" Nanananananan, nanannanan." Gumamnya.
Namun, tiba-tiba saja suara indah itu menghilang dan menjauh.
"Huwa! " Terikanya sembari menutup mata.
Waktu seperti berhenti berjalan, sisi gelap itu mulai menyelimuti nya, hanya sunyi yang ada tanpa kebisingan.
" Apa ini? Kenapa gelap sekali, apa aku benar benar mati." Batin nya yang sedang kalut tak percaya akan melihat kematian nya.
Perlahan dia menutup matanya.
" Nona, nona, bangun lah nona. Nona." Teriak seseorang yang berada di samping nya.
"Aishhhh, aduh kepala ku sakit sekali, auh." gumamnya sambil memegangi kepala.
Dia lalu perlahan membuka mata dan melihat seseorang yang nampak aneh baginya.
" Kau siapa?" Tanyanya.
" Nona, nona tak mengenal ku aku pelayanan nona. Aku Sawol." Jelas perempuan kecil itu.
" Ahh, aku sekarang ada dimana? di mana ini, asing sekali daerah seoul mana?" Ucap nya yang bingung dengan keadaan sekitar.
" Nona, anda bicara apa? Kenapa anda menjadi aneh sekali?" Tanya kembali perempuan kecil yang berada di samping nya.
" Kau kenal dengan ku?" Dia pun bertanya kembali.
" Hah." Dengan muka binggung nya " Nona kau putri dari perdana menteri tuan Hwang Hui." lanjut perempuan kecil itu.
" Hahh, Hwang Hui? bukan nya itu perdana menteri kerajaan Joseon? Pada masa raja Taejo ya?" Ucapnya dengan bingung.
" Hust, nona anda tidak boleh sembarangan bicara," Pelayanan kecil itu membungkam mulut nya, " Ini memang Joseon nona." Tegasnya.
" Bfft, haahaha Joseon, gila ya, hah.. Hah aku gila. Aku sudah gila. " Dia berdiri, sambil berjalan dan memikirkan apa yang telah terjadi padanya.
" Bukannya aku tadi masuk ke dalam selokan? Mengapa bisa di Joseon?" Batin nya masih tak mengerti tentang apa yang terjadi.
"Saat itu aku menerima pesan text dari sebuah perusahaan perancang lalu." Lanjutnya berfiki.
" Selamat Anda di Terima kerja di PT Junior Textil, dengan format
Nama : Go shin ha
Umur : 22 Tahun
Posisi : Asisen perancangan. "
" Yes! Wah, aku akhirnya di terima setelah 5 bulan aku mendaftar, yeah." Go Shin Ha melompat kegirangan mendapatkan pesan text tersebut.
Keesokan harinya Go Shin Ha pergi untuk memulai pekerjaan nya, di tengah jalan dia di hadang seseorang kakek.
" Ah, huft untung tak tertabrak. Kakek, kakek tak apa?" Tanya Go Shin Ha merasa khawatir.
" Iya nak tak apa, Kakek ingin menyebrang," balas kakek tua yang membawa tongkat di tangan kanan nya.
" Oh ayo kek aku antar, kek." Jawab Go Shin Ha ramah.
" Terimakasih nak" Balas kakek tua.
Go Shin Ha menuntun nya menyebrangi jalan.
" Nak, kita tidak bisa memilih Kehidupan namun kita bisa mengubah nya, pilih sesuai hati mu, akan ada saatnya sesuatu berubah." Sahut kakek tua yang menyela dalam perjalanan.
" Eh, kakek ngomong apa?" batin Go Shin Ha yang tak terlalu mendengar ucapan kakek tua itu.
Sampainya di sebrang.
"Iya kek, hati hati." Ucap Go Shin Ha mengakhiri pertemuan itu.
Dan Kakek yang pergi meninggalkan Go Shin Ha.
Go Shin Ha melanjutkan perjalanan nya, dengan mendengar musik dia mengayuh sepeda dan bersenandung. Saat sedang asik terdapat lubang yang akan di pakai untuk got, ukuran lubang sangat dalam, karna Go Shin Ha yang bahagia tak menyadari keberadaan lubang tersebut, dan sepeda yang di naiki terjatuh ke dalam nya.
