xia yu nya agak telmi hihihi biar greget)
"Xia wei... Apa kau sudah gila akibat kebanyakan di pukul oleh papan?" Bentak Raja Liu yang tak tahan dengan ocehan dan sikap tidak sopan Xia yu.
"Xia wei?" Lirih Xia yu.
'Xia wei? Di pukuli pakai papan? bukannya tadi aku melihat gadis berpakaian putih sedang di pukuli oleh temannya?Tunggu.. Tunggu.. Tunggu.. baju ku putih dan punggungku sakit sekali, apa jangan-jangan aku adalah gadis itu, dan aku terlahir kembali menjadi Permaisurinya.. Ooohh tidak!!' Batin Xia yu berteriak kencang di dalam hatinya.
"Aku menjadi permaisuri?" Tanya Xia yu yang dibenarkan oleh semua orang kecuali Raja Liu.
"Owhh Noooo!!!!!" Xia yu berteriak putus asa.
**tbc
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!