Indonesia
NovelToon NovelToon

Pesona Duda

#01

Dua wanita cantik penghuni kontrakan berukuran 5x6 yaitu Beby dan Zea,setiap pagi ada saja yang membuat gaduh entah itu Baby atau Zea padahal hanya mereka berdua yang tinggal tapi suasana seakan-akan ramai.

Seperti pagi hari ini,Beby yang sedang mandi Ia lupa membawa handuk ataupun baju ganti sudah menjadi kebiasaan Beby jika tidak ada Zea dia akan nyelonong begitu saja beda lagi kalau ada Zea ia akan meminta tolong untuk mengambil kan handuk.

" Zeaaaa " Teriak Beby dari kamar mandi

" Apa...kamu lupa bawa handuk dan baju ganti " Teriak Zea tak kalah kerasnya

" Hehehe iya tolong ambilkan " Teriak Beby

"Kebiasaan banget sih kalau aku tidak dirumah bagaimana " Ucap Zea

Meskipun kesal dengan kelakukan buruk sahabatnya Zea tetap mengambilkan handuk untuk Baby dan menyodorkan handuk tersebut kepintu kamar mandi yang terbuka sedikit.

" Ya tinggal keluar aja toh gak ada orang " Ucap Beby santai sembari menerima handuk dari cela pintu

" Astaga Beby...jadi kalau ngga ada aku kamu melakukan nya" Ucap Zea geleng kepala tak habis pikir dengan kelakukan sahabatnya satu ini

" Iya lah " Ucap Beby santai

Beby keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuh mulusnya .

" Kalau ada laki-laki masuk bagaimana nanti yang ada kamu di makan kan berabe " Ucap Zea geram dengan kelakuan sahabat ini

" Dimakan emang aku makanan lagian kan pintunya ditutup " Ucap Beby tak mengerti apa yang dimaksud oleh Zea

Jelas Beby tidak mengetahui istilah seperti itu Beby sangat polos ia tidak tau hal semacam itu beda lagi dengan Zea yang sudah pernah berpacaran tapi putus ditengah jalan karena pacarnya selingkuh dengan teman kecil Zea.

Itu membuat Zea trauma dan sampai sekarang dia tidak memiliki pacar seperti Beby,eh tapi Beby masih jomblo sejak lahir yah Zea bertemu Beby dua tahun lalu saat Beby berjalan sendiri di tengah malam dengan membawa tas ransel sejak itulah bersahabatan mereka dimulai.

Beby yang sudah rapi dan ia sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja sedangkan Zea dia sedang menyiapkan sarapan kebetulan Zea mendapat shift siang jadi dia bisa membuatkan sarapan untuk Beby.

" Masak apa hari ini " Tanya Beby yang melihat Zea sedang memasak sesuatu

" Nasi goreng ada nasi sisa semalam " Ucap Zea yang sedang mengaduk nasi

" Apa sudah matang " Tanya Beby

" Bentar lagi" Ucap Zea masih fokus dengan nasi gorengnya

" Aku akan makan di perusahaan saja ngga sempet jika makan dirumah " Ucap Beby melihat jam dinding yang sudah menunjukan pukul setengah 7

" Iya sebentar lagi selesai ko kamu pakai sepatu dulu nanti aku siapkan bekal untuk mu" Ucap Zea tidak menatap ke Beby

Nasi goreng sudah siap Zea menuangkan nasi goreng ke wadah untuk bekal Beby tidak lupa dengan air minum,mereka berdua sangat hemat soal uang karena mereka hidup sendirian dikota ini jadi Beby dan Zea harus pintar mengatur keuangan.

Zea memberikan bekal untuk Beby setelah itu Beby pergi menggunakan sepeda motor karena Zea berangkat siang jadi motor dibawa oleh Beby,Zea berangkat kerja menggunakan angkutan umum begitupun dengan Beby saat Zea berangkat kerja pagi.