Namun apa yang telah terjadi pada nya, dia memasuki Dunia pararel dan masuk ke dalam masa Joseon abad ke 21.
" Nona, apakah sakit kepala nona?" Tanya pelayan kecil yang ada bersama nya
" Sakit dong benjol nih." Jawab Go Shin Ha ketus.
" Nona bicara nya aneh" Pelayanan kecil yang merasa bingung dengan tingkah Go Shin Ha.
" Siapa namaku?" Tanya Go Shin Ha mengantisipasi.
" Nona, ayoo." Pelayanan kecil itu mengeretnya pergi dengan buru buru.
" Hey hey pelan pelan kenapa kau menarik ku " Ucap Go Shin Ha sedikit kesal.
" Nona harus segera menemui tabib. Seperti nya luka nona sangat parah." Balas pelayan kecil polos itu.
" Tidak, Ini hanya benjolan saja " Ucap Go Shin Ha menenangkan.
" Tetapi mengapa nona menanyakan nama nona?" Pelayan kecil yang merasa sedih dengan Go Shin Ha.
" Ah itu." Go shin ha yang mencari alasan " Itu em, aku hanya sedang bermain main saja hehe. Aku tak apa-apa." Lanjut Go Shin Ha menjawabnya.
" Nona membuat sawol takut, nama nona Go Ha Ri betul kan? " Ucap Sawol dengan senyum semangat.
" Haha, Iya betul betul kau memang pandai Sawol." Senyum terpaksa Go shin ha.
" Tentu saja, nona. Aku Sawol pelayan setia mu tentu harus pandai." Ucapnya sedikit menyombongkan diri.
" Go Ha Ri? sebenarnya ada apa, mengapa aku bisa berada di Joseon, apa aku hidup kembali?" batin Go Shin Ha masih dengan menebak nya.
Mereka berjalan pulang, menyusuri hutan kecil , pada saat itu terlihat beberapa orang.
Nampak dari jauh 7 pemuda yang sedang menungangi kuda dan membawa busur panah, tengah mengincar target dari arah yang jauh.
Panah meluncur dengan cepat, dan sedikit saja langkah Go Shin Ha mungkin akan berbeda.
" Ah, Woi gila ya itu orang! hampir saja jantung ku mau copot, main panah panah aja.. Woi. " Teriak Go Shin Ha kesal. Sembari mengacungkan lengan nya.
" Nona jangan berteriak seperti itu, mereka para pangeran," Reda Sawol.
" Pangeran? Pangeran apaan. Siapa peduli, pangeran namun tak ada sopan sopan nya" Celoteh Go Shin Ha Masih kesal.
Go shin ha menenteng lengan baju dan menghampiri para pangeran dengan wajah marah.
" Nona jangan kesana, hah nona ini. " teriak Sawol yang mengikuti nya.
" Hehhh kalian! Wey dasar bikin kesal saja. " Teriak Go Shin ha. " Huh capek juga padahal mereka jauh sekali kenapa bisa memanah sampai ke sana huhh!" Gumamnya sembari menenangkan nafasnya.
Tak lama datang seorang pangeran, dengan kudanya menghampiri Go Shin Ha yang tengah kesal.
Dan di susul pangeran lain nya dengan menunggang kuda mereka masing-masing.
" Weehh. Kau gila ya sembarangan main panah panah aja. " Oceh Go Shin Ha.
" Husssst nona.! " Sawol menyenggol Go Shin Ha yang tengah merasa kesal.
" Apa ih, tunggu dulu aku masih mau memarahinya " balasa Go Shin Ha atas kode Sawol.
Salah satu pangeran turun dari kuda dan mendekati Go Shin ha.
" Baru kali ini aku melihat wanita kasar seperti mu dan tak ada sopan santun nya kepada pangeran. " ucap laki-laki tampan bermata bening itu.
Pangeran itu mendekati nya, Go Shin Ha yang gugup menjauhi nya perlahan.
" Sawol mereka siapa namanya " Bisik Go Shin Ha.
" Kau tidak kenal kami? Hahaha. " pria kecil imut, adalah pangeran ke tujuh. Yang terbahak bahak mendengar kata kata itu.
" Nona kau memang sakit " ucap Sawol khawatir.