Jarak tempat kerja Zea cukup jauh dibandingkan oleh Beby mereka berdua bekerja di tempat yang berbeda Zea kerja sebagai pelayan Restoran sedangkan Beby sebagai OG diperusahan yang cukup terkenal di negara ini.

Mereka berdua saling support satu sama lain apa lagi saat ada masalah pasti mereka berdua akan berbagi cerita hubungan mereka sangat dekat bahkan seperti adik dan kakak susah senang akan mereka lalui bersama.

Seperti waktu itu mereka tidak memiliki uang untuk makan dan mereka hanya bisa membeli mie instan satu untuk berdua biasa kalau akhir bulan keuangan menipis kalian pasti pernah merasakan bukan.

Diperjalan tiba-tiba ada anak kecil yang melintas ditengah jalan membuat Beby kaget dan ia mengerem mendadak membuat motor yang dikendarai Beby oleng dan nabrak trotoar.

" Huuuu waaaaa, Daddy... Daddy " Tangis bocah itu pecah membuat Beby kegat tiba-tiba muncul rasa takut jika nanti orang tuanya meminta pertanggung jawaban.

Padahal Beby tidak salah dalam hal ini bocah kecil itu lah yang salah karena tiba-tiba muncul membuat Beby kaget.

" Aauuu " Pekik Beby merasakan sakit di bagian lutut

" Siapa bocah itu kenapa bisa di tengah jalan dan dimana orang tuanya" Ucap Beby celingukan untuk mencari keberadaan orang tua bocah kecil itu tapi sayang tidak ada satupun di sana selain dirinya

" Kenapa membiarkan anak sekecil ini berkeliaran sendirian kalau dia tertabrak bagaimana" Ucap Beby

Beby berusaha berdiri dan akan menghampiri anak kecil itu bocah kecil itu sekitar umur 6thn tahun Beby bisa melihat ketakutan dari wajah bocah kecil itu.

Beby berjalan tertatih tatih menghampiri bocah kecil itu Beby berjongkok tepat di hadapan bocah kecil itu yang masih menangis.

Mungkin bocah kecil itu kaget dan ketakutan makanya dia menangis dengan lembut Beby bertanya kepada bocah kecil itu.

" Sayang apa kamu baik baik saja " Ucap Beby dengan suara lembut agar tidak membuat bocah kecil itu merasa takut

Panggilan Beby tidak di hiraukan oleh bocah kecil itu ia terus saja menangis memanggil Daddy nya.

Beby semakin panik karena tangisan bocah ini semakin keras bahkan saat Baby ingin menyentuh tangannya bocah itu langsung menghindar.

" Sayang tenang nggak usah takut Kakak orang baik ko tidak akan menyakiti mu " Ucap Baby seperti sedang menenangkan anaknya yang menangis

 Akhirnya bocah kecil itu mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Baby di detik itu juga Baby di kagetkan oleh panggilan bocah itu ke dirinya.

" Mommy....huwaaa sakit " Bocah kecil itu langsung menghambur ke pelukan Beby

Baby seketika kaget dengan pelukan bocah itu apalagi panggilan yang di sematkan kepada dirinya.

Dengan hati-hati Beby berusaha menjelaskan kepada bocah kecil itu bahwa dirinya bukanlah Mommy dari bocah ini.

" Sayang kakak bukan Mommy kamu dimana sebenarnya Mommy kamu biar kakak antar " Ucap Beby dengan lembut

Baby melirik ke kanan ke kiri untuk mencari keberadaan orang tuan bocah kecil itu, tapi sayang Baby tidak melihat ada orang di sana Baby semakin binggung dibuatnya karena bocah itu terus saja menangis dan Baby tidak tau harus berbuat apa agar bocah itu tidak menangis lagi.

Ingin rasanya Baby teriak memanggil orang tua bocah kecil itu agar segera datang menemuinya dan menenangkan bocah itu, tapi sayang di tempat kejadian sangat sepi tidak akan orang yang berlalu lalang.

#02

" Sayang kakak bukan Mo...."Ucapan Baby terjeda karena ada seseorang yang menghampirnya.

" Ya ampun Den Sean " Teriak Bi Imah kaget saat melihat Sean menangis dalam pelukan seorang wanita yang tak dikenal.

" Bibi sangat khawatir dengan Den Sean kenapa Den Sean langsung pergi tidak menunggu Bi Imah " Tutur Bi Imah khawatir dengan Tuan mudanya,Bi Ima sudah berumur 53th

" Jadi bocah kecil ini namanya Sean" Guman Beby

"Bu kenapa membiarkan cucunya keluyuran di jalanan kalau ketabrak bagaimana sangat berbahaya bagi pengendara lain" Ucap Beby menatap ke Bi Ima

" Den Sean bukan cucu saya mbak dia anak dari majikan saya " Ucap Bi Ima

" Oh saya kira cucu anda " Beby mengangguk paham

" Lain kali jangan dibiarkan pergi sendiri Bu takut ketabrak untung saya bisa menghindar bagaimana kalau tidak" Ucap Beby

" Iya mbak maaf " Ucap Bi Ima

" Ah tidak perlu minta maaf Bu lain kali lebih hati- hati saja agar tidak terjadi seperti ini lagi"Ucap Beby

" Kalau gitu saya pergi dulu Bu " Ucap Beby bangkit dan menghampiri motornya yang masih tergeletak Beby langsung melajukan motornya menuju ke tempat kerja karena hari sudah mulai siang.

" Mommy ko pergi Bi " Ucap Sean melihat kepergian Beby

" Mommy dimana Bibi tidak melihatnya " Tanya Bi Ima celingukan

Bi Imah merasa heran kenapa Sean menyebut Mommy nya bukanya Mommy Sean sudah meninggal 6thn lalu.

" Itu.... " Ucap Sean menujuk ke arah Beby yang sudah menjauh darinya

Bi Ima menatap heran ke Sean kenapa dia mengatakan jika wanita itu adalah Mommy nya.

Jika di lihat-lihat wanita itu masih terlihat sangat muda seperti masih berumur 23thn.

" Kenapa Den Sean memanggil gadis itu dengan sebutan Mommy, wajahnya tidak mirip dengan Nona Sinta " Guman Bi Ima dalam hati

Bi Ima mengendong Sean untuk menuju ke mobil yang tak jauh darinya hari ini jadwal Sean masuk sekolah (TK) meskipun Sean masih berumur Enam tahun Sean sudah mendapatkan pendidikan.

Saga selalu melakukan yang terbaik untuk anak semata wayangnya Saga ingin memberikan yang terbaik untuk Sean agar dia selalu bahagia dan tidak merasa kekurangan sedikitpun.

Memang selama ini Sean tidak merasa kekurangan apa yang Sean butuhkan akan selalu Saga berikan,sebenarnya Sean belom mengerti dengan itu semua karena Sean masih terlalu kecil.

Didalam otak bocah seumuran Sean hanya main main dan main tidak memikirkan hal selain bermain.

Sejak lahir Sean belum pernah melihat wajah Mommy nya bahkan sentuhan tangan lembut seorang ibu pun Sean belom pernah merasakan Mommy Sean meninggal saat melahirkannya.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir Almarhum istri Saga berpesan untuk menjaga Sean dengan baik ia berharap Sean akan mendapatkan ibu sambung yang sayang dengannya yang bisa menganggap Sean seperti anaknya sendiri.

......................

Baby telah sampai di perusahaan tempat ia bekerja untung Beby tidak terlambat jika terlambat sedikit saja Beby bisa kena marah sama si Tua Bangka botak yang menyebalkan itu,Beby pernah beberapa kali terlambat tak masalah jika hanya omelan yang ia terima masalahnya gaji Beby akan dipotong dua puluh persen hanya karena terlambat.