" Mohon maaf kan nona saya pangeran Kim Heanjin, nona saya terjatuh dari bukit dan mungkin sedikit sakit. " Lanjut Sawol menunduk memohon maaf.
" Tunggu. Aku tak asing padanya," pangeran ke empat yang menyahut.
" Aahhhhh bukan nya kau putri perdana menteri Hwang hui? " Lanjutnya menebak.
" Pstpst dia siapa lagi sawol? " Go Shin Ha yang bingung dengan keadaan sekitarnya.
" Nona, akan Sawol katakan
Dia pangeran pertama, Pangeran Kim Heanjin
Yang ini pangeran ke empat, pangeran Kim Hyeyeon. Yang tertawa tadi pangeran ke tujuh, adik dari para Pangeran, pangeran Kim Jiwon. Dua pangeran yang di samping pangeran pertama, pangeran ke lima dan ke enam, pangeran Kim Huwan dan kim Hujwan.
Dan itu pangeran yang di sana. " Sawol menunjuk ke arah yang jauh dari para pangeran lain nya " Pangeran ke dua, pangeran Kim Hyeon dia mempunyai anak dan istri." Lanjut Sawol memperjelas.
" Oh, Kalo dia sawol?" Go Shin Ha menunjuk pangeran ke tiga yang tengah mendengar kan kerusuhan.
" Nona jari anda." Dengan cepat Sawol mengibas kan jari telunjuk Go Shin Ha.
" Pangeran ke tiga nona, pangeran Kim Wooseok." Jawab Sawol pelan.
" Ah. " Umpat Go Shin Ha memandang pangeran ke tiga dan di balas senyum an oleh pangeran ke tiga. Go Shin Ha yang merasa malu, membuang mukanya.
" Sudahlah, ayo hyungie kita pulang " pangeran Kim Wooseok yang ingin membubarkan keributan itu. Namun pangeran kim Hyeyeon menghentikan.
" Hyungie, aku baru ingat saat makan malam kemarin bersama para menteri, raja membicarakan pernikahan mu bersama dengan nya " Ucap pangeran ke empat kepada pangeran pertama.
" Apa.! "
" Apa.! "
Tanpa sadar mereka mengucapkan Kata-kata secara bersamaan.
Namun Go Shin Ha dengan cepat menolak.
" Ihhh, ngak banget deh jadi istri pangeran yang jutek, heh hwlek. " Go Shin Ha memanyunkan mulutnya sedikit meledek.
" Bukan nya Raja tau aku pernah bilang padanya beberapa kali aku tak suka menikah, aku akan ke kerajaan, kalian pulang saja ke rumah " Sahut pangeran Kim Heanjin menyela ucapan Go Shin Ha.
Pangeran Kim Heanjin yang tak percaya mempercepat gerakan nya untuk pergi ke kerajaan. Suara langkah lari kuda pun semakin menjauh.
Di susul para pangeran pergi meninggalkan hutan dan kembali ke kediaman masing-masing. Begitu pula Go Shin Ha yang, melanjutkan perjalanan nya kembali ke kediaman perdana mentri Hwang Hui.
" Eh, Sawol mengapa tuan Hwang Hui. Ah maksud ku ayahku ingin menikahkan ku dengan pangeran pertama, bukan kah ada banyak pangeran yang lebih baik, sifatnya juga sangat acuh " Ucap Go Shin Ha sedikit malas dalam perjalanan pulang.
" Itu perintah Raja nona. " Balas Sawol ramah.
" Ahh, itu pangeran ke dua tadi dia selalu menatapku aku jadi risih karenanya " Ucap Go Shin Ha mengalihkan pembicaraan.
" Nona.. Apa kau lupa semua hal? " Tanya Sawol yang terheran.
" Maksud mu? " Balas Go Shin Ha yang juga melontarkan pertanyaan kepada nya.
" Nona setelah pulang aku akan langsung memanggil tabib! " Ucap Sawol bergegas untuk pulang.
" Sawol tidak, bukan begitu. Hey dengarkan aku "
" Nona kau diam saja ini demi kebaikan nona "
Sawol tak menyahuti perkataan Go shin Ha.
" Sudahlah, apa yang sebenarnya terjadi. Antara Go Ha Ri dan Pangeran ke dua? Mengapa rasanya mereka saling dekat, ahhh pusing, kenapa juga aku harus hidup lagi di jaman ini sih. " Batin Go Shin Ha memaki sembari menendang krikil batu di depan kakinya.