Huufff

" Hampir saja terlambat " Ucap Beby mengatur nafasnya karena tadi ia berlari dari parkiran

" Baru sampai Beb" Tanya Mini

" Iya tadi ada saat dijalan ada masalah jadi aku baru sampai " Ucap Beby mengatur nafasnya

" Ya udah buruan ganti baju nanti Si botak melihat mu " Ucap Mini menyuruh Beby untuk cepat cepat berganti pakaian seragam OG

" Haa iya " Ucap Beby pergi ke ruangan ganti karyawan untuk berganti bajunya ke seragam kerja

Beby bekerja sebagai OG di lantai tiga tempat kerja Beby memiliki lantai 20 masing-masing gedung memliki OG/OB Beby baru bekerja tiga bulan,sebelumnya Beby bekerja sebagai penjaga toko karena ada sesuatu Beby memutuskan untuk keluar.

Beby merasa sangat beruntung bisa bekerja di perusahaan ini yah meskipun hanya sekedar menjadi OG tapi Beby tetap bersyukur karena gaji yang di peroleh lumayan besar dari pekerja sebelumnya Beby juga betah kerja disini teman dan lingkungan yang nyaman dan baik kepadanya.

Beby termasuk yang paling muda dari teman kerja lainnya jadi Beby dianggap seperti adik mereka, kadang mereka menasehati Beby untuk berkerja yang rajin dan menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita.

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

" Bram,pergi ke perusahaan X dan berikan dokumen ini " Ucap Saga memberikan map ke Bram

" Baik Tuan " Ucap Bram hormat

Bram pergi meninggalkan ruangan Saga Bram langsung menuju ke perusahaan X.

" Akhir akhir ini aku sangat sibuk sampai lupa meluangkan waktu untuk Sean " Guman Saga mengingat jika dia sudah lama tidak menghabiskan waktu dengan anaknya

Saga merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel dan mencari daftar kontak Bi Ima.

" Halo Bi " Ucap Saga setelah sambungan telfon terhubung

" Iya Tuan ada apa " Tanya Bi Ima diujung telfon

" Bawa Sean ke kantor Bi aku akan mengajak Sean makan siang bersama " Ucap Saga

" Baik Tuan nanti Bibi akan mengantar Den Sean ke kantor setelah pulang sekolah " Ucap Bi Ima

Sambungan telfon berakhir Saga melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda,sebisa mungkin ia harus menyelesaikan nya sebelum kedatangan Sean.

Tok...tok..tok

" Masuk " Ucap Saga

" Daddy...." Teriak Sean dengan suara cemprengnya

" Hay Son sudah pulang " Ucap Saga saat melihat kedatangan Sean

" Sudah Dad " Ucap Sean menghambur ke dalam pelukan Saga

" Bagaimana dengan sekolah mu " Tanya Saga mengelus pucuk kepala Sean

" Semuanya lanjar Daddy" Jawab Sean dengan senyuman

" Anak Daddy memang hebat " Ucap Saga gemas

" Iya dong siapa dulu anaknya Daddy Saga " Ucap Sean dengan melipat tangan ke depan dada

" Hahaha kau memang anak Daddy yang pintar, Daddy akan mengajak mu makan siang tapi Daddy harus menyelesaikan bekerja Daddy dulu baru kita makan siang " Ucap Saga dengan lembut

" Baiklah Dad" Ucap Sean menurut

Sean duduk di sofa yang ada di ruangan Saga di temani oleh Bi Ima sesekali Sean membuka buku yang ada di situ entahlah apa Sean memahami isi buku itu.

Jam sudah menunjukkan waktu makan siang Saga pun mengajak Sean dan Bi Ima untuk makan bersama tak lupa dengan Bram,Saga memilih Restoran yang tak jauh dari perusahaan dimana Saga sering makan siang di sana dengan Bram.

Setiap ada waktu senggang Saga selalu menyempatkan waktu untuk makan siang bersama dengan Sean bahkan Saga akan mengantarkan Sean ke sekolah.

Saga memang sangat perhatian dengan Sean rasa sayang Saga sangat besar seperti rasa sayang terhadap mendiang istrinya,sampai sekarang Saga belom kepikiran untuk mencari pendamping Saga terlalu fokus mengurus Sean dan perusahaan nya tidak ada waktu untuk mencari perempuan diluar an sana .