" Arrgggghhh.. " Helaan nafas panjang Go Shin Ha.
Di Kerajaan. Pangeran pertama yang terburu-buru menemui raja.
" Raja. Aku dengar tentang pernikahan ku aku sudah mengatakan itu berkali kali bukan? " Ucap Kim Heanjin langsung menyerang.
" Pangeran pertama. Keputusan ku telah mutlak, pernikahan mu akan berlangsung akhir bulan ini. Aku telah memberi perintah kepada menteri Hwang dan dekrit juga telah menuju rumah menteri " Jawab Raja Taejo tegas.
" Raja. Tapi.. "
" Kau menolak titah ku? ini keputusan yang terbaik untuk putri menteri Hwang melupakan masa lalu "
" Hah.. Baiklah raja. Aku undur diri "
Pangeran kim Heanjin yang pergi meninggalkan Kerajaan.
" Mengapa harus aku yang menikah dengan nya. " Batin Pangeran Kesal.
...****************...
Sementara itu di kediaman Menteri Hwang Hui.
" Nona. Anda di tunggu tuan di ruang makan, tuan ingin makan malam bersama anda " ucap sosok pelayanan kecil yang berada di ambang pintu.
"Ayah? " Tanya Go shin ha memastikan
"Iya nona"
" Mengapa aku merasa ini tak baik. " Batin Go Shin Ha sedikit cemas..
Go Shin Ha bergegas pergi menemui ayah Go Ha Ri.
" Ayah " Ucap Go Shin Ha sopan.
" Ah.. Nak kau sudah datang, duduk di sini kita makan bersama " Sahut perdana mentri Hwang.
"Iya ayah "
Setelah Menyelesaikan makan.
" Nak. Kau tau kabar itu? Raja sudah memberi titah, dan akhir bulan ini pernikahan mu sudah di tetapkan " Ucap perdana mentri Hwang dengan lembut.
" Ayah. Aku " Sela Go Shin Ha.
" Nak. Ayah tau kau masih kecewa dengan kisah mu dulu, namun jika kau masih ada di sana kau tak akan pernah bahagia. Nak, kau lah yang harus keluar dari sana, ah lagi pula pangeran Pertama dia sangat penyayang, Ayah yakin dia akan menyayangimu, ini Permintaan terakhir ayah nak, " ucap Ayah dari wanita yang di sebut Go Ha Ri itu.
Go Shin Ha Tak bisa berkata kata. Hanya anggukan yang di perbuat nya
" luka lama apa? Siapa? ada apa dengan Go Ha Ri? Aku harus bertanya kepada sawol." Batin nya yang bergejolak mencari gosip.
Waktu berlalu dan Go Shin Ha yang masih penasaran dengan masa lalu Go Ha Ri ini, dia ingin menanyakan nya namun semua pelayan termasuk Sawol bekerja keras karena pernikahan pangeran pertama sudah dekat.
" Semua nya sibuk! Tapi apapun itu aku harus mencari tau! " Tiba-tiba hati kecilnya bersemangat.
" Bagaiman bisa aku hidup dengan pria dingin cuek seperti itu " sambil berjalan mondar mandir di kamar nya. Go Shin Ha memikirkan semuanya.
Hari pernikahan.
" Karena acara pernikahan ini aku belum sempet tanya Sawol. Ih, penasaran banget lagi, gila ya aku baru 22 tahun udah nikah, padahal aku pengen benget kerja dulu. " Batin Go Shin Ha bergumam sendiri.
" Nona. Waktunya sudah tiba, tandu dari kediaman pangeran pertama juga telah datang " Ucap Sawol pada Go Shin Ha.
" Ah. Oke! " Jari telunjuk dan ibu jari Go Shin Ha yang menempel.
" O..ke? Oke...? O.. " Sawol mengikuti gerakan tangan Go Shin Ha.
" Sudahlah Sawol "
" O.. O.. Oke apa nona? Tanya Sawol.
" Oke. Baiklah, itu artinya Sawol " Jelas Go Shin Ha.
" Oh, semenjak kecelakaan itu nona bicaranya aneh sekali " Ucap Sawol yang Bingung dengan tingkah Go Shin Ha.