#03

Saga mengendong Sean keluar dari perusahaan semua karyawan yang melihat Sean terpanah dengan ketampanan Duda anak satu,sangat jelas terpancar aura ketampanan dan kewibawaan dari diri Saga Duda hanyalah status.

Bahkan semua karyawan perusahaan berangan- angan menjadi istri Duda anak satu untuk menjadi ibu sambung Sean.

Mereka tidak mempermasalahkan dengan status yang melekat di diri Saga,menurut mereka status Duda tidak lah penting yang terpenting menjadi nyonya Wijaya.

Wanita manapun pasti ingin menjadi nyonya Wijaya yang bergelimang harta Saga merupakan pembisnis sukses semua orang pasti mengenal siapa itu Saga Wijaya .

" Daddy kita mau makan dimana " Tanya Sean dalam gendongan Saga

" Di Restoran yang biasa kita makan " Ucap Saga menowel hidung mancung Sean dengan gemas

" Asikkk....aku akan memesan es krim " Teriak Sean kegirangan dengan tangan diangkat ke atas

" Kamu boleh memesan apapun yang kamu inginkan Son,tapi ingat kamu harus makan nasi terlebih dahulu baru boleh makan es krim" Ucap Saga menasehati Putranya

Sean hanya mengangguk kepala dan mengiyakan ucapan Saga mereka pun sudah berada di mobil yang di kendarai Bram.

Tak lama kemudian Saga dan Sean sudah tiba di Restoran,Saga memilih ruangan VVIP karena Saga tidak suka dengan keramaian apalagi dengan sorot mata para wanita penuh damba.

" Son kamu mau pesan apa " Tanya Saga memberikan buku menu ke depan Sean

" Eee ini ini dan ini " Ucap Sean semangat menunjuk semua makanan yang terlihat menggiurkan di matanya.

" Untuk minumnya " Tanya Saga membuka menu yang berisi macam macam minuman

" Jus jeruk dan satu lagi " Ucap Sean sedang melihat gambar es krim yang akan Sean pilih

" Katakan " Ucap Saga menatap ke Sean

" Sama Es krim ini boleh kan Dad " Ucap Sean menunjukkan dengan jari telunjuknya dan menatap ke arah Saga

" Boleh ada lagi " Tanya Saga dijawab dengan gelengan kepala Sean

" Tidak Dady ini sudah cukup" Ucap Sean menatap ke Saga dengan wajah gembira

" Baik lah mba steak dan Americano Ice " Ucap Saga kepada pelayan

" Baik tuan mohon di tunggu sebentar " Ucap pelayan tersenyum dan pergi meninggalkan Saga

Tak berselang lama makanan yang mereka pesan telah tiba pelayan datang membawa pesanan Saga dan yang lainnya,pelayan meletakan makanan itu dimeja dan setelah selesai ia pergi.

" Silakan di nikmati Tuan " Ucap pelayan rama dengan senyuman

" Makanlah apa kamu bisa menghabiskan ini semua Son" Tanya Saga karena Sean memesan 3 jenis makanan

" Tidak tau tapi Sean akan berusaha untuk menghabiskan ini semua Daddy" Ucap Sean mengangkat bahunya

Sean mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya Sean sangat menikmati makan yang ia pesan semuanya terasa enak.

Saga yang melihat anaknya makan dengan sangat lahap tersenyum tipis,Saga bersyukur mempunyai anak seperti Sean yang sangat pintar dan penurut.

Setelah selesai makan siang Saga kembali ke perusahaan sedangkan Sean pulang bersama Bi Ima dan supir karena Saga harus menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk.