" Iya lah Sawol, aku kan bukan dari dunia ini. Huhhh " Batinnya.
" Hahaha " Go Shin Ha menampakkan senyum terpaksa, agar Sawol tak curiga.
"Ayo nona, aku akan menemani mu " Ucap Sawol sembari menggandeng tangan Go Shin Ha.
"Oh iya Sawol apa kau juga akan menemani ku di kediaman pangeran? "
" Itu jika tuan mengijinkan aku melayani mu "
" Baiklah, aku akan meminta mu ikut bersama ku,"
" Nona " Dengan mata Sawol yang berkaca-kaca.
" Nona. Kau memang orang baik " Lanjut Sawol menangis.
" Hei, hei apa ini mengapa kau menangis. Anggap saja aku teman mu Oke! "
" O.. Ke! "
" Hehehe " Mereka tersenyum dan tertawa bersama.
Hiasan kepala dan gaun merah yang indah membuat Go Shin Ha sangat cantik di acara pernikahan nya.
" Sawol? Ini sangat berat, apakah wanita disini seperti ini. Aku capek, rasanya badan ku pegal semua " Bisik Go Shin Ha pada Sawol.
" Sssttttttt nona. Ini pernikahan mu, jangan berisik " Jawab Sawol berbisik.
" Ahh Sawol aku capek "
" Setelah ini selesai aku akan lepas semua dan tidur, gila banget ini berat sekali huhu " Batin Go Shin Ha yang kesal dengan ke adaan yang tak biasa baginya.
Setelah waktu yang berat, pernikahan selesai,
dan tandu yang telah berangkat dari kediaman menteri Hwang Hui menuju kediaman pangeran pertama, pangeran Kim Heanjin.
Di kediaman pangeran pertama pun, perayaan pernikahan Sangat Mariah, pengantin wanita juga telah datang ke kediaman.
Go Shin Ha masuk ke kamar pengantin.
" Huhhh. Baju nya berat banget, ah copot aja! " Dengan cepat Go Shin Ha membuka semua baju nya yang berlapis-lapis.
" Haahhh lega banget. Palingan juga pangeran pertama nggak datang, rebahan dulu lah " Ia membaringkan tubuhnya ke ranjang pengantin yang penuh dengan bunga kain.
" Eee, mana Sawol aku belum sempat tanya masalah pangeran ke dua padanya. " Kejut Go Shin Ha mengingat masalah yang masih ada di kepala nya.
Saat akan pergi menemui Sawol, dari depan pintu terdengar suara ramai orang.
" Hahahaha.. "
Suara tawa dari beberapa orang.
" Ayo hyungie kita antar ke kamar " Ucap pangeran ke tujuh berjalan sempoyongan.
Pangeran ke lima Kim Huwan dan pangeran ke enam Kim Hujwan juga pangeran ke tujuh pangeran Kim Jiwon, saling memapah karena mabuk.
Saat pangeran pertama membuka pintu.
" Aaaaaaaaaaa.. ! " Teriak Go Shin Ha
Go Shin Ha yang memakai pakaian dalam nya saja. Dan dengan cepat ke empat pangeran yang akan masuk ke dalam kamar membalik kan badan mereka.
" Hyungie maaf kami tidak tau kalau kakak ipar sudah tidak sabar " ledek pangeran Kim Huwan.
" Bfffffttttt.. " pangeran Kim Jiwon yang menahan tawa
" Kami pergi hyungie. Hehe"
Ke tiga pangeran mendorong pangeran Kim Heanjin ke dalam kamar dan menutup nya.
" Kau. Kau stop, jangan balik badanmu! " teriak Go Shin Ha.
" Kau, kau mengapa kau tak pakai bajumu " Dengan gagap pangeran Kim Heanjin membelakangi Go Shin Ha.
" Aku gerah tau! Pakaian tadi berat, aku akan ambil baju di kursi itu, kau tetaplah begitu " Ucap Go Shin Ha.
Kursi tepat di samping pangeran pertama.
" Aku akan ke kiri kau ambil lah dari kanan " Jawab pangeran Kim Heanjin.
" Oke! "
" Haaa? "
" Aa, maksud ku, baiklah "
Mereka berdua mulai saling membelakangi sembari berjalan.
Langkah perlahan yang di ambil mereka.
Saat Go Shin Ha menggambil baju nya tak Sengaja baju pengantin nya terjepit kursi, Go Shin Ha yang oleng dan akan terjatuh, namun pangeran mengetahui itu dengan sigap pangeran menangkap Go Shin Ha.
" Aaahhhhh.. " Teriak Go Shin ha terkejut.
Tepat di dekapan pangeran Kim Heanjin. Mereka saling menatap, mata yang tak luput dari pandangan, dan perasaan aneh yang perlahan muncul.
" Eh.. Ehemm lepaskan T O L O N G " Ucap Go Shin Ha tegas namun malu-malu.
" Oh "
Dengan reflek kedua tangan pangeran yang saat itu memegang badan Go Shin Ha di lepas kan nya hingga membuat Go Shin Ha terjatuh ke lantai.
" Auuuhhhh... Weh sakit tau, kira kira dong kalo nglepasin orang. Aduh pinggang ku " Sambil mengusap-usap pinggang nya.
" A-aku tak sengaja. Aku ada urusan, kau Istirahat lah lebih dulu " Ucap pangeran Kim Heanjin terbata-bata lalu bergegas pergi meninggal kan Go Shin Ha yang masih terduduk di lantai.
" Auhh, kenapa nasib ku begini, hahhh tak punya perasaan! Huh dasar " Gerutunya.
Saat malam tiba, sebagian orang menanti malam itu, kebanyakan orang tak sabar akan itu, namun Go Shin Ha yang terus menerus mondar mandir gelisah.
" Aduhh gimana ini, gimana kalo nanti malem dia.... Ahhh " Panik nya " Huh.. Tenang lah Shin Ha, " mencoba menenangkan dirinya sendiri.
" Giman nih, ibu aku kan masih kecil huhu " masih dengan gumam nya.
Sungguh malam yang panjang bagi Go Shin Ha, berjalan kesana kemari sampai tiba saat dia lelah.
Dan terlelap hingga tak menyadari kegelisahan nya menghilang.
Tidur dengan menutupi seluruh kasur dan tak lupa terlentang, bagai tak ada apa-apa dan lupa akan dimana dia sedang berada, tentu saja itu adalah kebiasaan nya.
Pagi telah tiba di kediaman pangeran pertama.
Semua pelayan Sudah sibuk dengan urusan nya.
" Huuemm, tumben pagi ini aku merasa lega, sekali " Sembari meregangkan otot-otot nya.
" Ah, ternyata itu semalam pangeran pertama tidak tidur disini pantas saja aku semangat hahaha " tawanya yang sangat senang.
Go Shin Ha berjalan-jalan dan bersenandung menyusuri kediaman.
Sampai saat berpapasan dengan pangeran pertama.
" Pangeran pertama salam. " Go Shin Ha memberi salam dengan anggun menunduk kan badan dengan senyum lebar.
" Kau pergi lah dahulu " pangeran Kim Heanjin menyuruh prajurit yang bersamanya untuk pergi.
" Katakan! "
" Eh, hehehe.. Emm, terimakasih untuk tadi malam karena kau tak Emm " Sambil malu malu.
" Lain kali jika kau seperti itu aku akan mengusir mu ! " Potong pangeran Kim Heanjin.
" Maksud anda pangeran? " Go Shin Ha yang bingung dengan ucapan pangeran pertama.
" Kau tidur seperti Bangkai, mengorok tanpa henti membuat kebisingan, sungguh tidak seperti seorang wanita bangsawan! " Ucap pangeran Kim Heanjin.
" Whatttttttttt! " dalam hati Go Shin Ha yang ter dengar seperti guntur menyambarnya.
Go Shin Ha yang sangat shock mendengar ucapan pangeran Kim Heanjin hanya terdiam membatu.
Saat itu pangeran Kim Heanjin yang juga pergi meninggalkan nya.
Suara kaki yang menyeret terdengar pelan. Dari tempat Go Shin ha berdiri kini menjadi duduk lemas.
" Ah... A.. Memalukan! " Jeritnya dalam hati.
" Yakkkkkkkk..... !" Menendang-nendang kan kaki kaki nya secara bergantian.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!