" Baby apa kamu sudah makan siang " Tanya rekan kerja Baby

" Belom mbak " Ucap Baby dengan jujur

" Ya udah makan dulu gih biar aku yang menyelesaikan nya" Ucap Mini

" Gak usah mbak bentar lagi selesai ko " Ucap Baby masih meneruskan pekerjaan nya

" Sudah tinggalkan saja bentar lagi jam istirahat selesai nanti kamu bisa pingsan kalau ngga makan siang " Ucap Mini

" Ya sudah kalau gitu mbak,minta tolong ya mbak " Ucap Baby dengan tulus

" Iya " Jawab Mini dengan anggukan

Baby berjalan ke pantry untuk makan siang di pantry hanya Baby seorang karena yang lain sudah mulai melakukan pekerjaannya .

Baby sering sekali melewatkan jam makan siang karena Baby lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu,kalau di lihat-lihat pekerjaan OG/OB tidak ada habisnya karena setiap 2 jam sekali harus membersihkan lantai koridor ataupun toilet.

Baby hanya butuh sepuluh menit untuk menghabiskan makan siang ia pun kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat digantikan oleh Mini.

Saat Baby sedang membersihkan toilet ia tak sengaja mendengar pembicaraan karyawan wanita yang sedang merapikan hiasan diwajahnya.

" Apa kalian tau jika pemilik perusahaan ini sangat tampan " Ucap salah satu cewek

" Iya aku tau rumor yang aku dengar jika dia seorang Duda satu anak " Ucap yang lainnya

" Tidak masalah meskipun Duda anak satu yang terpenting ganteng dah tajir " Ucap wanita satunya dengan tawanya

" Dasar matre " Ucap temanya menatap kearahnya

" Aku ngga matre ya,tapi ini realistis saja di zaman sekarang apa-apa butuh uang cinta tidak bisa membuat kita kenyang " Ucap wanita itu dengan gamblang

" Iya tapi kalau gak ada cinta dalam sebuah hubungan pasti hambar seperti sayur tanpa garam " Ucap teman

" Dih puitis banget sih lo " Ucap wanita itu melirik dengan sinis

" Aku jadi penasaran seganteng apa sih CEO kita " Ucap Wanita itu sambil mengoles lipstik dibibir nya

" Ketebalan itu kamu seperti vampir yang habis hisab darah " Ucap temanya menyindir dengan gelak tawa mereka

Baby yang mendengar ucapan mereka tersenyum tipis dan melirik wanita yang disindir dan benar saja lipstik yang dia pakai terlalu menor seperti penyanyi dangdut desa.

" Diam... " Ucap wanita itu dengan kesal karena mereka menertawakan dirinya.

" Kenapa dia harus marah apa yang dikatakan temanya memang benar jika itu terlalu menor dan seperti vampir habis hisap darah apa dia tidak sadar dengan penampilan nya " Batin Beby

" Ada yang marah nih " Ledek mereka

" Bilang aja jika kalian iri dengan kecantikan aku " Ucap Wanita tersebut dengan PD nya

" Iyaaa si paling cantik " Ucap Mereka

Karena sudah kesal ia pun pergi begitu saja tanpa menunggu mereka.

"Sekarang sangat sulit menemukan teman yang benar benar tulus beruntungnya aku bisa bertemu dengan Zea yang sangat baik dengan ku " Batin Baby

Baby kembali membersihkan toilet tidak lagi menghiraukan obrolan mereka yang masih asik mengobrol Baby sudah selesai membersihkan area toilet.

Baby merupakan salah satu OB yang paling rajin bahkan ia mau melakukan apa saja yang di perintahkan oleh atasannya.

Sering sekali Baby mendapatkan bonus tapi ada beberapa orang yang tidak suka dengan Baby mereka kira Baby suka sekali mencari perhatian kepada atas padahal Baby tidak pernah mencari perhatian dari orang lain apalagi atasannya.

Terkadang Baby mendapatkan prilaku yang tidak mengenakan dari senior tapi Beby masih sabar menghadapi mereka karena pekerjaan ini sangat penting bagi Baby.

Baby tidak akan menyia-nyiakan bekerja ini karena ia mendapatkan gaji yang cukup tinggi, meskipun Baby bekerja sebagai OB ia tidak merasa malu atau pun minder toh semua pekerjaan sama saja yang penting uang nya halal.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!